Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.
Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.
Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.
Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
Setelah terdiam beberapa saat, tiba - tiba Wulan dan Mama Lia tertawa terbahak - bahak. Bagi mereka lelucon yang di buat oleh Alvian begitu lucu nya.
"Mama, Wulan, sudah diam!" Arvin membentak Istri dan juga mertua nya.
"Arvin, mungkin laki - laki ini yang membawa Risa masuk ke tempat ini. Mungkin dia adalah seorang pelayan dan Risa juga seorang pelayan. Mereka memang cocok!" Mama Lia tertawa sambil memegang perut nya yang terasa kram.
"Mama, dia adalah pak Alvian. Bos aku!" Arvin berbisik di telinga Mama Lia.
"Mas, kami bercanda nya kelewatan deh. Masa kamu bilang dia adalah bos kamu!" Wulan juga ikut tertawa.
Dirga yang sudah sangat geram sejak tadi akhir nya maju dan berhadapan langsung dengan 3 orang yang tidak tahu diri itu.
"Pak Arvin, berani nya Istri mu menyebut pak Alvian dengan sebutan pelayan. Apakah kau tahu akibat nya?" Dirga bertanya dengan tatapan nyalang.
"Maaf kan istri saya pak Alvian, dia tidak sadar dengan apa yang di katakan nya!" Arvin kini menjatuhkan lutut nya dan dia berlutut di hadapan Alvian.
"Mas, kamu kenapa sih?" Wulan sangat marah dengan apa yang di lakukan oleh suami nya.
"Wulan, cepat minta maaf pada pak Alvian!" Bentak Arvin pada Wulan.
"Mama juga!" Kini Mama Lia juga tak luput dari amarah Arvin.
"Gak, Mama gak salah ngapain minta maaf!" Mama Lia tidak mau meminta maaf.
"Jika kalian tidak mau minta maaf, maka jangan harap kalian bisa mendapat kan apapun lagi dari ku!" Ancam Arvin pada istri dan juga mertua nya.
"Oke, oke. Pak Alvian maaf kan saya dan anak saya!" Dengan sangat terpaksa Mama Lia meminta maaf, tapi tidak ada ketulusan di dalam ucapan nya hanya keterpaksaan saja.
"Iya pak Alvian, saya juga minta maaf!" Mau tidak mau Wulan pun akhir nya meminta maaf karena dia tidak mau semua fasilitas nya di cabut oleh Arvin.
"Minta maaf pada istri saya!" Ujar Alvian penuh penekanan.
"Maksud pak Alvian?" Arvin pun kini bingung dengan apa yang di katakan oleh atasan nya tersebut.
"Perempuan yang kalian hina adalah istri ku, jadi kalian minta maaf sekarang juga!" Alvian berkata dengan tegas.
Wulan, Mama Lia dan juga Arvin tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Alvian. Mereka bertiga saling melempar kan pandangan satu sama lain.
"Cepat minta maaf!" Suara tegas milik Dirga juga ikut terdengar.
"Baik, baik. kami akan minta maaf!" Arvin pun akhir nya setuju untuk meminta maaf.
"Risa, maaf kan mas ya. Mas tidak tahu kalau kau istri nya pak Alvian!" Arvin kini meminta maaf, tapi dia punya niat lain yaitu membujuk Risa agar kembali pada nya.
"Minat maaf dengan benar, atau kau akan tahu konsekuensi nya!" Bentak Dirga dengan keras.
"Oke, oke. Saya akan minta maaf!" Arvin pun kini tampak serius dengan ucapan nya.
"Bu Risa, maaf kan saya atas semua tindakan yang sudah saya lakukan sama ibu!" Arvin pun membungkuk kan badan nya di hadapan Risa.
Risa hanya diam, dia malas sekali meladeni laki - laki yang kini ada di hadapan nya. Sementara Wulan dan Mama Lia tampak menahan malu sekaligus kesal, mereka tidak ingin meminta maaf. Tapi ancaman dari Arvin membuat mereka takut.
"Risa, maaf kan Mama nak!" Mama Lia pun akhir nya terpaksa minta maaf.
"Iya Risa, aku juga minta maaf!" Wulan pun ingin mendekati Risa, dia ingin memeluk nya.
Tapi Dirga dengan cepat menahan tubuh Wulan, sehingga dia tidak bisa mendekati Risa.
"Minta maaf dengan benar. Atau kalian akan di seret secara paksa kekuar dari tempat ini!" Ancam Dirga tidak main - main.
Dengan raut wajah kesal, Mama Lia dan Wulan pun akhir nya kembali meminta maaf pada Risa.
"Bu Risa, maaf kan atas perbuatan kami pada ibu barusan. Kami sungguh tidak tahu jika ibu adalah istri nya pemilik tempat ini!" Mama Lia berbicara dengan manis di hadapan Risa.
"Ayo sayang, kota ke depan. Acara nya akan segera di mulai!" Alvian menggandeng tangan Risa menuju ke arah meja dan kursi yang sudah di siap kan di deretan paling depan.
Sementara Mama Lia dan juga Wulan ingin ikut duduk di satu meja dengan Risa dan juga Alvian, tapi orang- orang Alvian menahan mereka agar tidak bisa mendekat.
"Lepas kan kami, kami ingin duduk bersama Risa dan Alvian!" Mama Lia membentak orang- orang Alvian yang masih berusaha menahan mereka.
"Kalian tidak di izin kan untuk mendekati Pak Alvian dan bu Risa, tempat kalian di belakang bukan di depan!" Ujar salah satu orang yang berbadan kekar itu.
"Saya ini adalah Mama nya Risa, dan ini adik nya Risa. Kalian tidak bisa melarang kami!" Mama Lia mencoba untuk memberi tahu pada mereka siapa diri nya dan juga Wulan.
"Jika kalian tetap ingin mendekati bu Risa dan pak Alvian, maka kalian akan kami seret keluar dari tempat ini sekarang juga!" Bentak para body guard itu.
Akhir nya dengan wajah kesal, Mama Lia dan juga Wulan ikut dengan apa yang di katakan oleh bodyguard itu katakan. Dari pada mereka di usir keluar, lebih baik mereka menuruti saja ucapan mereka.
"Risa sudah menjadi orang kaya, aku harus bisa mendekati nya kembali. Jika memang Alvian adalah suami nya Risa, maka lebih naik Alvian menikah dengan Wulan saja. Wulan lebih pantas menjadi istri nya Alvian, bukan Risa!" Mama Lia menggerutu di dalam hati.
"Sialan, kenapa sih Risa bisa menikah sama orang kaya. Bukan kah dia sudah kembali ke kampung halaman nya, kenapa bisa sekarang dia bersama bos nya mas Arvin?" Omel Wulan di dalam hati.
"Bisa hancur karir ku sekarang, kenapa bisa Risa menjadi istri sari bos ku? Tidak, ini tidak boleh di biar kan. Aku harus mendekati Risa kembali, aku tidak akan membiarkan usaha ku selama beberapa tahun ini hancur begitu saja!" Batin Arvin di dalam hati.
Acara tu sudah di mulai, tapi ketiga orang tersebut tidak lah fokus pada rangkaian acara tersebut. Tapi mereka sibuk dengan fikiran masing - masing, bagai mana cara nya agar bisa mendekati Risa kembali.
Uang, harta, dan jabatan begitu menyilau kan mata ketiga orang itu, mereka akan melakukan apa saja agar keinginan mereka tercapai.
"Baik lah para hadirin sekalian, malam ini kita akan memperkenalkan istri nya pak Alvian, pemilik hotel dan perusahaan tempat kita semua bekerja. Dia lah bu Clarisa Anggraini, Istri nya pak Alvian!" Suara pembawa acara yang lantang terdengar membuat sakit telinga Mama Lia dan juga Wulan yang mendengar nya.
Rasa iri dan dengki seketika menyusup di hati mereka, hati dan fikiran mereka di penuhi dengan niat licik untuk merebut status dan posisi itu dari Risa.
Risa kan manajer kantor pasti lah sdh fasilitas ketenaga kerjaan, ada asuransi msg2 pegawai dapatkan ..masak CEO bilangnya "berapapun biaya tdk masalah.. sering loh novel² bgni krg jeli..kecuali risa org miskin ta punya bpjs atau asuransi kerja 🤭 🙏
Orang kaya punya rmh mobil bayar rumah sakit bapaknya koq pake uang anaknya .. jaman skrg sdh punya bpjs , kadang asuransi swasta pun punya..
pantes saja gmpang di manipulasi suami ma saudara tiri nya.
Risa baik tp otaknya kurang.
Kl bgini Jelas kenyataan Risa sdh nikah lagi kl Risa blm nikah bisa di bilang Arvin yg bohong tp ini Risa udah nikah lagi ya mau alibi apa.