Jamila Anata gadis sembilan belas tahun yang tiba-tiba hamil anak kakak Iparnya kejadian itu terjadi karena Kakak ipar Mila pulang kantor dalam keadaan Mabuk parah dan dia menganggap Jamila adalah sang istri
Bagaimana kejadian nya simak di novel terbaru ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesya icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian Jovan ke Bara
Jovan benar-benar memutuskan ingin memulai mendekati Bara. Walau dia tidak bisa memilih antara Dinda dan Bara anak kandung nya dengan Mila, namun setidaknya dia ingin mencurahkan kasih sayang pada anak laki-laki yang sejak kehadiran nya dalam kandungan tidak dia ketahui.
Sore itu Jovan baru saja pulang kerja dan langsung menuju Apartemen milik Mila. Jovan membawa mainan dan makanan untuk anak laki-laki nya. Namun apa daya, Jika apartemen itu kini kosong dan Saat Jovan bertanya pada Security, pria pelontos itu mengatakan jika nyonya Mila telah pindah kemarin malam.
Jovan sangat kecewa dengan Mila maupun dirinya. Bolehkan dia kecewa kepada Mila yang tidak memberikannya sedikit celah pun bertemu sang anak?? ku rasa tidak. Jovan sadar diri jika dia tak berhak untuk itu semua. Seberapa banyak dia menyakiti Mila dan Bara selama ini.
" Terima kasih pak, Lalu Jovan berjalan menuju mobilnya. Semua mainan itu dia letakkan begitu saja di jok belakang. Jovan menatap Apartemen Mila sedih.
Maafkan aku Mil, setidaknya izinkan aku untuk bertemu anak kita. Aku akan adil kepada nya dan Chira, Jovan sangat amat kecewa dengan dirinya sendiri.
Jovan menyetir mobilnya menuju rumah nya. Dinda tadi sempat menelpon dan mengatakan jika Chira demam panas dan mencarinya. Jovan melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Sejam kemudian mobil Jovan tiba di halaman luas rumah mewah miliknya. Sesaat dia terpaku dengan rumah mewah itu, Wajar jika Mila membenci ku, ucapan nya.
Selama ini dia hidup mewah dan bahagia dengan Dinda dan Chira sementara Mila dan Bara hidup serba kekurangan ucap pikiran Jovan. Aku akan menebus semua semua nya Mil, lalu Jovan masuk ke rumah untuk menemui anak dan istrinya.
Di rumah milik Rena, Bara tengah duduk sambil memainkan robot milik nya. Pikiran anak itu berhenti saat mainan itu terjatuh.
Seandainya Bala punya Papa, pasti selu main lobot ada teman nha. Ucap balita tiga tahun itu sendiri.
Rena dan Mila yang berhenti saat mendengar ucapan Bara pun sama-sama diam. Pikiran mereka berputar-putar. " Maafkan Mama nak, mungkin Mama egois, tapi semua Mama lakuin demi kebaikan kita. Mama tidak mungkin muncul di depan keluarga Papa kamu dan bilang, Hai ini Bara anak kak Jovan kak Dinda, itu tidak mungkin. Semua akan tersakiti jadi lebih baik kita mengalah dan hidup menjauh dari mereka.
Itu akan sangat baik untuk kita nak, Isi kepala Mila.
Sementara Rena sangat tau jika sahabat nya itu dilema sekarang. Memilih kebahagiaan nya dan kebahagiaan sang anak.
" Mil, saran gue lebih baik lu cari suami deh mil, yang mau terima Bara. Gue tau lu bisa hidupin Bara, tapi lihat Bara butuh sosok Papa Mil. Jangan jadikan masa lalu buruk itu akan acuan kebahagiaan lu di masa depan. Hidup akan berputar Mil dan bahagia pasti akan ada.
Rena menepuk bahu sahabatnya. Mila tersenyum kecil, entah apa jalan keluar dari semua masalah nya ini. Melihat Bara yang butuh sosok ayah membuat Mila kembali berpikir, apakah saatnya dia membuka hati dan mencari suami untuk melengkapi kehidupan nya dan Bara? tapi apakah laki-laki itu akan menyayangi Bara seterusnya?? Mila hampir stres memikirkan semua ini.