NovelToon NovelToon
Nightshade

Nightshade

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Komedi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bisquit D Kairifz

Di Jepang modern yang tampak damai, monster tiba-tiba mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Pemerintah menyebutnya bencana, masyarakat menyebutnya kutukan, dan sebuah organisasi bernama Justice tampil sebagai pahlawan—pelindung umat manusia dari ancaman tak dikenal.

Bagi Shunsuke, atau Shun, dunia itu awalnya sederhana. Ia hanyalah pemuda desa yang hidup tenang bersama orang tuanya. Sampai suatu hari, semua kedamaian itu runtuh. Orang tuanya ditemukan tewas, dan Shun dituduh sebagai pelakunya. Desa yang ia cintai berbalik memusuhinya. Berita menyebar, dan Shun dicap sebagai “Anak Iblis.”

Di ambang kematian, Shun diselamatkan oleh organisasi misterius bernama Nightshade—kelompok yang dianggap pemberontak dan ancaman oleh Justice. Perjalanan Shun bersama Nightshade baru saja dimulai.


PENTING : Cerita ini akan memiliki cukup banyak misteri, jadi bersabarlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisquit D Kairifz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelompok

CHAPTER 35

Kayle dan Juichi telah tiba di Kediaman Nightshade dan telah melaporkan kepada Kai mengenai misi pengumpulan informasi.

Pada sore hari, Kai meminta Kayle untuk memanggil anggota lainnya, karena Ia telah memutuskan langkah tindakan selanjutnya bagi mereka.

Shun, yang tengah melakukan olahraga santai di kamarnya, tiba-tiba mendengar suara ketukan pintu. Ia langsung bergegas membukanya dan melihat Kayle yang berdiri di luar.

Kayle menyampaikan bahwa Shun harus datang ke ruang diskusi. Setelah itu, Kayle langsung pergi untuk memanggil anggota yang lain.

Shun mengangguk dan segera berkemas serta mengenakan baju seragam Nightshade. Namun, ada satu hal yang membuatnya kebingungan.

"Hmmm... Ruang diskusi, dimana ya?" gumam Shun bingung.

Ya, Shun tidak pernah diberitahu tentang lokasi ruang diskusi. Ia ingin menyusul Kayle, tetapi Kayle sudah tidak terlihat lagi.

Akhirnya Shun memutuskan untuk berjalan ke sana kemari dengan harapan dapat menemukan ruang tersebut. Ia mencari ke berbagai tempat, termasuk kamar Kai, berharap Kai belum pergi ke ruang diskusi.

Tentu saja, Kai tidak ada di sana. Sampai akhirnya Shun menemukan sebuah lorong yang belum pernah Ia lewati sebelumnya, dengan tulisan "Jangan masuk!" di pintunya.

Shun memberanikan diri dan memasuki lorong itu dengan hati-hati. Lorong tersebut terasa dingin, dan setiap langkah yang Ia injak mengeluarkan gema. Tak lama kemudian, Shun mendengar suara langkah kaki orang lain.

Suara itu semakin dekat, dan Shun berjaga-jaga. Namun, saat sumber suara tersebut muncul, Ia merasa kecewa karena bukan sesuatu yang mengerikan—melainkan Yuzuriha.

"Yo! Shuchan, ternyata kamu ada di sini. Kami semua sudah menunggumu lho," ucap Yuzuriha sambil langsung memegang lengan Shun dan menariknya pergi.

"Y-yah, karena aku tidak pernah diberitahu tempatnya," jawab Shun.

Tak lama kemudian mereka berhenti di ujung lorong, di mana terdapat sebuah pintu besar. Yuzuriha membukanya, dan ternyata di balik pintu itu adalah ruang diskusi.

Ruang tersebut dilengkapi meja besar dan banyak kursi, memberikan kesan yang berbeda dengan ruangan lain di kediaman. Shun juga melihat anggota Nightshade yang sudah Ia kenal maupun yang belum Ia kenal sebelumnya.

Yuzuriha, yang masih memegang tangan Shun, menariknya ke sebuah kursi kosong di sebelahnya.

Setelah itu, Yuzuriha melepaskan pegangan tangannya. "Setelah ini, diam saja dulu dan dengar baik-baik," ucap Yuzuriha dengan suara pelan.

Shun menoleh ke arah tangannya yang baru saja ditepuk. "I-iya, tentu saja. Kurasa ada hal penting yang akan dibicarakan."

"Baiklah, semuanya!" suara Kai terdengar mengawali pembicaraan.

Pada saat itu juga, semua orang langsung fokus dan menatap satu orang—yaitu Kai. Shun tidak lagi heran melihat betapa hebatnya Kai hingga dihormati oleh seluruh anggota Nightshade.

Tanpa basa-basi, Kai langsung membicarakan inti dari diskusi tersebut. Ia menyampaikan bahwa mereka akan melakukan tindakan besar, berkat informasi berguna yang diperoleh dari Kayle dan Juichi.

Kai mulai menjelaskan makna dari "tindakan besar" tersebut. Singkatnya, informasi dari Kayle dan Juichi menyebutkan tentang sebuah pulau yang dikenal sebagai "pulau survival", di mana akan diadakan proyek besar dan banyak anggota organisasi Justice akan dikirim ke sana.

"Yah, singkatnya..." tatapan Kai menjadi semakin tajam. "Aku akan memberikan sebuah misi besar bagi semua yang aku panggil ke ruang ini," lanjutnya.

"Dimana letak pulau itu?" suara Shinji terdengar bertanya kepada Kai.

Kai menoleh ke arah Shinji. "Jika tidak salah, nama asli pulau itu bukan pulau survival, melainkan Pulau Kinokuni. Disebut pulau survival oleh Justice karena banyak terdapat monster di sana."

Kai menjelaskan secara lebih rinci mengenai misi yang akan datang. Dari anggota yang dipanggil, terdapat 16 orang, dan Kai memutuskan untuk membaginya menjadi 4 kelompok dengan masing-masing berisi 4 orang.

Kai sendiri yang menentukan anggota setiap kelompok. Proses pembagian kelompok cukup lama hingga akhirnya selesai saat malam tiba.

Singkatnya, Shun berada di Kelompok C atau kelompok ketiga. Anggotanya adalah dua orang yang tampak seperti ninja yang tidak dikenal Shun, serta satu orang yang sangat Ia kenal.

Setelah diskusi selesai, mereka pergi ke dapur untuk makan malam, karena lamanya diskusi membuat mereka merasa lapar. Saat di dapur, Shun bertanya mengenai nama kedua orang yang belum Ia kenal tersebut.

Laki-laki di antara mereka menjawab pertanyaan Shun. "Aku Ren, dan dia adalah adik perempuan ku, Rin."

"A-adik p-perempuan?" Shun terkejut, tidak menyangka ada anggota yang membawa adiknya ke Nightshade. "O-oi! Kau ini—"

"Jangan salah paham. Aku sudah melarangnya, tetapi dia sendiri yang memaksa untuk ikut," kata Ren, langsung memotong ucapan Shun.

Sedangkan orang yang sangat dikenal Shun bukanlah siapa lain selain Riot. Shun merasa sangat khawatir mengenai masa depan Kelompok C, karena Riot dipilih Kai sebagai pemimpin kelompok tersebut.

Tak lama kemudian, setelah makan mereka saling pamit dan kembali ke kamar masing-masing. Saat hendak pergi ke kamarnya sendirian, Shun melihat Yuzuriha yang sedang duduk sendirian di depan kamarnya.

Shun mendekat karena jarang sekali melihat Yuzuriha duduk di luar kamar sendirian. Ia merasa khawatir karena mungkin Yuzuriha sedang menghadapi masalah.

Saat Shun mendekat dan menyapa Yuzuriha, hal yang aneh terjadi—Yuzuriha tampak memerah dan tidak mau melihat ke arah Shun. Shun merasa bingung dengan keadaan Yuzuriha.

"Y-Yuzu, k-kau sedang apa?" ucap Shun dengan suara ragu-ragu.

"T-tidak apa-apa," jawab Yuzuriha dengan singkat dan pelan.

Shun berusaha membuat Yuzuriha menoleh ke arahnya, tetapi Yuzuriha selalu berpaling ke arah lain. Hal itu membuat Shun berpikir bahwa Ia mungkin dibenci oleh Yuzuriha.

Namun, pikiran itu langsung hilang karena selama diskusi tadi Yuzuriha masih bersikap baik-baik saja. Lantas, apa yang terjadi dengan Yuzuriha dan mengapa Ia tidak mau melihat ke arah Shun?

Akhirnya Shun menyerah dan memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Pada saat yang sama, Yuzuriha juga berdiri untuk masuk ke kamarnya.

Namun, saat Shun hendak memegang gagang pintu kamar, Yuzuriha memanggilnya dan berkata dengan sangat pelan. "T-tolong lupakan saat kita berdua pergi ke ruang diskusi tadi." Setelah itu, Yuzuriha langsung memasuki kamarnya dan menutup pintu.

Shun mencoba mengingat momen tersebut. Ya, kemungkinan besar Yuzuriha baru merasa malu karena telah memegang lengan Shun saat itu.

Begitu juga dengan Shun—saat mengingatnya, Ia juga merasa malu. Ia langsung masuk ke kamar, menutup pintu, dan segera tidur sambil berharap dapat melupakan hal itu.

Keesokan harinya...

Tetap saja, Shun kembali mengingatnya. Ia langsung mandi dan mengenakan baju, kemudian berusaha untuk segera pergi ke ruang pelatihan karena mereka akan melakukan latihan secara berkelompok.

Sesampainya di ruang pelatihan, ternyata seluruh kelompok sudah ada di sana. Shun masuk dengan perlahan dan melihat kelompoknya yang sedang menunggu.

"Yo, Shun!" suara seseorang yang tidak asing bagi Shun terdengar menyapanya.

Ternyata orang tersebut adalah Emon. Shun langsung mendekat dan menyapa balik.

"Emon, kenapa di ruang diskusi tadi kamu tidak menyapaku hah! Kita kan teman satu sel!" ucap Shun dengan nada marah.

"Y-yahhhh maaf, maafkan aku ya," kata Emon sambil menggosok-gosok rambutnya.

Tak lama kemudian, seseorang juga datang—yaitu Frank. Ternyata mereka berada dalam satu kelompok, tepatnya Kelompok A, yang terdiri dari Emon, Frank, Shinji, dan Yuzuriha. Setelah itu, Shun pergi ke kelompoknya sendiri yang sudah menunggu.

Setelah datang, mereka membicarakan jenis latihan apa yang akan dilakukan. Namun, semua usulan latihan yang diajukan Ren, Rin, dan Shun ditolak oleh Riot.

Riot kemudian menyarankan agar mereka tidak melakukan latihan seperti biasa, melainkan—

Riot berdiri, menarik napas dalam-dalam, dan kemudian berteriak. "Yang mau melawan kami, silakan datang sini!!!"

Shun dan yang lainnya langsung menarik Riot dan mengomel. Namun, hanya Shun yang mengomel karena Ren dan Rin justru menyetujui usulan Riot.

Hal itu membuat Shun terpaksa menyetujuinya. Tak lama kemudian, ada sebuah kelompok yang ingin melawan mereka—yaitu Kelompok A.

Shun merasa sedikit ragu karena harus melawan Frank, yang memiliki kemampuan memanipulasi benda yang sangat berbahaya dan harus dihindari.

Selain itu, Shun juga merasa ragu karena akan bertarung dengan Yuzuriha saat hubungan mereka sedang dalam keadaan canggung.

Tanpa disadari, Kelompok B dan D telah menjauh dari lapangan dan memberikan dukungan untuk pertarungan antar kelompok tersebut—karena di Kelompok A terdapat Shinji dan di Kelompok C terdapat Riot, sedangkan kedua orang tersebut belum pernah bertarung bersama selama latihan sebelumnya.

1
Pencinta Novel
Alurnya bagus, karakter bagus, gada karakter yang kayak robot semuanya ada kepribadian masing-masing, world building lumayan. Novel ini bisa populer menurut ku ya, semangat thorrr😁✌
Bisquit Kairifz: Mantap ni yee😄👍
total 1 replies
Pencinta Novel
kece bet Kai🤣
Feni sang penulis novel
hello kak izin komen ya aku sudah ngebaca Noval kakak yang aku suka semuanya dengan alur cerita kakak yang bagus dan juga alurnya berjalan dengan mulus izin ya kak aku ingin memberikan 5 bintang oh ya sebelum aku ngasih bintang 5 sama kakak aku pun sudah mempunyai novel yang baru saja 21 yang berjudul sang mafia wanita cantik tolong like ya semuanya kak ke-21 babnya semoga kakak suka kalau tidak suka gak apa-apa yang penting tetap semangat untuk kakaknya😍💪
Bisquit Kairifz: terimakasih udah baca👍
total 1 replies
Panda
kak itu ngasih tag komedi bikin sendiri?
Panda: oh oke makasih infonya kak
total 2 replies
boyy
semngatt thorr,gw lagi nabung crta lu,poko ny ku lnjutt truss smpe nanti crta lu rmee,jngn ptah smngattt torr
Bisquit Kairifz: mantap bro👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!