Syakira sabira dijodohkan untuk menikah dengan seorang lelaki bernama Husain Ghani oleh ibunya. Sebab persahabatan kedua orangtuanya yang akrab syakira menerimanya. Sementara Husain Ghani tidak suka pada syakira. Namun keduanya tetap dipaksa menikah demi mempererat persahabatan kedua orangtuanya juga sebagai balas budi ayah husain pada keluarga syakira.
-------
"syakira kamu ga boleh bobok di sini, pokoknya kamu bobok di bawah titik tanpa koma. kamu harus nurut",ucap husain sinis.
"kamu aja yang dibawah aku kan cewek masak dibawah huh",kesal syakira.
"okee."
Akankah pernikahan mereka harmonis ataukah mereka tidak tahan pada kelakuan satu sama lain? kepoin yukk ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pangesticass, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
"Syaki assalamualaikum"
"Waalaikumsalam mas"
"ki.."
"Hemm"
"Tadi mas liat hanum di masjid dia ikut sholat jamaah-"
"sholat Jamaah?"
"Iya, katanya sekarang dia mualaf dan mengaji di pondok pesantren kebetulan tadi dia habis dari pasar sama anak santri yang lain. Dan dia ikut jamaah di masjid dekat sini"
"Masya Alloh semoga islam sampai ajal menjemput ya mas"
"Amin"
"Ki.."
"Iya"
"Kalau mas nikahin hanum kamu ngijinin gak?",tanya husain dalam harap.
Syaki yang tengah memasak pun terdiam. Itulah yang ia takutkan selama ini. Takut jika husain memintanya untuk mengizinkannya menikahi hanum. Memang hanum nampak baik. Tapi syaki rasa ia tidak sanggup untuk memiliki madu. Atau mungkin sanggup tapi belum waktu nya. Syaki baru saja mengizinkan dirinya mencintai lawan jenis bahkan setelah nikah. Baru saja ia sendiri mengizinkan dirinya mencintai lawan jenis di usia yang sematang itu. Dan cinta yang ia dapatkan begitu sempurna di matanya hingga ia belum siap membaginya dengan siapapun. Apalagi kebiasaan Husain yang sering mengabaikan hasrat birahinya.
Belum sempatnya syaki menjawab pertanyaan husain yang berkutat di kepalanya. Ibu husain yang baru saja bangun tidur ikut nimbrung menyusul obrolan keduanya. Dengan baju piyama tidurnya bu yani menyapa syaki yang cantik itu.
"Pagi anak ku syaki"
"Pagi Buk", senyum tersirat di wajah syaki.
"Kamu lagi apa? Sudah sholat belum"
"Lagi masak dan syaki sudah sholat kok buk baru saja. "
"sip" Wajah bu yani beralih menatap husain.
"Tadi kamu bilang apa sama syaki? Mau poligami syaki sama hanum? Kamu yakin sama pernyataanmu barusan? Kamu sendiri saja sama syaki tidur gak seranjang. Mau sok sok an poligami. Ibu gak habis pikir ya sama kamu. Ibu sendiri selaku ibumu tidak mengijinkan kamu menikah lagi.", sembur bu yani tak terima.
"Lanjut masaknya ya sayang. Jangan di biarin poligami dia. Gak jelas.", sinis bu yani.
"Iya buk", manggut syaki.
"Nah pintar"
Husain pun terdiam merasa malu dengan ucapan ibunya sendiri. Ia hanya menunduk tidak ada balasan. Saat ibunya telah pergi untuk melaksanakan sholat subuh. Husain memeluk syaki dari belakang dan meminta maaf atas perlakuannya selama ini yang sering mengabaikan.
"Sayang maafin mas ya sering mengabaikanmu. Kamu maafin mas kan?", rayu husain.
"Iya gapapa. Jangan diulangi lagi ya"
"Tapi kalau sesekali mas tidur di sofa gapapa kan?"
"Ya sudahlah gapapa"
"Soalnya mas banyak pikiran sayang mas sering gak bisa tidur", jelas husain.
"Mikirin hanum ya?", curiga syaki.
"Iya. Dan kamu"
"Mas pengen kalian berdua. Emm maaf" Husain melepas pelukannya merasa bersalah. Ia beralih memegang bahu syaki untuk melihat syaki secara langsung. Husain ingin tahu apakah syaki cemburu apa tidak?!
"Kamu cemburu kah sayang?"
Syaki hanya mengangguk tanpa memberi jawaban pertanda ia benar benar kurang setuju dengan permintaan husain.
"Ya sudah mas gak maksa kamu kok. Mas minta maaf ya"
"Iya gapapa"
"Mas mau jalan jalan pagi dulu sebentar kamu lanjut masak lagi saja. Misi" Husain pamit sembari menundukkan kepalanya. Ia pun bergegas mengenakan sepasang sepatu ket untuk jogging.
Sedikit curiga terlintas di pikiran syaki. Ia curiga jika husain menemui hanum atau mungkin bukan menemui melainkan melewati pondok pesantren tempat hanum mengaji dan sekadar berharap hanum nampak di kedua matanya. Syaki curiga husain melakukan itu dan selalu mengharapkan hanum di belakangnya. Namun syaki enggan mencari tahu apa yang husain lakukan. Kalaupun benar demikian hatinya tentu sakit. Lagipula jika Alloh mengizinkannya tahu pasti walau ditutupi serapat apapun itu tetap terbuka. Tapi jika tidak diizinkan tahu meski hal itu terjadi syaki tetap tidak tahu. Syaki tidak mau menyalahi kehendak Alloh agar hatinya selalu diliputi ketenangan.
****
Benar saja sesuai dugaan syaki, husain berlari jogging melewati ponpes tempat hanum mengaji. Pondok pesantren itu nampak sepi. Dan begitu tenangnya. Entah apa yang tengah diperbuat anak santri di dalamnya husain pun tidak dapat menduga.
Begini ya vibesnya kalau anak sholeha, kondisi kediamannya tenang sepi tidak riuh. Bahkan tidak ada suara sedikitpun. Hanya tertinggal suara burung berkicau saja. Setenang ini Masya Alloh. Hanum mas jadi semakin nafsu buat halalin kamu. Maaf mas semenggebu gebu ini syaki. Ya Alloh hamba mencintainya, kedua wanita itu. beri hamba solusi ya Alloh. Aku pengen banget liat hanum dan nikahin hanum. Mana si hanum kok ga keluar keluar ya? Tapi kalau syaki tahu, aku juga gak mau syaki ninggalin aku", gumam husain.
Hanum sendiri yang ingin muroja'ah di halaman depan, ia menghentikan langkahnya saat dari balik dinding yang penuh ukiran bunga sebagai ventilasi itu tampak sosok husain yang tengah clingak clinguk di seberang gerbang seperti mencari seseorang. Hanum memutar badannya kembali ke dalam dalam hatinya, Husain nyariin siapa si. Masak nyariin aku. Sudah punya istri sen kamu jangan gitu Ya Alloh. Nanti dosa..
--------
Wahh cinta segitiga nihh..
jangan lupa like dan comment juga vote ya ;)