NovelToon NovelToon
Greta Oto: Glasswing Butterfly

Greta Oto: Glasswing Butterfly

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Keluarga / Persahabatan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Greta Ela

Greta Oto Wright terlahir sebagai putri dengan mata yang berbeda warna (Heterochromia) sama seperti ayahnya, sebuah tanda yang diyakini membawa nasib buruk. Sejak dalam kandungan, seekor kupu-kupu kaca tembus pandang telah berterbangan di sekitar istana, seolah-olah menjaga dan mengawasinya.

Ketika tragedi menimpa kerajaan, Greta menjadi terisolasi, terperangkap oleh mitos, ketakutan, dan rahasia orang-orang terdekatnya. Dalam keheningan dan keterasingan, ia perlahan menyadari bahwa apa yang disebut kutukan itu mungkin adalah kekuatan yang tersembunyi dari dunia.

Note: Non Romance
Follow ig: gretaela82

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greta Ela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Butterfly

Castle Castavia terlihat megah di puncak perbukitan. Kabut mulai menghilang perlahan, digantikan dengan sinar matahari yang baru saja muncul. Para penjaga berganti tugas tanpa banyak bicara, sepatu besi mereka berdentang teratur di atas lantai.

Seekor kupu-kupu terbang mendekati jendela istana yang tinggi. Sayapnya bening seperti kaca, hampir tak terlihat kecuali ketika cahaya mengenai. Tidak ada warna mencolok apalgi pola berlebihan pada sayap.

Justru karena itulah kupu-kupu itu tampak asing. Kupu-kupu itu tidak mengepakkan sayap tergesa seperti serangga lain yang terjebak di dalam bangunan. Geraknya tenang, berputar sekali di udara dengan anggun, lalu meluncur masuk melalui celah jendela yang sedikit terbuka, seolah pintu itu memang sengaja dibuka.

Tak satu pun penjaga menyadarinya. Mereka terlalu sibuk dengan rutinitas pagi di castle, memeriksa gerbang besi yang berderit, menghitung panah di rak senjata, dan berbisik tentang cuaca yang akan datang.

Di Castle Castavia, ketertiban adalah segalanya, dan penyimpangan kecil pun bisa dianggap pengkhianatan.

Di balik dinding tebal istana, Ratu Chelyne terbaring di atas ranjang besar berukir lambang kerajaan. Nafasnya teratur namun berat, satu tangannya bertumpu di atas perutnya yang membulat besar. Sudah sembilan bulan ia mengandung, dan setiap hari terasa lebih berat dari hari sebelumnya. Kamarnya luas, cukup untuk pasutri.

Ia membuka mata ketika cahaya pagi menyentuh tirai tipis di kamarnya.

"Pagi lagi," gumamnya pelan.

Sejak beberapa bulan terakhir, pagi bukan lagi waktu yang ia nantikan. Tubuhnya mudah lelah, punggungnya sering nyeri, dan langkahnya terasa berat seperti membawa beban batu.

Chelyne menahan nafas. Matanya mengikuti gerakan kupu-kupu yang kini berterbangan disekitar kamar, seolah sedang memastikan sesuatu. Bukan pertama kalinya ia melihatnya.

Sejak bulan pertama kehamilannya, kupu-kupu kaca itu selalu datang setiap pagi.

Jumlahnya berbeda-beda, kadang satu, kadang tiga, kadang lebih. Mereka masuk ke kamar tanpa merusak apa pun, lalu pergi sebelum malam tiba, meninggalkan rasa penasaran sang ratu.

Awalnya Chelyne mengira itu hanya kelelahan dan imajinasinya sendiri. Namun setelah minggu demi minggu berlalu, dan pemandangan itu terus berulang, ia tak lagi bisa mengabaikannya.

Malah, ia mulai mengingat mitos lama yang pernah diceritakan neneknya, kupu-kupu kaca adalah penjaga roh anak kerajaan yang lahir dengan kelainan. Jika mereka datang beramai-ramai, itu pertanda besar, bisa pertanda baik maupun buruk, termasuk kutukan.

Ia tersenyum tipis.

"Apa kalian penjaga?" bisiknya, suaranya hampir tak terdengar, takut membangunkan mimpi buruk.

Kupu-kupu itu tidak menjawab, tentu saja. Ia hanya melayang lebih dekat, sayapnya berkilau ketika cahaya memantul di permukaannya. Chelyne merasakan kehangatan aneh menjalar di dadanya, perasaan aman yang sulit ia jelaskan, seolah makhluk kecil itu membawa janji dari dunia lain.

Ketukan pelan terdengar di pintu kayu yang tebal.

"Yang Mulia," suara seorang perempuan terdengar dari luar.

"Apakah Yang Mulia sudah bangun?"

Chelyne mengalihkan pandangan.

"Masuklah."

Pintu terbuka, dan seorang perempuan melangkah masuk ke kamar Ratu. Rambutnya disanggul rapi, pakaiannya sederhana namun bersih.

Nama pelayan itu Grace Claw. Ia telah melayani keluarga kerajaan jauh sebelum Chelyne menjadi ratu. Banyak pelayan datang dan pergi, tapi Grace tetap ada, seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari Castle Castavia itu sendiri. Ia tahu segalanya dari resep ramuan penyembuh hingga bisik-bisik para bangsawan yang haus kekuasaan.

"Bagaimana perasaan Yang Mulia pagi ini?" tanya Grace sambil menyingkap tirai sedikit lebih lebar, membiarkan sinar matahari menyusup masuk.

"Seperti biasa," jawab Chelyne.

"Aku merasa perutku semakin berat, tapi masih bisa ditahan. Bayi ini aktif sekali malam tadi."

Grace mengangguk, lalu mendekat untuk memeriksa keadaan ratu.

"Raja Arion dan Pangeran Thaddeus akan datang setelah pergantian penjaga," kata Grace sambil menuang air hangat ke gelas kaca.

"Beliau menanyakan keadaan Yang Mulia sejak malam."

Chelyne tersenyum kecil.

"Dia selalu cemas berlebihan."

"Bukan berlebihan," sahut Grace dengan nada datar, matanya sekilas melirik jendela.

"Hanya berhati-hati. Khususnya dengan tanda-tanda ini, Yang Mulia."

Chelyne menoleh tajam. "Kau tahu?"

Grace hanya menggeleng pelan.

"Saya melayani istana ini lebih lama dari Yang Mulia. Kupu-kupu kaca... mereka bukan kebetulan."

Chelyne tidak membalas. Matanya kembali tertuju pada kupu-kupu yang masih terbang disekitar. Entah mengapa, ia merasa makhluk kecil itu sedang mengawasinya, menunggu saat yang tepat.

...****************...

Di luar kamar, kehidupan Castle Castavia berjalan seperti biasa. Raja Arion berdiri di balkon timur, memandangi halaman yang perlahan dipenuhi cahaya matahari. Rambutnya yang coklat tersisir rapi, wajahnya menunjukkan kelelahan yang ia coba sembunyikan dengan sorot mata hazel dan biru langit yang tajam.

Ia sudah mendengar bisik-bisik. Para bangsawan di ruang dewan berbisik tentang kehamilan sang ratu yang disertai tanda-tanda aneh. Tentang kupu-kupu kaca bening yang muncul setiap pagi. Tentang mitos lama yang seharusnya sudah terkubur bersama generasi sebelumnya, mitos tentang pewaris tahta yang membawa sihir, yang bisa menyatukan atau menghancurkan castle.

Arion tidak menyukai mitos. Castle Castavia dibangun atas hukum, perjanjian, dan kerja keras, bukan cerita-cerita lama yang diwariskan tanpa bukti. Namun ia juga tahu, rakyat tidak berpikir seperti dirinya. Apa yang dianggapnya kebetulan, bisa menjadi pertanda bagi mereka. Dan dengan perang perbatasan yang mengintai dari kerajaan tetangga, ia tak mampu mengambil risiko.

"Tuanku," seorang penjaga mendekat dan menunduk hormat.

Tepat saat raja Arion mengajari anaknya memanah, Thaddeus Wright.

"Ratu sudah bangun dan ada laporan dari para prajurit di gerbang. Kupu-kupu aneh terlihat di halaman."

Arion mengangguk tegas.

"Aku akan menemuinya. Kirim bidan ke kamarnya sekarang."

"Maaf Tuanku, apa kita sebaiknya memanggil tenaga kesehatan yang sama saat Ratu mengandung Thaddeus?" tanya penjaga itu dengan hati-hati.

"Ya. Ide yang bagus." Ujar Raja Arion.

"Baik, tuanku."

Penjaga itu lalu pergi.

"Ayah, apa aku akan punya adik?" tanya Thaddeus yang sudah berusia 10 tahun

"Ya. Bukankah kamu yang meminta adik waktu itu kan?" tanya sang ayah mengingatkan

Thaddeus mengangguk pelan

"Iya ayah. Tapi aku masih ragu"

"Apa yang kau ragukan?" tanya Arion

"Aku takut tidak bisa menjadi kakak laki-laki yang baik untuk adikku nanti."

Ujar Thaddeus pelan. Raja Arion menghela nafas dan memegang kedua pundak anaknya

"Ayah yakin, kamu pasti menjadi seorang kakak yang hebat untuk adikmu nanti?"

Perkataan Arion memang selalu membuat anaknya tenang. Ia bukan tipe ayah yang memaksakan kehendak. Kata-katanya menjadi penyemangat bagi Thaddeus.

...****************...

Di kamar, Chelyne merasakan gerakan kecil dari dalam perutnya, lebih kuat dari biasanya. Ia terkejut, lalu tertawa pelan meski ada nyeri samar.

"Kau aktif sekali hari ini," bisiknya, tangannya mengusap perutnya.

Kupu-kupu itu kembali mengepakkan sayapnya, terbang satu putaran kecil sebelum akhirnya meluncur keluar jendela, menyatu dengan cahaya pagi. Grace memperhatikan jendela itu sesaat, lalu kembali fokus pada tugasnya, menyusun pakaian ratu.

"Pagi semakin terang, Yang Mulia," katanya.

"Hari ini akan panjang. Raja sudah memanggil tenaga kesehatan."

Chelyne mengangguk. Ia tidak tahu mengapa, tetapi ada perasaan aneh yang mengendap di hatinya. Bukan takut, melainkan firasat. Seolah sesuatu sedang menunggu, tepat di ambang waktu.

Pintu terbuka lagi, dan Arion masuk, wajahnya penuh kekhawatiran yang ia sembunyikan di balik senyum.

"Chelyne.... bagaiamana perasaanmu?"

"Aku merasa lebih lelah." ujar Ratu

Setengah jam berlalu, para tenaga medis sampai ke castle, mereka diarahkan penjaga menuju kamar Ratu dan Raja.

"Salam, Yang Mulia" bidan menunduk memberi hormat.

Ada empat bidan yang dipanggil ke castle hanya untuk memeriksa sang ratu. Perlahan, bidan itu memeriksa detak jantung, menanyakan perasaan ratu, lalu memeriksa kehamilan.

"Sudah sembilan bulan, Yang Mulia." Ujar bidan

"Perkiraan kami, Ratu akan melahirkan tiga hari lagi. Kami akan menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan ratu." lanjut bidan itu

Raja merasa aneh. Memang sudah 9 bulan kandungan itu, tapi selama kehamilan, sang ratu tak pernah mengeluh sakit berlebihan atau mengidam hal aneh berbeda dengan Ia mengandung anak pertamanya, Thaddeus.

"Kau tidak merasakan sakit berlebih, Chelyne?" tanya Raja Arion

"Tidak. Aku juga heran." Jawabnya

Dipikiran Arion, mungkin ada hubungannya dengan kupu-kupu itu. Kalau memang kupu-kupu itu adalah penjaga mungkin juga. Tapi tetap saja raja tidak mau percaya pada cerita seperti itu.

1
Jing_Jing22
kenapa nggak di bongkar aja, awalnya aku respect loh aku pikir dia benar-benar baik ternyata jahat banget 🙉
Mingyu gf😘
ihhh penjahat
Mingyu gf😘
karena itu bukan membaik yang sebenarnya
MARDONI
Wahh bikin penasaran banget nih! 😯 Pas kupu-kupu kaca masuk terus Greta langsung sadar tuh bikin aku merasa ada aja sesuatu yang spesial dari Greta! Beneran deh dia bisa denger suara kupu-kupu dan tau kalau Chelyne bohong, padahal orang lain bilang itu cuma imajinasi... Thaddeus yang mulai curiga sama hubungan Greta sama kupu-kupu juga bikin suasana jadi makin seru! 😱 Terus pas Grace sama pelayan ngomong Greta pembawa sial, padahal mata dia cantik banget, dan Thaddeus kebetulan denger tuh bikin aku khawatir sama nasib Greta nanti!
Wida_Ast Jcy
Makanya kamu jangan jahat donk. Heran anak nya baik mak nya kok jahat begitu😤😤😤
Wida_Ast Jcy
wow... sangat indah memang thor. aku juga tidak pernah lihat lho🥰🥰
Indira Mr
kupu-kupu saja tahu kalo kamu berniat jahat grace..🙀
Indira Mr
kupu kupu nya kasih kode ke Thaddeus..🥰🥰🥰
Indira Mr
Akhirnya racunnya hilang, good job Thaddeus 🥰🥰🥰
Jing_Jing22
jahat banget deh🤧
Jing_Jing22
greta itu istimewa bukan pembawa sial
Mingyu gf😘
semoga hugo tetap baik
Mingyu gf😘
tepat apanyaa itu hanya bom waktu
Blueberry Solenne
ngasih isyarat. kali itu kupu-kupunya
Blueberry Solenne
Hati-hati aja takutnya diem2 dia juga sadar kamu curiga sama dia thad, jangan kelamaan bertindak selamatkan ibu kamu weh...
Wida_Ast Jcy
gak baik tau berprasangka buruk begitu😤😤😤
Greta Ela🦋🌺: Tampar aja thor hehe
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
kesian bnget ya Greta thor🥺🥺🥺
Wida_Ast Jcy
kesian bngett ya Greta thor🥺🥺🥺🥺
Serena Khanza
makin menarik dan bagus thor 🥰🥰 covernya juga makin cantik greta nya , semangat thor lanjut terus berkarya 💪🏻💪🏻
Serena Khanza
kayaknya thadeus sama hugo bakal kek sahabatan gitu gaksih sahabat setia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!