- Berawal dari benci -
Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "
- berakhir di pelaminan -
"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "
- love 100 kg -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 26 Tantangan absurd
"Lo kenapa sih, dandan lama banget? " Protes alex ketika. Ilona baru saja membuka pintu mobil lelaki tersebut, Ia menatap ilona dengan raut masam luar biasa. Ilona segera duduk di kursi sebelah alex, " Gue, nunggu lo sampe jamuran tauk ngga sih!? " Suaranya terdengar memenuhi kabin mobil, bibirnya menjuntai kebawah sangat gemas sekali.
"Abang itu , nyebelin banget sih emang kata lo. Kerjakan tugas Matematika ngga rumit?. Abang sebagai anak IPA, yang akalnya selangit pasti menurut bang le gampang, tapi bagi gue! Ngga! " Cakap Ilona berdecak sebal mendengar keluhan dari alex. Ia memperhatikan lelaki itu mulai menjalan kan mobil tersebut, " Lo lama, lo buat gue jamuran!.. Hampir aja alex yang tampannya paripurna. Jamuran! Gara-gara lo nih!.... Untung ketampanan gue ngga luntur. Sampe kapan pun! " Naris alex membuat ilona mencebik pedas, "naris, lo selangit mending ngaca deh! "
Alex, melirik gadis berkuncir kuda tersebut. Dengan ekor matanya. " Gue itu, ngga narsis namanya. Gue mensyukuri apa yang tuhan kasih! " Katanya penuh bangga membuat ilona mengibaskan telapak tangannya, ke udara " Udah deh!, ngga usah berisik aku ngga butuh omongan abang !. Bawa gue cepet ke Pasar malam! " Ucapnya memerintah membuat alex berdecak sebal, bibirnya menjuntai ke bawah tatapannya sangat membunuh penuh kemarahan.
" Lo itu, emang ngga tau diri tingkat dewa ya!. Lo itu udah gue ajak udah gue tumpangin malah Suruh-suruh gue lagi! " Kesal alex menggusar membuat ilona terkekeh,
"Tamu itu raja! " Cetusnya dengan suara santai. " Raja dengkul mu! " Cebik alex
"Sudahlah, bang lex cepatlah! " Desak ilona membuat alex , memacu kendaraan nya lebih cepat daripada biasanya. "Ini baru, namanya berkendara! " Seru ilona yang menikmati laju mobil alex, ia tersenyum lebar ia sesekali terkekeh. Melihat seruan ilona,
Helaian surai, berterbangan angin menyambut nya wajah cantik itu terlihat berseri matanya. Berbinar membuat detak jantung lelaki, yang sedari tadi berada bersamanya. Berdetak tidak karuan Irsyad, sesekali mengerjap matanya kala melihat gadis itu. Tersenyum begitu manis yang dimana sedang menyaksikan Keindahan malam hari. Di biang lala sesekali, bunga meminta mereka selfie bersama.
"Indah, banget aku ngga pernah liat bintang se bersinar ini! " Cakap bunga matanya berbinar. Penuh kebahagiaan andai Irsyad bisa ambil, mata itu mungkin ia akan abadikan nya, di museum bahwa mata indah perempuan itu seindah ini. " Bang, habis itu kita naik itu yuk! " Tunjuk bunga ke arah komedi putar, yang dimana lampu komedi putar tersebut. Menyala menerangi pasar malam berwarna biru, merah muda dan putih sungguh membuat. Bunga berbinar matanya penuh kebahagiaan,
"Ayo!, nanti habis ini ya! " Sahut Irsyad cepat. Matanya fokus menatap satu objek, yaitu bunga yang sangat cantik sekali. "Aku, ngga sabar turun dari sini!. " Seru nya dengan mata yang tidak pernah lepas. Dari komedi putar yang berputar membawa kesuka riaan, para pengunjung tersebut,
Ilona melebarkan, mulutnya kala melihat pasar malam yang penuh dengan warna kebahagiaan dan kesenangan. Ia tersenyum lebar sampai ke mata, ia langsung mengambil tangan alex. Membuat alex terperangah dengan prilaku ilona, gadis itu menyeretnya masuk ke kerumunan orang-orang. "Aku mau naik itu! " Tunjuk ilona ke arah wahana kora-kora. Membuat alex menggeleng tegas, membayangkan naik wahana tersebut membuat perutnya bergejolak—seperti ingin, mengeluarkan semua makanannya.
"Tapi, gue ogah! " Sahut alex cepat wajahnya pasi. membuat ilona memicingkan matanya penuh selidik, "lo takut ya? " Tuding ilona sembari terkekeh geli, melihat wajah seorang alex pucat pasi. Alex langsung menggeleng dan membela dirinya cepat, " ENAk, aja seorang Alexander takut?. Sama wahana kaya gitu mah upil! " Sahut alex dengan suara penuh percaya diri, namun ketakutan itu tidak bisa di sembunyikan dari maniknya. Ilona terkekeh renyah, smirk 𝗱𝗲𝘃𝗶𝗹 nya muncul tetiba.
" Yaudah, kalo lo katanya hebat sangat dan berani, kenapa ngga kita naik? " Tantang ilona dengan suara penuh sindiran,
Alex, yang Harga dirinya selangit ia tidak pernah mau. Menolak tantangan lalu ia mengangguk pasrah, " Ayo! " Tantang alex tanpa takut. Membuat ilona langsung menarik tangan alex, bayang-bayang tentang wahana tersebut menghantui. Pikiran alex namun karena harga diri alex —yang selangit, ia tidak akan pernah mengaku kalah.
"Gimana, kalo lo bener-bener takut. Sama wahana ini lo harus jadi babu gue selama satu bulan ?.. Kalo lo terbukti ngga takut gue, jadi Babu lo selama satu bulan! " Tawar ilona tetiba membuat smirk devil alex muncul "gue setuju!, lo ngga boleh ingkar loh! " Sahut alex ilona. Mengulurkan tangannya lalu alex langsung menjabat tangan ilona, "gue, nggak akan pernah ingkar! " Cakap ilona dengan suara yakin.
"Deal! "
FYI :𝗮𝗹𝗲𝘅, 𝗜𝗿𝘀𝘆𝗮𝗱, 𝗱𝗲𝘄𝗮 𝗶𝘁𝘂 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗹𝗮𝗺𝗮 𝘀𝗮𝗵𝗮𝗯𝗮𝘁 𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗰𝗲𝘄𝗲𝗸-𝗰𝗲𝘄𝗲𝗸 𝗶𝘁𝘂, 𝗺𝗮𝗸𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝘀𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗻𝗴𝗼𝗺𝗼𝗻𝗴 𝗻𝘆𝗮 𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗽𝗮𝗸𝗲 𝗲𝗺𝗯𝗲𝗹-𝗲𝗺𝗯𝗲𝗹 𝗸𝗮𝗸𝗮. 𝗞𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝘀𝗮𝗵𝗮𝗯𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗲𝗰𝗶𝗹. 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗮𝗸𝗿𝗮𝗯𝗻𝘆𝗮 𝘁𝘂𝗵 𝗮𝗸𝗿𝗮𝗯 𝗯𝗮𝗻𝗴𝗲𝘁 𝗷𝗮𝗱𝗶, 𝗺𝗮𝗸𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗸𝘂 𝘁𝘂𝗹𝗶𝘀 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 ' 𝗴𝘂𝗲 𝗹𝗼' 𝗯𝗶𝗮𝗿 𝗮𝘀𝗶𝗸 𝗮𝗷𝗮 𝗴𝗶𝘁𝘂 𝘆𝗮!..