Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.
Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.
Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.
Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.
Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Beberapa orang mulai berkerumun mendekati mereka dan menyaksikan pertengkaran tersebut.
"Gue gak bersalah, dan gue gak ngedorong dia, dia yang nyamperin gue duluan dan mancing-mancing emosi gue, dia itu gak sebaik dan sepolos yang Lo kira Rey! Dia itu cewe muka dua!" Ucap Aruna membela dirinya.
"Cukup ya Aruna, mulai sekarang Lo sama gue gak ada hubungan lagi, gue gak mau punya sahabat egois dan jahat kayak Lo, gak ada berubah nya ya Lo, kasar banget dari dulu, mulai sekarang jangan ganggu gue sama Vani lagi, pantesan aja Lo di tinggal papa Lo!" ucap Reyhan yang membuat bekas luka di hati Aruna seketika sobek kembali.
Deg ...
Jantung Aruna berdegup kencang, darah nya seketika mendidih setelah mendengar ucapan tersebut dari mulut Reyhan laki-laki yang dia cintai selama ini, Aruna tidak menyangka kalau Reyhan akan setega ini kepada nya, mengatakan hal yang seharusnya tak di katakan.
"Kenapa, marah? Lo sama mama Lo sama aja pastinya, makanya keluarga Lo berantakan, sikap Lo aja jahat gini," ucap Reyhan yang balik menghina Aruna tak berhenti sampai di sana.
Plak ...
Sebuah tamparan keras akhirnya mendarat di pipi Reyhan, ini adalah pertama kalinya Aruna menampar seseorang.
Seketika semua orang yang berada di sana terkejut dan tak menyangka kalau Aruna akan seberani ini.
"Aruna Lo kenapa nampar Reyhan," ucap Vani marah.
"Diam Lo! Udah puas kan Lo lihat gue sama dia berantem, dan Lo Reyhan, Lo boleh ngatain gue sesuka hati Lo, tapi jangan pernah Lo bawa-bawa mama gue! Keluarga gue! Gak ada hubungan nya sama masalah kita, oke! Mulai sekarang semua orang yang ada di sini jadi saksi kalau Lo, gue, gak ada hubungan apapun lagi!"
"Anggap kita gak pernah kenal, gue harap Lo gak nyesel udah giniin gue cuma gara-gara cewe sok polos ini, gue sahabat Lo dari kecil Lo seharusnya tau gimana gue, tapi Lo seolah-olah nutup mata dan telinga Lo cuma percaya sama omongan dia!" Ucap Aruna menunjuk wajah Reyhan.
Reyhan tak bisa berkata-kata, dia tau kalau ucapan nya barusan adalah sebuah kesalahan fatal, tak seharusnya dia membawa-bawa urusan pribadi saat marah.
Karena terlalu marah dan berfikir kalau Aruna benar-benar mendorong Vani, Reyhan jadi seperti ini.
Aruna kemudian menarik kalung yang di berikan Reyhan sebagai hadiah yang baru dia pakai selama dua hari ini, ia menatap sekilas kalung tersebut dan kemudian melemparkan nya ke wajah Reyhan.
"Gue gak butuh barang-barang Lo," ucap Aruna yang kemudian berjalan pergi meninggalkan kerumunan tersebut.
Vani mengambil kalung itu dan menatap Reyhan yang terlihat menyesali perbuatannya.
"Rey, kamu gak salah kok, udah ya kita kekelas aja, banyak yang lihatin, malu," ucap Vani yang kemudian menarik tangan Reyhan menaiki tangga menuju lantai atas di mana kelas mereka berada.
Reyhan hanya bisa memegang pipi nya yang masih panas akibat tamparan Aruna, semua orang yang awalnya menyaksikan kejadian tersebut mulai membicarakan tentang Reyhan dan Aruna ada yang mendukung Reyhan dan Vani, ada juga yang mengatakan kalau tamparan Aruna terasa kurang karena memang ucapan Reyhan benar-benar tidak pantas.
Mereka yang merasa kalau Aruna tak bersalah sedikit kesal dengan ulah Reyhan, meskipun banyak yang tidak menyukai Aruna karena ia adalah orang miskin namun bukan berarti mereka juga menyukai tuduhan-tuduhan yang tak masuk akal ini karena biasanya mereka menyaksikan sendiri persahabatan Aruna dan Reyhan.
Mereka juga tidak menyangka kalau Reyhan akan sekasar itu cuma karena Vani, kekasih yang baru dia kenal dalam sepuluh hari terakhir ini.
Namun tak sedikit juga yang senang melihat pertengahan Aruna dan Reyhan apalagi wanita-wanita yang pernah di lawan Aruna.
Sementara itu, Aruna yang dalam keadaan terpuruk dan hatinya yang terasa remuk seperti di tusuk ribuan anak panah memilih untuk kembali lari ke taman belakang sekolah, karena cuma di sana ia bisa menangis lepas dan menuangkan segala kesedihan nya, tempat itu juga sepi karena tempat utama yang selalu di kunjungi siswa siswi adalah taman depan sekolah.
Bell masuk telah berbunyi, namun Aruna memilih untuk bolos di mata pelajaran pertama, dia tidak ingin melihat atau bertemu dengan Reyhan ataupun Vani untuk saat ini.
"Dunia benar-benar gak adil sama gue, dunia benar-benar gak pernah memihak ke gue, kenapa harus dia? Kenapa? Padahal cuma dia satu-satunya orang yang selalu bisa gue andelin, cuma dia satu-satunya tempat gue curhat dan ngadu, tapi kenapa sekarang malah jadi dia yang ngehancurin hati dan harapan gue? Kenapa!?" jerit Aruna.
"Aduh, sakit banget kuping gue," ucap seseorang yang tiba-tiba keluar dari balik pohon rindang tak jauh dari tempat Aruna duduk.
Aruna seketika kaget, dia berdiri dari duduknya dan segera menghapus sisa-sisa air mata nya.
"Siapa Lo?" tanya Aruna menatap laki-laki tersebut dengan mata buram karena sisa-sisa air matanya.
"Gue? Siapa ya gue?" kata nya yang kemudian menghampirinya Aruna.
Tubuh tinggi nya membuat Aruna mendongak untuk menatap wajah nya.
"Lo kan? ..." ucap Aruna menunjuk sambil mengingat-ingat.
"Masih bisa ingat ternyata, oh ya Lo ngapain sih nangis-nangis di sini? Ini udah yang kedua kalinya tau gak? Kayak kuntilanak, bikin kuping gue sakit aja," kata laki-laki yang tak lain adalah Erlan.
"Kuntilanak apanya, ini tempat gue, Lo yang ngapain di sini, manjat-manjat pohon kayak monyet," kata Aruna sambil memperhatikan tas yang di bawa Erlan.
"Gue bukan monyet, dasar kuntilanak," ucap Erlan membantah.
"Oh gue tau, jadi tas yang semalam jatuh dari pohon itu punya Lo kan? Ngeselin banget," kata Aruna memasang wajah kesal.
"Hahah, kenapa? Kaget ya semalam? Sampai lari terbirit-birit," kata Erlan yang kemudian tertawa renyah.
"Enggak gue gak takut, cuma kaget, tapi tunggu, selama gue di SMA ini gak pernah lihat Lo, kok dua hari ini Lo ada di sini sih? Apa Lo emang gak pernah masuk kelas? Ini juga udah jam pelajaran pertama," tanya Aruna penasaran, sejenak ia melupakan kegundahan hatinya.
"Gue anak baru di sini, dan soal gak masuk kelas kayaknya bukan urusan Lo deh, karena gue pintar gak perlu masuk kelas juga udah bisa semuanya," jawab Erlan yang seperti biasanya sangat angkuh dan sombong.
"Ni cowok dari kemarin ketemu percaya diri nya luar biasa," batin Aruna sambil menatap Erlan.
"Kenapa? Gak pernah lihat cowo ganteng kayak gue ya?" ujar Erlan menyadari tatapan aneh itu.
"Percaya diri Lo kebangetan, oh ya gue mau kemba ..."
"Erlan!" panggil seseorang, yang tak lain adalah Leo yang sedang mencari keberadaan Erlan.
"udah di cariin, gue pergi dulu, oh ya jangan nangis mulu, Lo itu cantik, jadi jelek kalau nangis, sampai jumpa!" ucap nya yang kemudian berlari pergi dari hadapan Aruna.
****
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah