NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:39.3k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 35

Malam semakin larut di Istana Chiangnang. Shen Yuhan baru saja melepas jubah kebesarannya yang berat, menyisakan gaun tidur sutra tipis berwarna putih tulang. Tubuhnya terasa remuk, sesi latihan fisik dengan Jenderal Shue dan gejolak tenaga dalam yang tak stabil benar-benar menguras sisa energinya. Namun, setiap kali ia memejamkan mata, wajah Mu Lian saat terjatuh ke jurang selalu muncul, membuatnya tersentak bangun dengan napas memburu.

"Kenapa sesakit ini?" bisiknya sambil menyentuh dadanya yang terasa kosong.

Tiba-tiba, suara ketukan terburu-buru di pintu luar memecah keheningan. Seorang Kasim tua masuk dengan wajah tegang namun penuh binar harapan.

"Mohon ampun, Yang Mulia Maharani. Tuan Muda Xiao Jun, putra Menteri Ritus, memohon audiensi darurat. Beliau membawa pesan yang sangat penting dari Tuan Besar Xiao Jicheng."

Yuhan mendesah kasar. Ingin rasanya ia mengusir siapapun malam ini, namun nama Menteri Ritus, keluarga yang dikenal netral dan jujur, membuatnya urung. "Beritahu dia untuk menunggu di aula samping. Aku akan berganti pakaian."

Tak butuh waktu lama bagi Yuhan untuk mengenakan jubah sutra ungunya yang lebih sopan. Ia melangkah menuju aula, di mana Xiao Jun sudah menunggu dengan gelisah. Saat Yuhan duduk di kursi santai dengan kaki yang sedikit disilangkan, Xiao Jun berlutut dengan khidmat. Jun sempat terpana, rumor mengatakan Maharani adalah wanita bodoh yang hanya tahu cara bersenang-senang, namun wanita di depannya ini memancarkan aura ketegasan yang begitu kuat, meski bibirnya terlihat pucat menahan sakit.

"Hormat Yang Mulia Maharani Shen. Hidup seribu tahun! Hidup seribu tahun!"

"Bangunlah, Tuan Muda Xiao. Ada keperluan apa malam-malam begini mendatangi istanaku?" tanya Yuhan ramah, mencoba menyembunyikan rasa lelahnya.

"Maafkan kelancangan hamba, Yang Mulia. Ayahanda mengirim hamba untuk menyampaikan surat ini secara pribadi."

Seorang pelayan mengambil surat itu dan memberikannya kepada Yuhan. Saat matanya menyisir barisan kata demi kata di dalam surat tersebut, napas Yuhan seolah terhenti. Tangannya mulai bergetar hebat. Air mata yang selama ini ia tahan dengan keras kepala kini menggenang di sudut matanya.

"Benarkah... benarkah Pangeran Kelima sudah ditemukan?" suara Yuhan pecah, ia menatap Xiao Jun dengan pandangan mencari kepastian.

"Benar, Yang Mulia. Adik perempuan hamba, Qingmei, menemukannya di pinggir sungai beberapa hari yang lalu. Mohon ampun, adik hamba tidak tahu jika pria yang ia tolong adalah Pangeran Kelima, sehingga kami baru melaporkannya sekarang."

"Bagaimana kondisinya?" Yuhan berdiri dengan mendadak, mengabaikan rasa nyeri di dadanya.

"Beliau belum sadarkan diri sepenuhnya saat hamba berangkat tadi, Yang Mulia. Namun tubuhnya sudah stabil."

"Siapkan kereta!" perintah Yuhan lantang. "Kirim pesan kepada Shen Lan, Wu Sheng, dan bawa Tabib Istana terbaik! Kita akan ke kediaman Menteri Xiao sekarang juga!"

Kediaman Xiao Jicheng gempar. Kedatangan Maharani secara mendadak di tengah malam adalah peristiwa luar biasa. Seluruh keluarga Xiao berbaris di gerbang, bersujud saat tandu kerajaan tiba.

"Tunjukkan di mana dia," ucap Yuhan tanpa basa-basi begitu turun dari tandu.

Jicheng memimpin jalan menuju kamar tamu di paviliun timur. Saat pintu kayu itu terbuka perlahan, pemandangan di dalamnya membuat langkah Yuhan membeku. Di atas tempat tidur, Mu Lian sudah terduduk lemas. Di sampingnya, seorang gadis cantik berpakaian sederhana, Xiao Qingmei sedang telaten menyuapkan sesendok obat ke mulut Mu Lian.

"Pelan-pelan, Pangeran..." ucap Qingmei lembut. Ia menggunakan sapu tangannya sendiri untuk menyeka sisa obat di sudut bibir Mu Lian dengan gerakan yang sangat akrab.

Hati Yuhan berdenyut nyeri. Ada rasa cemburu yang menusuk, namun rasa harunya jauh lebih besar. "Pangeran Mu Lian..." panggil Yuhan lirih.

Semua orang menoleh. Qingmei buru-buru berdiri dan bersujud, sementara Mu Lian menatap Yuhan dengan tatapan yang kosong. Yuhan melangkah mendekat, air matanya tumpah saat ia menyentuh tangan suaminya yang dingin.

"Pangeran... kau selamat," isak Yuhan, mencoba memeluk pria itu.

Namun, Mu Lian justru menarik tangannya kembali. Ia mengerutkan dahi, menatap Yuhan dengan pandangan asing, seolah-olah wanita di depannya adalah orang asing yang tiba-tiba masuk ke kamarnya.

"Maaf... Anda siapa?"

Deg.

Dunia seolah berhenti berputar bagi Yuhan. Kalimat itu lebih menyakitkan daripada tusukan pedang manapun yang pernah ia terima. "Lian... kau bercanda, kan? Ini aku, Yuhan. Istrimu."

Mu Lian menggeleng perlahan, ia memegangi kepalanya yang mendadak berdenyut hebat. "Aku tidak kenal... kepalaku sakit..."

"Tabib! Periksa dia! Cepat!" raung Yuhan panik.

Tabib Istana segera memeriksa denyut nadi dan memeriksa mata Mu Lian. Setelah beberapa saat, ia berlutut di depan Yuhan dengan wajah muram. "Mohon ampun, Yang Mulia. Pangeran Kelima mengalami hilang ingatan. Benturan di kepalanya menyebabkan gumpalan darah di pembuluh otaknya. Ia tidak mengingat masa lalunya."

Yuhan limbung, Shen Lan segera menangkap tubuh kakaknya. "Hilang ingatan? Dia melupakan segalanya? Dia melupakan aku?"

"Ingatannya bisa kembali seiring hilangnya gumpalan darah itu, Yang Mulia. Namun saat ini, jiwanya sangat rapuh," jelas Tabib.

Yuhan mencoba menenangkan dirinya. Ia menyeka air matanya dengan kasar. "Bawa Pangeran Kelima kembali ke istana. Siapkan tandu empuk."

Tiba-tiba, Xiao Qingmei berlutut dengan berani di depan Yuhan. "Yang Mulia Maharani Shen! Hamba mohon... jadikan hamba selir Pangeran Kelima!"

"LANCANG!"

Bukan Yuhan yang berteriak, melainkan Shen Lan. Pangeran keempat itu menghunuskan tatapan tajam pada Qingmei. "Apa kau sudah gila? Beraninya kau meminta menjadi selir suami Maharani tepat di depannya? Apa kau ingin keluarga Xiao dihukum mati?"

"Mohon ampun Yang Mulia! Maafkan putri hamba!" Jicheng bersujud hingga dahinya membentur lantai. "Dia hanya gadis rumahan yang tidak tahu aturan!"

PLAKK!

Ibu Qingmei menampar putrinya sendiri dengan tangis ketakutan. "Apa kau ingin kita semua musnah, Qingmei?"

Yuhan terdiam, matanya menatap Qingmei dengan dingin. Ia tidak marah, ia hanya merasa sangat lelah. Namun, sebelum Yuhan sempat menjawab, suara serak Mu Lian terdengar.

"Tunggu." Mu Lian menatap Yuhan, namun tak ada lagi cinta di matanya. "Jika Anda ingin membawaku ke tempat yang Anda sebut istana itu... mohon bawa Nona Qingmei juga. Bagaimanapun juga, dia yang menyelamatkan hidupku. Aku tidak mengenali Anda, tapi aku merasa tenang di dekatnya."

Kalimat itu seperti sembilu yang mengiris hati Yuhan. Suaminya, pria yang mempertaruhkan nyawa untuk menariknya dari jurang, kini justru meminta perlindungan pada wanita lain di depan matanya.

"Pangeran Mu Lian, jangan melanggar batasan!" bentak Yuhan, suaranya bergetar menahan tangis dan kemarahan.

"Jika Anda menolak, Yang Mulia, aku lebih baik tinggal di sini saja," balas Mu Lian keras kepala.

Yuhan menatap Mu Lian dengan tatapan kecewa yang sangat dalam. Ia memejamkan mata sesaat, mencoba menelan rasa pahit yang menyesakkan tenggorokan. Tanpa sepatah kata pun, Yuhan mengibaskan jubahnya dan berbalik meninggalkan kamar itu.

"Bawa mereka berdua ke istana," ucap Yuhan dingin sebelum keluar.

Qingmei segera mendekat untuk membantu Mu Lian berdiri, namun Shen Lan dengan kasar menepis tangannya. "Lancang! Jangan sembarangan menyentuh tubuh Pangeran! Dasar wanita penggoda, kau tidak tahu malu menggunakan kesempatan ini untuk memanjat takhta!"

Shen Lan mendesis sinis sebelum membantu pengawal mengangkat Mu Lian. Di luar kamar, Yuhan berdiri menatap langit malam yang mendung. Ia merasa lebih kesepian daripada saat ia baru terbangun di dunia ini. Suaminya kembali, namun jiwanya tetap hilang di dasar jurang.

1
Dewi Habibah
Bagus sekali ceritanya
SENJA
weeeh adegan dewasa 🤣
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: Spil doank dikit🤣
total 1 replies
SENJA
udah bucin lagi ama yuhan, baguslah😅🤣
Tiara Bella
Lian minta es batu lg untuk meredakan gejolak yg makin membara wkwkkwkw ..
@Mita🥰
wkwkwk ku kirain sembuh setelah ciuman Ama yuhan ternyata tambah 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Biyan Narendra: Beku dah tuh..
🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Pa Muhsid
satu ember lagi, lagi? ya lagi dan lagi
Pa Muhsid
sama tante lux aja ya😄😄😄
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: belom ada yang jual 🤭🤭🤭
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
Mu Lian pasti sudah mengingat dengan baik tentang Maharani makanya mau ikut pergi dan sepertinya Yuhan tidak mau pangeran ke-lima ikut karena kondisi Mu Lian masih belum stabil
Biyan Narendra
Gadis kecil itu adalah istrimu di saat ini
Tiara Bella
Lian terbawa emosi dia....dikatain Maharani
Tiara Bella: hooh ya....
total 2 replies
SENJA
memang bener kan tapi ... nanti aja kalau sudah sembuh 😁
SENJA
aaahhh paya menteri2 mu 😶
@Mita🥰
sabar ya mu Lian si Maharani lagi beresin tikus"🤭🤭🤭
SENJA
lu jangan macem2 ama yuhan udah 😤
SENJA
wakakaa kalah kau kan 🤣
SENJA
sabar lan sabar 🤣
Tiara Bella
kepedean bngt sh Shen Bo ini.....
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
Shen Bo kau pikir mudah mau menghancurkan Qingmei dia sekarang bukan hanya seorang anak menteri kelesss tapi sudah naik statusnya menjadi seorang Putri yang akan jadi istrinya pangeran keempat
Biyan Narendra
Dan Shenlan akan jadi pelindung Qingmei jika Shen bo berani macam macam
@Mita🥰
wah semoga qingmei gak kenapa"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!