NovelToon NovelToon
MENJADI ISTRI KEDUA TUAN ROLAND

MENJADI ISTRI KEDUA TUAN ROLAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Poligami / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:584
Nilai: 5
Nama Author: Sekarwangi91

karena sakit hati akan perselingkuhan sahabat dan kekasihnya, membuat gadis cantik blesteran inggris Prancis LARASATI AYUNDA. nekat mendatangi club malam untuk menenangkan pikiran dan segala problem yang tengah dialami, hingga tanpa disadari olehnya bahaya tengah mengintai dirinya.
dengan tiba-tiba segerombolan pria berpakaian serba hitam, menyeret-nyeret tubuhnya lalu dibawa ke suatu tempat yang asing, sampai ketika! sesuatu yang sangat berharga direnggut paksa oleh seseorang tanpa identitas.
setelah melewati malam panjang bersama orang asing, hingga menumbuhkan kehidupan baru yang bersemayam dalam rahimnya. apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan LARASATI??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21.

Eugh

"D d dimana aku? Mengapa bau obat-obatan begitu menyengat! Sebenarnya aku berada dimana,?"Laras bergumam lirih seraya masih memejamkan matanya lantas bertanya-tanya pada dirinya sendiri akan keberadaannya saat ini.

Dan perlahan-lahan kelopak mata indah itu bergerak-gerak cantik guna mengetahui dimana keberadaannya saat ini!

Untuk menyesuaikan sinar Lampu yang langsung menyorot tepat ke iris matanya.

Laras sedikit demi sedikit membuka kedua matanya hingga terbuka sempurna.

Kemudian..

"R r rumah sakit! Aku berada dirumah sakit! Ada apa dengan ku?"katanya berucap lirih.

Tunggu??

Ya, aku ingat! Saat itu aku sedang tertidur pulas. Tapi entah kenapa tiba-tiba perutku begitu merasakan mual luar biasa hingga rasanya sungguh tak enak dan tak nyaman. Tetapi anehnya! Tidak ada yang keluar dari mulutku ketika aku memuntahkan nya. Namun rasanya sungguh mual. Lalu aku segera berlari keluar dari kamar untuk menuju ke kamar mandi. Karena sepertinya perutku ingin mengeluarkan sesuatu yang membuat lambung ku tak nyaman. Tapi tiba-tiba semuanya begitu gelap dan terasa berkunang-kunang disekitar kepalaku. Hingga aku tak tahu kelanjutannya tapi aku sempat mendengar teriakan ibu memanggil nama ku.

Ceklek..

Seketika Laras pun tersadar dari mengingat kejadian dirinya sebelum berada di tempat ini. Dan langsung mengarahkan pandangan matanya kearah pintu seraya berkata.

"Bu,"panggilnya dengan suara pelan.

Seketika ibu Laila pun menengok ke asal suara dan terdiam sejenak.

Sedetik kemudian..

Seraya menghela nafas dalam-dalam dan memejamkan matanya, Bu Laila mendekat pada Laras dengan tatapan matanya yang mengisyaratkan kekecewaan dan kesedihan lantas berucap dengan tegas.

"Siapa yang melakukannya? Kenapa kau berbuat hal memalukan seperti itu LARASATI AYUNDA!"tekan nya datar.

Deg

( A a ada apa dengan ibu?) Ucapnya dalam hati dengan memandang bingung.

"JAWAB LARAS SIAPA YANG MELAKUKAN NYA? SIAPA?! TEGA KAU MELEMPAR KOTORAN DIMUKA IBU MU! HU HU HU... HIKS..A A AKU YANG MEMBESAR KAN MU! AKU YANG MERAWAT MU! D d d dengan tangan ini aku mengangkat mu dari tempat yang kotor, t t tapi b begitu mudahnya kau mengecewakan ku hu hu hu... hiks."ibu Laila menjerit kencang dengan sesegukan sambil terus bertanya pada Laras siapa yang melakukan semua itu!

Namun Laras begitu bingung dan terheran-heran akan sikap ibu Laila terhadapnya. Apa maksudnya? Melakukan! Melakukan apa yang dimaksud sang ibu?

Untuk membayar rasa penasarannya Laras pun berkata dengan halus." Bu, ibu itu bicara apa? Aku sungguh Enda faham maksud dari perkataan ibu?"tukasnya ingin tahu.

Dan mendadak ibu Laila pun terdiam membisu seraya menatap Laras dengan mengintimidasi lantas berkata." Kamu tidak pura-pura kan? Sebenarnya kamu tahu kan, tentang kondisi kamu saat ini?"pancing ibu Laila dengan memicing curiga.

"Kondisi aku!? Aku hanya mengetahui sebelum aku berada disini tengah muntah-muntah dikamar mandi, setelahnya semua dalam penglihatan ku gelap dan Hitam, dan aku tak mengingat apa pun. Tau tau sudah berada di sini." Jelas Laras dengan mimik wajahnya yang bersungguh-sungguh.

"Kamu bicara yang sejujurnya Laras?"desaknya dengan tegas.

"Sumpah Bu, aku mengatakan yang sejujurnya, memangnya ada apa dengan kondisi tubuh ku Bu? Apakah aku memiliki penyakit yang mematikan?"katanya penasaran.

HHHH..

Ibu Laila pun menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan-lahan seraya berkata dengan lembut."syukurlah jika kamu berkata yang sejujurnya. tapi bagaimana mungkin kamu tak mengetahui apa apa, sedangkan untuk menumbuhkan dia yang bersemayam dalam tubuh mu, harus ada dua orang yang berperan penting untuk melakukannya."ujarnya.

Seketika Laras pun semakin bingung dan terheran-heran akan perkataan sang ibu yang memberikan sebuah teka-teki.

"Maksud ibu apa? Aku enggak faham! Jangan memberikan aku teka teki Bu, lebih baik langsung saja ke intinya."tandasnya lugas.

"Kamu hamil!"katanya singkat dan tegas.

Laras pun terdiam membisu mendengar perkataan dari sang ibu.

setelahnya tersentak kaget seraya melebarkan kedua matanya dengan menutup mulutnya dan berucap."h h h hamil! A a aku hamil! T tidak! Tidak Mungkin.

TIDAK! AKU TIDAK INGIN HAMIL! AKU TIDAK HAMIL!

BUG BUG

MATI KAU! MATI KAU!

ENYAH KAU DARI PERUTKU! ENYAH KAU

BUG BUG

MATI KAU MATI!

AKU TIDAK HAMIL! TIDAK!"

Laras menjerit histeris sambil memukul-mukul perutnya dengan kuat. Dia sungguh tak terima dengan keadaannya saat ini yang tengah berbadan dua.

Dan gegas ibu Laila pun mencegah Laras untuk kembali memukul perutnya seraya berkata dengan lantang.

"LARAS HENTIKAN! JANIN MU AKAN MATI JIKA KAU TERUS MEMUKUL NYA SEPERTI ITU!!"

Namun Laras seolah tuli dengan peringatan dari ibu Laila. Dia masih terus memukul kuat perutnya sambil berteriak-teriak kencang.

Dan segera dengan tergesa-gesa ibu Laila pun keluar dari ruang perawatan sambil berteriak-teriak kencang memanggil sang dokter.

"Dokter dokter.. tolong putri Saya dok,"katanya memohon.

"Ibu, ibu.. kenapa? Tenang Bu, tenang!"ujar sang dokter menenangkan ketika melihat ibu Laila berlari tergesa-gesa dengan tatapan matanya yang takut dan cemas.

"Putri saya dok, tolongin putri saya dok,"katanya dengan memohon.

"Baik, suster ikut dengan saya!"perintahnya Dengan tegas.

"Baik dok," jawabnya ramah.

Kemudian mereka pun bersama-sama melangkah ke ruang perawatan Laras.

"YA AMPUN BERHENTI NONA!"teriak sang dokter seraya mendekat pada Laras yang tengah memukul mukuli perutnya.

Namun Laras tak menggubris teriakkan dari sang dokter dia masih terus melukai janin dalam kandungannya dengan memukul perutnya.

"Ibu, tolong Anda pegang tangannya sebelah kiri. Dan kamu suster pegang tangan yang satunya."titah sang dokter tegas.

"Baik dok,"Jawabnya bersamaan.

Lantas dengan cepat suster dan ibu Laila memegang pergelangan tangan Laras satu persatu, guna memudahkan sang dokter untuk memberikan suntikan penenang.

"MATI KAU! MATI KAU!"ucap Laras masih terus memukul kuat perutnya.

Lalu perlahan-lahan Laras pun menghentikan pukulan di perutnya ketika sang dokter menyuntikkan obat penenang. dan setelahnya pelan pelan tubuhnya jatuh berbaring terlentang diatas ranjang perawatan.

"Hhh..Alhamdulillah ya Allah."ucap Bu Laila seraya menghela nafas lega ketika Laras tertidur tenang setelah dokter menyuntikkan obat penenang.

"Sebenarnya apa yang terjadi sebelumnya, hingga dia nekat menyakiti janin nya? Beruntungnya nona Laras tidak mengakhiri hidupnya."tukas sang dokter dengan menatap ke arah Bu Laila.

"Saya juga tidak tahu dok, sebelumnya kami terlibat obrolan serius yang berujung dengan saya yang memberi tahu jika dia tengah berbadan dua. Dan selanjutnya dia begitu histeris ketika mengetahui kondisinya yang tengah mengandung."jelas Bu Laila.

"Sepertinya nona Laras belum mengetahui yang sebenarnya jika dia tengah mengandung."balas sang dokter.

"Loh kok bisa dok! seharusnya kan dia mengetahui, ketika dia melakukannya saja..

"Bu dengarkan penjelasan saya dulu!!" Potong sang dokter cepat.

Seketika Bu Laila pun terdiam bungkam saat mendengar suara tegas nan datar menyela ucapan nya.

"Bisa juga nona Laras menjadi korban pemerkosaan."duga sang dokter.

Deg.

°°°°°°°°°°°°

Tetap semangat ya💪💪💪😊

Jangan lupa like dan coment nya 😊 😊 😊

Terimakasih love you all 😚😚😘😘😍

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!