NovelToon NovelToon
Penghianatan Tak Termaafkan

Penghianatan Tak Termaafkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Dia mencintaiku untuk sebuah taruhan. Aku menghancurkannya untuk sebuah keadilan."

​Kirana percaya bahwa Arka Mahendra adalah pelabuhan terakhirnya. Di pelukan pria itu, ia merasa aman, hingga sebuah malam di pesta megah mengoyak dunianya. Di balik tawa mahal dan denting gelas sampanye, Kirana mendengar kenyataan pahit, cintanya hanyalah sebuah objek taruhan, dan harga dirinya hanyalah alat untuk memenangkan kontrak bisnis keluarga Mahendra.

​Dikhianati, dipermalukan, dan dibuang hingga ke titik nol tak membuat Kirana menyerah. Ia menghilang, mengubur gadis naif yang penuh cinta, dan terlahir kembali sebagai wanita sedingin es yang haus akan pembalasan.

​Tiga tahun kemudian, ia kembali. Bukan untuk memohon maaf, tapi untuk mengambil setiap keping kekayaan, kehormatan, dan kewarasan pria yang telah menghancurkannya.

Selamat datang di Cerita Kirana, di mana cinta adalah racun dan pengkhianatan adalah senjatanya.

By: Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Angin laut bertiup kencang, membawa aroma garam dan firasat buruk yang pekat. Di dermaga utama Pulau Manjalika, lampu sorot raksasa membelah kegelapan malam, menciptakan koridor cahaya yang menuju ke arah sebuah helikopter bermesin ganda yang baru saja mendarat. Deru baling-balingnya memekakkan telinga, mengaduk-aduk pasir dan kecemasan yang menggantung di udara.

Kirana berdiri mematung di samping Arka. Ia tidak lagi mencoba melarikan diri. Rencana pelariannya bersama perahu pemberian Dion - yang ternyata berakhir di kapal Wijaya - telah mengalami twist yang mengerikan.

Wijaya, yang ia pikir adalah penyelamat, ternyata hanyalah perpanjangan tangan Baskara untuk memastikan Kirana tidak berakhir di tangan polisi, melainkan kembali ke kandang aslinya. Kirana telah tertangkap kembali saat kapalnya baru menempuh beberapa mil, dan kini ia kembali ke dermaga ini sebagai tawanan yang pasrah.

Tubuh Kirana terasa ringan, jiwanya seolah sudah keluar dari raganya sejak ia mendengar rekaman pengkhianatan Arka di ruang arsip. Ia tampak seperti mayat hidup, wajahnya pucat pasi, matanya cekung, dan bibirnya membiru karena kedinginan.

Arka menggenggam tangan Kirana dengan sangat erat, namun Kirana tidak membalasnya. Jemari pria itu terasa seperti besi panas yang membakar kulitnya, namun ia terlalu lelah untuk berontak.

Pintu helikopter terbuka. Seorang pria tua dengan setelan jas custom-made berwarna abu-abu gelap turun dengan langkah angkuh. Baskara Mahendra.

Meskipun usianya sudah senja, aura kekuasaan dan kekejaman yang memancar dari matanya tidak berkurang sedikit pun. Di belakangnya, dua orang pengawal bertubuh raksasa mengikuti dengan siaga.

Baskara berjalan mendekat, langkahnya mantap di atas kayu dermaga. Ia berhenti tepat tiga langkah di depan Arka dan Kirana. Senyum tipis yang mengerikan tersungging di wajahnya yang penuh keriput namun tampak kaku akibat berbagai prosedur bedah.

"Keponakanku tersayang, Arka," suara Baskara berat dan serak, terdengar seperti gesekan amplas. "Kau benar-benar seorang Mahendra sejati. Kau tahu kapan harus memotong kerugian dan kapan harus mengambil keuntungan maksimal."

Arka tidak menjawab. Wajahnya tetap kaku, tatapannya lurus ke arah helikopter, seolah-olah ia sedang menatap masa depannya yang dingin.

Baskara beralih menatap Kirana. Ia mengulurkan tangan, bermaksud menyentuh dagu Kirana, namun Arka sedikit menarik tangan Kirana menjauh. Gerakan itu membuat Baskara tertawa kecil.

"Jangan posesif, Arka. Dia akan segera kembali ke rumah yang seharusnya," ujar Baskara. Ia kemudian mengeluarkan sebuah map tebal dari balik jasnya. "Sesuai kesepakatan kita. Ini adalah seluruh dokumen pengalihan aset Nirmala dan bukti-bukti otentik yang akan menghapus namamu dari setiap catatan kriminal ayahmu. Serahkan dia, dan Mahendra Group akan menjadi milikmu sepenuhnya, tanpa gangguan, tanpa bayang-bayang masa lalu."

Keheningan menyergap dermaga, hanya diselingi deru baling-baling helikopter yang masih berputar lambat. Arka menatap map di tangan Baskara, lalu menatap tangan Kirana yang berada dalam genggamannya.

Kirana bisa merasakan tangan Arka bergetar hebat. Itu adalah getaran yang sangat halus, yang mungkin tidak akan disadari oleh orang lain. Untuk sesaat, Kirana berpikir Arka akan menariknya kembali, akan melepaskan tembakan ke arah Baskara, atau akan meneriakkan sebuah kebohongan lain untuk melindunginya.

Namun, harapan itu pupus secepat kilat.

Arka perlahan melonggarkan genggamannya. Satu per satu jarinya melepaskan jemari Kirana. Pergerakan itu terasa sangat lambat di mata Kirana, seperti sebuah adegan slow-motion dari sebuah kecelakaan tragis.

"Ambil dia," ujar Arka. Suaranya datar, tanpa emosi, seolah ia baru saja menyerahkan sebuah komoditas bisnis yang sudah tidak laku.

Kirana terhuyung sejenak saat genggaman itu lepas sepenuhnya. Ia merasa seolah-olah gravitasi baru saja menghilang dari bawah kakinya. Pengawal Baskara segera maju, mencengkeram lengan Kirana dengan kasar, menariknya menjauh dari sisi Arka.

Kirana berhenti sejenak, menahan tarikan pengawal itu. Ia memutar tubuhnya, menatap Arka untuk terakhir kalinya. Di bawah cahaya lampu sorot yang tajam, ia melihat wajah Arka yang kini memalingkan muka. Arka tidak sanggup menatap matanya.

Tidak ada air mata di mata Kirana. Air matanya sudah habis di motel murah dan di ruang arsip bawah tanah. Yang tersisa hanyalah tatapan kebencian yang begitu murni, begitu pekat, hingga Arka seolah-olah tersulut oleh pandangan itu. Arka tampak mencengkeram map di tangannya hingga kertas di dalamnya berkerut.

Saat pengawal Baskara menyeretnya menuju tangga helikopter, Kirana menggunakan sisa tenaganya untuk membisikkan satu hal saat ia melewati Arka. Suaranya pelan, namun sangat jelas di telinga pria itu.

"Aku berharap kau mati dalam penyesalan, Arka. Karena setiap napas yang kau ambil mulai detik ini... adalah napas yang kau curi dari mayat ayahku dan jiwaku yang kau bunuh."

Saat Kirana dipaksa masuk ke dalam kabin helikopter yang bising, pintu ditutup dengan dentuman keras. Baskara menatap Arka dengan senyum kemenangan sebelum ia sendiri naik ke helikopter.

"Nikmati tahtamu, Arka. Tapi ingat... mahkota itu selalu berlumuran darah," teriak Baskara sebelum pintu tertutup sempurna.

Helikopter mulai terangkat, debu dan angin kencang menerpa tubuh Arka yang berdiri sendirian di dermaga. Dion mendekati Arka dari kegelapan, berdiri di sampingnya dengan wajah yang sulit dibaca.

"Tuan... mereka sudah pergi," bisik Dion.

Arka masih diam. Ia tidak bergerak sedikit pun sampai lampu navigasi helikopter itu menghilang di balik awan malam. Tiba-tiba, Arka jatuh berlutut di atas dermaga kayu. Map tebal di tangannya terlepas, dokumen-dokumen di dalamnya berhamburan tertiup angin laut.

Arka memukul lantai kayu dermaga dengan kepalan tangannya hingga kulitnya robek dan berdarah. Suara erangan tertahan keluar dari tenggorokannya, sebuah suara yang penuh dengan penderitaan yang tak terbayangkan.

"Tuan Arka, kita tidak punya banyak waktu. Pelacak yang Anda pasang di liontin Nona Kirana sudah aktif," ujar Dion sambil menyerahkan sebuah tablet yang menampilkan titik merah yang bergerak cepat di peta digital.

Arka mendongak. Matanya yang tadi dingin kini merah padam karena amarah dan air mata yang akhirnya tumpah. "Pastikan tim Charlie sudah berada di posisi. Aku tidak akan membiarkan Baskara menyentuhnya lebih dari satu jam."

Dion mengangguk, namun ia ragu sejenak. "Bagaimana jika Nona Kirana benar-benar membenci Anda selamanya setelah ini? Dia percaya Anda menjualnya."

Arka berdiri, mengusap darah di tangannya ke celananya. "Lebih baik dia membenciku seumur hidupnya namun ia tetap bernapas, daripada dia mencintaiku tapi berakhir di dalam peti mati. Baskara harus percaya bahwa aku sudah menyerah. Itu satu-satunya cara untuk membawanya ke fasilitas rahasia tempat dia menyimpan kode enkripsi itu."

Arka menatap laut lepas. Ia tahu, kata-kata terakhir Kirana akan menghantuinya setiap malam. Penyesalan itu sudah mulai memakan jiwanya saat ini juga.

"Dion," panggil Arka pelan.

"Ya, Tuan?"

"Jika terjadi sesuatu padaku dalam penyerbuan nanti... pastikan Kirana mendapatkan kembali Nirmala. Dan pastikan dia tidak pernah tahu bahwa akulah yang membunuh Roy malam ini."

Arka melangkah menuju kapal cepat yang sudah disiapkan di bawah dermaga. Malam ini bukan hanya malam penyerahan, ini adalah malam di mana Arka Mahendra memutuskan untuk menjadi iblis demi membunuh iblis yang sebenarnya. Meskipun ia tahu, setelah malam ini, tidak akan ada jalan kembali ke pelukan Kirana.

Sementara itu, di dalam helikopter yang terbang tinggi di atas samudera, Kirana duduk terikat di kursi penumpang. Baskara duduk di depannya, menatapnya dengan rasa ingin tahu yang mengerikan.

"Kau tahu, Kirana," ujar Baskara sambil membuka sebuah kotak kecil yang berisi alat suntik. "Arka adalah anak yang berbakat. Tapi dia terlalu emosional. Dia pikir dengan menyerahkanmu, dia bisa mengakhiri segalanya. Padahal, dia baru saja memberiku kunci untuk menghancurkannya."

Baskara mendekatkan jarum suntik itu ke leher Kirana. "Sekarang, mari kita lihat rahasia apa yang disembunyikan ayahmu di dalam ingatanmu."

Kirana memejamkan mata, merasakan dinginnya jarum yang menembus kulitnya. Di tengah kegelapan yang mulai merayap akibat obat bius, ia hanya membayangkan satu hal, wajah Arka yang memalingkan muka di dermaga.

Kebencian itu adalah satu-satunya hal yang menjaganya tetap sadar, satu-satunya hal yang membuatnya bersumpah untuk tidak akan pernah menyerah, meskipun dunia menganggapnya sudah hancur.

...----------------...

Next Episode....

1
shabiru Al
mau tamatkah ?
Miss Ra: Belum kak..

masih panjang..
total 1 replies
Eva Karmita
benarkah Arka meninggal... sedihnya 😭😭😭😭
kalea rizuky
Kirana goblok pergi jauh lah gatel amat li kayak jalangg
Eva Karmita
😭😭 Arka kau laki" sejati...kau rela di pandang rendah dan hina demi penebusan dosa mu ...cintamu tulus Arka semoga ada keajaiban kamu bisa selamat dari ambang kematian yang menanti ...Kirana apa yang sekarang kmu rasakan melihat Arka lemah dan tidak berdaya 😭😭💔
Eva Karmita
perjuangan cinta yang rumit dan penuh pengorbanan berdarah 💔🥀🥺
Eva Karmita
nyesek banget dah 😩😩 ....cinta Arka yang begitu besar tapi Dimata Kirana hanya sebuah kepalsuan 💔😭
Eva Karmita
otor keren jalan ceritanya bagus aku suka melihat perjuangan cinta Arka tidak pernah menuntut untuk dibalas cintanya cuma mau selalu dekat dgn wanitanya ❤️🤍👍
Miss Ra: thank u atas apresiasinya kak..

semoga berkesan dengan semua ceritaku yaa..

/Kiss//Heart/
total 1 replies
Eva Karmita
terharu banget melihat perjuangan Arka dalam menembus semua dosa nya ...semoga kalian bisa bersatu dalam suka dan duka ❤️
shabiru Al
ta kasih vote ya thor biar makin semangat up nya 💪
Miss Ra: thank u kakak...

semoga berkesan dengan ceritaku..
/Kiss/
total 1 replies
shabiru Al
ta kirain kirana gak bakalan tau siasat arka,, akhirnya tau juga strategi arka agar bisa menangkap baskara,, meski harga yang harus dbayar arka sangat mahal
shabiru Al
rumit benar2 rumit,,, arka melindungi kirana dengan menghancurkan jiwanya...
shabiru Al
permainan semakin berbahaya
shabiru Al
makin rumit dengan jalan pikiran arka,, dah curiga juga pasti arka tetep terlibat... kasihan sekali kirana
shabiru Al
makin rumit makin jlimet dan bodohnya kirana gak bisa lepas dari arka
shabiru Al
benar2 pelim
Miss Ra: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
anju hernawati
bagus jalan ceritanya author lanjut y .....
Miss Ra: siaaappp
total 1 replies
zhelfa_alfira
makin seru
Renjana Senja
nah bener. harus waspada sama barang asing gitu
Renjana Senja
eh. kiriman apa itu kalau boleh tau kawan?
zhelfa_alfira
wah keren²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!