NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.12

Kehidupan sebagai Murid Luar ternyata jauh lebih mahal dari dugaan Shen Yu.

Setelah tiga hari berlatih intensif, ia menyadari sebuah fakta pahit: Bakat Akar Roh Campuran miliknya seperti ember bocor. Ia butuh menyerap Qi lima kali lebih banyak daripada orang biasa hanya untuk mengisi Dantian-nya sedikit saja. Tanpa bantuan Pil Pengumpul Qi, kemajuannya akan macet total.

Masalahnya, satu butir Pil Pengumpul Qi harganya lima Batu Roh. Shen Yu bangkrut.

"Aku butuh uang. Banyak uang," gumam Shen Yu sambil menatap kantong kempesnya.

Di dunia kultivasi, ada tiga jalan pintas menuju kekayaan: Membunuh orang dan mengambil hartanya, menemukan harta karun kuno, atau menjadi Alkemis.

Shen Yu belum cukup kuat untuk merampok, dan keberuntungannya belum tentu bagus. Jadi, pagi itu, dengan tekad bulat, ia melangkah menuju Paviliun Dan (Paviliun Pil).

Aula Paviliun Dan dipenuhi aroma obat-obatan yang harum namun sedikit gosong. Di tengah ruangan besar, puluhan murid duduk bersila di depan tungku perunggu kecil, mencoba memurnikan tanaman herbal di bawah pengawasan seorang instruktur tua yang galak.

Shen Yu membayar biaya pendaftaran kelas pemula (menggunakan sisa Batu Roh terakhirnya dengan berat hati) dan mendapatkan jatah satu tungku bekas serta tiga set bahan dasar untuk membuat Cairan Pemulih Luka. Ini adalah tingkatan paling dasar sebelum seseorang bisa membuat pil bulat sempurna.

"Kunci alkimia adalah Kontrol Api!" teriak Instruktur Liu sambil memukul meja. "Gunakan Qi kalian untuk memantik api di dasar tungku, jaga suhunya stabil, lalu lebur sari pati tanaman. Jangan sampai gosong!"

Shen Yu menarik napas dalam. Ia meletakkan Rumput Darah dan Bunga Embun ke dalam tungku.

"Baiklah. Bakar."

Ia menyalurkan Qi-nya ke dasar tungku. Wusss!

Api berwarna oranye menyala. Namun, karena Akar Roh Shen Yu tercampur (ada elemen air, tanah, logam, api, kayu sekaligus), api yang ia keluarkan tidak murni. Kadang besar, kadang kecil, kadang berkedip seperti lilin tertiup angin.

Di dalam tungku, tanaman herbal itu mendesis menderita.

Ctarr! Pletok!

Suara letupan terdengar dari dalam tungku Shen Yu. Asap hitam mulai mengepul keluar dari celah tutupnya, berbau seperti karet terbakar.

"Hei, lihat si udik itu," bisik seorang murid di sebelahnya sambil tertawa. "Apinya bergetar seperti orang tua kena encok. Dia mau memanggang singkong?"

Wajah Shen Yu memanas. Ia mencoba menstabilkan apinya dengan menuangkan lebih banyak Qi. Tapi itu kesalahan fatal. Api yang tidak stabil jika diberi tenaga lebih besar hanya akan menjadi... bom.

BOOOM!

Tutup tungku Shen Yu terpental ke udara, menghantam langit-langit, lalu jatuh berdentang di lantai.

Tang!

Wajah Shen Yu kini hitam legam tertutup jelaga. Rambutnya berdiri kaku. Isi tungkunya telah berubah menjadi arang hitam yang menyedihkan.

Gelak tawa meledak di seluruh aula.

"Keluar!" bentak Instruktur Liu. "Kau tidak punya bakat api! Kau hampir meledakkan aula kelasku! Bersihkan kekacauan ini dan jangan kembali!"

Shen Yu menghela napas panjang, mengusap wajahnya yang kotor dengan lengan baju. Hatinya perih. Tiga Batu Roh melayang sia-sia. Ternyata tekad saja tidak cukup untuk menjadi Alkemis.

Saat murid-murid lain bubar untuk istirahat, Shen Yu tinggal sendiri, memunguti pecahan arang dengan sapu lidi.

"Kau berisik sekali."

Suara datar itu membuat Shen Yu menoleh.

Di pojok ruangan, sedang mengelap rak penyimpanan bahan, berdiri Su Ling, gadis buta penjaga perpustakaan yang ia temui kemarin. Ternyata dia juga bekerja paruh waktu di sini sebagai asisten bersih-bersih.

"Kau lagi," gerutu Shen Yu. "Kau datang untuk mengejekku juga?"

Su Ling tidak menoleh. Ia terus mengelap rak dengan gerakan teratur. "Aku tidak mengejek. Aku hanya menyatakan fakta. Tungkumu tadi menjerit kesakitan selama lima menit sebelum meledak, tapi kau terus memaksanya makan api. Telingaku sakit mendengarnya."

Shen Yu mengerutkan kening. "Menjerit? Itu benda mati."

"Segala sesuatu di dunia ini punya suara, jika kau mau mendengar," Su Ling berjalan mendekat, tongkat penuntunnya mengetuk lantai pelan. Ia berhenti tepat di depan tungku Shen Yu yang masih hangat.

"Masalahmu bukan pada bakat apimu yang sampah," kata Su Ling tajam. "Masalahmu adalah kau melihat dengan matamu. Kau melihat api membesar, kau panik, kau kecilkan. Kau melihat asap, kau panik, kau besarkan. Kau selalu terlambat bereaksi."

Gadis itu mengambil sisa bahan herbal dari meja Shen Yu set percobaan terakhir.

"Jangan lihat apinya," perintah Su Ling. "Tutup matamu. Dengarkan suara mendidih di dalam tungku. Saat saripati tanaman pecah, suaranya seperti retakan telur. Saat cairan mulai menyatu, suaranya berubah menjadi dengungan lebah. Ikuti irama itu."

Shen Yu ragu sejenak. Tapi mengingat kegagalannya barusan, dan fakta bahwa gadis buta ini "melihat" lebih banyak darinya, ia memutuskan mencoba.

"Satu kali lagi," gumam Shen Yu.

Ia memasukkan bahan ke tungku. Ia menyalakan api. Kali ini, ia memejamkan mata.

Dunia menjadi gelap. Hanya ada suara napasnya dan detak jantungnya sendiri.

Perlahan, telinganya yang tajam (hasil evolusi tubuh) menangkap suara halus dari dalam tungku.

Ssssshh... (Suara daun layu).

Tik... Tik... (Suara saripati menetes).

Giok Retak di dadanya tiba-tiba menghangat, seolah merespons cara pandang baru ini. Persepsi Shen Yu diperluas. Suara-suara itu menjadi sejelas orkestra di kepalanya.

Suaranya terlalu tajam! batin Shen Yu. Apinya terlalu panas di sisi kiri!

Tanpa membuka mata, tangan Shen Yu bergerak halus, mengatur aliran Qi-nya. Bukan memaksanya, tapi mengayunnya mengikuti irama suara itu. Naik, turun, pelan, cepat.

Su Ling yang berdiri di sampingnya memiringkan kepala sedikit, seolah mendengarkan musik. Sudut bibirnya terangkat.

Lima belas menit berlalu.

Aroma harum mulai tercium. Bukan bau gosong, tapi bau herbal segar yang menenangkan. Suara di dalam tungku berubah menjadi dengungan stabil yang harmonis. Wuuuung...

Shen Yu membuka matanya dan memadamkan api.

Dengan tangan gemetar, ia membuka tutup tungku.

Di dasar tungku, tidak ada pil bulat. Tapi ada genangan cairan kental berwarna hijau jamrud yang berkilau jernih. Tidak ada ampas hitam sedikitpun.

Cairan Pemulih Luka (Kualitas: Sempurna).

Shen Yu ternganga. Ia berhasil. Bahkan cairan yang dibuat Instruktur Liu tadi tidak sejernih ini.

"Lumayan," komentar Su Ling datar. "Untuk pemula yang tuli."

Shen Yu menatap gadis itu dengan pandangan baru. Rasa hormat tumbuh di hatinya. Gadis ini bukan sekadar penjaga buku. Pemahamannya tentang esensi kultivasi sangat dalam.

"Terima kasih, Su Ling," ucap Shen Yu tulus. "Kau menyelamatkanku."

"Aku hanya ingin menghentikan polusi suara," balas Su Ling, berbalik dan berjalan pergi dengan tongkatnya. "Dan jangan lupa... kau berhutang satu botol cairan itu padaku sebagai bayaran pelajaran privat."

Shen Yu tersenyum lebar—senyum tulus pertamanya sejak masuk sekte. Ia dengan cepat menyalin cairan itu ke dalam dua botol kecil. Satu untuk Su Ling, satu untuk dijual.

Dengan metode "Alkimia Pendengaran" ini, Shen Yu akhirnya menemukan cara untuk bertahan hidup. Jalannya mungkin tidak ortodoks, tapi hasilnya nyata.

Namun, senyum Shen Yu memudar saat ia keluar dari Paviliun Dan.

Langit sudah gelap. Dan di balik bayangan pohon besar di dekat asrama, sesosok bayangan hitam sudah menunggunya.

Utusan Tetua Mo.

1
Salsa Cuy
👍🏻🙏🏻
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👍🏻👍🏻👍🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️5️⃣5️⃣5️⃣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🥹🥹🥹Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!