Tiga tahun sudah Lisa menikahi kakak iparnya tanpa ikatan cinta. Berbanding terbalik dengan Galih Almarhum suaminya yang begitu tampan, humoris dan begitu perhatian. Sikap Angga justru kebalikannya. Dia lelaki yang abai, tak banyak bicara dan kaku. Lisa bak menikah dengan robot. Tak ada yang menarik dalam pernikahan kedua lisa ini. Lisa hampir gila, hingga mengajukan perceraian pada mantan kakak iparnya itu. Angga menolak, lelaki itu berubah. Akankah Lisa tetap bertahan atau kembali meminta berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3
"Kamu pasti tahu apa itu cerai Mas,jadi jangan berpura-pura bodoh dengan IQ sempurna yang kamu miliki. Ayo kita pergi ke pengadilan agama, Kita akhiri pernikahan ini, ayo kita ajukan surat cerai di sana"
Mendengar itu, wajah Angga yang tadinya tenang berubah memerah, terlihat sekali jika lelaki itu begitu marah setelah Lisa menjelaskan keinginannya.
Lisa sedikit menciut melihat wajah garang suaminya, dia biasa melihat Angga yang datar-datar saja, bahkan saat dia pulang malam, Angga cuek. Tapi sekarang Angga nampak seperti akan menelan orang saja.
Angga bahkan melucuti semua bajunya di depan Lisa, Lisa sampai memalingkan pandangannya saat melihat alat pamungkas Angga yang nampak tegang di depannya.
"Masak iya sih marah bisa buat dia jadi tegang?" Batin Lisa.
Dia yang awalnya tak mau melihat jadi menoleh karena Angga menarik paksa dia untuk bangun, Angga bahkan ikut melucuti baju miliknya tanpa ada yang tersisa.
Untung saja di rumah mereka tidak ada siapa-siapa,El mempekerjakan pembantu hanya saat mereka pergi ke kantor, saat mereka pulang, pembantu juga sudah pulang. Lisa bahkan tidak tahu bagaimana rupa pembantu di rumah ini.
"Mas kamu mau apa?" Tanya Lisa saat El akan menanggalkan pakaian terakhirnya.
"Membuat kamu waras"
"Aku waras mas!" teriak Lisa kala tubuhnya di angkat begitu saja oleh El.
Lisa terus berteriak dan minta di turunkan, namun Angga tidak membiarkan dia lepas.
Angga bahkan mencium begitu kasar,Isa sampai kewalahan. Lisa merasa jantungnya mau pindah tempat, darahnya mendidih merasakan betapa panasnya ciuman sang suami. Apalagi saat tangan Angga mulai nakal di tempat sensitif Lisa.
Lisa tak bisa menahan desahan yang sedari tadi dia tahan, Angga tidak pernah seagresif ini.
Lisa memejamkan mata, mulai merasakan belaian Angga. Lisa juga ikut aktif meraba milik Angga.
"Astaga! bukankah Kamu ingin bercerai dari lelaki ini Lisa! Kenapa kamu tidak bisa menahannya?" teriak hati Lisa. Namun tubuhnya menolak, dia ikut menikmati sensasi baru yang di berikan Angga, meski agak sedikit kasar, namun Lisa menyukainya.
***
Tiga jam berlalu
Untuk pertama kalinya, Angga tidak pindah dari kamarnya. Namu punggung Lisa serasa ingin lepas karena El belum juga melepaskan dirinya.
"Angga sudah, aku lelah"
Angga masih menciumi tubuh Lisa, kamar mereka bahkan sudah penuh dengan aroma khas itu. Namun Angga masih belum mau selesai juga.
"Aku sudah tidak sanggup Angga" ucap Lisa.
"Satu kali lagi"
Entah di rasuki setan dari mana, Angga terus saja menggempur Lisa tanpa henti.
Keesokan harinya, Lisa membuka mata, dia meraba kasur di sebelahnya. Tidak ada orang, Lisa meringis. berharap apa dia? Mana mungkin Angga tidur di sebelahnya?
Lisa bangun, tubuhnya terasa remuk, dia seperti tidak sanggup bangun.
"Jangan ada lagi kata cerai dari mulut kamu, kalau tidak, aku akan lebih ganas dari malam ini"
Ucapan itu sontak membuat Lisa terkejut, Angga datang sambil membawa sebuah nampan kecil berisi makanan untuk Lisa.
Lisa sampai mengucek matanya beberapa kali, tak menyangka Angga bisa melakukan hal seperti ini. Apa Lisa harus mempertimbangkan kembali keinginan bercerai itu?
"Cepat makan! Aku tunggu di mobil, ini sudah hampir jam delapan, Jangan telat"
Lisa kembali cemberut karena Angga kembali ke mode semula.
"MENYEBALKAN"
gws ya🙏
mungkin besok tidak up dulu 🙏🙏