“Kamu lihat wanita yang memakai gaun merah muda itu? Jika kamu bisa menidurinya malam ini juga, ayo kita menikah lagi!” ucap Zoya.
Awalnya, Hyera tak lebih dari wanita taruhan yang harus Elmer tiduri, seperti syarat yang harus Elmer jalani agar dirinya bisa kembali menikah dengan Zoya sang mantan istri. Namun, pesona Hyera yang selain sangat cantik mirip barbie hidup, tapi juga penuh keceriaan sekaligus hangat, membuat dunia Elmer hanya dimiliki Hyera. Zoya bahkan tak lagi penting bagi Elmer, terlebih selama ini, Zoya selalu semena-mena kepada Elmer.
Elmer bahkan berjuang penuh untuk bisa menikahi Hyera dan mengukir cinta yang manis bersama Hyera.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35 : Benar-Benar Marah
Hyera mengetuk pintu kamar ibu Ami dengan santun. Sadar yang dikunjungi merupakan orang sakit, Hyera sengaja membuka sedikit pintunya kemudian berinisiatif melongok ke dalam untuk memastikan. Suasana di dalam benar-benar senyap. Membuat Hyera makin bertanya-tanya apa yang tengah dilakukan ibu mertuanya? Selain itu, Hyera juga makin penasaran mengenai tamu yang ibu Ami terima. Siapa tamu itu dan dikata petugas di sana, sudah beberapa kali mengunjungi ibu Ami?
Seorang wanita necis dan kiranya berusia di awal tiga puluh tahun, ada di sana. Wanita tersebut menoleh kepada Hyera bersama ibu Ami yang juga melakukan hal serupa. Keduanya sama-sama duduk di sofa panjang, tapi Hyera sudah langsung mengenali si wanita sebagai Zoya. Hanya saja, sekadar nama saja, Hyera belum tahu nama Zoya. Namun sekitar setengah jam yang lalu ketika di perjalanan ke rumah penampungan ibu Ami, Hyera memiliki sedikit informasi mengenai Zoya. Alasan yang membuatnya langsung emosinya. Kini bahkan Hyera harus susah payah menahan emosi.
Hyera segera masuk sambil melayangkan salam. “Assalamualaikum ...?”
Tidak ada yang menjawab bahkan itu ibu Ami yang kali ini sudah terlihat mau menjaga penampilan. Ibu Ami yang gundul, tak membiarkan kepalanya hanya tertutup topi hangat. Kini, wanita itu sudah mau memakai rambut palsu panjang. Paling mencolok, bibir dan alisnya juga tak dibiarkan pucat. Bibir dipoles lipstik merah, sementara alis sudah digambar.
Bagi Elmer yang akhirnya menjawab salam sang istri, adanya Zoya di sana bukanlah hal yang mengejutkan. Sebab Zoya memang tahu mengenai ibu Ami. Hanya saja, ia merasa marah pada sikap keduanya menanggapi Hyera.
“Kamu tahu kan, aku ini mantan istrinya Elmer?” ucap Zoya dengan gaya yang benar-benar sombong. Bahkan meski ia tertawa, tawanya kali ini memang sengaja untuk meledek lawannya.
“Oh, ... untuk yang ini, aku beneran enggak tahu. Ternyata dia mantannya om El ...,” batin Hyera sambil menaruh karton besar bawaannya di meja. Meja yang masih menjadi tempat kebersamaan Zoya maupun ibu Ami.
Jujur, belum apa-apa Hyera sudah merasa sangat lemas. Hyera tak menyangka, justru Zoya mantannya Elmer. Sementara kini, Elmer yang ia tatap, tak sampai melakukan pembenaran maupun penolakan. Yang dengan kata lain, Zoya tidak berbohong.
“Enggak sangka sih, ... padahal malam itu, aku cuma nyuruh Elmer buat nidurin kamu. Kamu tahu kan, Chelline sengaja mengundangmu? Sebenarnya dia sengaja menjeba.kmu karena aku yang suruh. Aku sudah membayar Chelline agar dia membawamu ke club itu. Karena kami, termasuk Elmer memang sekongkol!” ucap Zoya. “Termasuk yang akhirnya kita sama-sama ke hotel, itu juga sudah jadi bagian dari rencanaku!”
“Zoya! Jaga mulutmu!” tegas Elmer nyaris menam.par Zoya.
“Kamu enggak lebih dari wanita taruhan yang harus Elmer tiduri. Setelah itu, ya sudah, tinggalin. Itu bukti cinta Elmer ke aku dan Elmer mau, asal kami menikah lagi!” ucap Zoya kali ini sudah berhasil berdiri.
Tangan kanan Elmer yang gemetaran dan sebelumnya sempat terangkat tinggi, benar-benar menam.par Zoya. Zoya sampai terpental, tapi wanita itu tersenyum puas. Ibu Ami langsung membantu Zoya.
“Pantas kamu diseka.ap tua bangk.a bahkan masih di hotel itu. Kamu bahkan menjadi artis vide.o dewasa berkat syuting yang kalian jalani di sana selama hampir dua minggu. Luar biasa, inilah yang dinamakan karma!” ucap Hyera sambil bersedekap sekaligus tersenyum elegan. “Sekarang mau kamu apa? Mau membawa kasus kita ke polisi?” lanjutnya.
“AKU BAHKAN TIDAK PERLU POLISI UNTUK MNEGHANCU.RKAN KO.TORAN SEPERTIMU!” tegas Hyera kali ini berteriak-teriak.
Zoya yang emosi sengaja menghampiri Hyera, tentu saja bermaksud untuk mengha.jar Hyera. Namun, Elmer sudah langsung maju dan mendorongnya agar menjauh dari Hyera.
“Ini peringatan pertama sekaligus terakhir dariku. Pastikan semua yang kamu miliki. Pastikan dan cukup ingat! Karena aku tidak yakin akan berbaik hati membiarkanmu tetap memiliki apa yang kamu miliki!” tegas Hyera benar-benar marah.
“Pulang Om! Kelakuan mamamu enggak pantas bikin dia menerima baktimu! PULANG SEKARANG JUGAAAA!!” tegas Hyera yang detik itu juga sampai menarik Elmer dari sana. Ia menggandeng paksa tangan kanan Elmer.
“Mama Ami memang enggak tahu diri ya!” tegas Hyera mendadak balik badan bahkan kembali mendekati ibu Ami.
“Setelah semua yang terjadi, Mama tetap begini? CARA MAMA HANYA DIAM KETIKA AKU DAN ELMER DIHAKIMI IBLI.S BETINA INI SAMA SAJA MAMA MEMBENARKANNYA! MAMA BAHKAN BAIK-BAIK KE DIA!”
“OH ... AKU LUPA. KARENA KALIAN MEMANG SATU SPESIES! MAKANYA KALIAN COCOK!” ucap Hyera meledak-ledak yang kemudian berkata, “Banggggke emang!”
Hyera benar-benar emosi. Jangan mengamu.k ibu Ami apalagi Zoya saja, itu sudah untung. Tentunya, ia tak mau meninggalkan Elmer. Karena sampai ia melakukannya, Hyera merasa itu malah bisa menghan.curkan rumah tangganya.
“Aku marah! Aku beneran marah! Om harus tahu bahwa aku benar-benar marah!” teriak Hyera pada Elmer yang ia tuntun paksa.