NovelToon NovelToon
Maou Gakuin No Futekigousha: Valerius Sang Raja Iblis Kuno

Maou Gakuin No Futekigousha: Valerius Sang Raja Iblis Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Reinkarnasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: BUBBLEBUNY

Takashi, seorang otaku yang mendalami cerita Maou Gakuin no Futekigousha, tiba-tiba bereinkarnasi ke dunia tersebut sebagai Raja Iblis Kuno Valerius yang memerintah ribuan tahun sebelum Anos Voldigoad. Valerius memiliki kekuatan tak terukur dan tujuan adalah mengakhiri perang antar ras melalui kekuatan dan diplomasi, membangun dasar untuk kerajaan iblis yang kuat. Namun, ia menyadari masa depan yang akan datang, di mana Anos akan lahir untuk melanjutkan warisan perdamaian. Valerius menghadapi pemberontakan dari bangsa iblis yang ekstrem dan ancaman dari ras lain, menggunakan kepintaran dan kekuatan untuk menaklukkan musuh, sembari menyimpan warisan yang akan diwariskan kepada penerusnya kelak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bala Kegelapan

Suara kaki berlari yang cepat terdengar dari kejauhan. Tidak lama kemudian, sekelompok makhluk menyerupai prajurit kegelapan muncul menghalangi jalan mereka. Setiap makhluk memiliki baju zirah hitam yang kusam dan mata merah menyala yang memancarkan aura mengerikan.

"Sekarang kamu tidak akan bisa pergi jauh lagi, Valerius, Kita telah menunggu kesempatan untuk menangkapmu dan menggunakan kekuatanmu untuk menghancurkan dunia ini." Suara pemimpin prajurit itu terdengar kasar.

Valerius mengangkat pedangnya dengan tegas. "Kau salah besar jika berpikir aku akan membiarkanmu melakukannya. Aku akan melindungi teman-temanku dan dunia ini dengan nyawaku sendiri jika perlu."

Sasha mengeluarkan tongkat sihirnya, sementara Misha membuka buku sihir yang selalu dibawanya. Anos memegang tombaknya dengan erat, dan Maya mempersiapkan diri untuk menggunakan kemampuan merasakan energi miliknya.

"Serang!" Teriak pemimpin prajurit kegelapan dengan lantang.

Ratusan prajurit bergerak cepat ke arah kelompok mereka. Pertempuran pun pecah dengan sengit. Valerius melambaikan pedangnya dengan gesit, memotong baju zirah musuh dan membuat mereka jatuh ke tanah. Anos menghancurkan beberapa prajurit dengan tombaknya yang kuat, sementara Sasha melepaskan mantra api yang membakar musuh-musuh mereka. Misha berkonsentrasi pada buku sihirnya, mengucapkan kata-kata sihir yang membuat tanah berguncang dan menjatuhkan beberapa prajurit kegelapan. Maya menggunakan kemampuannya untuk mengalihkan energi musuh, membuat serangan mereka salah sasaran dan bahkan membalikkan arahnya ke diri mereka sendiri. Namun prajurit kegelapan terus berdatangan tak ada habisnya. Setiap yang jatuh segera digantikan oleh yang lain.

"Mereka terlalu banyak!" Teriak Sasha sambil menghindari serangan dari belakang.

Valerius merasa kekuatannya mulai berkurang. Rasa sakit di dadanya kembali muncul, namun ia tetap bertahan. "Kita harus menemukan cara untuk menghentikan sumber mereka!"

Maya menutup mata sebentar, merasakan aliran energi di sekitarnya. "Ada sesuatu di belakang mereka! Sebuah batu kecil yang memancarkan energi kegelapan. Itu yang menjadikan mereka tak terbatas!"

Anos melihat ke arah yang ditunjuk Maya. "Aku melihatnya! Aku akan pergi menghancurkannya!"

Tanpa berpikir dua kali, Anos berlari cepat melewati deretan prajurit kegelapan. Ia menghancurkan beberapa yang menghalangi dengan tombaknya, terus maju menuju batu itu. Ketika hampir mencapai target, pemimpin prajurit muncul menghalanginya.

"Kau tidak akan bisa sampai ke sana!" Teriaknya sambil menyerang dengan pedangnya.

Anos menghindar dengan gesit dan melawan balik. Pertarungan antara keduanya sangat sengit, setiap gerakan penuh dengan kekerasan. Sementara itu, teman-teman lain berjuang dengan segala kekuatan untuk menutupi Anos.

"Aku harus cepat!" Gumam Anos sambil menemukan celah. Ia melompat ke atas, mengalahkan pemimpin prajurit dengan pukulan keras dari tombaknya, lalu segera berlari ke arah batu kegelapan.

Saat jarinya hampir menyentuh batu itu, energi kegelapan meledak keluar, membuatnya terlempar ke belakang. Tapi Anos tidak menyerah. Ia berdiri kembali, mengambil batu pembimbing dari saku tasnya. Batu itu mulai bersinar terang saat terkena energi kegelapan.

"Dengan kekuatan yang ada di dalam batu ini, aku akan menghancurkanmu!" Teriak Anos sambil menusuk batu kegelapan dengan batu pembimbing.

Ada ledakan besar yang menyilaukan. Ketika cahaya menghilang, batu kegelapan hancur berkeping-keping, dan semua prajurit kegelapan mulai menghilang seperti debu yang terbawa angin. Kelompok itu berkumpul kembali, menarik napas lega. Mereka telah mengalahkan serangan itu, tapi tahu bahwa ini hanya permulaan.

"Kita harus lebih cepat mencapai kastil itu sebelum mereka mengirim pasukan yang lebih besar," Ujar Valerius dengan suara yang masih lemah tapi penuh tekad.

Mereka segera melanjutkan perjalanan, langkah kaki mereka semakin cepat menyusuri jalan berliku yang penuh dengan rerumputan tinggi dan pepohonan menjulang yang menjadikan siang hari terasa seperti malam. Udara semakin dingin dan berat, terasa penuh dengan energi negatif yang membuat dada mereka terasa sesak.

"Kita sudah dekat, Aku bisa merasakan getaran energi yang sangat kuat dari kastil itu" Bisik Maya sambil mengamati langit yang semakin gelap meskipun belum sampai waktu senja

Valerius mengangguk, tangannya masih erat menggenggam gagang pedangnya. Rasa sakit di dadanya tidak hilang, tapi ia menyembunyikannya dengan baik agar tidak membuat teman-temannya cemas. "Hati-hati setiap langkahnya. Mereka pasti telah memasang banyak jebakan di sepanjang jalan."

Tak lama kemudian, jalan mereka terhenti di depan sebuah jurang lebar yang dalamnya tidak terlihat jelas. Di seberang jurang, munculnya kastil hancur yang diceritakan Maya temboknya roboh sebagian, menara yang miring, dan seluruhnya dikelilingi oleh kabut kehitaman yang pekat yang berputar-putar seperti ular.

"Bagaimana kita bisa menyeberang?" Tanya Misha dengan melihat jurang yang tampak tidak mungkin dilintasi dengan cara biasa.

Sasha mengangkat tongkat sihirnya, mencoba merasakan energi di sekitar jurang. "Ada kekuatan sihir yang melindungi jurang ini. Jika kita mencoba melompat, kita akan terjatuh ke dalam kegelapan tanpa akhir."

Valerius mendekat ke tepi jurang, melihat ke bawah dengan tatapan fokus. "Aku merasakan ada jalan tersembunyi. Tapi kita harus menemukan cara untuk membukanya."

Maya menutup mata lagi, mengalirkan energinya ke seluruh area sekitar jurang. Setelah beberapa saat, ia membuka mata dan menunjuk ke arah sebuah batu besar di sisi kiri jurang. "Di balik batu itu ada sebuah papan batu dengan simbol-simbol kuno. Itu mungkin kunci untuk membuka jalan."

Anos segera berlari ke arah batu tersebut, dengan mudah menggesernya ke samping. Benar saja, ada papan batu dengan ukiran simbol-simbol yang tidak dikenal. Misha segera mengambil buku sihirnya, membandingkan simbol-simbol itu dengan yang ada di dalam buku.

"Ini adalah bahasa kuno dari dimensi kegelapan, Kalimatnya berbunyi: 'Hanya mereka yang memiliki hati yang murni dan kekuatan persahabatan yang bisa melewati jalan ini'." Ujar Misha dengan suara sedikit terkejut.

"Bagaimana cara mengaktifkannya?" Tanya Sasha yang melirik ke arah mereka satu persatu.

Valerius melihat ke arah teman-temannya, lalu kembali ke papan batu. "Kita harus menyatukan tangan kita dan mengeluarkan energi kita bersama-sama. Hanya kekuatan kita yang bersatu yang bisa membuka jalan ini."

Ke lima sahabat itu berkumpul di depan papan batu, saling bergandengan tangan membentuk lingkaran. Valerius berada di posisi depan, dengan tangan kanannya menyentuh ukiran simbol-simbol kuno.

"Semua, fokuskan energi kalian padaku. Kita harus menyatukan kekuatan kita menjadi satu," Ujar Valerius dengan suara yang tenang namun penuh keyakinan.

Mereka memejamkan mata, mengalirkan energi positif dari dalam diri masing-masing. Energi itu menyatu di tengah lingkaran, membentuk sebuah bola cahaya keemasan yang semakin membesar. Ketika cahaya itu mencapai titik tertinggi, Valerius mengarahkan seluruh kekuatan itu ke papan batu. Simbol-simbol di atas batu mulai bersinar terang, memancarkan cahaya putih yang menyilaukan. Tiba-tiba, dari tengah jurang muncul sebuah jembatan terbuat dari cahaya yang solid, menjulang lurus ke seberang menuju kastil hancur.

"Jalan sudah terbuka! Kita harus cepat sebelum jembatan menghilang!" seru Anos sambil menatap lurus kedepan.

Mereka segera melangkah ke atas jembatan cahaya. Langkah kaki mereka terasa ringan, seolah diangkat oleh kekuatan persahabatan yang mereka miliki. Ketika seluruh kelompok sampai di seberang, jembatan itu perlahan menghilang kembali ke dalam kegelapan. Kastil di depan mereka terlihat lebih mengerikan dari kejauhan. Tembok yang roboh menunjukkan ruangan dalam yang penuh dengan bayangan hitam, dan angin yang bertiup membawa suara bisikan yang menyeramkan.

"Aku merasakan ada sesuatu yang sangat kuat di dalam sana," Bisik Maya, tangannya sedikit menggigil karena merasakan energi jahat yang luar biasa.

Valerius menginjakkan kaki pertama ke dalam halaman kastil, pedangnya tetap siap di tangannya. "Kita harus bergerak bersama-sama. Jangan pernah terpisah."

Mereka memasuki kastil melalui sebuah gerbang yang sudah tidak memiliki pintu lagi. Di dalam halaman kosong, reruntuhan tembok dan batu berserakan di mana-mana. Tiba-tiba, dari balik reruntuhan itu muncul sosok makhluk yang jauh lebih besar dan mengerikan dari prajurit yang mereka hadapi sebelumnya. Makhluk itu memiliki tubuh seperti raksasa, dengan kulit hitam bersisik dan sepasang sayap besar yang sobek. Matanya berwarna merah pekat seperti bara api, dan di tangannya memegang sebuah tombak besar yang terbuat dari tulang yang mengkilap.

"Saya adalah Wächter, penjaga kastil kegelapan! Tidak ada seorang pun yang bisa melewati saya untuk mencapai sumber kekuatan kita!" Teriak makhluk itu dengan suara seperti guntur yang mengguncang seluruh kastil.

Sasha segera siap dengan tongkat sihirnya. "Ini adalah penjaga utama. Kita harus bekerja sama untuk mengalahkannya!"

Misha membuka halaman baru di buku sihirnya, mencari mantra yang tepat. "Aku menemukan mantra pembalasan energi! Jika kita bisa mengalihkan serangannya, kita bisa menggunakannya untuk melawannya!"

Anos mengangkat tombaknya dengan erat. "Aku akan menarik perhatiannya. Kalian cari kesempatan untuk menyerang!"

Tanpa menunggu jawaban, Anos berlari ke arah Wächter, menyerang dengan tombaknya dengan kekuatan penuh. Makhluk itu menghindar dengan mudah, lalu membalas dengan serangan tombaknya yang besar. Valerius segera melompat ke depan, menghalangi serangan itu dengan pedangnya, menghasilkan percikan api yang menyilaukan. Sementara itu, Sasha melepaskan mantra es yang membekukan sebagian kaki Wächter, membuatnya kesulitan bergerak. Misha mengucapkan kata-kata mantra pembalasan energi, membuat bidang pelindung yang siap menangkap serangan musuh. Maya menggunakan kemampuannya untuk mengarahkan energi positif ke arah teman-temannya, meningkatkan kekuatan dan kecepatan mereka.

Wächter mulai marah karena kesulitan mengalahkan kelompok kecil ini. Ia mengangkat tombaknya tinggi-tinggi, mengumpulkan energi kegelapan di ujungnya. "Kalian akan hancur bersama-sama!"

"Semuanya berdiri dibelakangku!" Teriak Valerius. Ia mengumpulkan seluruh kekuatannya, menyatu dengan energi dari batu pembimbing yang terpampang di lehernya. Cahaya keperakan menyala terang, membungkus tubuhnya dan pedangnya.

Ketika debu dan cahaya menghilang, Wächter terlihat terluka parah, tubuhnya mulai menghilang seperti debu. "Kekuatan persahabatan... tidak mungkin..." Ucapnya dengan suara lemah sebelum benar-benar menghilang.

Dengan penjaga utama telah dikalahkan, mereka melihat ke arah sebuah lorong yang mengarah ke dalam gedung utama kastil. Di ujung lorong itu, ada cahaya kehitaman yang sangat kuat yang terpancar keluar sumber energi dari dimensi kegelapan yang mereka cari.

"Kita sudah sampai," ujar Valerius dengan tatapan tegas. "Ini adalah saatnya kita mengakhiri semua ini."

1
BUBBLEBUNY
👍👍👍
Demon Venerable
makasih Thor udah up😘
Carolline2011
semangat thor^^
Carolline2011
Lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!