"Aku hamil" Tiara akhirnya mengatakan rahasia yang di tutupinya selama beberapa minggu ini pada atasan sekaligus kekasihnya, Rex Hamilton, setelah kegiatan panas Mereka berdua yang baru selesai beberapa menit lalu.
Rex yang tengah mengenakan kembali pakaian dalamnya, terdiam sejenak.
"Gugurkan" Ucap Pria itu datar, tanpa melirik Tiara sama sekali.
Rex memang seperti itu, sikapnya dingin dan datar pada siapapun, termasuk pada Tiara yang telah menjadi sekretaris sekaligus teman tidurnya selama 3 tahun terakhir.
"Aku ingin melahirkan anak ini"
Rex menatapnya tajam. Pria itu kemudian menghampiri Tiara dengan langkah pelan tapi penuh ancaman.
"Hanya karena Kamu bisa naik ke ranjangku, bukan berarti Kamu bisa menjadi Nyonya Hamilton. Sadarlah dengan posisimu. Kamu hanyalah simpananku"
"Jika Kamu mau mempertahankan janin sialan itu, maka enyahlah dari hidupku. Tentukan pilihanmu"
"Aku akan mempertahankannya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghilang Tanpa Jejak
Desmon kembali ke ruangannya dengan kegelisahan yang menggunung. Di dunia ini, tidak ada yang tahu betapa terobsesinya Rex Hamilton pada seorang Mutiara Andari.
Desmon tidak mengerti kenapa Rex tiba-tiba memperlakukan Tiara dengan dingin dalam waktu singkat, tapi Dia meyakini bahwa perasaan bosnya itu masih sama besarnya seperti saat pertama kali menjadikan Tiara sekretaris pribadinya dulu. Selama hampir 10 tahun mengikuti Rex sebagai seorang asisten pribadi, Tiara adalah satu-satunya wanita yang ada di dalam hidup Rex.
Meski enggan mengakui, atau memang tidak menyadarinya, Desmon bisa melihat bahwa Rex benar-benar jatuh cinta pada Tiara. Hanya saja, karena Rex menjadi penerus keluarga di usia yang sangat muda, 18 tahun, dan di tuntut untuk menegakkan kembali kesuksesan yang hampir runtuh, Rex menjadi pribadi yang dingin, tidak tersentuh dan kejam terhadap musuh-musuhnya.
Jadi, bisa dikatakan Rex tidak mengerti tentang perasaan cinta. Makanya, Pria itu tidak menyadari bahwa selama bersama Tiara, Rex sudah banyak berubah. Rex yang sekarang terbilang lebih manusiawi daripada dulu.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Setelah mengambil nafas dalam-dalam, Desmon mengetuk pintu ruangan Rex dengan hati-hati.
Eveline yang melihat kedatangan Desmon pun segera bangkit dari duduknya dengan antusias. Namun saat tidak melihat siapapun di belakang Desmon, senyum yang bertengger di buburnya langsung memudar.
"Dimana Tiara?"
Rex yang sedang fokus dengan tuts keyboard laptopnya pun menoleh ke arah Desmon. Menunggu jawabannya.
"Bu Tiara telah meninggalkan perusahaan hari ini Pak Rex, Bu Eveline"
"Apa katamu?" Tanya Rex. Suaranya sangat rendah dan dingin hingga rasanya suhu di ruangan itu seketika ikut menurun.
Desmon menelan ludahnya dengan kasar. Ia sudah pasrah kalau Rex akan mengamuk sebentar lagi.
"Eveline, tolong kembali ke ruanganmu sekarang" Ucap Rex tiba-tiba. Eveline terkejut mendengarnya, tapi melihat wajah Rex yang menggelap, wanita itu tidak banyak bicara dan meninggalkan ruangan itu dengan membawa semua barang belanjaannya.
Setelah kepergian Eveline... Tiba-tiba,
Prangggg!!!!!! Gelas minum yang tadinya berada di atas meja kerja Rex kini sudah mendarat tragis di belakang Desmon. Nyaris saja gelas itu mampir ke wajah Desmon jika saja Desmon tidak segera menghindar.
Habislah sudah riwayatku. Ucap Desmon pada dirinya sendiri.
"Apa yang sebenarnya Kau lakukan???" Teriak Rex dengan keras hingga urat-urat di lehernya tampak menonjol.
"Maafkan Saya pak"
"Aku tidak butuh kata maaf , sialan! cari Dia sampai ketemu! Jika tidak, tanggung sendiri akibatnya"
"Baik Pak" Ucap Desmon, kemudian berbalik dan pergi dengan cepat. Dia yakin masih bisa menemukan Tiara dalam waktu cepat. Dia pasti belum pergi jauh.
Sementara itu, didalam ruangan Rex...
Rex merasa dadanya panas dan seperti akan meledak. Pria itu melonggarkan dasinya dengan kasar lalu menumpukan kedua tangannya diatas meja.
"Tiara... Tiara... beraninya Kamu! demi anak itu, Kamu melakukan hal bodoh seperti ini??? Kamu akan menyesalinya saat Aku menemukanmu, lihat saja!"
Brakkkk!!! Pria itu memukul mejanya dengan keras hingga kacanya retak, darah segar mengalir dari punggung tangannya.
Sementara yang sedang di carinya, sedang menikmati pemandangan dari dalam jendela bis.
Tiara pergi cukup jauh, di kampung halaman Ibunya yang tidak banyak di ketahui orang.
Ibu Tiara meninggal saat Tiara masih berusia sekitar 7 tahun, lalu Ayahnya membawa Tiara untuk tinggal bersamanya dan Ibu tirinya, Bu Lia Anggraeni, yang tidak bisa memiliki anak. Meski Beliau adalah Ibu tiri, Beliau sangat menyayangi Tiara. Banyak orang tidak tahu tentang fakta bahwa Tiara bukanlah anak kandung Ayahnya dan Mama Lia. Itu sebabnya, kepergian Tiara ke kampung halaman Ibunya tidak akan ada yang bisa mengetahuinya, termasuk Rex.
Apalagi, Bu Lia juga sudah berjanji untuk merahasiakannya, termasuk dari Ayahnya yang brengsek itu.
"Nak, bawalah ini. Ini perhiasan yang Mama simpan. Jual saja nanti kalau Kamu butuh tambahan uang untuk biaya kelahiran anak Kamu ya"
"Mama... Ayo Kita pergi bersama, Mama sudah sangat menderita hidup sama Bapak"
Ajak Tiara, namun Bu Lia tetap menolak meski Tiara sudah berkali-kali membujuknya.
"Tidak nak, biar Bapakmu galak, tapi sampai detik ini beliau cukup baik sama Mama. Dia juga sudah lama nggak pulang karena jadi buronan dep-collector. Jadi, Mama masih bisa bertahan menemani Bapakmu"
"Ma..." ucapan Bu Lia membuat Tiara semakin sedih. Wanita sebaik ini, betapa tidak beruntungnya, berjodoh dengan Bapaknya.
"Pergilah cepat sebelum Bapakmu pulang, kabari kalau sudah sampai dan sering-seringlah telepon Mama ya... Maaf, Mama nggak bisa melindungi Kamu dari Bapakmu waktu itu"
Maksud Bu Lia adalah saat Tiara hampir dijual ke tempat prostitusi untuk membayar hutang Bapaknya dari judi online.
"Jangan minta maaf terus Ma, itu bukan salah Mama"
"Ya sudah, Cepatlah berangkat, Mama takut Kamu ketemu Bapakmu, Dia lagi di kejar-kejar hutang, nanti Kamu diapa-apain lagi. Ingat ya nak, apapun yang terjadi, keputusan Kamu buat melahirkan anak yang tidak berdosa ini sudah benar. Kamu sudah bersalah karena melakukan itu sebelum menikah, jadi, jangan menambah kesalahanmu lagi"
Tiara menundukkan kepalanya, merasa malu atas perbuatannya yang pasti membuat Ibu sambungnya ini kecewa.
"Maafin Tiara Ma..."
"Sudah... semua sudah terjadi, yang penting Kamu harus berjanji untuk memperbaiki diri dan jangan mengulangi kesalahanmu lagi, janji?"
Tiara mengangguk, Bu Lia meraih putri sambungnya itu kedalam pelukannya.
"Sudah, sebaiknya Kamu berangkat sekarang, Mama antar ya"
Tiara mengiyakan. Setelah itu, Mereka berdua berjalan ke depan gang untuk menunggu angkot. Bu Lia ingin mengantarkan Tiara sampai naik bis.
"Mama jaga kesehatan ya, Tiara mau ketemu lagi sama Mama" Ucap Lia sebelum naik ke dalam bisa yang akan mengantarkannya ke kota tujuannya.
"Ya, Mama akan sehat, akan rajin olahraga dan makan yang banyak biar panjang umur dan bisa ketemu cucu Mama nanti"
"Iya.. Mama harus janji"
Bu Lia mengangguk, Mereka pun kembali berpelukan dengan erat sambil berbagi kepedihan.
Mengingat momen itu kembali, tanpa sadar kedua pipinya kembali basah.
Tiara lalu mengelus perutnya yang masih rata sembari membisikkan kata-kata positif untuk calon bayinya ini.
"Tenang saja ya nak, meskipun cuma ada Mama, Mama janji Kamu nggak akan kekurangan kasih sayang. Mama akan melakukan yang terbaik buat Kamu"
Setelah berkata seperti itu, Tiara merasa lebih lega. Bayangan Rex dengan perempuan lain, kata-katanya yang kejam saat menyuruhnya menggugurkan anak Mereka, tidak lagi membuat Tiara patah hati seperti sebelumnya.
"Semoga Kamu bahagia Rex, selamat tinggal. Semoga Kita tidak di pertemukan lagi, baik di kehidupan ini, ataupun di kehidupan selanjutnya"
Tiara memejamkan matanya, membiarkan air matanya mengalir sekali lagi untuk menangisi Pria itu sambil berjanji untuk melupakannya, sepenuhnya.
terima kasih ya,udh buat tia tegas dan tdk menye menye. suka dgn karakter tia yg sekarang.
jgn jatuh ke lubang yg sama dan jatuh cnta lgi dgn tirex,manusia kaku,egois,kasar dan mulut tajam dan tdk peka.
lgi an ya,gw heran ama lu rex,kaga ad jiwa kebapakan lu dah,sama jayden aj kaya kaga ad ikatan batin ,minimal dekat dan sayang. darah daging sndri . 😒😒