NovelToon NovelToon
Menikahi Sistem Ajaib

Menikahi Sistem Ajaib

Status: tamat
Genre:Mafia / Time Travel / Sistem / Tamat
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Caramel Willem, cucu mafia terbesar di dunia mengalami transmigrasi ke dalam buku novel.

Ding!

"Selamat datang di dunia paralel, saya sistem 014 akan menemani perjalanan anda."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberontak

Erlangga dan Kevin saling merangkul dan berjalan menuju apotek untuk membeli P3K. Mereka mengobati luka masing-masing di kursi depan apotek, sambil membalut luka Kevin bercerita tentang apa yang dia jalani selama ini.

"Sejak kecil gue ga deket sama bokap, gue cuma sering liat nyokap gue di pukuli setiap bokap gue marah atau kesal. Saat itu gue cuma diem aja karena ga ngerti, tapi sejak gue umur 10 tahun bokap gue mulai menekan gue untuk dapet nilai sempurna di sekolah. Gue harus ikut les setelah pulang sekolah, dan di rumah gue harus belajar lagi di bawah pengawasan dia. Gue cuma boleh tidur empat jam, waktu SD gue ikut ekstrakurikuler karate dan gue menemukan kebahagiaan di sana. Tapi bokap gue ga suka, dia bilang bela diri itu cuma buang-buang waktu dan ngga berguna. Tapi gue selalu diem-diem latihan, gue curi-curi waktu bahkan rela cuma tidur satu jam demi bisa karate." Ucap Kevin, mulai bercerita.

"Kenapa lo ngga berontak?." Tanya Erlangga, dia terkejut dengan kehidupan gila yang Kevin jalani.

"Ngga bisa. Jangan kan berontak, kalo gue gagal dapet nilai sempurna aja bokap gue pasti langsung pukulin nyokap gue. Gue ngga pernah di lukai secara fisik, tapi mental gue di hajar habis-habisan." Jawab Kevin.

Erlangga membisu, meskipun dia tumbuh tampa peran orangtua. Tapi kini dia mengerti, membayangkan Arga memukuli Caramel jika dia melakukan kesalahan. Tentu saja itu membuat marah, tapi dia tidak bisa apa-apa karena tidak memiliki kekuatan apa-apa. Yang bisa di lakukan hanya bersabar, sambil menunggu waktu yang tepat untuk membalas semuanya. Erlangga sangat mengerti perasaan Kevin saat ini, tidak berdaya.

"Terus, apa yang mau lo lakuin sekarang. Sejak tadi ada panggilan masuk, itu pasti bokap lo yang udah kebakaran jenggot sekarang karena lo kabur." Ucap Erlangga, dia jadi ikut pusing.

"Gue gapapa, makasih berkat lo gue bisa keluar dari kegelapan itu. Sekarang gue bisa berpikir jernih." Ucap Kevin.

"Lo ngga lagi ngerencanain hal aneh kan?." Erlangga menatap horor.

"Ngga kok." Kevin tersenyum misterius.

Setelah bicara panjang lebar, Kevin akhirnya pulang jam 03.00 pagi. Erlangga juga berniat pulang, tapi saat sampai di parkiran motor sudah ada Arga dan Caramel yang berdiri menunggu di sana.

"Eh.. Papa, Mama?." Kaget Erlangga, dia berpikir akan di marahi karena tidak tau waktu.

"Kita khawatir kamu belum pulang padahal udah tengah malam. Makanya kita nyusul, selamat ya udah dapet teman pertama." Ucap Caramel menggoda.

"K-kalian liat? aakkhhhhhh." Erlangga merasa malu setengah mati.

"Pftttt.. kerja bagus. Papa bangga dengan keputusan mu." Arga mengelus kepala Erlangga.

Erlangga tersenyum malu-malu, dia menggosok hidungnya salting. Caramel dan Arga tersenyum penuh apresiasi, meskipun nantinya Erlangga akan memiliki watak antagonis tapi dia tetap memiliki rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap temannya.

Mereka semua pulang kerumah, karena besok hari minggu jadi Erlangga bisa tidur seharian. Berbeda dengan Kevin yang begitu sampai rumah sudah di hadang oleh Ayahnya.

"Kau sudah berani kabur dan memberontak? apa kau tau betapa penting nya waktu?! Kau pergi berjam-jam padahal jika di gunakan untuk belajar kau pasti sudah bisa menyelesaikan satu paket soal." Ucap Ayah Kevin.

"Aku tidak akan belajar lagi, Ayah." Jawab Kevin.

PLAAKKK

"BICARA APA KAU KEVIN. AYAH SUDAH MENGATAKAN JIKA KAU HARUS SEMPURNA, KAU HARUS JADI DOKTER." Bentak sang Ayah dengan keras.

"Aku ingin hidup seperti manusia lain, aku hanya ingin belajar dengan wajar dan tidur dengan cukup. Tidak bisa kah Ayah mengerti perasaan ku sekali saja?." Kevin mengepalkan tangannya erat-erat.

"Mengerti perasaan?!! Ini pertama kalinya Ayah mengangkat tangan padamu Kevin. Kau pasti memberontak karena berteman dengan berandalan, mulai sekarang jangan bermimpi kau bisa bermain dengan mereka. Ayah akan mengeluarkan mu dari sekolah dan homeschooling." Ucap Ayah Kevin, berbalik masuk ke rumah.

Kevin hanya bisa menahan amarahnya sekuat tenaga, tapi apa yang dirinya takut kan benar-benar terjadi. Ayahnya menggila dan memukuli Ibunya dengan keji, Kevin berusaha tutup telinga tapi darahnya sudah mendidih dan segala macam rasa sakit sudah menumpuk dalam dirinya.

Seketika otak Kevin merasa kosong dan dia tidak ingat apa-apa lagi. Dia hanya bisa mengingat dia memegang palu yang penuh darah dan Ibu nya yang berteriak memintanya berhenti.

Pukul 14.00 siang, Arga membangunkan Erlangga yang masih tertidur pulas. Wajah Arga terlihat serius, sepertinya dia membawa kabar buruk.

"Erlan, bangun ada pesan dari Kevin." Ucap Arga, menggoyang bahu Erlangga.

"Eugh... pesan apa?." Erlangga bangun, dia mengucek matanya yang masih mengantuk.

"Kevin di tangkap polisi." Ucap Arga.

Deg.

"APA?!!." Kaget Erlangga langsung duduk tegak.

"Setelah pulang bertemu denganmu, mungkin Kevin terlibat cekcok dengan Ayahnya. Dia melukai Ayahnya sampai kritis, dan polisi menangkapnya atas tuduhan penganiayaan dan tindak kriminal. Dari keterangan polisi yang melaporkan adalah Ibu Kevin, karena saat polisi datang Kevin masih terus menghajar Ayahnya dengan palu." Ucap Arga.

Erlangga langsung terdiam, dia langsung merasa bersalah dan berpikir Kevin menjadi seperti ini karena nya. Andai saja dia tidak meminta bertemu, andai saja dia tidak memberikan dorongan, dan bermacam-macam andai yang terpikirkan oleh Erlangga yang menyalahkan dirinya.

"Papa.. apa.. apa ini gara-gara aku?." Erlangga merasa bersalah.

"Tidak, dia melakukan itu atas kemauan nya sendiri." Ujar Arga.

"Lalu bagaimana sekarang?." Malah Erlangga yang takut.

"Kevin masih di bawah umur, jadi hanya akan di tahan di lapas remaja sekitar 6 bulan atau lebih. Keputusan sidang belum keluar, intinya saat ini berita nya sudah tersebar luas." Ucap Arga.

"Apa boleh aku menjenguk?." Lirih Erlangga.

"Tentu, Mama dan Papa akan menemani mu." Ucap Arga tersenyum.

"Terimakasih, Pa." Erlangga tersenyum tipis, meskipun rasa bersalah masih menyeruak dalam dirinya.

Sore ini Erlangga di temani Arga dan Caramel sudah berada di lapas remaja. Mereka datang untuk menjenguk Kevin, hanya satu orang yang boleh masuk dengan waktu 15 menit saja.

Erlangga di bimbing ke sebuah ruangan dengan dinding kaca, lalu dari balik dinding kaca terlihat Kevin datang bersama polisi dengan baju tahanan. Erlangga menatap itu dengan sedih, padahal tadi pagi mereka masih bertemu dan tertawa tapi sekarang jadi seperti ini.

"Lo dateng lebih cepet dari dugaan." Ucap Kevin, memulai obrolan dia terlihat biasa saja.

"Sorry__

"Udah gue tebak lo bakal begini. Ngga usah mikir gue jadi trauma karena masalah ini, justru gue ngerasa lega dan puas. Bokap gue udah cacat dan lumpuh permanen, dia ga akan punya tenaga buat selingkuh atau pukulin nyokap gue lagi. Gue menang, jadi jangan natap kasihan ke gue brengsek." Ucap Kevin.

"Tapi lo di penjara." Kesal Erlangga.

"Ya terus? gue juga ngga akan seumur hidup disini. Gue udah muak belajar, jadi gue bakal bersantai di sini atau mungkin bisa mengasah karate gue." Ucap Kevin penuh arti.

"Terserah, asal lo jujur." Ucap Erlangga.

"Justru gue merasa bebas sekarang." Jawab Kevin, dia terlihat senang.

"Oke gue ikut seneng kalo emang lo ngga trauma di sana. Gue bakal jengukin lo kalo ada waktu, orangtua gue juga udah bawain keperluan lo selama ini sini. Gue harap lo ngga akan mati konyol di sana." Ucap Erlangga bangkit berdiri, waktu bicara sudah habis.

"Thanks." Kevin tersenyum.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
zhuyan 🙊🙊
lanjut season 2
Mellisa Gottardo: udah di buku baru, gas baca
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
semangat erlan
Mellisa Gottardo: 🤟🏻🤟🏻🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
gas sesi 2 thor
Mellisa Gottardo: udah up, gas mampir di buku baru
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hahahah emang keluarga gila
Mellisa Gottardo: hahahha
total 1 replies
Evi Marena
wkwkwkwwkwk mereke emang keluarga gila super,yohan😂
Mellisa Gottardo: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Evi Marena
kirain othorrrr Budiman GK bakal up lagi....thanks thorrr sudah lanjut up😘😘 lanjut y thorrr....moga othornya sehat selalu😘
Mellisa Gottardo: haiiii makasih yaaaa🥰
total 1 replies
vianty
terima kasih KK sdh up LG...
Mellisa Gottardo: hehehe makasih udah sty🥹
total 1 replies
falea sezi
lanjutt
falea sezi
bner q punya anak cowok SMP umur 14 tahun neehh gengsi. nya setinggi langit/Drowsy/
falea sezi
q kira mirip YOLA sky gk sih hehehehe
Ridwani
👍👍👍👍
aria
lanjut
Evi Marena
hmmmm berarti masih banyak kejutan kedepannya ya thorrr...ok lanjut thorrr😘
vianty
sukses selalu kk
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
prihatin sih kalo gini, kirain ibu nya belain gak tau nya malah laporin ke polisi
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dikira anak nya robot kali ya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
terkadang apa yang kita lihat di luar belum tentu sesuai dengan kenyataan
zhuyan 🙊🙊
loh jadi ibunya yg laporin kevin
aneh ga sih 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!