"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar
kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta
tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya
bagaimana kelanjutan ceritanya???
mari kita simak........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Sedang asik menikmati musik, tiba-tiba datang tiga laki-laki yang membuat mereka menjadi panik
"K-alian di sini?" Tanya Jihan gugup
"Yang harus nya nanya itu kita, kalian ngapain ke club? Mana pake baju seksi-seksi banget lagi"
Cakra memperhatikan penampilan mereka yang memperlihatkan bagian dada juga paha, laki-laki itu menggeleng-geleng kan kepala nya, tak percaya dengan apa yang ia lihat
"K-ita cuma iseng-iseng doang kok" Jawab Bella yang membuat kening Radit berkerut
"Iseng-iseng? Tapi dari penampilan kalian gak mungkin kalo cuma iseng doang"
Wajah Aurel benar-benar seperti mayat hidup, tangan nya mulai berkeringat dingin melihat tatapan Baskara yang seperti nya sangat jijik melihat nya
"Gak nyangka ya, gue kira Aurel cewek baik-baik, ternyata suka main di club juga" Sindir Cakra yang membuat Aurel menggeleng dengan cepat
"G-ue cuma nemenin mereka berdua aja kok, lagian kepala gue lumayan pusing kalo dengerin musik sekeras ini"
Seketika Jihan dan juga Bella menatap satu sama lain, mereka tak menyangka Aurel bisa mengatakan hal yang seperti itu
"Kok jadi kita sih, bukan nya tadi elo yang ngajakin kita ke sini" Bisik Bella dengan pelan
"Udah, ikutin aja semua ucapan gue!" Ancam Aurel dengan suara lirih
"E-eeh bener tuh yang di ucapin sama Aurel, kita berdua yang ajak dia kesini, lagian cuma sekali-kali gak papa lah, yang penting kan gak godain cowok" Jelas Bella lagi
"Keliatan banget bohong nya, tadi ngomong cuma iseng-iseng, sekarang elo berdua yang ngajak dia kesini, udah tinggal ngaku aja kenapa, kalo kalian memang sering ke tempat ini!" Ucap Cakra dengan melipat kedua tangan di atas dada
"T-adi gue sama Bella tuh salah ngomong, emang kenyataan nya Aurel gak pernah ke sini kok" Timpal Jihan
"Udah lah, ngapain juga sih ngurusin mereka bertiga, yok kita langsung ke atas aja" Ajak Radit yang melihat Baskara sudah berjalan ke arah tangga
Cakra dan Radit menyusul sahabat nya itu dengan sedikit berlari, karena jika tidak seperti itu, maka akan banyak sekali wanita-wanita seksi yang akan menggoda mereka
Sedangkan ketiga wanita tadi hanya bisa menggigit jari menyaksikan kepergian mereka semua
"Kok mereka ada di sini sih?" Tanya Jihan sembari duduk kembali ke sofa nya
"Kan emang mereka biasa ke tempat kayak gini, tapi aneh nya club ini kan gak banyak orang tau, dan gak sembarangan orang juga bisa masuk ke sini"
Memang club yang sedang mereka kunjungi ini adalah milik paman Bella, sebelum masuk ke dalam tempat ini banyak aturan yang harus mereka patuhi
Salah satu nya yaitu umur, karena yang bisa masuk ke dalam tempat ini adalah orang-orang yang sudah berumur 20 tahun
"Mungkin mereka ada orang dalem kali, maka nya bisa keluar masuk club ini" Ucap Jihan yang langsung di angguki oleh Bella
"Udah deh gak usah bahas mereka dulu, gara-gara kalian gue jadi keciduk sama Baskara"
Aurel menutup wajah nya dengan kedua tangan, ia benar-benar tak menyangka bertemu dengan Baskara di tempat yang seperti ini
"Kok elo jadi nyalahin kita berdua sih, kan yang ngajak tadi elo, kata nya pengen refreshing, stres di rumah terus"
Bella merasa jengah melihat tingkah laku Aurel yang sering menghakimi diri nya dan juga Jihan, sebenarnya mereka sudah muak dan ingin sekali terbebas dari pertemanan yang toxic ini, tapi Aurel selalu mengancam mereka berdua
Perusahaan milik kedua orang tua Aurel memang lebih unggul di banding kan dengan orang tua Jihan dan juga Bella, oleh karena itu mereka berdua sangat tunduk pada perintah gadis itu
"Sekarang udah berani ya nyalahin gue, mau perusahaan ortu kalian gue bikin bangkrut!" Ancam nya
"E-nggak, bukan gitu maksud kita, mung_
Belum sempat Bella menjelaskan, Aurel sudah dulu bangkit dari duduk nya dan pergi begitu saja
Hal itu membuat kedua teman nya hanya bisa menghela nafas lelah
"Gue capek jadi jongos nya dia, kapan sih semua nya berakhir!" Seru Jihan frustasi
"Ya gimana lagi, perusahaan ortu kita kan masih di bawah kepemimpinan bokap nya dia, mau gak mau ya terima nasib aja"
Bella mengambil beberapa buah yang ada di meja lalu memakan nya, mood nya benar-benar rusak karena sikap Aurel
"Tapi paman elo kan kaya, bukti nya punya Club segede ini, masa iya gak bisa bikin bangkrut perusahaan bokap nya Aurel"
Jihan memang tau persis berapa pendapatan club ini perbulan nya, karena Bella sering kali menceritakan bagaimana awal club ini terbentuk, hingga bisa menghasilkan uang ratusan juta per_bualan nya
"Kalo masalah itu gue gak tau, dah lah mending cabut aja yok, keburu geng nya Baskara turun" Ajak Bella yang langsung di angguki oleh Jihan
Kedua nya pun keluar menyusul Aurel yang sudah tidak terlihat lagi, seperti nya gadis itu telah pergi meninggalkan kedua teman nya, karena mobil yang membawa mereka tadi sudah tidak ada di parkiran
"Hadeh, naik taksi lagi malem ini" Dengus Jihan
"Gak papa, besok-besok kalo keluar, mending naik mobil gue aja, ketimbang kayak gini terus" Usul Bella
"Iya bener tuh, gue juga sebenarnya males kalo harus semobil sama Aurel" Jawab Jihan yang membuat kedua nya tertawa secara bersamaan
kedua nya kini berjalan ke arah bangku yang berada di sebrang jalan, mereka memang sangat menyesal memiliki teman seperti Aurel, tetapi nau bagaimana lagi? ibarat nasi sudah menjadi bubur