NovelToon NovelToon
Hanya Mempelai Pengganti

Hanya Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rina kim

Pernikahan bisnis yang sudah di rancang sedemikian rupa terancam batal hanya karna mempelai wanita kabur di hari pernikahan. Bintang, selaku kakak yang selama ini selalu di sembunyikan terpaksa harus menggantikan Lidya.
"Yang ku inginkan adalah Lidya! Kenapa malah dia yang menjadi mempelainya?!" Pekik Damian pagi itu.
"Kita tidak punya pilihan, hanya ada dia."Jawab sang ayah.
Damian menatap Bintang dingin, "Baiklah, akan ku perlihatkan padanya apa yang namanya pernikahan itu."Balasnya dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seranjang Bersama

Jam sudah menunjukkan pukul satu malam ketika Bintang tiba tiba saja terbangun dari tidurnya, dia merasa sangat gatal di seluruh tubuhnya. Akibat tubuhnya yang semula panas dan sudah mulai membaik jadi tubuhnya mengeluarkan keringat dalam jumlah yang lumayan banyak apalagi Raisa memakaikan pakaian tidur yang lumayan tebal jadi dia benar benar kepanasan di buatnya.

“Aduh panas banget.”Ujar Bintang pelan. Dia benar benar tidak tahan dan butuh mencuci tubuhnya secepat yang dia bisa.

Dalam keputusasaan itu dia melihat sebuah harapan baru, matanya menatap penuh binar pada kursi roda yang berjarak beberapa jengkal dari tempat tidurnya.

“Cuma tiga langkah, aku yakin aku bisa.”Ujar Bintang, dia sudah mengukur jaraknya dan menebak jika jaraknya dan juga kursi roda hanya beberapa jengkal saja.

Dengan penuh keberanian dan di iringi dengan rasa putus asa, Bintang pun akhirnya memutuskan untuk melangkah sendiri ke sana. Lagi pula di kamar hotel mereka hanya ada dia dan juga Damian karna Raisa dan Wicaksono sudah pergi beberapa jam yang lalu. Dia tidak bisa meminta Damian membawanya ke kamar mandi karna pria itu mungkin sudah tidur dan yang lebih parah mungkin dia sama sekali enggan untuk membantunya.

“Akh.”Ringis Bintang, setelah dia menggerakkan tubuhnya dengan susah payah dia baru saja merasakan jika ternyata bagian bawah tubuhnya jauh lebih sakit dari pada perkiraannya.

Dia sudah duduk, tapi baru saja dia hendak berdiri gadis itu malah tidak sengaja kehilangan keseimbangannya dan jatuh hingga mengenai gelas yang ada di atas nakas.

Trang!

Suara kaca yang pesah di iringi dengan tangannya yang juga mengenai pecahan kaca itu terdengar nyaring hingga keluar ruangan, Damian yang masih belum tidur pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar dimana Bintang berada saat itu.

“Auh.”Ringis Bintang, darah segar perlahan mengalir di telapak tangannya yang tak sempat mengelak dari pecahan kaca  itu.

“Ada apa?”Tanya Damian dingin, dia masuk tanpa mengetuk dan hanya bisa menghela nafasnya sebal saat melihat Bintang yang sudah tergeletak di lantai dengan darah yang sudah menetes dari tangannya.

“Huh! Kamu ternyata memang benar benar berbakat untuk membuat orang-orang di sekitarmu repot karna tingkahmu.”Ujar Damian dengan nada yang jengah, dia benar benar merasa kesal kepada Bintang karna gadis itu dia harus terkurung di kamar hotel ini dan juga sulit untuk berkomunikasi dengan orang kepercayaannya yang sedang mencari keberadaan Lidya karna sejak tadi Raisa dan Wicaksono benar benar enggan meninggalkan mereka.

“Maaf tuan, saya benar benar panas dan ingin mandi.”Ujar Bintang, dia menunduk tatapan dingin yang di keluarkan Damian dari matanya bahkan jauh lebih sakit dari pada luka basah di tangannya itu.

“Lain kali nggak usah ngerepotin bisa nggak sih? Capek banget deh.”Ujar Damian, dengan kesal dia akhirnya membawa Bintang ke dalam kamar mandi dan memasukkannya ke dalam bath up yang masih kosong.

“Anggap saja aku nolong anak yatim piatu yang nggak tahu diri.”Celetuknya dengan kasar. Dia melepaskan pakaian Bintang kemudian mempersiapkan air hangat untuk gadis itu.

“Maafkan saya tuan, maaf karna sudah merepotkan.”Ujar Bintang dengan nada yang lirih.

Setelah memastikan jika air yang di masukkannya ke dalam bath up pas, Damian akhirnya beralih kepada tangan Bintang yang masih mengeluarkan darah segar itu.

“Lukanya lumayan dalam.”Ujar pria itu, dia kemudian meninggalkan Bintang dan kembali dengan kotak p3k yang sudah dia ambil dari dalam kamar.

“Maaf karna sudah merepotkan anda, tuan.”Balas Bintang.Dia tak henti hentinya mengucapkan kata maaf karna setidaknya jika dia mengatakan itu Damian tidak akan melontarkan kata kata menyebalkan yang akan menyakiti hatinya.

“Hm.”Balas Damian, dia terlihat sibuk mengobati luka yang ada di tangan Bintang bahkan tanpa berhati hati, membuat Bintang hanya bisa menahan tangis setiap kali kain kasa itu mengenainya dengan tekanan penuh.

Sekitar pukul dua, Damian akhirnya selesai membantu Bintang dan setelah dia membantu gadis itu, dia kemudian langsung membaringkan Bintang di atas ranjangnya dan ikut berbaring di sebelah gadis itu.

Dahi Bintang mengernyit, dia penasaran kenapa Damian ikut berbaring di sebelahnya karna bagaimana pun pria itu enggan seranjang dengannya bahkan setelah   bercinta pun dia pasti akan pergi dari sisinya dan memilih untuk tidur di sofa tidak peduli seberapa lelahnya dia, dia tidak akan mau tidur seranjang dengan Bintang kecuali jika dalam situasi terdesak seperti ketika mereka berkunjung ke rumah Wicaksono dan menginap di sana.

“Di luar dingin, jika aku tidur di sana aku akan mati.”Ujar Damian, padahal jauh di dalam lubuk hatinya sebenarnya dia sedikit terganggu untuk meninggalkan Bintang sendirian di kamar ini karna dia takut gadis itu kembali akan melakukan hal konyol seperti beberapa saat yang lalu.

“Saya tidak ngomong apa apa, tuan.”Balas Bintang, dia sama sekali tidak mengerti kenapa Damian bisa tahu akan pertanyaan yang ada di dalam benaknya.

“Semua pertanyaannya terpampang di wajah kamu itu.”Ujar Damian dengan nada berlagak sebal.

“Oh iya, maaf tuan.”Balas Bintang, dia tidak tahu jika perasaannya benar benar akan terpampang di wajahnya sendiri.

“Bisa stop minta maaf minta maaf nggak? Aku udah eneg dengernya.”Ujar Damian, kali ini pria itu benar benar tidak berbohong. Dia sudah benar benar muak mendengar Bintang yang selalu minta maaf kepadanya.

“Iya tuan, maaf.”Balas Bintang lagi.

Damian menghela nafasnya, kemudian dia pun langsung membalikkan tubuhnya dan membelakangi Bintang. Dia ingin tidur dengan tenang dan satu satunya cara agar dia bisa tidur dengan tenang adalah membelakangi Bintang karna jika tidak, pikiran liar tentang menggerayangi gadis itu akan terus menghantuinya.

Sementara Damian membelakanginya, Bintang diam diam menatap punggung pria itu dengan seksama. Dia tahu sebenarnya Damian bukanlah orang yang jahat, hanya saja entah apa yang di katakan oleh kedua orang tua Lidya tentangnya dan juga karna pria itu sangat mencintai Lidya makanya dia bersikap buruk padanya.

“Aku tahu kamu tidur di sini karna khawatir, kan?”Bisik Bintang dengan nada yang amat sangat pelan, hingga hanya dia yang bisa mendengar pertanyaannya itu.

“Terima kasih karna sudah banyak membantu, setelah kontrak ini selesai, setelah aku melahirkan anak kamu. Aku janji nggak akan muncul di hidup kamu lagi.”Ujar Bintang masih dengan nada yang amat sangat pelan.

Perlahan nafas teratur mulai terdengar di telinga Bintang, dia tahu pria itu mungkin sudah lelap dalam tidurnya.

“Bagaimana jika kamu tahu yang menyelamatkan kamu saat itu adalah aku, bukan Lidya? Apa hal itu akan merubah sesuatu?”Gumam Bintang dengan nada pelan.

“Tidak mungkin kan? Kamu pasti mencintai Lidya karna paras cantiknya bukan karna siapa yang menyelamatkan kamu saat itu. Lagi pula, jelas Lidya lebih cantik, modis dan juga seksi. Sangat jauh berbeda dariku.”Ujar Bintang masih dengan nada yang berbisik.

“Semoga setelah pernikahan ini kita sama sama bahagia ya, ku harap aku juga menemukan seseorang yang hangat seperti kamu tapi semoga dia tidak bersikap jahat kepadaku.”Imbuhnya, setelah itu Bintang pun menenggelamkan wajahnya di bantal dan berharap jika pagi akan segera menyingsing dan mengakhiri sesi seranjang bersama yang sangat memuakkan ini.

1
Wirda Wati
ntar kamu kehilangan bintang baru tau rasa.
Reni Anjarwani
orang kok kejam bgt damian , makanya slidiki benar kemana larinya kekasihmu jangan asal nuduh bintang yg tdk2 katanya orang kaya nyari bukti kaya gitu kok goblok bgt yaa
Dymas mulya
mulutnya lemes amat
Haikal Jibran alkhalifi
jangan biarkan bintang mempunyai perasaan suka sama Damian Thor, biar Damian aja yg cinta sendiri, buat karakter bintang kalem,tapi tegas
Wirda Wati
semakin seruuuu👍
Wirda Wati
Semoga kamu menyesal Damian nantinya
Wirda Wati
Hempaskan bintang
Wirda Wati
semoga bintang sehat bisa balas dendam sama damian🤣
Wirda Wati
Damian memang bodoh
partini
ini novel ada di sebelah juga ya Thor
pinkeu_gongju: bukan kaka, terimakasih dukungannya ya ka😍
total 3 replies
Dymas mulya
lanjut thor
Dymas mulya
gemes banget sama yang honeymoon kedua🤣🤭
Dymas mulya
Penasaran sama alurnya, semangat thorr
pinkeu_gongju: jangan lupa kepoin terus ya kaka
total 1 replies
Dymas mulya
Lanjut kaka🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!