NovelToon NovelToon
Hanya Mempelai Pengganti

Hanya Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rina kim

Pernikahan bisnis yang sudah di rancang sedemikian rupa terancam batal hanya karna mempelai wanita kabur di hari pernikahan. Bintang, selaku kakak yang selama ini selalu di sembunyikan terpaksa harus menggantikan Lidya.
"Yang ku inginkan adalah Lidya! Kenapa malah dia yang menjadi mempelainya?!" Pekik Damian pagi itu.
"Kita tidak punya pilihan, hanya ada dia."Jawab sang ayah.
Damian menatap Bintang dingin, "Baiklah, akan ku perlihatkan padanya apa yang namanya pernikahan itu."Balasnya dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman Lama

Hari demi hari berlalu sejak pernikahan atas dasar keterpaksaan antara Damian dan juga Bintang terlaksana. Banyak hal yang berubah dalam satu bulan itu, hubungan keduanya yang awalnya sangat dingin dan penuh dengan kebencian perlahan lahan luruh. Keduanya masih saling menjaga hati tapi mereka tak lagi saling membenci dan terus bekerja sama untuk mendapatkan bayi yang mereka kehendaki.

Untuk urusan ranjang, mereka saling menikmati bahkan hampir di seluruh sudut rumah sudah mereka jelajahi hanya untuk menyalurkan rasa nikmat yang sama sama membuat keduanya candu terhadap satu sama lainnya.

"Aku nanti siang mau ke panti asuhan ya."Pamit Bintang, keduanya terlihat duduk berhadapan di meja makan sambil menikmati makanan yang di buat oleh Bintang.

"Sampai jam berapa?"Tanya Damian penasaran.

"Mungkin sampai malam karna ada salah satu anak yang ulang tahun."Jawab Bintang, dia berbicara sambil sesekali melirik ke arah Damian.

Pria itu mengangguk, "Nanti pulangnya aku jemput. Hari ini aku juga mau cari Lidya lagi."Ucap Damian, meski pun hubungannya dan Bintang baik baik saja tapi obsesi dan keinginannya terhadap Lidya tak berubah sama sekali. Pria itu masih menunggunya dan mencari gadis itu bagaimana pun caranya.

"Belum ada perkembangan?"Tanya Bintang yang penasaran.

Damian menggeleng pelan, "Sepertinya dia sangat bertekad untuk bersembunyi dariku. Tapi tak apa, aku akan terus mencarinya dan aku akan menemukannya bagaimana pun caranya."Ujar Damian dengan penuh tekad.

"Baguslah."Balas Bintang dengan nada santai, dia sepenuhnya mengerti dengan apa yang di inginkan oleh Damian dan dia juga sama sekali tidak berniat untuk melarangnya.

Mendengar kata kata Bintang yang santai tentu saja membuat Damian merasa tak enak hati. Entah di mulai dari kapan, tapi akhir akhir ini dia menjadi ingin lebih di perhatian oleh Bintang bahkan dia ingin gadis itu merasa sedikit cemburu kepadanya.

"Ada yang kamu butuhin buat ke panti asuhan?"Tanya Damian penasaran. Dia terlihat berusaha dengan keras agar bisa mengalihkan perhatiannya dari perasaannya yang tak baik saja.

Bintang diam sesaat, "Makan malam saja, boleh? Maksudku yang standar saja."Balas Bintang. Dia akan datang ke panti asuhan tempat dimana dia di besarkan dan dia tahu dengan jelas jika mereka sangat jarang memakan makanan layak dan enak.

"Baiklah, aku akan menyuruh asistenku untuk membelikan makan malam di salah satu restoran kesukaan ku."Putusnya, kalimat itu membuat seutas senyuman perlahan terbit di wajah Bintang.

"Terimakasih banyak."Balas Bintang, setelah itu keduanya pun kembali fokus pada makanan mereka masing masing tanpa ada niatan untuk melanjutkan percakapan mereka.

Setelah menghabiskan makanan masing masing keduanya akhirnya berpisah dengan Damian yang pergi bekerja sementara Bintang membersihkan rumah sebelum dia pergi ke panti asuhan yang dia maksud sebelumnya.

Jam sudah menunjukkan pukul dua ketika Bintang akhirnya berangkat, dia membawa beberapa buah tangan dengan uang yang dia hasilkan dari black card yang di berikan oleh Damian. Setelah membeli cukup hadiah, dia pun langsung berangkat menuju ke tempat yang dia maksud sebelumnya.

"Bintang, lama tidak berjumpa."Ujar Inah, ibu angkat yang telah membesarkannya selama dia berada di panti asuhan.

"Ibu, Bintang kangen banget sama ibu. Dimana ayah?"Tanya gadis itu, dia memeluk erat ibu angkatnya untuk melepaskan rasa rindu yang membelenggunya.

Sejak Bintang tinggal dengan keluarga Bramono, dia benar benar jarang berkunjung ke sini. Selain karna dia tidak punya uang dia juga sibuk melayani Lidya dan juga keluarga Bramono sendiri hingga dia sama sekali tidak punya waktu untuk sekedar datang dan berkunjung.

"Ada di belakang, habis nikah kamu jadi bersinar. Syukurlah, ibu jadi senang lihatnya."Ujar Inah dengan nada pelan. Ketika dia melihat berita pernikahan Bintang dan Damian, dia benar benar merasa bahagia karna dia juga tahu bagaimana buruknya keluarga Bramono memperlakukan Bintang.

Dia pikir gadis itu akan bebas dari rasa sakit setelah pernikahannya.

"Iya buk, syukurlah."Ujar Bintang. Dia tersenyum dengan lebar dan berusaha menyembunyikan jika sebenarnya pernikahannya tidak berjalan sebaik itu.

"Ayo masuk, ibu juga lagi ada tamu."Ajak Inah, dia menggandeng Bintang dan membawanya masuk ke dalam ruang tamunya.

"Kamu ingat Satria kan?"Tanya Inah dengan nada yang lembut.

Bintang mengulum senyumnya, dia jelas mengingat siapa itu Satria. Mereka adalah teman sedari kecil bahkan ketika usia tujuh tahun Bintang pernah berangan angan akan menikah dengan pria itu.

Sayangnya setelah di adopsi oleh keluarga kaya dia dan Satria akhirnya putus komunikasi dan tak pernah bertemu lagi.

"Ingat dong bu, penasaran dia jadi apa sekarang."Ujar Bintang dengan nada pelan.

"Dokter. Dia berhasil meraih cita citanya."Balas Inah dengan nada yang bangga.

"Wah benarkah? Tiba tiba saja aku merindukannya."Ujar Bintang.

"Pas banget, dia juga lagi ada di sini. Lagi di kelas buat ngasih edukasi kesehatan kepada anak anak. Mau ke sana?"Tanya Inah dengan nada pelan.

"Benar bu? Boleh, Bintang juga mau lihat Satria."Ujar Bintang dengan nada pelan.

Inah tersenyum dan kemudian dia pun langsung mengajak Bintang pergi ke tempat yang di maksud.

"Jadi sekarang udah pada tahu kan kalo cuci tangan itu penting?"Suara seorang pria dewasa terdengar menggelegar di dalam sebuah ruangan. Bintang menghentikan langkahnya sambil mengamati pria itu dari balik jendela.

Pria yang dahulunya lebih pendek darinya itu kini tumbuh dengan jangkung dan tampan seperti saat dia masih kecil.

"Tauuu!"Jawab anak anak itu dengan penuh semangat.

"Okeii, sekarang masih ada yang nggak mau cuci tangan?"Tanyanya sekali lagi.

"Nggak!"Balas mereka bersamaan.

"Bagus kalau begitu."Ujar Satria, pria itu tersenyum saat matanya tak sengaja beradu pandang dengan Bintang.

"Ibu ke belakang dulu ya."Pamit Inah, dia kemudian meninggalkan Bintang dan Satria yang terlihat mulai mendekat ke arahnya.

"Hai."Sapa Satria dengan ramah.

"H- hai."Balas Bintang dengan nada canggung yang sangat ketara.

"Kamu mengingatku?"Tanya Satria penasaran.

"Tentu saja, aku bisa mengenalimu dari wajahmu yang tak berubah ini."Ujar Bintang dengan nada pelan. Dia sebenarnya merasa malu karna hubungan keduanya cukup spesial dahulu.

"Tapi aku nggak cebol lagi, kamu yang cebol sekarang."Ujar Satria dengan nada mengejeknya.

"Haha, bener banget. Kamu apa kabar? Ibu bilang udah jadi dokter sekarang."Tanya Bintang.

"Beruntungnya aku di besarkan oleh keluarga yang baik, mereka mendukungku dengan segala cara."Balas Satria dengan nada pelan.

Bintang tersenyum getir, dahulu dia juga mendambakan diri untuk menjadi designer. Tapi sayangnya keluarga Bramono sama sekali tak mendukungnya.

"Aku juga sudah melihat berita pernikahanmu, kamu nampak indah dengan gaun putih itu."Ujar Satria.

Dahulu dia mendambakan pernikahan itu dengan Bintang, tidak hingga saat ini dia bahkan masih mendambakannya tapi nampaknya itu mustahil karna pria yang menikah dengan Bintang adalah pria yang nyaris sempurna.

"Iya, aku sudah menikah satu bulan yang lalu."Ujar Bintang dengan canggung.

"Kamu bahagia, kan?"Tanyanya penasaran. Entah kenapa hatinya terus mengatakan jika gadis itu seolah tak bahagia akan pernikahannya saat ini.

"Tentu saja aku bahagia."Bohong Bintang.

"Syukurlah. Tapi jika kamu tidak bahagia kamu bisa mengadu padaku, rasaku masih sama terhadapmu. Jika kamu menginginkannya aku akan datang dan menjemputmu."Balas Satria dengan nada yang tegas.

Bintang terdiam, dia juga masih memiliki rasa terhadap Satria tapi dia berusaha dengan keras menyangkalnya karna bagaimana pun saat ini dia sudah menjadi seorang istri dan meskipun pernikahannya hanyalah atas dasar keterpaksaan tapi Bintang sangat menghormati statusnya saat ini.

"Bintang, kamu mendengar ku, kan?"Tanya Satria memastikan.

"Tentu saja, terimakasih atas penawaranmu ini."Ujar Bintang. Dia mengulum senyumnya, kemudian keduanya akhirnya berjalan beriringan dengan canda tawa yang menghiasi di tengah keduanya. Mereka terlihat akrab seolah olah tak pernah terpisah sebelumnya.

1
Dymas mulya
nampaknya bakalan buceen🤭
Reni Anjarwani
lanjut thor
Haikal Jibran alkhalifi
dah maallas bacanya
Reni Anjarwani
ternyata kejam kisahnya
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel upp
Dymas mulya
ga sabar lagi mau liat reaksi Damian pas tahu kalo penyelamatnya itu Bintang
Wirda Wati
ntar kamu kehilangan bintang baru tau rasa.
Reni Anjarwani
orang kok kejam bgt damian , makanya slidiki benar kemana larinya kekasihmu jangan asal nuduh bintang yg tdk2 katanya orang kaya nyari bukti kaya gitu kok goblok bgt yaa
Dymas mulya
mulutnya lemes amat
Haikal Jibran alkhalifi
jangan biarkan bintang mempunyai perasaan suka sama Damian Thor, biar Damian aja yg cinta sendiri, buat karakter bintang kalem,tapi tegas
Wirda Wati
semakin seruuuu👍
Wirda Wati
Semoga kamu menyesal Damian nantinya
Wirda Wati
Hempaskan bintang
Wirda Wati
semoga bintang sehat bisa balas dendam sama damian🤣
Wirda Wati
Damian memang bodoh
partini
ini novel ada di sebelah juga ya Thor
pinkeu_gongju: bukan kaka, terimakasih dukungannya ya ka😍
total 3 replies
Dymas mulya
lanjut thor
Dymas mulya
gemes banget sama yang honeymoon kedua🤣🤭
Dymas mulya
Penasaran sama alurnya, semangat thorr
pinkeu_gongju: jangan lupa kepoin terus ya kaka
total 1 replies
Dymas mulya
Lanjut kaka🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!