Warning 21+
Bijaklah dalam membaca!
Clarissa Louise (biasa di panggil Rissa)harus menerima kenyataan pahit. Di usianya yang masih belia orang tuanya meninggal dalam kecelakanan tunggal. Sejak itu ia pun dititipkan pada kakeknya yang bekerja di sebuah mansion megah. Kediaman milik seorang pengusaha kaya raya yang berhati dingin dan juga misterius. Namun diam-diam Rissa jatuh cinta pada pria itu.
Kini setelah lima tahun berlalu, kakeknya pun sakit hingga mengharuskan Rissa mencari biaya untuknya. Kemudian seseorang datang untuk menawarkan perjanjian pernikahan pada Rissa. Seorang pria yang sebenarnya menyimpan dendam yang dalam pada gadis itu. Apa yang akan terjadi dengan Rissa selanjutnya?
Penasaran dengan kisah Rissa? lanjut aja yuk! Author usahakan update setiap hari ya.
Happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Fitting gaun pengantin
Hamparan daun berjatuhan dari pepohonan disaat musim gugur terlihat begitu indah... dan di mansion pagi ini suasana terasa begitu hangat bagi keduanya... mereka berdua bercanda dengan saling menggoda...
Rissa mengantarkan Daniel di depan mansion, gadis itu berdiri berhadapan dengan pria yang akan menjadi suaminya beberapa hari lagi.
"Pilihlah gaun yang sangat cantik untukmu," ucap Daniel.
"Jangan khawatir aku akan memilih gaun yang paling cantik dan mahal," jawab Rissa lalu tersenyum.
"Belilah apapun yang kamu suka... tetapi ingat jangan terlalu lelah... karena nanti aku akan membuatmu lelah..." ucap Daniel menggoda Rissa.
Glek...
Rissa menelan salivannya... gadis itu merasa sedikit takut dengan ucapan Daniel, tetapi sesaat kemudian Rissa tersenyum.
Rissa berkata, "Aku akan selalu siap melayanimu sayang..."
Gadis polos itu sekarang sudah mulai mengimbangi Daniel, Rissa berharap jika semua yang dilakukannya akan membuat Daniel berbaik hati padanya.
Aku akan mengikuti kemauanmu... apapun itu... batin Rissa.
"Oh, semakin hari kamu semakin nakal saja..." ucap Daniel sembari mencubit ujung hidung Rissa.
"Hah, aku jadi malu..." ucap Rissa pelan.
Wajah Rissa terlihat merona karena perbuatannya sendiri yang menggoda Daniel.
"Aku akan sangat merindukanmu..." ucap Daniel.
"Aku juga akan merindukanmu, cepatlah kembali," ucap Rissa.
Daniel lalu memeluk gadis itu entah kenapa belum saja ia pergi, tetapi rasanya pria itu sudah sangat merindukan Rissa.
"Baiklah aku pergi dulu, ingat jika terjadi sesuatu cepat kamu hubungi aku!" ucap Daniel mengingatkan Rissa.
Lalu Daniel melepaskan pelukkannya, hari ini pria itu sudah berkali-kali memeluk tubuh Rissa. Ada rasa tidak ingin jauh dari gadis yang sekarang membuatnya bingung dengan perasaannya sendiri, tetapi ia harus pergi ke suatu tempat dan mencari suatu kebenaran dari masa lalu.
"Dan kamu berhati-hatilah selalu dijalan..." ucap Rissa sembari menatap Daniel.
Kemudian Daniel mencium kening dan menggenggam erat tangan Rissa, sebelum pergi meninggalkan mansion dengan mobil Range Rover Sport berwarna hitam miliknya.
****
Butik yang terlihat Glamour dan mencolok berdiri dengan kokoh ditengah kota yang mempunyai 10 lantai, mungkin lebih tepatnya disebut Departemen Store daripada sebuah butik.
Dan butik itu berdiri di antara gedung-gedung mewah yang lainnya... Rissa tiba disana setelah dijemput oleh beberapa orang suruhan Daniel di mansion.
"Selamat datang," ucap seorang pria yang terlihat lemah gemulai lalu menyambut dan berjalan mendatangi Rissa.
Pria itu adalah seorang desainer yang ditugaskan Daniel untuk merancang gaun pengantin untuk Rissa dan dirinya.
"Terima kasih sudah menyambutku," jawab Rissa.
"Perkenalkan nama saya Alby, saya yang akan melayani Anda hari ini," ucapnya sopan lalu mencium punggung tangan Rissa sambil membungkuk layaknya seorang pangeran.
"Clarissa Louise," ucap Rissa sopan memperkenalkan dirinya.
"Tuan Daniel sudah menceritakan tentang Anda dan beliau berpesan supaya anda merasa nyaman di butik yang sederhana ini," ucap Alby lalu mengajak Rissa langsung ke lantai 10.
Hahh... apanya yang sederhana semua orang pun tahu jika ini adalah butik mewah khusus orang-orang kaya saja, batin Rissa.
Rissa mengedarkan pandangan ke semua tempat lalu berjalan mengikuti Alby yang dengan senang hati mengajaknya berkeliling.
Setelah cukup puas memperlihatkan semua karyanya kemudian Alby membawa Rissa ke ruang VIP, sebuah ruang khusus untuk Rissa yang dipesan Daniel agar gadis itu merasa nyaman mencoba gaunnya.
Ruang VIP terlihat begitu Glamour seperti simbol logo yang terpampang di depan butik itu. Alby mempersilahkan Rissa duduk di sofa yang terlihat empuk dan nyaman, sofa itu menghadap ke sebuah panggung kecil tempat untuk mencoba gaun pengantin dengan dikelilingi beberapa cermin yang besar.
"Silahkan duduk My Dear... buat lah dirimu senyaman mungkin di tempatku yang biasa ini," ucap Alby merendah.
"Terima kasih," jawab Rissa lalu duduk di sofa berwarna Gold yang tampak mewah.
"Aku akan memberikan gaun yang paling indah untukmu, tetapi ceritakan sedikit bagaimana kau bisa menjerat pria dingin itu?" tanya Alby lalu tiba-tiba duduk disamping Rissa.
Rissa terdiam dengan pertanyaan Alby, ia sendiri masih bingung dan tidak bisa menjelaskannya secara gamblang bagaimana hal itu sebenarnya bisa terjadi.
Bagaimana aku menjelaskan pada semua orang... yang sebenarnya pernikahan ini hanyalah sebuah perjanjian antara aku dan Daniel, batin Rissa.
"Silahkan diminum, Nona..." ucap seorang pelayan butik.
Tiba-tiba seorang pelayan memberikan segelas Orange Jus untuk Rissa.
"Terima kasih... aku memang sedikit haus," ucap Rissa kemudian langsung meminum Orange Jus pemberian seorang pelayan butik.
"Apa kau sedang hamil?" tanya Alby penasaran lalu menatap Rissa dan kemudian memandang lama pada perut rata gadis itu.
"Uhuk... uhuk..." Rissa tersedak.
Rissa merasa sulit sekali menenggak jus yang di minumnya tadi, gadis itu terkejut dengan beberapa pertanyaan Alby yang terdengar sedikit tidak sopan menurutnya. Namun pria gemulai itu begitu penasaran dengan kisah cinta Daniel yang begitu menarik sebab Daniel selalu terlihat dingin dengan semua wanita.
"Apa kau menjebaknya? tetapi pria dingin itu tidak mungkin dengan mudah bisa di jebak! Oh, cepat ceritakan... ini membuat ku sangat penasaran!!! teriak Alby.
"Kami hanya saling menyukai," jawab Rissa pelan.
"Benarkah?" tanya Alby begitu antusias dengan apa yang didengarnya.
"Sungguh kami saling menyukai," ucap Rissa meyakinkan pria gemulai itu dan kemudian meletakkan gelas yang masih berisi penuh Orange Jus.
Sepertinya Alby tidak percaya dengan alasan Rissa, tampak Alby memikirkan sesuatu.
"Apa kau tahu... dulu aku sempat berpikir jika Daniel itu seorang pecinta sesama jenis seperti aku... Hahaha..." ucap Alby bercanda sambil tertawa.
Rissa terdiam sesaat mendengar pria gemulai itu berbicara menjelekkan Daniel, gadis itu tidak bisa membayangkan jika Daniel sampai mendengarnya.
Kau tidak tahu seperti apa Daniel sebenarnya... pria dingin itu lebih menakutkan dari apapun... jika saja Daniel mendengar seseorang menghinanya aku sangat yakin orang itu tidak akan selamat darinya, batin Rissa.
"Apa aku bisa mencoba gaunnya sekarang?" tanya Rissa pada Alby.
"Baiklah sayang aku akan memperlihatkan beberapa gaun yang sangat cocok dengan tubuh indahmu," jawab Alby.
Pria itu lalu memanggil beberapa pelayan untuk membantu Rissa mencoba gaunnya.
Rissa pergi ke ruang ganti dan mencoba beberapa potong gaun yang terlihat menawan... dan beberapa pelayan langsung membantu Rissa memakai gaun putih pilihannya.
Rissa memandangi dirinya di cermin, terlihat gaun putih yang sangat cantik menempel indah di lekuk tubuhnya.
Seandainya pernikahan ini adalah karena cinta aku pasti akan sangat bahagia, tetapi pernikahan ini hanyalah sandiwara belaka...
Rissa merasa sedih... air matapun mulai jatuh membasahi pipinya, gadis itu merasa sangat berdosa karena telah berbohong pada semua orang terlebih lagi pada kakeknya.
Bersambung.
Halo, tetap baca terus kelanjutannya ya.
Jangan lupa vote, comment and likenya.
Love u gaes😘😘
Miss Dara.
aqu kasih Like 11 x
apa Rissa dan anak ny ada yg melindungi dan menjaga dan menyayangi mereka ?
jujur author aku pengen mereka bahagia . seperti ny cukup Rissa bersusah hati dalam cinta ny. biarkan Rissa bahagia dgn anak ny dan ada seseorang yg mencintai dan saling mencintai walau pun itu bukan Daniel
ditunggu kelanjutannya thor..
bikin nangis anj😭😭
udah gitu ngegantung plis la author kasi s 2😭