Kaisar tak terima diputuskan oleh Elvina, hanya karena alasan bosan dan tidak ada waktu. Kaisar bahkan menomorduakan urusan Battalion demi mengantar Elvina belanja. Namun hubungan pacaran yg baru terjalin 3 bulan harus kandas.
Kaisar yang masih belom move on, berusaha mengejar Elvina dan mengajaknya balikan. Namun kenyataan pahit yang harus diterima Kaisar seminggu setelah putus, Elvina justru malah jadian dengan Andrew, rivalnya sejak di SMA.
Kaisar yang kecewa berniat membalas rasa sakit nya kepada Elvina dan membuat kembali Elvina mengemis kembali cintanya. Kaisar mendapatkan ide untuk membalas rasa sakit hatinya dengan memaksa Mahika menjadi pacar pura-pura nya, Mahika yg selalu di bully oleh Kaisar terpaksa menerima ajakan Kaisar. Mereka harus pura pura berpacaran dengan syarat Kaisar berhenti mengganggu dan membully Mahika
Seiring kebersaman yg terjalin, timbul rasa nyaman diantaranya, Namun ketika Kaisar berniat meresmikan hubungan dengan Mahika, justru Mahika malah menghind
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelakuan Absurb Mahika
Di sebuah kedai bakso, seorang cewek cantik sedang memakan semangkok bakso dengan cukup semangat. Siapa lagi jika bukan Mahika. Dia sudah hampir menghabiskan 2 mangkok bakso dan segelas es teh manis. Tak tanggung-tanggung, Mahika menambahkan cukup banyak ke dalam kuah bakso tersebut. Bisma hanya bisa menelan salivanya saat melihat Mahika yang tengah memakan bakso tersebut. Bukan karena Bisma tergoda oleh bakso tersebut karena sebenarnya Bisma sudah menghabiskan semangkok bakso sedari tadi namun karena melihat Mahika yang makan seperti orang kesurupan.
Mahika melampiaskan emosinya kepada makanan oleh karena itu Mahika akan sangat kalap jika makan sambil meluapkan emosinya. Bisma yang sedari tadi setia menunggu Mahika tidak berani berbicara karena takut terkena omelan Mahika. Walaupun Mahika asik menikmati baksonya namun dari mulutnya pun tidak berhenti mengeluarkan kata sumpah serapah dan ejekan kepada Kaisar. Dirinya masih tidak terima jika dia terkena hukuman akibat kesalahan Kaisar.
Terasa dalam waktu setengah jam Mahika sudah menghabiskan dua porsi mangkok bakso. Perutnya pun sudah terasa sangat kenyang, emosinya juga sudah menghilang seiring bakso yang sudah ludes masuk kedalam perut Mahika.
"Ahhh.. kenyangnya," ucap Mahika sambil mengelus perutnya yang membesar.
"Sudah puas??" tanya Bisma
Mahika hanya terkekeh dan mengucapkan terima kasih kepada Bisma karena sudah mau menemani dirinya makan di warung bakso pinggir jalan.
"Kebrumah yuk, mommy kangen katanya sama anak gadisnya," ucap Bisma
"Nyookkk, gue juga kangen sama mommy, kangen juga bobo di kamar yang ada AC nya. " Mahika terkekeh.
Pletak..
Bisma menjitak kepala Mahika, namun tidak terlalu keras.
"Lo ya ada-ada aja, masa kangen bobo di kamar ber AC." Bisma menggeleng -gelengkan kepalanya, selalu ada aja yang diucapkan Mahika.
"Emang bener kok, apalagi siang -siang panas begini, pasti enak bocan sambil di AC in." Jawab Mahika
"Ya udah yuk, kita pulang. Ada lagi yang mau dibeli ga?" tanya Bisma
"Ga ada, perut gue udah kenyang banget, dah mirip ibu-ibu hamil tau ga." Mahika memperlihatkan perutnya yang membesar.
"Lo sih rakus, dua mangkok bakso abis sendirian, kalo Lo punya pacar pasti bakalan illfeel liat tingkah lo yang kesurupan waktu makan," jelas Bisma.
"Biarin wleee.. stok cowo masih banyak, ga perlu khawatir. Kalo pun ga ada cowo yang mau nerima gue apa adanya, kan masih ada lo, bener ga?" celetuk Mahika.
"Aaahhh sa ae lo," ucap Bisma sambil mengacak-acak rambut Mahika.
Mungkin jika Bisma masih menyimpan perasaan suka akan baper saat mendengar ucapan Mahika. Namun saat ini kondisinya sudah berbeda sehingga Bisma bersikap biasa saja.
.
.
.
Kaisar yang sudah menunggu kedatangan Elvina cukup lama di ruang Redaksi sudah mulai bosan. Apalagi Kaisar sudah menunggu hampir satu jam. Akhir-akhir ini Elvina memang sulit untuk ditemui karena Elvina tengah mempersiapkan anggota Redaksi untuk mading minggu depan.
"Sayang..." Kaisar menghampiri Elvina dan langsung memeluknya.
"Kai..lepasin ahh.. malu dilihat yang lain." Elvina risih mencoba untuk melepaskan pelukan Kaisar.
Beberapa anggota Redaksi yang turut masuk bersama Elvina akhirnya keluar kembali setelah melihat adanya Kaisar di dalam ruangan.
"Sebentar saja sayang, kangen banget nih udah lama nggak ketemu," ucap Kaisar.
"Iya..iya. tapi nggak enak dilihat sama yang lain. Lagian gue abis dari luar pasti keringetan dan bau. Ayo dong lepasin." Elvina masih mencoba melepaskan pelukan Kaisar namun ternyata Kaisar memeluknya dengan cukup erat.
"Gapapa El, tubuh lo masih wangi walaupun keringetan." Kaisar mulai mencium wangi tubuh Elvina.
"Lepasin dulu Kaisar, gue mau ganti baju," ucap Elvina.
"Sebentar lagi ya sayang, lo gak kangen sama gue," ucap Kaisar sendu.
Elvina akhirnya pasrah dan tidak berusaha melepaskan pelukan Kaisar karena akan percuma.
"Maaf ya, gue akhir -akhir ini cukup sibuk. Sehingga ga ada waktu untuk ketemu," sesal Elvina
"Apa sayang gue paham kok, lagian lo sibuk juga karena lagi mempersiapkan untuk mading minggu depan kan? Harusnya gue yang lebih ngerti dengan kegiatan lo. Tapi sayangnya rasa kangen ini udah terlalu numpuk sehingga bikin gue nekat menemui lo di sini," ucap Kaisar
"Gombal banget sih lo Kai, lepasin dulu dong gerah nih. Gue juga mau ganti baju soalnya udah nggak enak," seru Elvina
Kaisar pun akhirnya terpaksa melepaskan pelukannya. Padahal rasa kangen dalam dirinya belum sepenuhnya tersalurkan.
"Lo mau ngintip gue ganti baju di sini?" tanya Elvina.
"Emangnya lo mau ganti baju di depan gue?" jawab Kaisar dengan polos
"Ya kan lo ada di ruangan ini sayang, bisa aja lo ngintip gue pas ganti baju," jawab Elvina
"Ya nggak lah Kai, gue janji ga akan ngintipin lo ganti baju. Gue akan liat ke arah lain." Kaisar mengangkat kedua jarinya.
"Awas Aja ya kalau lu berani ngintip, gue congkel mata lo," ancam Elvina.
"Huuu.... Atut," jawab Kaisar
Elvina pun akhirnya menuju ke sebuah ruangan khusus untuk ganti baju sedangkan Kaisar masih menunggu Elvina selesai berganti baju.
Hari ini seharusnya Kaisar berkumpul dengan anggota geng De Battalion , namun karena Kaisar terlalu kangen untuk bertemu dengan Elvina dia pun mulai mengabaikan urusan geng De Battalion . Bahkan beberapa hari kebelakang, Kaisar hanya sibuk melamun di markas dan tidak ikut mengobrol dengan para anggota yang lain. Terlebih setelah Bisma menyatakan keluar dari geng De Battalion , Kaisar nyaris tidak pernah bersuara kecuali ada orang yang mengajaknya berbicara.
Kaisar telah melihat Elvina selesai berganti pakaian kemudian menghampirinya.
"Sayang kita jalan yuk, lo capek ga?" ajak Kaisar.
"Sebenarnya capek sih, tapi gue kangen jalan-jalan sama lo. Gimana kalau kita nongkrong sebentar, usah terlalu lama. Yang penting kita jalan bareng, gimana?" usul Elvina.
"Boleh deh sayang, sebentar yang penting berkualitas ya, ya udah hayuk," ajak Kaisar.
Andrew yang sedang berada di parkiran menunggu kedua temannya yang masih di dalam kampus tak sengaja melihat Kaisar dan Elvina berjalan menuju area parkir. Kemesraan yang ditujukan oleh keduanya membuat Andrew memanas dan merasa cemburu, apalagi Kaisar menggenggam tangan Elvina dengan begitu erat.
Andrew pun terpaksa menjauh karena tidak ingin membuat keributan apalagi ada Elvina. Andrew tidak ingin terlihat buruk di mata Elvina padahal dirinya ingin sekali memberi pelajaran untuk Kaisar.
Andrew menatap nanar saat Kaisar membantu Elvina memasangkan helm, terpancar sebuah kebahagiaan dari raut wajah Elvina.
"Harus sampai kapan Vin, gue pendem rasa ini sama lo. Meski gue sakit ngeliat lo tersenyum saat bersama Kaisar, walaupun gue tahu lo lebih bahagia jika bersama gue," gumam Andrew.
Andrew pun keluar dari persembunyiannya saat motor yang dikendarai Kaisar sudah menjauh. Tak lama kedua rekan Andrew yang sedang ditunggunya akhirnya datang juga.
"Lama amat sih lo, panas tau," gerutu Andrew
"Sorry brow . .. toilet antri. Ga mungkin kan kita barengan masuk kedalam toilet," ucap Haikal.
"Ayo ah buruan kita cabut, keburu gosong nih kulit gue," rengek Damar.
"Najis lo," ketus Andrew.
.
.
Kaisar dan Elvina pun memutuskan pergi kesebuah coffe shop "Janji Hati" untuk menghabiskan waktu yang tidak terlalu lama. Setelah memesan minuman pilihannya, mereka memilih duduk di kursi dekat jendela.
"Sayang, lo bisa datang kan ke perlombaan Debat minggu depan?" tanya Elvina
"Tentu saja dong Sayang, gue pasti akan datang ke sana. Kan gue berencana akan mengantarkan langsung lo ke tempat perlombaan. Dan gue akan duduk di kursi paling depan untuk melihat kesayangan gue berlomba," ucap Kaisar
"Awas ya jangan bohong apalagi ngecewain gue,jangan lupa bawa tulisan penyemangat ya biar gue semakin bersemangat," seru Elvina
"Pastinya dong Sayang nanti gue akan bawa kertas yang tulisannya "Semangat Elvina sayang," dan gue pastiin semua orang bisa baca tulisan yang gue bawa," ucap Kaisar
"Hahahaha, emangnya lo ga akan malu?" tanya Elvina.
"Buat apa malu, kan gue lagi ngedukung pacar kesayangan gue. Harusnya mereka kagum sama gue dong," ucap Kaisar bangga
"Iya deh..iya.. pacar gue yang satu ini emang tiada duanya selalu aja punya ide bagus," jawab Elvina.
Pesanan mereka berdua pun akhirnya datang, mereka segera meminum minuman yang telah mereka pesan sambil jalanan Kota Bandung yang terlihat dari dalam coffee shop.
emg di kampus, ada guru BK?????
kykny ini seperti cerita anak SMA deh...
udah mo hilang nyawa seko,
ni mau ngilangin lg???
emang mahika apaan???
hahahahiiiiiiiiiiiii
Asli JuJuR!!!!!!
very good..
belajar lbh utama!!!!
Bis-Mah
wkwkwk
blm memiliki kok ngaku2....
apa kata dunia?????
wkwkwk
maaf thor??
ini bhs, Sunda ato apa ya??
lucu jg ya pas bacanya....
hihiii
didpn matanya, cewek itu
tukang bully, eh masih jg dipuji..
Hahhhhh
Love is BLIND!!!!
wkwkwk