" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episede 35
Sore itu di kediaman tuan sagata.
Di ruang tamu saka ,dan tuan bhara sudah duduk dengan serius , sedangkan mama Zahra dan sarline sedang berada didalam kamar nyonya Farah.
"Pa, saka sudah tidak bisa lagi memberikan nasehat kepada anak perempuan papa"! Adu saka yang sudah mumet melihat kelakuan adiknya yang sudah bergitu terobsesi dengan asisten nya itu.
"Maksudmu apa saja",! Tanya tuan bhara tidak mengerti.
"Hah, "! Saka menghela nafas kasar .
"Pa sebaiknya papa nikahkan saja sarline dengan Dika, aku takut sarline kebablasan dan Dika tidak kuat imannya"! Kata saka lagi ,untung saja asisten dika sedang duduk di luar sambil menerima telpon yang kebetulan masuk.
"Katakan yang jelas ,saka"! Kata tuan bhara yang sudah tidak sabar mendengar ucapan saka yang berbelit Belit itu.
"Kemarin tidak sengaja sarline dan Dika sudah ciuman ,dan tadi siang aku melihat sarline mau mencium Dika dengan paska"! Jelas saka apa adanya.
"Hah, benarkah"! Pekik tuan bhara terkejut ,saka mengangguk mantab.
"Lalu bagaimana denganmu apa kamu dan Alea tidak pernah ciuman.".
Deg"!!
Saka terdiam,menatap ke arah sang papa tidak percaya dengan pertanyaan yang berbalik kepadanya. Laki laki tampan tersebut baru sadar jika dirinya tadi juga sudah mencuri Ciuman bibir Alea saat gadis itu tertidur disofa.
"Paa!! Sahut saka kesal.
''hahaa, tenyata kalian memang keturunan Zahra"! Seru tuan bhara sambil tergelak lihat wajah saka yang terlihat sangat lucu saat ini.
"Jadi Meraka bukan anak mu ,bhara"! Pekik mama Zahra yang sudah berdiri di ambang pintu menatap nyalang ke arah suaminya. Tuan bhara hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Anak kita ma"! Jawab tuan bhara akhirnya sambil tersenyum kikuk.
"Sama sama mesum saja ngatain aku,"! Geruntuh mama Zahra sambil menyusul duduk di sofa tersebut di samping suaminya.
"Hemmmm, panggilkan Dika dan sarline"! Kata tuan bhara akhinya saat ini wajahnya sudah berubah serius dan tegas. Saka mengangguk singkat lalu berjalan keluar mencari keberadaan asisten Dika yang masih menerima telpon di sebuah Gasebo tak jauh dari pintu utama.
Asisten Dika menatap sekilas ke arah saka yang sedang celingukan mencari sesuatu , saka pun melambaikan tanganya ke arah asisten Dika,laki laki tersebut sontak mematikan panggilan telponnya dan berjalan mendekat ke arah saka.
"Ada apa boss,apa pulang sekarang"! Tanya asisten Dika memastikan.
"Hemm, papa memanggil mu"! Kata saka sambil membalikan badan kembali melangkah menuju sofa.
Deg"!!
"Ada apa ini "! Gumam asisten Dika dengan jantung yang mendadak berdetak sangat cepat.dengan langkah tegasnya asisten Dika pun melangkah masuk dan menghampiri tuan bhara yang sedang duduk di sofa ruang tamu. Asisten Dika menganggukan kepalanya singkat ,tuna bhara pun meminta nya duduk, tak bersalah lama sarline datang sambil bergelayut manja pada lengan mama Zahra.
"Apa nona sarline beneran melaporkan ku kepada tuan besar ,m4ti kau Dika,,"! Gumam asisten Dika dengan keringat yang mulai keluar dari keningnya. Bukanya takut sarline malah mencuri pandang ke arah asisten Dika sambil menahan senyumnya .
"Bocah ini benar benar ya, tidak tahu nyawa ku di ujung tanduk dengan santainya malah tersenyum seperti itu padaku"; gumam asisten Dika tidak habis pikir dengan tingkah sarline.
" Apa kamu tahu kenapa saya memanggil kalian untuk duduk disini"! Tanya tuan bhara dengan wajah tegasnya dan serius.
"Tidak ,tuan"! Jawab asisten Dika dengan tegas meskipun lutut nya kini sudah sangat lemas.
"Papa mau menjodohkan sarline dengan asisten Dika ya"! Celetuk sarline. Membuat tuan bhara melirik tajam ke arah anak perempuan nya itu.
"Benar benar anak ini , bagaimana dulu aku membuat nya kenapa terang terangan sekali " gumam tuan bhara yang sudah mulai pening merasakan tingkah sarline.
"Dika, apa kamu menyukai putriku"!
Glek"!
M
Jantung asisten Dika seakan loncat dari tempatnya ,tubunya pun bergetar hebat mendengar pertanyaan tersebut .
"Hening"!!
Tidak ada satupun yang mengeluarkan suara ,menunggu ucapan yang akan keluar dari mulut laki laki manis yang sedang gemetaran itu.
"I-iya ,tuan"! Jawab asisten Dika akhinya, jujur saja siapa yang tidak menyukai gadis secantik sarline, tubunya yang indah wajah yang cantik ,walaupun tingginya hanya rata rata layaknya seorang wanita yang bisa di bilang mungil 150 centimeter.
Senyum Sarline pun mengembang sempurna,hatinya bersorak gembira saat ini, ingin rasanya melompat lompat kegirangan sambil menubruk asisten Dika namun tatapan mata saka membuat nyalinya menciut seketika.
"Minggu depan bawa dia pulang kerumahnya,kenalkan dengan kedua orang tuamu, tapi ingat jika kamu merusak nya dan tidak bisa menjaganya maka hidupmu akan habis di tanganku sendiri"! Kata tuan bhara dengan sorot mata tajamnya menatap kearah asisten Dika.
Duarr "!!
Sambaran petir di siang bolong berhasil menyambarnya.,baru saja di beri lampu hijau tapi ujung ujungnya jurang tajam siap membuatnya terjatuh jika salah sedikit saja.
'"bagaimana,"!! Tanya ruan bhara memastikan.
"Ba-baik ,tuan besar"? Jawab asisten Dika dengan nafas yang sudah terasa sesak.
"Mampus kau"!! Bisik saka yang sejak tadi duduk di samping asisten Dika.
"Sialan"!! Pekik asisten Dika kesal,andai bukan boss nya sudah bisa dipastikan asisten tersebut akan menendang saka detik ini juga.
"Akhirnya aku jatuh kepelukan mu, asisten Dika"! Kata sarline lirih dan masih bisa di dengar oleh mama Zahra yang duduk disampingnya.
"Salah konsep bukan begitu sayang". Sahut mama Zahra.
"Lalu"! Sarline balik bertanya dan menatap ke arah sang mama.
"Mbuh lah, mumet aku"? Sahut mama Zahra sambil memijat kepalanya yang berdenyut denyut.
"Kenapa anakku nurun sekali dengan sifat bar bar ku yang tidak bisa hilang bahkan mesumnya juga nular, bisa bisa nya minta cium terang terang dengan lawan jenisnya"! Gumam mama Zahra mengingat kelakuannya dulu saat masih pacaran dengan tuan bhara.
**
Malam itu Alea yang sedang mengerjakan pekerjaan rumah yang di berikan Bu martha tadi siang, tangan nya mengetuk ngetuk meja belajarnya tatapanya kosong mengingat wanita yang tadi siang memeluk tubuh saka.
"Siapa dia ,kenapa aku tadi lupa menanyakan nya apalagi gara gara manuk saka semuanya jadi lupa, apa aku tanyakan saja besok kepada sarline siapa tahu dia mengenalnya "! Gumam Alea mencoba fokus dengan buku dihadapanya namun tidak bisa.
"Hah, jangan sampai ada wanita lain diantar hubungan ini"! Gumam nya lagi, Alea pun menutup bukunya lalu meraih ponsel yang sedang tertancap charge tersebut dan mencabutnya.
"Cara agar suami tidak selingkuh"! Alea mengetikan sesuatu di mesin pencarian. Setidaknya dirinya harus pintar pada urusan rumah tangga tidak cuma pinta dalam sekolah dan rumus matematika bukan.
* Membangun komunikasi secara terbuka, menjaga keintim4n ,memberikan perhatian dan dukungan ,serta membangun kepercayaan*.
Glek"!!
"Menjaga keintim4n,maksudnya"! Gumam Alea dengan otak yang tiba tiba berfikir sangat keras matanya kini sudah menatap ke arah dadanya yang masih tidak menonjol sama sekali itu .
"Apa bisa"!! Gumamnya sambil meremas dada nya yang tidak genap satu genggamannya .
"Huhuhuu, susu ku"!! Gumam Alea menangis dalam hati.