"Mbak, aku mau beli mainan, boleeeh?"
Seorang pria dewasa yang ditemukannya terbangun dan tiba-tiba merengek sepeti seorang anak kecil. Luaticia atau Lulu sungguh bingung dibuatnya.
Selama sebulan merawat pria itu, akhirnya dia mendapat informasi bahwa sebuah keluarga mencari keberadaan putra mereka yang ciri-ciri nya sama persis dengan pria yang dia temukan.
"Ngaak mau, aku nggak mau di sini. Aku mau pulang sama Mbak aja!" pekik pria itu lantang sambil menggenggam erat baju Lulu.
"Nak, maafkan kami. Tapi Nak, kami mohon, jadilah pengasuhnya."
Jeeeeng
Sampai kapan Lulu akan mengasuh tuan muda tersebut?
Akankah sang Tuan Muda segera kembali normal dan apa misteri dibalik hilang ingatan sang Tuan Muda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Plan 35
Klaak
"Sayang!"
Dhea masuk ke dalam ruangan dan langsung memeluk sang putra. Rasanya sungguh luar biasa sekarang ini karena akhirnya Ditrian sudah kembali sepenuhnya.
Ditrian pun membalas pelukan Dhea dengan erat juga.
"Maaf Ma, maaf udah buat Mama khawatir,"ucap Ditrian dengan perasaan yang tidak bisa dia ungkapkan. Pun saat Drake ikut memeluk mereka. Ditrian sangat senang bisa melihat wajah kedua orang tuanya dengan ingatan yang sudah pulih meski belum semuanya.
"Jadi rencana yang disebutkan Dokter Dika itu semua dari pemikiranmu?" tanya Drake memastikan lagi cerita Dokter Dika.
"Iya Pa, aku inget sebelum kehilangan ingatan. Kepalaku dipukul dari belakang. Kalau tidak salah itu pas pulang kerja. Tapi aku nggak tahu siapa yang mukul. Ini adalah indikasi penyerangan bahkan pembunuhan berencana. Dan ini yang harus kita cari tahu. Rencana ilang ingatan yang akan kita sampaikan ke publik, bisa mengecoh pelaku. Dan jangan beritahu Luaticia soal ingatanku yang kembali untuk sementara waktu. Karena aku masih membutuhkan perannya,"ucap Ditrian panjang lebar.
Dhea mengerutkan alisnya mendengar ucapan Ditrian yang terakhir tentang Luaticia.
"Kenapa nggak ngasih tahu aja. Kan dia juga bisa bantu?"ucap Dhea.
"Nggak bisa, Ma. Dia udah berkali-kali bilang, bakalan balik ke kampung kalau aku udah inget lagi. Jadi aku nggak mau ambil resiko itu. Aku butuh dia banget. Bukankah untuk mengelabui musuh yang baik adalah mengelabui rekan lebih dulu?" sahut Ditrian.
Ditrian bicara demikian karena yakin bahwa Luaticia pasti akan kembali ke rumahnya jika dirinya mengatakan sudah sembuh sepenuhnya. Dan Ditrian tidak ingin itu.
Jika Luaticia kembali ke rumahnya, dia akan kembali sibuk berjualan. Dan Ditrian tahu bahwa itu melelahkan. Bukan hanya itu, Luaticia juga pasti akan kesulitan menjaga kesehatan Nek Asih.
Saat ini Nek Asih membutuhkan perawatan khusus untuk kesehatannya. Tak hanya itu, Nek Asih juga harus mengonsumsi makanan yang memiliki kualitas dan gizi yang bagus dimana akan sulit bagi Luaticia memberikannya jika kembali ke kampung.
Ternyata demikianlah cara berpikir Ditrian tentang Luaticia dan Nek Asih. Mereka berdua adalah orang yang telah menyelamatkannya, maka dari itu Ditrian pun ingin melakukan yang terbaik sebisa dirinya untuk membalas kebaikan dua orang tersebut.
"Oke kalau itu yang kamu mau. Tapi jangan lama-lama. Orang nggak akan suka jika terus dibohongi," ucap Dhea.
"Benar, dia tulus dengan kesembuhan mu. Jadi jangan membuat ketulusan itu berubah menjadi sebuah rasa kecewa,"imbuh Drake.
Ditrian paham dengan apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya. Dia juga tidak berencana menyembunyikan ini terlalu lama dari Luaticia. Tapi untuk sekarang biarlah demikian.
Sedangkan Luaticia sendiri, saat ini diantarkan pulang oleh Vindra dengan menggunakan mobil Drake. Mobilnya berada di perusahaan karena tadi pergi ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan.
"Lu, emangnya kamu mau kembali ke kampung ya kalau Ditrian sudah kembali mendapatkan ingatannya?" tanya Vindra saat mereka sudah sampai rumah. Vindra mendengar hal tersebut dari Ditrian. Ia juga ingat bahwa ingatan Ditrian yang sudah kembali itu untuk dirahasiakan kepada semua orang termasuk Luaticia.
"Iya, aku harus kembali ke kampung, Kak. Aku harus kembali ke sana karena di sana adalah rumah ku dan nenek. Kenangan ku tentang kedua orang tua ku ada di sana semuanya. Jadi kalau Didit udah jadi Ditrian aku akan pulang. Kan nggak ada lagi yang aku bisa kerjakan di sini. Aku ikut kemari karena Ditrian,"jawab Luaticia dengan sangat pasti. Memang demikian yang dia pikirkan dan inginkan setelah Ditrian sembuh.
"Kamu nggak pengen di sini aja gitu, Lu. Misal nih, kerja di perusahaan. Ditrian pasti bakalan ngasih kamu posisi yang bagus di perusahaan,"ujar Vindra. Dia jadi penasaran dengan ucapan Ditrian yang berkata Luaticia ingin pulang ke kampung sehingga meminta untuk menyembunyikan fakta.
"Nggak, kak. Aku ini cuma lulusan SMA. Mau jadi apa aku di perusahaan. Lagian juga aku nggak mungkin nerima posisi bagus itu. Untuk apa coba, aku pasti nggak bisa ngejalaninnya. Dan aku juga nggak mau dibilang aji mumpung,"balas Luaticia dengan senyuman yang lebar.
Haaah
Vindra membuang nafasnya kasar. Gadis ini benar-benar gadis yang baik. Jika wanita lain, pasti dia akan memanfaatkan situasi seperti ini. Apalagi melihat seorang Ditrian. Pria tampan, mapan dan juga menawan. Mereka pasti akan berlomba untuk berada di sisi Ditrian.
Tapi Luaticia tidak demikian. Dia tidak berpikir untuk mengambil kesempatan barang secuil pun. Dia malah ingin buru-buru pergi dari sini jika semuanya sudah kembali pada semestinya.
"Cewek begini nih yang pantes buat jadi tante gue. Jangan model kayak Reneta atau si itu. Reneta baik sih, tapi nggak tahu aja, gue kagak demen bener dah sama tuh cewek. Terus si itu, hih lebih parah lagi,"ucap Vindra dalam hati.
Untuk saat ini dia akan mengikuti rencana Ditrian. Bahkan rencana ini juga tidak akan diberitahukan kepada kedua orang tuanya.
Ditrian berpesan bahwa ingatannya yang sudah mulai kembali masih harus dirahasiakan dari Virya dan Vikram. Bagi Vindra itu tidak jadi soal. Karena dia sendiri juga jarang di rumah sekarang. Saat ini Vindra lebih banyak berada di kediaman opa dan omanya ketimbang rumahnya sendiri.
"Ya udah Lu, kalau gitu masuk lah dulu. Besok kita nggak akan ke perusahaan karena Ditrian sakit. Tapi dia nggak yang sakit parah, kamu nggak perlu khawatir. Kamu denger sendiri kan dari dokter kalau dia cuma kelelahan. Jadi istirahatlah, aku balik dulu ke rumah sakit,"ucap Vindra.
Luaticia menganggukkan kepala. Dia juga segera turun dari mobil lalu masuk ke rumah.
Bruuum
Mobil yang dikemudikan oleh Vindra kembali melaju, meninggalkan kediaman untuk kembali ke rumah sakit.
"Dit cepet sembuh ya, Dit,"ucap Luaticia lirih. Meski Vindra berkata bahwa dia tidak perlu khawatir, tapi tetap saja Luaticia kepikiran dengan Ditrian. Mengingat bagaimana Ditrian pingsan tadi saja cukup membuatnya takut.
TBC
mual aku dgn ucapan manis Steven ke Daria 🤢