NovelToon NovelToon
Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sabia X

Kirana adalah gadis ceria, polos dan kebal bully apa jadinya kalau ia bertemu dengan seorang pemuda raja bully yang tidak sengaja mobilnya ia tabrak saat pulang dari kampus, dan parahnya ia harus rela menjadi pelayan dirumah pemuda itu, karena sang pemuda dendam gara-gara kejadian itu ia diputuskan pacarnya, bahkan saat orang tua pemuda itu tidak setuju, mampukah mereka bersatu memperjuangkan cinta mereka. baca keseruan, kekonyolan dan kekocakan mereka berdua di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabia X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Biar gondal-gandul

Ana langsung memukul mulut Dewa, saking gemasnya, bagaimana mungkin Dewa dengan mudahnya mengatakan pengaman gondal-gandulnya kepada dirinya.

"Sakit pendek." teriak Dewa mengusap bibirnya, terasa ngilu.

"Cari sendiri mas, masa iya sempak juga aku yang nyariin." ucap Ana ngegas, merinding membayangkan pembungkus gondal-gandul Dewa yang entah ukurannya berapa, Ana menggelengkan kepalanya, kan Ana jadi berpikir yang tidak-tidak jadinya. Dewa mengerucutkan bibirnya.

"Cuma sempak doang apa yang ditakuti," gerutu Dewa kesal, ia tidak berpikir apa kalau Ana itu gadis polos yang tidak pernah menyentuh barang begituan seumur hidupnya, bahkan sekali pun punya bapaknya, ia tidak pernah mencucikan atau menjemur kan, semua emaknya yang menangani, tentu saja seketika ia merinding di minta Dewa menangani masalah sempak.

"Gak mau nyari gak usah dibungkus mas, biar gondal-gandul." ucap Ana kesal, sedangkan Tian dan Eli yang tidak jauh dari sana sudah cekikikan mendengar ucapan Ana yang tanpa filter.

"Iya, biar nyari kamu yang, nanti malam." jawab Dewa enteng tanpa dosa dan kembali mendapatkan tabokan dari Ana di bahunya.

"Astaga mulutnya, aku aduin sama bapak biar tidak dibolehin nginep dirumah." ancam Ana, membuat Dewa meringis takut.

"Bercanda lho, gitu aja marah, iya..iya nyari sendiri ini, masalah sempak aja kok ya marah, mba Wati tiap hari nyuci gak marah." gerutu Dewa manyun.

"Malah nyamain aku sama mba Wati lagi, kan dia sudah terbiasa, sedang aku gak pernah, bikin kesel aja, mahluk laknat satu ini, astaga kok bisa aku jadi pacarnya, gak ganteng sudah aku tendang." balas Ana mengomel, Dewa yang mendengar, bukannya marah malah tersenyum karena Ana menyebut dirinya ganteng, sepertinya Dewa sudah mulai bucin. Setelah drama nyari sempak dan mereka pun sudah mendapatkan baju giliran mereka membayar.

Dewa meraba saku celananya, zonk, dompet tidak ada di sakunya.

"Apes bener dah gua hari ini," gumam Dewa.

"Kenapa loe?" tanya Tian memandang Dewa heran.

"Dompet gue gak ada, bayari dulu." ucap Dewa pelan.

"Si anying.. Gue mana bawa, loe aja bawa gue kesini paksaan mana sempet gue bawa dompet." balas Tian kesal.

"Mampus gue, astaga." ia menoleh kearah Ana yang jauh dari mereka berdiri, sedangkan cewek yang jaga kasir, menggelengkan kepalanya.

"Yang!" panggil Dewa akhirnya, Ana menoleh, rasanya ingin melempar Dewa pakai sendal, hari ini cowok itu lebih berisik dari biasanya, bikin kesel, udah dibilang jangan memanggil seperti itu masih bandel, Ana kan malu.

"Apa lagi mas," jawab Ana ketus, Dewa cengengesan dan memberi lambaian, agar Ana mendekat. Ana kembali mendengus dan berjalan menghampiri.

"Apa mas.." lagi Ana bertanya.

"Dompetku ketinggalan, bayari, nanti aku ganti." ucap Dewa melas.

"Astaga," Ana gemas dan mencubit pinggang Dewa.

"Gunanya hp buat apa mas, main game doang gak ada duitnya." ledek Ana sengit, Dewa meringis.

"Lupa yang, astaga panasnya cubitanmu yang kayak pasukan semut mengigit pinggangku." rajuk Dewa mengusap pinggangnya, Tian sudah cekikikan melihat pemandangan dihadapannya, andai mereka tidak berbeda, Tian akan mati-matian menikung Dewa agar Ana jadi miliknya, segemas itu Tian melihat Ana.

"Cepetan, nanti sekalian antar Eli pulang." ucap Ana.

"Jauh rumahnya?" tanya Tian karena Dewa melakukan pembayaran.

"Gak cuma beberapa rumah dari rumah aku." jawab Ana melengos pergi membuat Tian terkekeh.

"Astaga lucu sekali pengen tak karungi." gumam Tian, yang langsung mendapat geplakkan dari Dewa dikepalanya.

"Asu!" teriak Tian reflek.

"Awas aja loe jadi pebinor, loe yang tak karungi dan gue buang ke sungai." ucap Dewa galak, dan meninggalkan Tian dengan kesal, mulutnya ngomel tidak jelas.

"Ngambekan." ucap Tian mengikuti langkah Dewa, mobil itu melaju dengan kencang, efek Dewa yang sensi karena ada yang mau menikung pacar antiknya.

"Gak usah ngebut mas, punya nyawa dobel kah." ucap Ana galak. Tapi tidak ada sahutan dari Dewa ia fokus nyetir, ingin cepat sampai rumah. Ketiganya hanya saling lirik.

"Loe hutang penjelasan Ama gue." bisik Eli, Ana meringis, dan hanya mengangguk tidak bisa mengelak.

Sementara dikediaman Bramasta Siska uring-uringan karena Dewa tidak ada dirumah, bahkan ditelfon pun tidak diangkat.

"Kemana anak itu, makin bandel saja, masa lebaran malah ngilang, sudah dikasih tahu kalau keluarga Oliv akan berkunjung kesini malah kabur," gerutu Siska kesal.

"Ada apa mom.. Wajahnya kesal gitu," tegur pak Bramasta yang melihat wajah istrinya ditekuk lima belas.

"Anak mu makin bandel, masa ia kabur, nantikan Oliv mau kesini sama keluarga nya." jawab Siska dengan nada ketus, pak Bram menggelengkan kepalanya.

"Bukankah mereka sudah putus?, ngapain mau kesini." tanya pak Bram heran.

"Mereka itu masih muda pap, wajar aja ribut, hanya masalah kecil, Dewa aja keras kepala." jawab Siska malah membela Oliv yang sebenarnya salah.

"Itu urusan anak muda mom, tidak usah terlalu ikut campur." peringat pak Bram.

"Oliv itu anak anggota dewan pap, sangat cocok sama keluarga kita, aku ingin Dewa kembali sama Oliv, bukan sama cewek kere itu." ucap Siska penuh tidak suka, pak Bram menegakkan duduknya.

"Gadis kere siapa?, jangan sembarangan mom." peringat pak Bram lagi.

"Dewa bilang sendiri kalau ia pacaran sama gadis kere itu, bahkan ia tinggal disini sebelum mama datang, gara-gara bayar hutang, karena nabrak mobil Dewa dan tidak bisa bayar, apa gak kere namanya, momi gak mau ya Dewa dapat gadis yang akan menghabiskan uang Dewa saja, yang jelas gak selevel." tandas Siska berapi-api sudah seperti kompor mau meleduk.

"Mom, jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat, kita belum mengenalnya, tidak baik." tegur pak Bram bijaksana.

"Apanya, bahkan tuh gadis momi kasih uang tiga milyar dan ia baru mau pergi dari rumah ini, apa gak matre, pokonya aku gak setuju kalau Dewa sama gadis itu titik." ucap Siska berlalu pergi dari ruang tamu yang luas dan megah itu, pak Bram hanya menghela nafas panjang, melihat tingkah keras kepala istrinya.

"Bik Sum!" panggil pak Bram kepada wanita paruh baya itu, bik Sum yang mendengar langsung berlari menghampiri tuannya.

"Iya tuan.." jawabnya begitu sampai dihadapan tuan besarnya.

"Apa benar ada gadis yang menginap disini, baru-baru ini?" tanya pak Bram ingin tahu, bik Sum langsung mengangguk.

"Benar tuan, namanya non Kirana." jawab bik Sum dengan perasaan campur aduk.

"Dewa yang membawa?" tanya pak Bram lagi.

"Iya tuan, non Ana kerja disini, khusus mengurus den Dewa, karena sambil kuliah, dan ditangan non Ana den Dewa banyak berubah tuan." jawab bik Sum tersenyum senang. Dan pak Bram mengerutkan keningnya.

"Ceritakan.." pinta pak Bram penuh ingin tahu.

1
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut😍
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut😍
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut😍
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut😍
Heni Mulyani
lanjut💪
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut💪
Heni Mulyani
lanjut
Fitriana Yusuf
😂😂😂😂👍
Heni Mulyani
lanjut
Ria Ningsih
gak up kak
Sabia X: Up, sabar ya, lagi sakit udah dua hari, jadi agak lambat,🙏
total 1 replies
Ria Ningsih
up nya 2 x sehari kak klau bsa
Sabia X: Waduuh, keriting nanti otak sama jariku kak Ria, 🤣 diusahakan.
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut.tetap semangat up nya
Heni Mulyani: tetap semangat
total 2 replies
Ria Ningsih
ceritanya seru
Sabia X: terimakasih..👍
total 1 replies
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!