NovelToon NovelToon
Boy Is My Future Wife

Boy Is My Future Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Kejutan yang Freya siapkan untuk William berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki pria itu berselingkuh. Tanpa niat melabrak, Freya justru merekam pengkhianatan tersebut dan bersumpah akan membalasnya.
Namun, sebelum rencananya selesai, Freya diculik dan dipaksa menerima perjodohan dengan Steven, pria dingin dan berkuasa.
Menolak tunduk, Freya kabur dan menghancurkan karier William dengan menyebarkan video perselingkuhannya.
Tapi, masalah tidak berhenti di sana. Steven murka karena Freya melarikan diri. Ia mengerahkan anak buah untuk menangkap gadis itu, tanpa menyadari bahwa mereka akan bertemu dengan cara yang tak terduga, yang mana Freya menyamar sebagai laki-laki, dan menjadi bodyguard barunya dengan nama Boy.
Kedekatan mereka memicu konflik yang lebih berbahaya, saat Steven mulai merasakan perasaan terlarang pada sosok yang ia yakini sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Sorot lampu kini sepenuhnya tertuju pada Freya.

Bisikan-bisikan memenuhi aula. Nama Orlando kembali menggema, kali ini dengan satu tambahan fakta penting, Freya adalah satu-satunya pewaris tunggal kekayaan keluarga itu.

Dalam hitungan menit, para tamu, terutama pria-pria muda dari kalangan pebisnis dan sosialita mulai berbondong-bondong mendekat.

"Nona Freya, selamat. Suatu kehormatan akhirnya bisa bertemu anda langsung."

"Anda benar-benar luar biasa. Saya sering mendengar nama Anda disebut oleh Tuan Jacob. Tapi, baru kali ini kita bertemu.

"Jika berkenan, mungkin lain waktu kita bisa berdiskusi soal kerja sama bisnis."

Pujian demi pujian dilontarkan. Senyum demi senyum dipamerkan. Gelas-gelas kristal saling beradu.

Freya membalas dengan senyum sopan yang anggun dan terkontrol. Namun, di balik semua itu, bahunya mulai terasa tegang.

Ia mundur setengah langkah, namun salah satu pria justru ikut mendekat, mencoba tetap berada di sisi sang pewaris.

Di sudut ruangan, rahang Steven mengeras.

"Sepertinya, aku terlalu memberimu kebebasan, ya," gumamnya pelan. Ia mengambil satu gelas dari meja terdekat, langkahnya tegap dan penuh wibawa. Tatapannya lurus ke arah kerumunan yang mengelilingi Freya.

Begitu sampai, tanpa basa-basi ia membenturkan gelasnya pelan dengan gelas di tangan Freya.

Ting!

"Selamat, sayang," ucapnya.

Suasana mendadak hening.

Freya menoleh, sedikit terkejut, namun kemudian tersenyum lembut. Ia mengangkat gelasnya, menyesap minumannya perlahan.

"Terima kasih."

Beberapa pria saling pandang melihat interaksi itu.

"Tuan Steven, sepertinya Anda sudah mengenal Nona Freya," ujar salah satu tamu dengan senyum kaku.

"Ya, bahkan memanggilnya ‘sayang’," timpal yang lain, dengan nada penasaran. "Jangan-jangan kalian... "

Steven tidak langsung menjawab. Ia menatap Freya dalam-dalam, senyum tipis terukir di sudut bibirnya. Tangannya terangkat, meraih pinggang wanita itu dan menariknya sedikit lebih dekat ke sisinya.

Klaim yang jelas.

"Aku rasa... Ini sudah cukup menjawab pertanyaan kalian," ucapnya dingin dan tegas.

Hening beberapa detik. Lalu, senyum-senyum canggung bermunculan.

"Ah—selamat, tentu saja!"

"Kalian memang pasangan yang serasi."

"Selamat untuk kalian berdua."

Satu per satu mulai mundur. Harapan yang tadi menyala, padam begitu saja.

Kini hanya tersisa mereka berdua.

Freya menatap Steven dengan alis terangkat. "Kau ini... Apa tidak terlalu terus terang, hm?"

"Aku tidak ingin mereka terlalu berharap," jawab Steven santai.

Freya mengerucutkan bibirnya. "Jadi, hanya karena itu?"

Steven terkekeh pelan, menunduk sedikit agar wajah mereka sejajar.

"Tentu saja bukan hanya itu," bisiknya rendah. "Tapi, karena kau hanya milikku." Tanpa peringatan, ia mengecup bibir Freya singkat.

Freya tersentak, cepat-cepat menutup bibirnya dan menoleh ke kanan-kiri. "Apa yang kau lakukan, Steve? Bagaimana kalau ada yang melihat?"

"Biarkan saja," jawab Steven santai. "Biar mereka tahu, kau milikku."

Freya menggeleng pelan dengan pipi yang mulai memerah. Namun, tangannya tetap mencengkeram jas Steven tanpa berniat menjauh.

Di sisi lain aula, Jacob berdiri dengan tangan terkepal erat di balik punggungnya.

Tatapannya tertuju lurus pada Steven, atau lebih tepatnya, pada tangan pria itu yang melingkar posesif di pinggang putrinya. Rahangnya mengeras. Otot di pelipisnya berdenyut halus.

Berbeda jauh dengan Jacob, Evelyn justru tersenyum puas. Ia bahkan tidak berusaha menyembunyikannya.

"Kau lihat mereka?" ucap Evelyn tanpa menoleh sedikit pun. "Akhirnya, mereka terang-terangan menunjukkan hubungan mereka."

Jacob justru mendengus pelan.

Evelyn melanjutkan dengan nada santai, "Hah... kalau saja kita tidak mengancam membatalkan perjodohan dan membuat acara ini, mungkin sampai sekarang mereka masih pura-pura menjaga jarak."

Jacob menggeram tertahan. "Pria brengsek!"

Evelyn mengernyit dan menoleh tajam. "Apa kau bilang?"

Dalam sepersekian detik, ekspresi Jacob berubah total. Amarahnya lenyap, digantikan senyum canggung yang terlalu dipaksakan.

"Ti-tidak, sayang. Aku hanya bilang... mereka memang pasangan yang serasi. Ya, serasi sekali."

"Oh?" Evelyn menyipitkan mata sejenak, lalu kembali memandang Freya dan Steven yang terlihat tertawa bersama. "Baguslah kalau begitu."

Ia menghela napas pelan, namun sorot matanya berubah tegas. "Awas saja kalau kau berani macam-macam pada menantuku."

"Ti-tidak! Aku mana berani," jawab Jacob cepat.

Evelyn mengangguk puas. "Bagus. Setelah ini, sepertinya kita harus mendesak agar mereka cepat menikah."

"Menikah?!" pekik Jacob tanpa sadar, suaranya sedikit terlalu keras.

Beberapa tamu menoleh, membuatnya cepat-cepat menurunkan volume suaranya. "Kau ingin mereka segera menikah?"

Evelyn menatapnya curiga. "Kenapa? Kau tidak senang mereka menikah?"

"Te-tentu saja senang!" jawab Jacob tergesa. "Hanya saja... apa itu tidak terlalu cepat?"

"Lebih cepat lebih baik," sahut Evelyn tegas. "Kau tidak ingin perut Freya membesar dulu baru kita menikahkan mereka, kan?"

Jacob membeku. Bayangan itu jelas membuatnya semakin tegang. Lalu, Ia mengangguk pelan. "Ya, benar juga."

Evelyn merapikan gaunnya, kembali tersenyum elegan. "Ayo, kita sapa tamu lainnya."

"Baik," jawab Jacob. Namun, sebelum melangkah, ia kembali menoleh ke arah Freya.

Putrinya tertawa ringan di samping Steven dengan wajah yang terlihat begitu hidup dan bahagia.

Untuk sesaat, bibir Jacob melengkung tipis. Lalu, senyum itu memudar, digantikan tatapan berat yang penuh campuran perasaan antara marah, khawatir, dan tidak rela.

"Putriku," gumamnya lirih.

Di sudut ruangan, sepasang mata menatap Steven dan Freya dengan amarah yang tidak lagi mampu disembunyikan.

Dia adalah William.

Rahangnya mengeras. Tangannya terkepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Fakta bahwa Freya adalah putri tunggal keluarga Orlando menghantam harga dirinya lebih keras daripada apa pun malam itu.

Selama satu tahun menjalin hubungan, ia benar-benar percaya Freya hanyalah gadis biasa, yang tinggal di apartemen sederhana, yang mempunyai pikiran terlalu kolot tentang hubungan, dan selalu menjaga jarak.

Ia teringat bagaimana Freya menolak setiap kali ia mencoba melangkah lebih jauh. Bahkan, untuk sekadar ciuman, Freya selalu menghindar. Selain berpegangan tangan, tidak ada yang lebih.

'Aku ingin melakukannya setelah menikah,' begitu alasan yang selalu ia ucapkan.

Dan William, yang saat itu merasa dirinya dirugikan, menganggap Freya terlalu kaku dan naif.

Tapi sekarang?

Wanita itu justru berdiri di tengah pesta mewah, tersenyum, lalu dengan santai menerima kecupan dari pria lain. Di depan banyak orang, tanpa rasa malu.

Dan yang lebih membuat darahnya mendidih, pria itu adalah Steven.

Steven, yang selalu ia anggap saingan. Steven, yang menurutnya terlalu dingin untuk bisa dicintai siapa pun.

William tertawa kecil, namun tawa itu terdengar pahit.

"Jadi begitu," gumamnya lirih. "Kau menolak ku bukan karena prinsip. Tapi, karena memang bukan aku yang kau inginkan."

Tatapannya kembali mengunci pada Steven yang masih berdiri begitu percaya diri di samping Freya. Tangan pria itu seolah tidak pernah lepas dari pinggang wanita yang dulu menjadi miliknya.

Rasa cemburu, harga diri yang terluka, dan penyesalan bercampur menjadi satu.

Andai saja ia tahu sejak awal siapa Freya sebenarnya. Andai saja ia tahu bahwa wanita yang ia anggap biasa itu adalah pewaris tunggal kekayaan keluarga Orlando, mungkin ia tidak akan pernah berpaling.

Namun, sekarang semuanya terlambat. Freya tidak lagi menatapnya. Tidak lagi peduli.

"Freya, aku akan membuat perhitungan denganmu, " geram William. "Kau sudah membohongiku. Maka jangan salahkan aku, jika aku melakukan berbagai cara untuk mendapatkan mu," seringainya.

1
yumna
steve ayo lawan merka smeua
+62 boker
happy fasting kaka gemoy❤️
🏫⃟Sᵐᵖpocing😹
marhaban ya ramadhan ka thor🙏
🇦 🇵 🇷 🇾👎
penasaran jg
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
np korupsi kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
lp kn boy... skrg freya🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mokondo anjg.. ud lakor.. licik hdp pulak kau babi.... kpn mt ny mrk
🇦 🇵 🇷 🇾👎: ya lh kk🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kasian
🇦 🇵 🇷 🇾👎: bnr... jgn biar kn mokondo tu dkt" ayag beibh😡
total 2 replies
yumna
eh jngan sMpe tuh william macam"
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Biar aja dia macem-macem, siapa tahu, Stepen yang untung 😆
total 1 replies
yumna
miko mata"dadynya evelin kah....?
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hohoho/Applaud//Applaud/
total 1 replies
ana
lanjut thor.bagus
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak 💜
total 1 replies
yumna
jangan sampe yaaa denis rena william ngingau d tempat acra 🤣🤣🤣🤣ngaku freya pacrnya
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Wah, bahaya inih😆
total 1 replies
yumna
jangan berantem xan ber2 yaaa🤭🤭🤭
indriyanii
wah salah paham STEV..tpi itu kan kata Miko..apa Miko kerja sama dengan di rena ya
yumna
miko mta"untk siapa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next... miko o miko.... jgn"😡
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Jangan-jangan, apa? /Chuckle/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
miko aq crg jg sm dy
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Miko anak baik😆
total 1 replies
shabiru Al
lhooo miko... ? dia memberi laporan sama siapa ya... jadi miko itu pengkhianat juga apa gimana...
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Tidak mungkin /Scream/
total 1 replies
yumna
surh tlfn rena yg jd mata"nya 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!