NovelToon NovelToon
JEJAK LUKA DI BALIK SENYUMAN

JEJAK LUKA DI BALIK SENYUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Anak Lelaki/Pria Miskin / Romansa / Menjadi Pengusaha / Preman
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dri Andri

Dyon Syahputra, anak yatim piatu yang hidup dari kerja serabutan, harus menghadapi perundungan sadis di SMA Negeri 7. Ketika ia jatuh cinta pada Ismi Nur Anisah—gadis dari keluarga kaya—cinta mereka ditolak mentah-mentah. Keluarga Ismi menganggap Dyon sampah yang tidak pantas untuk putri mereka. Di tengah penolakan brutal, pengkhianatan sahabat, dan kekerasan tanpa henti dari Arman, Edward, dan Sulaiman, Dyon harus memilih: menyerah pada takdir kejam atau bangkit dari nol membuktikan cinta sejati bisa mengalahkan segalanya.

---

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dri Andri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: PENGAKUAN PUBLIK

#

Senin pagi, dua hari setelah pengumuman hasil olimpiade. Dyon baru bangun, lagi nyiapin sarapan seadanya, roti tawar sama teh manis, ketika ada ketukan di pintu gubuk.

Tok tok tok.

Dyon buka pintu. Di luar ada cowok muda, umur dua puluhan, bawa kamera gede sama tas ransel. Di belakangnya ada cewek bawa mic.

"Dyon Syahputra?" tanya cowok itu.

"Iya... ada apa ya?" Dyon bingung.

"Kami dari Koran Suara Rakyat," kata cowok itu sambil ngeluarin kartu pers. "Kami mau wawancara kamu soal prestasi olimpiade matematika. Boleh?"

Dyon shock. "Wawancara? Kenapa... kenapa harus saya?"

"Karena cerita kamu menarik," cewek yang bawa mic nyeletuk, senyum ramah. "Siswa yatim piatu yang hidup di gubuk kumuh tapi bisa dapat peringkat tujuh olimpiade provinsi? Itu... itu inspiratif banget. Orang orang butuh dengar cerita kayak gini."

Dyon ragu. Tapi... akhirnya dia izinin mereka masuk.

Gubuk sempit. Cuma ada kasur tipis, meja plastik, sama dinding seng berkarat. Mereka duduk di lantai, nggak ada kursi.

"Maaf, nggak ada tempat duduk yang layak," kata Dyon malu.

"Nggak apa apa," cowok wartawan itu bilang sambil nyiapin kamera. "Justru ini... ini bagian dari cerita kamu."

Wawancara dimulai. Mereka nanya banyak hal. Soal orang tua yang meninggal. Soal gimana Dyon bertahan hidup. Soal perundungan di sekolah. Soal gimana dia bangkit dan belajar keras.

Dyon cerita semuanya. Jujur. Kadang suaranya gemetar, kadang air mata hampir keluar. Tapi dia terusin.

"Dan sekarang kamu dapet beasiswa penuh ke universitas negeri," kata cewek wartawan itu. "Apa yang kamu rasain?"

"Bersyukur," jawab Dyon pelan. "Syukur... syukur banget. Ini... ini kayak mimpi yang... yang akhirnya jadi kenyataan."

"Kamu punya pesan buat anak anak lain yang mungkin nasibnya kayak kamu?" tanya cowok wartawan.

Dyon mikir sebentar. Terus dia tatap kamera.

"Jangan pernah menyerah," katanya tegas. "Apapun kondisi lo. Apapun yang orang bilang soal lo. Kalau lo punya mimpi, kejar. Kerja keras. Dan percaya... percaya kalau Tuhan pasti kasih jalan buat orang yang nggak menyerah."

Wawancara selesai. Mereka terima kasih, pamit.

Dyon nggak mikir apa apa. Dia pikir mungkin cuma artikel kecil di halaman belakang koran.

Tapi...

***

Rabu pagi. Dyon ke sekolah kayak biasa. Begitu masuk gerbang, satpam Pak Hadi manggil.

"Dyon! Kamu terkenal, Nak!" kata Pak Hadi sambil nunjukin koran.

Dyon ambil koran itu.

Headline halaman depan. Huruf gede.

**"SISWA YATIM PIATU RAIH PRESTASI GEMILANG: DARI GUBUK KE PODIUM JUARA"**

Dibawahnya ada foto Dyon di gubuk, lagi duduk di kasur tipis sambil pegang buku.

Dyon shock. "Ini... ini halaman depan?!"

"Iya! Cerita kamu bagus banget, Nak. Inspiratif!" Pak Hadi senyum bangga.

Masuk sekolah, anak anak pada ngeliatin Dyon. Bukan tatapan iba atau meremehkan kayak dulu. Tapi... kagum. Hormat.

"Eh itu dia! Yang di koran!" bisik siswi kelas sepuluh ke temannya.

"Gila, ceritanya bikin gue nangis pagi pagi," temennya jawab.

Andra lari dari kantin, bawa koran yang sama. "YON! LO LIAT INI BELUM?!"

"Udah," Dyon ketawa kecil.

"Gue... gue bangga banget, Bro!" Andra peluk Dyon. "Lo... lo jadi inspirasi gue. Serius."

Leonardo juga datang, senyum lebar. "Bro, hape gue nggak berhenti bunyi dari tadi pagi. Orang orang pada nanya soal lo. Lo... lo viral, Bro."

"Viral?" Dyon bingung.

"Iya! Berita lo udah nyebar di media sosial. Banyak yang share. Lo jadi trending topic lokal!" Leonardo tunjukin hapenya. Di layar ada screenshot artikel koran yang di share ribuan kali.

Dyon nggak tau harus seneng atau bingung.

***

Seminggu kemudian.

Dyon mulai nerima telepon sama pesan dari berbagai pihak. Yayasan pendidikan yang nawarin bantuan dana tambahan. Kampus kampus yang nawarin beasiswa langsung tanpa tes. Bahkan ada perusahaan yang nawarin sponsorship buat biaya hidup selama kuliah nanti.

Semua tiba tiba... peduli.

Tapi yang paling berkesan...

Surat dari anak SD di kampung sebelah. Ditulis tangan, kertas lusuh.

*"Kak Dyon, nama aku Andi. Aku kelas 5 SD. Aku baca cerita kakak di koran. Aku juga yatim piatu kayak kakak. Aku sering sedih karena nggak punya uang buat sekolah. Tapi abis baca cerita kakak, aku jadi semangat lagi. Aku mau kayak kakak. Aku mau buktiin kalau anak miskin juga bisa sukses. Terima kasih kakak udah jadi inspirasi aku."*

Dyon baca surat itu berkali kali. Nangis. Bukan nangis sedih. Tapi... terharu.

*Ternyata... ternyata cerita gue bisa kasih dampak ke orang lain.*

***

Hari Sabtu. Dyon diundang ke acara penghargaan siswa berprestasi yang diadain Dinas Pendidikan provinsi. Di gedung mewah, ballroom besar, ada ratusan orang.

Dyon datang pakai baju kemeja putih pinjeman Leonardo sama celana bahan hitam yang dia beli bekas Rp 50.000. Nggak sempurna, tapi lumayan rapi.

Ismi ikut nemenin. Dia duduk di kursi penonton bareng Andra, Leonardo, Bu Ratna, sama... Pak Hendra dan Ibu Sarah.

Iya. Orang tua Ismi datang buat nonton Dyon nerima penghargaan.

"Atas nama Dinas Pendidikan Provinsi," kata pembawa acara di podium, "kami memanggil Dyon Syahputra untuk menerima penghargaan Siswa Teladan Berprestasi."

Tepuk tangan riuh. Dyon berdiri, jalan ke podium. Kaki agak gemetar.

Naik panggung. Kepala Dinas Pendidikan, Bapak bapak tinggi pakai jas, jabat tangan Dyon sambil kasih piagam sama medali.

"Selamat, Nak. Kamu inspirasi buat banyak orang," katanya sambil senyum.

"Terima kasih, Pak," Dyon terima piagam dengan tangan gemetar.

Tepuk tangan makin keras.

Dyon berdiri di podium, pegang piagam. Mata ngeliatin penonton. Ratusan orang. Tapi matanya cuma fokus ke satu orang.

Ismi.

Duduk di barisan ketiga, senyum lebar, nangis bahagia. Tepuk tangan paling keras.

Dyon senyum ke dia.

*Ini semua karena kamu.* bisiknya dalam hati. *Kamu yang kasih gue alasan buat nggak menyerah. Kamu yang... yang jadi cahaya di hidup gue yang gelap.*

Ismi kayak ngerti. Dia angkat tangan, nunjuk ke arah hatinya, terus nunjuk ke Dyon.

*Aku mencintaimu.*

Dyon senyum makin lebar.

*Aku juga.*

Turun dari panggung. Langsung diserbu wartawan yang mau foto sama wawancara.

Tapi Dyon cuma mau ke satu orang.

Ismi.

Dia jalan cepet ke barisan penonton. Ismi udah berdiri, nangis. Mereka peluk. Erat. Di tengah keramaian.

"Aku bangga sama kamu," bisik Ismi di telinga Dyon. "Bangga banget."

"Ini... ini semua karena kamu," Dyon bisik balik. "Kamu yang bikin gue jadi... jadi kayak gini."

Lepas pelukan. Pak Hendra mendekat, senyum hangat. "Dyon, selamat. Kamu... kamu luar biasa."

"Terima kasih, Pak," Dyon jabat tangan Pak Hendra.

Ibu Sarah juga peluk Dyon. "Kami bangga sama kamu, Nak."

Andra sama Leonardo ikutan peluk dari samping. "Group hug!" teriak Andra.

Mereka semua ketawa.

Bu Ratna cuma senyum dari jauh, ngelap air mata. Bangga liat anak didiknya sukses.

***

Malam itu, Dyon balik ke gubuk dengan piagam di tangan. Dia tempelkan piagam itu di dinding, di samping foto orang tuanya.

"Mama... Papa," bisiknya sambil ngeliatin foto. "Dyon... Dyon udah bikin kalian bangga kan? Dyon udah buktiin kalau... kalau anak kalian nggak sia sia."

Dia duduk di kasur, senyum sendiri.

*Pengakuan termanis adalah ketika orang yang dulu menghina kini terdiam melihat prestasimu.*

Dulu, orang orang ngeliatin dia kayak sampah. Kayak nggak berguna. Kayak... nggak punya masa depan.

Sekarang?

Sekarang mereka ngeliatin dia dengan kagum. Hormat. Bahkan... terinspirasi.

Dan itu...

Itu lebih berharga dari apapun.

***

BERSAMBUNG

***

PENGAKUAN PUBLIK

dri andri chapter 35

"Pengakuan termanis adalah ketika orang yang dulu menghina kini terdiam melihat prestasimu. Ketika dunia yang dulu menertawakan mimpimu kini bertepuk tangan untukmu. Dan ketika kau menyadari... semua perjuangan itu tidak sia sia."

"Barangsiapa bersungguh sungguh, sesungguhnya kesungguhannya itu adalah untuk dirinya sendiri. Dan Allah tidak membutuhkan sesuatu pun dari seluruh alam. Maka berjuanglah dengan tulus, karena hasilnya akan kembali kepada dirimu."

1
sitanggang
pertama kali apanya, udah diulang2, bego👎👎🤦🤦
sitanggang
parah ....kebanyakan gagapnya🤦👎
sitanggang
ternyata lemah 👎👎👎👎
checangel_
Tak semudah itu Edward, ingat! orang baik pasti menang 🤝
checangel_
Hebat Dyon /Applaud/
checangel_
Wah, perumahan bersubsidi 🤧/Good/
checangel_
Sekarang sekolahan berbasis ramah anak semua/Good/
checangel_: No comment lah /Silent/, cukup sekian dan terima tahu /Facepalm/
total 2 replies
checangel_
Gimana rasanya makan bebarengan begitu? nikmatnya tiada banding, sekelas resto mewah /Good/
checangel_
Yap, zaman sekarang yang di cari memang keterampilan, tapi tahulah ....🤧
checangel_
Yap, kejujuran adalah harga yang tidak bisa dibayar dengan uang 🤝
checangel_
Jarang ada loh, orang yang setulus Pak Hendra ini 🤧
Dri Andri: hanya sekedar motivasi dan inspirasi aja kak.. yang asli real yang itu
total 7 replies
checangel_
Efek membela kebenaran, diri sendiri pun terbuangkan /Sob/
checangel_
Apakah dunianya sebohong itu?🤧
checangel_
Baik banget sih Leornad 🤧, teman bukan sekadar teman biasa, tetapi kamu juga pengacara luar biasa 🤝
checangel_: 💯/Good/
total 3 replies
checangel_
Tunjukan pesonamu Dyon, jangan biarkan koruptor menggema dalam pondasimu 🤝
checangel_
Dunia kerja memang seperti itu, ada aja yang dengki
checangel_
Ketika pondasi yang terlihat kuat, tapi bisa rapuh karena sebuah ancaman 🤧
checangel_
Dyon, kamu dermawan sekali 🤧
checangel_: آمين
total 6 replies
checangel_
Roda yang selalu berputar 🤧
checangel_: 🤭/Facepalm/
total 2 replies
checangel_
Pertahankan janji itu ya Sulaiman, ingat! janganlah selalu menatap langit, jika posisimu sudah berada di tingkat yang layak, karena di balik pertahananmu ada teman yang selalu mendukungmu🤝/Smile/
Dri Andri: ya begitulah.. maklum manusia yang tak lukut dari kesalahan
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!