NovelToon NovelToon
Direktur, Cinta Pertamaku!

Direktur, Cinta Pertamaku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Diawali dengan kisah percintaan Anggita Nindya sejak duduk di bangku SMA, yang sangat amat menyukai kakak kelasnya yang bernama Rama. Cintanya tak terbalaskan dan terlupakan ketika Rama lulus sekolah. Rama adalah cinta pertama Gita.

Mereka di pertemukan lagi di perusahaan tempat Gita bekerja. Perusahaan itu adalah milik keluarga Rama. Hingga akhirnya, mereka pun bertemu lagi. Bagaimanakah kisah cinta mereka selanjutnya? Akankah cinta mereka bisa bersatu? Sedangkan, Rama telah memiliki tunangan. Namun, perasaan Gita pada Rama tak berubah sedikitpun.

Akankah cinta pertama itu bisa terwujud? Atau malah sebaliknya?

Staytune terus ya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejujuranku

"Gita, bagaimana? Kau akan menikah dengan Gilvan?" Tanya Ayah lagi

"Aku mau menikah dengannya." Ucap Gita sambil gemetar

HAH? Apa aku tak salah mengucapkan hal itu? Antara sadar dan tidak, mengapa aku malah berkata mau menikah dengannya? Mengapa setelah mengatakannya aku baru sadar. Siapa yang ingin mengatakan hal itu? -Gita dalam hati-

Bayi kecilku? Kau kah yang menginginkannya? Aku tak sadar mengucapkan hal itu, apa kau memang merasa Gilvan akan menjadi ayah yang baik untukmu? Aku tak sampai hati mengatakan mau menikah dengannya, akupun heran mengapa kata-kata itu bisa keluar dari mulutku.

"Gita, kau yakin?" Ibu mencoba menyanggah

"Git, kamu benar-benar mau menikah denganku?" Gilvan senang.

"Aku akan belajar mencintaimu!" Ucap Gita

"Baiklah, kalau itu mau kalian. Aku tak ingin kalian berdua-duaan tanpa status. Lebih cepat lebih baik, akan ku urus pernikahan kalian. Dan kau, Gilvan. Bawa keluargamu kesini, mari kita laksanakan pernikahan. Dengan satu syarat, kau tak boleh menyakiti hati anakku." Jelas Ayah Gita.

"Baik Om."

Ibunya Gita, merasa ada yang aneh dengan tingkah laku anaknya. Mungkinkah direktur itu menyakitinya lagi? Sehingga Gita pergi kesini dan menemukan lelaki ini. Sungguh, ini teka-teki yang sulit terpecahkan, mengingat Gita anak yang tertutup dan tak banyak bicara akhir-akhir ini.

Gilvan dan Gita pamit. Gita masih menunjukan kekesalannya pada Gilvan. Gita kesal, Gilvan memutuskan pendapatnya tanpa memberi tahu Gita terlebih dahulu. Kalau saja ia berunding dulu dengan Gita, mungkin kejadiannya tak akan seperti ini. Gita bisa mengulur waktu terlebih dahulu.

Gilvan menepikan motornya di kedai nasi goreng pinggir jalan. Ia lapar, sejak pagi ia belum makan. Gita terlihat masih saja cemberut, rasa kesalnya masih tertanam diwajah Gita.

"Kamu marah ya?" Gilvan menggoda Gita

"Menurutmu?" Gita mendelik kesal

"Maaf, kalau aku bicara sama kamu sebelumnya, kamu pasti takkan setuju. Aku cuma ingin menolong kamu. Usia kandungan mu baru sekitar dua atau tiga bulan kan? Orang tuamu takkan curiga kalau kamu menikah denganku sekarang. Kau takkan dicaci maki okeh siapapun, karena ada aku disini, sebagai ayahnya." Ucap Gilvan

DEGG. Hatiku berdebar mendengar dia berkata begitu. Apa dia memang benar-benar serius dengan ucapannya? Dia tak ingin aku ketahuan bahwa aku hamil diluar nikah, dia rela bertanggung jawab, padahal dia tak melakukan apa-apa padaku.

"Kamu harus tau, Van! Aku belum siap menikah. Kumohon kau mengertilah keinginanku." Gita menghela nafas

"Kau tak perlu memikirkan pernikahan yang sesungguhnya. Aku hanya ingin menjadi solusi diatas permasalahan mu, dan aku ingin kau ada di setiap hari-hariku, kau tak perlu berbuat layaknya seorang istri kalau kau memang belum siap." Gilvan tersenyum penuh arti.

Mengapa lelaki ini sangat pengertian? Mengapa disaat masa-masa sulit ku kau hadir dengan segala kebaikanmu? Jangan biarkan aku sampai jatuh cinta padamu. Aku takkan sanggup sakit hati untuk kedua kalinya. Dan aku akan sangar merasa bersalah pada Ayah dari bayiku ini.

"Memangnya kau tak akan marah padaku?" Gita malu

"Untuk apa aku marah padamu, kau wanita yang membuat hatiku hidup kembali." Gilvan tersenyum

"Kalau kita menikah kan berarti, kita ha.." Ucapan Gita terpotong oleh Gilvan

"Kau tidak harus, kau tak harus melakukannya. Cukup kau ada disisiku, lagipula kau sedang mengandung, kasihan calon bayi kita." Ucap Gilvan.

Gita sontak kaget mendengar ucapan "calon bayi kita", se-antusias itukah dia dengan pernikahan ini. Gita merasa Gilvan adalah laki-laki yang baik, mungkinkah ia pantas menggantikan Rama menjadi ayah dari bayi kecilnya itu?

"Tapi, aku tak mau pernikahan yang megah. Aku mau menikah dirumah saja. Hanya keluarga dan teman kita yang tahu." Pinta Gita

"Apapun yang kau minta, akan ku lakukan." Gilvan tersenyum pada Gita.

"Aku masih belum siap, Van!" Gita mengeluh lagi

"Tidak apa-apa. Aku mengerti. Usia kehamilanmu saat ini berapa bulan?" Gilvan bertanya

"Mungkin dua bulan, karena pada saat aku kesini baru hitungan minggu." Jelas Gita

"Orang tuamu tak akan tahu kalau kau hamil lebih dulu, akan ku pastikan itu." Ucap Gilvan

"Kenapa kau harus melakukan ini?" Tanya Gita

"Kau ingin tahu apa alasanku?" Ucap Gilvan lembut

"Tentu." Jawab Gita

"Karena aku mencintaimu, apapun yang terjadi padamu akan menjadi tanggung jawabku." Jawab Gilvan.

"Kau tak harus melakukan ini. Aku tak mau kau repot-repot mengurus hidupku!" Sanggah Gita.

"Aku tak repot, aku senang bisa menjadi solusi atas permasalahan mu. Hanya itu. Sekarang, bolehkah giliran ku bertanya padamu?" Gilvan menatap Gita

"Silahkan." Jawab Gita

"Aku minta maaf sebelumnya kalau lancang. Apa aku boleh tahu alasan kau bisa sampai hamil seperti ini? Maaf, aku hanya ingin tahu. Kalau kau tak berkenan, tak perlu menjawabnya" Gilvan sedikit gugup

"Tidak apa-apa. Sebentar lagi kau akan jadi suamiku, ada baiknya kau harus tahu segalanya tentangku." Ucap Gita

"Terimakasih, Git."

"Aku mencintai laki-laki hanya satu seumur hidupku. Lelaki yang membuatku semangat menjalani hidup. Ia tak tahu kalau aku mencintainya. Tetapi, cinta kita dipertemukan kembali saat aku bekerja di perusahaannya. Dia mulai menaruh perasaan padaku. Tahukah kau? Aku sangat bahagia perasaanku selama ini bisa terbalas. Tapi, ternyata dia sudah memiliki tunangan. Aku merasa seperti jadi wanita penghancur hubungan orang lain. Aku memilih mundur, tapi dia menahan ku. Ternyata, tunangannya menaruh dendam, dan dia menjebak lelaki itu dengan hal yang tak senonoh. Aku mengetahui hal itu, aku marah dan kecewa, ucapannya tak bisa dipercaya, katanya dia akan memperjuangkan ku, tapi malah di hotel bersama tunangannya. Aku sadar, aku yang mengganggu mereka, aku pula yang harus pergi dari kehidupan mereka. Tetapi, lelakiku tak menerimanya, ia seperti kesetanan, ia memaksaku berhubungan dengannya agar aku hamil, agar aku dan dia bisa bersatu. Tapi, aku sudah tak ingin. Tunangannya adalah ancaman bagiku, kukira aku tak hamil, ternyata setelah beberapa hari aku malah mengalami ngidam, aku pasrah akan ini. Tetapi, keputusanku untuk meninggalkannya sudah bulat, mau hamil ataupun tidak aku pasti pergi."

Perih hati Gita menceritakan kisahnya dengan Rama, terlalu banyak rintangan yang dilalui mereka, hingga akhirnya Gita menyerah. Gita tak sanggup lagi berada disisi Rama. Bukan karena tak cinta, tapi karena keadaan yang tak memungkinkan mereka untuk bersama.

"Sepertinya kau benar-benar mencintai dia. Aku yakin suatu saat cintamu dan dia bisa bersatu kembali." Ujar Gilvan

"Mana mungkin, aku kan akan menikah denganmu." jawab Gita

"Sepertinya dia juga sangat mencintaimu. Mengapa kau harus pergi? Harusnya kau kuatkan dirimu dan jangan menyerah. Apa dia tahu kau sedang hamil?" Tegas Gilvan

"Tidak, dia tidak tahu."

"Kalau dia tahu, dia pasti bahagia bisa memiliki anak darimu!" Ucap Gilvan sedikit ada rasa cemburu

"Aku akan menyembunyikannya sampai kapanpun. Dia tak akan pernah tahu mengenai kehamilanku." jawab Gita jujur

"Kau yakin? Kalau suatu saat nanti kau ingin kembali padanya, katakan saja padaku. Aku akan dengan senang hati melepas mu." Gilvan tersenyum

"Mengapa? Kau tidak sakit hati sedikitpun?" tanya Gita

"Melihat kau bahagia bersama orang yang kau sayangi adalah satu kebahagiaan pula untukku. Aku tak perlu raga dan hatimu, melihat orang yang kucintai bahagia adalah tujuan hidupku, meskipun aku tak bisa bersamanya lagi."Jawab Gilvan

"Kau memang lelaki yang baik hati, Van! Terimakasih kau telah mengerti diriku." Ujar Gita.

"Apakah suatu hari nanti kau bisa mencintai dan menyayangi diriku seperti kau menyayangi ayah dari bayi yang kau kandung ini? Aku ingin jawaban tulus darimu." Gilvan menunduk.

"......".

*Bersambung*

Hallo teman-teman..

Tetap setia sama Gita dan Rama yaaaaa..

Ini Visual dari masing-masing yaaa💋

Semoga kalian semua suka.. Kedepannya ceritanya bakal banyak bawang, jangan sampai lewatkan kelanjutannya ya.🤗🤗🤗 Semoga Gita akan dipertemukan dengan Rama lagi, apa lebih baik bahagia aja sama Gilvan? Pilih mana nih.. 😅

Sebenarnya, aku juga bingung buat idenya nanti kedepannya gimana, aku cari inspirasi dulu ya. Kalian tetap stay diceritaku ya💋 Mohon vote dan dukungannya juga buat cerita direktur, cinta pertamaku ini. Terimakasih.🤗💋

1
wah
Edvina Ariyanti
bagus Thor ceritanya
Edvina Ariyanti
bahagia banget liat Rama dan Gita salam kenal Thor aku dari Lumajang Jawa timur
Ani_iskandar0421👻
air sama minyak bisa bersatu koq, kalo di campur sabun cuci piring🤣🤣🤣🤣
Yanti Roha
lanjut ding thor suka males klo tersendat ginih tuh
Ik Merdekawati
mengsedih
Ik Merdekawati
ketika idealisme bertabrakan dgn kenyataan hidup. kuncinya harus kuat menghadapi kenyataan & segala resikonya.
Qilla
timpuk pake sofa biar bodoh sekalian ,,gregetan banget ama ni manusia apa kadal satu ini
Qilla
kakean drama
Qilla
jiahhh sok puitisss padahal pleketissss
Gaparkoh Mda
bisa ketawa sendiri
Ari_nurin
lah niat nya ke Malaysia apa sih
liburan apa cari Gita .. heran aku .. mau diam kok lama lama ga tahan juga ya
Ari_nurin
mungkin maksudnya diperlukan Gilvan ya.. kok pangkuan.. 🤔🤭
DenMasHerryGrp
vina jadikan pelacur saja..krn sudah dijamah am beruk andra
DenMasHerryGrp
author bodoh
DenMasHerryGrp
alurnyo cak itu trs
mama Al: getai mang gerunyam manja. Coa si Lok baco dak usah Baco.
total 1 replies
DenMasHerryGrp
author nya pekok...namabah ribet
DenMasHerryGrp
author gathel..ngapa pulak gita harus nikah...bodoh
Renjani Soraya
cewe ky gini ni yg ga tau diri, dy yg ninggalin dy yg ngarep di peduliin, huuhhhh gregeratn jadinya eik
Renjani Soraya
ko jdi giji si thor, rumit bgt, gregetan deh ceritanya di puter"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!