Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengawali Pagi
"Kenapa Lebas mengira kamu kekasih ku" tanya Gianna ketika Lebas sudah pergi, mendapati David sedang menikmati sarapan, David terkekeh "Mulutnya frontal" ujar David, kenyataan sejak menghilang nya Gianna David terus bercerita tentang sosok Gianna pada sahabatnya itu. "kenapa dia bisa masuk," Tanya Gianna "kami sangat dekat sejak usia muda, hanya ada dua orang yang mengerti pin sandi ku Lebas dan Jack" Gianna mengangguk paham dengan pernyataan itu.
"aku akan pulang David" kalimat Gianna, David yang mendengar kalimat itu menghentikan aktivitas makan nya sesaat namun sadar dia tidak punya kendali untuk menahan Gianna disana. "baik setelah ini aku antar," ujar David.
Gianna memandangi David yang ada dihadapan nya saat keduanya sedang sarapan di meja, "heumm David" ujar Gianna merasa tidak enak "Yes?" jawab David mengambil gelas untuk minum, Gianna menghembuskan nafas berat David paham Gianna akan berbicara sesuatu akhirnya dia memilih untuk menghentikan makan "katakan Gianna," mendengar itu Gianna tahu David sudah membaca gerakan tubuhnya, "emmm kenapa malam itu kamu hampir memperko*a aku?" ujar Gianna dengan nada kecil, David menyilangkan tangan dengan bersandar pada kursi membawa sikap santai "malam itu aku bertemu para pesaing bisnis kami bernegosiasi untuk tender besar," ujar David Gianna hanya diam mendengarkan " Aku mencoba menolak karena itu sedikit merugikan pihak ku, tapi bisnis tetaplah bisnis, kekejaman selalu ada didalamnya" lanjut david "lalu?" tanya Gianna "Minuman ku diberi obat perangsang sebagai permainan mereka, aku tidak ada maksud sama sekali dengan apa yang terjadi. Aku salah aku minta maaf," lanjut David. "pikiranku dan tubuh ku sangat sulit untuk di kontrol saat itu Gianna, jika aku menahan, menjadi bahaya bagi keselamatan ku karena jantung memompa darah lebih tinggi dari orang normal, so aku pergi kearah mu," ulas David "lalu kenapa kamu menghentikan nya secara tiba-tiba anehhh-" Tanya Gianna hal itu justru membuat wajah David berubah dan mendekat kearah wajah Anna di hadapan nya "kamu mauuuu~~" ujar David menggoda.
Gianna kesal dia berdiri dan melangkah pergi David melihat respon Gianna terkekeh "aku tahu kamu masih Virgin itu sebabnya aku menghentikan tindakan ku" Gianna yang mendengar itu berhenti melangkah "Kamu berhak atas hidupmu Gianna" Lanjut David disana.
"Setelah kamu pergi malam itu aku benar-benar menyesal, rasa bersalah menghantuiku dengan kepergian mu," lanjut David, "Sampai waktu membawa aku sadar tentang semua ini" Gianna yang mendengar pernyataan itu berbalik arah "apa?" " aku sudah jatuh hati pada mu" lanjut David yang sudah berdiri, mereka berhadapan di tempat yang sama arah yang sejajar.
Gianna terpaku diam membisu saat tangan David kini meraih tangan kanan Gianna "aku ingin memperbaiki semuanya, aku ingin kamu tetap disisi ku" lanjutnya Gianna menarik nafasnya dalam.
Gianna memeluk David kemudian dibalas oleh David. "aku mohon untuk maafkan aku, aku bahkan tau karena hal ini membuat kamu dipermalukan oleh Mavie" lanjut David, "aku sudah memaafkan kamu" ujar Gianna, hal itu sontak membuat David memeluk Gianna lebih erat.
Keduanya saling pandang dengan wajah sejajar tapi Gianna lebih pendek sedikit. David dapat melihat Gianna lebih dekat begitupun sebaliknya, pandangan itu menggoyahkan pikiran David dia mencoba mengecup bibir Gianna, Gianna cukup diam tanpa respon hal itu menjadikan David melanjutkan niatnya, pikirnya Gianna akan marah dan menolak.
Sampai David merasakan ada pergelangan tangan yang melingkar pada leher belakang hal itu disadari Gianna, David mendapatkan kesempatan bahwa Gianna menerima. Sampai Gianna merasa tubuhnya mulai terangkat jauh dari marmer yang dia pijak dan Gianna menyilangkan kaki jenjang miliknya melingkar di pinggang David, David dengan sigap membawa dan menempatkan tubuh Gianna duduk di meja makan, keduanya sangat mendalami ciuman di pagi hari.
Ini bukan kali pertama untuk Gianna sebelumnya Matheo menjadi orang yang pertama kali berciuman dengan Gianna, membuat sama sekali tidak merasa aneh.
devvuholic