Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.
Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.
Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.
Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.
Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?
Terus ikuti jalan ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Keesokan paginya, Alia membuka mata. Tubuh Alia terasa pegal. Alia merenggangkan otot dengan mengangkat kedua tangannya. Alia memandangi sekitar. Dia masih berada di dalam mobil. Tapi di mana Elvano.
Alia memandangi lengannya yang penuh bentol digigit nyamuk. Alia membuka pintu mobil. Alia keluar dari mobil.
"Penginapan?" Alia menyipitkan matanya.
Orang-orang yang ada di parkiran memandangi Alia yang tampilannya berantakan. Alia merasa malu dan masuk kembali ke dalam mobil. Alia mencari tisu basah dan membersihkan wajah dan tubuhnya.
Alia membuka tas, memakai sedikit bedak dan lipstik. Alia juga menyemprotkan parfum. Alia melihat Elvano keluar dari penginapan dan masuk ke dalam mobil.
"Lu belum sarapan kan?" Elvano menaruh bungkusan di pangkuan Alia.
"Gue tadi malam tidur di mobil, lu di mana?"
"Sorry, gue gak bisa tidur di mobil. Pegel. Gue tidur di penginapan."
Elvano menghidupkan mesin mobil, memasang sabuk pengaman, langsung tancap gas. Alia cemberut. Alia memang menyadari Elvano sudah berubah. Elvano tega meninggalkannya sendiri tidur di dalam mobil.
Alia bertanya kepada Elvano, apakah Elvano menyukai Devi. Alia melihat pesta kejutan yang Elvano siapkan untuk Devi. Alia saja tidak pernah diberikan pesta kejutan. Apakah Devi orang yang sangat spesial bagi Elvano.
Seandainya Devi tidak memberikan keuntungan bagi perusahaan, apakah Elvano masih menyukainya. Apakah Devi lebih cantik darinya. Alia begitu banyak melemparkan pertanyaan.
Elvano dengan santainya menjawab pertanyaan Alia. Elvano memang menyukai Devi. Apapun akan Elvano berikan untuk Devi. Pesta kejutan itu tidak seberapa, Elvano akan terus memberikan kejutan untuk Devi.
Elvano pasti akan menyukai Devi walaupun Devi hanya karyawan biasa. Hati tidak bisa berdusta.
Elvano meminta maaf kepada Alia. Dulu dia tidak tega menolak Alia yang begitu semangat mengejar cintanya. Elvano sangat menyukai Dhona. Karena Dhona dikabarkan mempunyai penyakit mental, Elvano memutuskan hubungan dengan Dhona.
Elvano juga berterima kasih karena Alia selama ini menemani kesepiannya. Tanpa Alia, mungkin Elvano tidak bisa melupakan kesedihannya putus dengan Dhona.
"Lu, cuman anggap gue pelarian? Gak ada sedikitpun perasaan, lu suka sama gue?" Alia memandangi Elvano.
Elvano mengangguk. Alia terisak. Alia merasa dadanya sakit, sakit, sungguh sakit. Sesak hati Alia setelah tahu cintanya bertepuk sebelah tangan. Memang tidak ada kata putus yang keluar dari mulut Elvano, tapi Alia mengerti Alia bukan orang yang Elvano cinta.
Alia terlahir untuk menjadi orang yang selalu mendapatkan segalanya. Alia sudah merebut Ardian dari Dhona. Alia juga diterima di keluarga besar Ardian. Alia berhasil menyingkirkan Dhona dan membuat Rana hidup bersama Ardian setelah bertahun-tahun hidup dalam sembunyi-sembunyi.
Alia akan berusaha membuat Elvano kembali dan mengejar cintanya. Alia tidak akan membiarkan Elvano jatuh cinta pada Devi. Elvano anak orang kaya dan juga mempunyai perusahaan. Elvano anak laki-laki satu-satunya. Elvano pewaris kekayaan. Alia akan mempertahankan Elvano bagaimanapun caranya.
Alia dan ibunya pernah hidup dalam kesederhanaan. Ardian juga sekarang diusir dari keluarga besarnya karena mereka tidak terima Rana menjadi istri Ardian. Alia harus mendapatkan Elvano. Alia harus menjadi istri Elvano.
"Bagaimana dengan hubungan kita?" Alia memberanikan diri bertanya.
"Kita masih bisa berteman. Yang berbeda, tidak ada hubungan cinta. Lu masih bisa jalan sama gue," jawab Elvano.
"Gue ada satu permintaan. Gue ingin kita terakhir kali makan romantis. Gue ingin ini menjadi kenangan terindah gue. Setelah itu kita jalan masing-masing," pinta Alia.
"Oke, gue kabulin. Lu mau kita makan di mana?"
Alia diam untuk berpikir.
"Gue berubah pikiran. Gue ingin minum-minum sepuasnya. Gue pengen kita booking hotel dan minum sepuasnya."
"Oke, deal."
Elvano memaklumi permintaan Alia. Alia tentu sakit hati. Alia ingin melarikan kesedihannya lewat alkohol. Elvano tidak ingin Alia kembali menjadi gila. Mumpung Alia belum kambuh, Elvano mencari hotel untuk mereka minum dengan bebas.
Setelah lama berkendara, Elvano menghentikan mobilnya di sebuah hotel dekat dengan kota Garnet. Elvano memesan kamar untuk mereka dan meminta diantarkan miras ke dalam kamarnya. Elvano mengajak Alia untuk makan siang di restoran yang ada di dalam hotel.
Elvano meratukan Alia untuk terakhir kalinya. Elvano memperbolehkan Alia makan sepuasnya. Alia memesan makanan yang paling mahal. Alia juga memesan cake untuk merayakan hari perpisahan mereka.
Alia tidak bisa menahan air matanya yang perlahan jatuh ke pipi.
"El, terima kasih atas semuanya. Setelah ini, gue akan menjaga jarak dan hati. Semoga kita berdua menemukan cinta sejati."
Mereka berdua menikmati makan siang. Elvano sungguh berbeda kali ini. Dia sangat romantis. Alia tidak menyia-nyiakan keadaan. Alia memeluk, mencium pipi Elvano untuk pertama kalinya. Selama mereka bersama, Elvano sama sekali tidak pernah menciumnya. Sebatas pegangan tangan.
El, demi putus, lu rela melakukan apa aja. Gue gak akan putusin lu! Alia marah dalam hati.
Mereka melanjutkan makan kue tart di dalam kamar.
Elvano membuka pintu kamar. Betapa kagetnya mereka saat masuk ke dalam. Kamar itu dihiasi dengan kelopak bunga mawar. Kamar itu juga dipenuhi dengan aroma wewangian.
"El, lu juga nyiapin ini?" Alia terlihat bahagia.
Elvano kaget karena dia merasa tidak memesan kamar seperti itu sebelumnya. Tapi saat melihat Alia sebahagia itu, Elvano membiarkan Alia bahagia untuk terakhir kalinya. Mereka tidak akan pernah lagi melakukan hal seromantis ini.
Alia memotong kue tart dan menyuapi Elvano. Elvano membuka botol miras dan menuangkannya ke gelas . Mereka minum bersama.
Elvano tidak pernah melihat Alia minum sebanyak itu. Alia mulai mabuk. Alia menangis. Alia tidak rela berpisah dengan Elvano. Alia begitu mencintai Elvano. Alia rela melakukan apa saja untuk Elvano.
Alia mulai menciumi Elvano. Elvano beberapa kali menolak karena Alia dalam keadaan mabuk. Elvano tidak mau memanfaatkan keadaan. Tapi, Elvano adalah laki-laki normal. Alia membuka baju atasannya dan terlihatlah pakaian dalam mini yang membungkus 'gunung keramatnya'.
Mata Elvano terus menatap ke depan. Elvano tidak bisa lagi menahan godaan di depan mata. Elvano juga dalam keadaan mabuk. Elvano menggeliat saat Alia memainkan lidahnya di telinga dan leher Elvano.
Alia kini duduk di atas paha Elvano. Alia mulai berani membuka baju Elvano sambil meraba dadanya. Elvano juga mencicipi 'gunung keramat' yang belum terjamah milik Alia.
Alia menurunkan tangannya ke bagian bawah inti Elvano. Alia memainkan tangannya lembut di bawah sana. Elvano mulai terpancing.
Elvano melahap bibir Alia. Alia dengan rakusnya membalas ciuman Elvano. Lama kelamaan ciuman mereka semakin panas. Elvano banyak meninggalkan bekas merah di tubuh Alia begitu juga sebaliknya. Elvano dan Alia terengah saling pandang.
Mereka sudah terbakar api asmara, saling mencumbu. Mereka semakin menggila. Elvano mengangkat Alia dan merebahkannya di atas tempat tidur bertaburkan kelopak bunga.
Elvano melepas semua pakaian Alia. Elvano juga melepaskan semua miliknya. Elvano sudah tidak dapat lagi menahan diri. Alia menggeliat begitu menggoda.
Elvano naik ke atas tempat tidur. Elvano membelai paha kanan Alia. Alia sedikit membuka kakinya memberi akses agar Elvano semakin dalam merabanya.
Dalam keadaan di bawah pengaruh alkohol, mereka berdua bercinta di sebuah hotel tanpa ada rasa cinta. Alia rela mengorbankan keperawanannya demi mengikat Elvano.
El, gue ingin hamil anak lu. Gue akan gunakan anak ini untuk mengikat lu, tawa Alia dalam hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...