Maudy Nindya seorang gadis malang yang selalu mendapat perlakuan tak baik dari ibu tirinya dan juga saudara tiri nya, ayah Maudy menikahi seorang janda beranak 1 bernama Marni setelah kepergian ibu Maudy
penindasan dan penyiksaan yang Maudy alami bertambah ketika sang ayah meninggalkan nya untuk selama-lamanya
penderitaan Maudy berakhir setelah bertemu dengan seorang pria kaya raya yang tak lain adalah bos di tempat nya bekerja
mari ikuti ceritanya jangan lupa dukungan nya ya reader 🫰🏼🫰🏼🫰🏼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cincin kawin
Esok pagi di kediaman dewangga
" pagi mam, pap... " sapa Virza
" pagi nak, ayo sarapan dulu " kata mami
lalu Virza duduk bersama orang tua nya untuk sarapan pagi
tingtong ( bel rumah berbunyi)
Seorang ART keluar untuk membuka kn pintu lalu tak lama masuk lagi dengan menyerahkan paperbag kepada nyonya nya
" nyah... Ini ada paket " kata art nya
" oh iya makasih Bi " kata mami Selvi
mami Selvi membuka paper bag tersebut
" ini cincin kawin kalian Za, karena pernikahan nya ga jadi terpaksa mami simpan sampai kamu bertemu dengan pengganti Maudy " kata mami
Virza menatap cincin tersebut, cincin bermata berlian yang sangat cantik
" apa mami juga sudah cetak undangan? Dan sewa gedung? " tanya Virza
" tentu saja, semua persiapan pernikahan kamu dan Maudy sudah hampir selesai karena waktunya hanya tinggal satu bulan lagi " kata mami Selvi
" mam... Maudy itu wanita seperti apa? " tanya Virza
" Maudy baik, sopan, dan mami lihat dia sangat mencintai kamu, dan saat itu kamu juga begitu, Maudy memang bukan dari kalangan atas tapi dia tidak pernah memanfaatkan kekayaan kamu " kata mami Selvi
" dan asal kamu tau Za, dulu itu kamu sangat bucin sama Maudy, papi sering pergokin kamu mepet-mepet sama Maudy di kantor " kata papi tersenyum
Virza malu mendengar cerita kelakuan dirinya sendiri
" mami dan papi suka punya menantu seperti Maudy? " tanya Virza lagi
" mami dan papi sangat suka, mami rasa Maudy bisa jadi istri yang baik buat kamu, kebanyakan wanita di luar sana memanfaatkan kekayaan kekasihnya untuk berfoya-foya tapi Maudy sebaliknya " kata mami
" semua pilihan kembali lagi sama kamu, meskipun mami dan papi sangat setuju kamu menikahi Maudy, tapi kalau kamu nya ga mau, mami bisa apa? " ucap mami yang terlihat kecewa
" apa mami tau awal pertemuanku dengan Maudy? " tanya Virza
" Maudy salah satu staf di kantor kamu, dan kamu jatuh cinta sama dia karena sering bertemu di kantor kan, itu yang mami tau " kata mami
Virza terdiam
" berarti mami dan papi ga tau kalau aku sudah merenggut kesucian Maudy, dan Maudy ga memanfaatkan kesalahan ku untuk jadi senjata nya " batin Virza
" Maudy... Sepertinya kamu memang wanita yang baik " batin nya lagi
" mam, pi Virza udah selesai, pamit ke kantor dulu ya " kata Virza
" iya hati-hati di jalan ya nak " ucap mami
" pi... Mau bareng sekalian ga? " tanya Virza
" ga usah nanti papi di antar sopir saja " kata papi nya
" oke kalo gitu Virza jalan sekarang ya " ucap Virza lalu mencium tangan orang tua nya dan pergi
Tiba di kantor virza berpapasan dengan Maudy yang juga baru sampai
" pagi pak " sapa Maudy dengan senyum manis nya
" pagi " jawab Virza
Maudy berjalan menuju lift dengan Virza di belakangnya
di dalam lift mereka hanya berdua, Maudy meraih tangan Virza dan mendekat ke arah Virza hingga tak ada jarak di antara mereka lalu mencium Virza
Virza kaget dengan kelakuan Maudy
" kamu mau ingat kan apa yang pernah kita lakukan ? " ucap Maudy
" ini lah yang selalu kamu lakukan padaku dulu setiap kali ada kesempatan berdua " ucap Maudy lagi
pintu lift terbuka dan Maudy melangkah meninggalkan Virza yang masih bengong
Virza tersenyum sambil jalan keluar dari lift
" sebrutal itu kah aku? " gumam nya
Virza berjalan menuju ruangan nya melewati kubikel Maudy, ia menoleh ke arah Maudy dan mata mereka saling beradu pandang
Virza tersenyum pada Maudy di balas dengan senyuman termanis yang Maudy punya
Tiba di ruangan nya Virza membuka ponsel nya dan ia melihat kembali galery di ponselnya, ada banyak foto dirinya bersama Maudy
Virza tersenyum saat melihat foto mereka berdua di taman kota
" ini kapan ya? Kaya nya aku harus kesana, mungkin disana akan banyak kenangan yang bisa membuatku mengingat nya kembali " kata Virza lalu ia mengirimkan foto tersebut pada Maudy
" nanti malam ajak aku ke tempat ini ya " tulis Virza di bawah foto tersebut dan ia kirim ke nomor Maudy
Maudy yang sedang fokus dengan laptopnya melirik ke ponsel nya
" mas Virza ngirim apa? " gumam Maudy lalu membuka isi chat dari Virza
" ini kan di tempat nasi goreng nya mas imam " kata Maudy
Lalu ia membalas chat tersebut " oke, jemput aku JM 8 malam nanti " kata Maudy
Virza tersenyum mendapat balasan pesan dari Maudy
jam makan siang tiba Maudy duduk sendiri di kantin kantor nya karena Dita pergi makan bersama Farhan
" Dita udah punya pacar, aku jadi ga punya teman makan, jadi kerasa kurang nikmat deh makanan ini " kata Maudy bergumam sendiri
" mending balik ke meja kerja ku aja deh, daripada disini sendiri " kata Maudy Lalu pergi dari kantin
Saat sedang berjalan ia berpapasan dengan Virza dan sekertaris nya, sepertinya ia akan pergi meeting di luar kantor
Virza yang sedang sibuk menelpon seseorang melirik ke arah Maudy dan mengedipkan sebelah mata nya pada Maudy membuat Maudy tersipu
Maudy membalasnya dengan senyum manis dan Virza berlalu begitu saja
jam berlalu begitu cepat kini jam kerja sudah hampir habis
" mod pulang bareng ga? " tanya Dita
" emangnya Lo ga pulang sama Farhan? " tanya Maudy
" ga... Mas Farhan masih meeting di luar sana pak Virza " kata Dita
" oh... Tapi gue mau di jemput Rio, tadi dia telpon gue dan ngajak gue makan es teller yang lagi viral itu " kata Maudy
" oh.. Ya udah gue balik duluan ya " kata Dita yang sudah selesai membereskan meja kerja nya
" oke, hati-hati ya " ucap Maudy
" siap.. " jawab Dita lalu pergi
setelah meja nya rapi kembali Maudy berjalan keluar kantor dan di parkiran Rio sudah menunggunya dengan motor sport kesayangan nya
" hai yo... Lama nunggu ya " sapa Maudy
" lumayan... udah siap? Yuk naik " kata Rio
lalu Maudy naik ke motor Rio dan mengenakan helm nya
" udah? " tanya Rio
" udah... Untung aku ga pakai Rok " kata Maudy
" emangnya kenapa? " tanya Rio
" lain kali kalau mau ajak jalan bilang dulu dong biar aku prepare" kata Maudy
" iya sorry... " ucap Rio
Motor Rio terus melaju menyusuri jalan ibu kota yang lumayan ramai
di tempat lain Virza dan Farhan baru saja selesai meeting di sebuah resto bintang 5
" Za... Gue duluan ya " pamit Farhan
" oke, hati-hati Lo " kata Virza
" siipp " jawab Farhan