NovelToon NovelToon
Suamiku Guruku

Suamiku Guruku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:12M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nurul Heldal Yani

Aku latika dan dia Afriadi kepala sekolah yang populer di sekolahnya, bahkan di luar kawasan sekolah, dan menjadi dambaan wanita-wanita di sekolah, dan di luar sekolah...
Tapi, guru itu adalah suamiku...
Kami berdua dipaksa menikah karena satu kejadian...

Bagaimana kisah hidup kami?
Apakah bahagia, atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Heldal Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Viral 3

Pagi menjelang, seperti biasa Latika pergi ke sekolah, hari ini spesial sekali, Afriadi tidak ada di rumah, kata Bik Ipah dia sudah pergi dari jam 2 malam tadi dijemput sama temannya, katanya mengurus sesuatu. Yah... Bodo amat, Latika tidak perlu tahu juga dia ke mana? Dia mau apa? Dia mengurus apa? Itukan hidupnya.
Kodir (Sapam sekolah)
Kodir (Sapam sekolah)
Oi... Latika ceria sekali pagi-pagi sudah cengar cengir sendirian.
Latika
Latika
Bapak juga kenapa cengar cengir sendiran tadi? Dari jauh lagi saya lihat.
Kodir (Sapam sekolah)
Kodir (Sapam sekolah)
Oh... Itu. Bapak lagi lihat video viral.
Latika
Latika
Em... Video viral.
Latika berjalan menghampiri Pak Kodir.
Latika
Latika
Yang mana Pak videonya?.
Pak Kodir menunjukan videonya. Beucap hati terkejut Latika melihat video itu, ia tidak berkutip sedikitpun, matanya terus fokus melihat video itu, berkali-kali Pak Kodir ingin mengambil ponselnya, selalu Latika tahan.
Kodir (Sapam sekolah)
Kodir (Sapam sekolah)
(Aduh... Ada apa dengan ini anak, sedih sekali melihat video ini, jadi ikutan sedih jugakan).
Tidak terasa air mata Latika menetes.
Pak Kodir menyeka air matanya, yang tidak sengaja ikut tumpah juga.
Tap...
Pak Kodir menepak bahu Latika.
Terkejut Latika dibuatnya.
Latika
Latika
Eh...
Latika menghapus air mata.
Kodir (Sapam sekolah)
Kodir (Sapam sekolah)
Menghayati sekali.
Latika
Latika
Tentulah pak...
Latika
Latika
Orang tidak melakukan kesalahan itu. Tapi, dituduh juga melakukan kesalahan itu. Sampai-samapai dinikahkan...
Kodir (Sapam sekolah)
Kodir (Sapam sekolah)
Betul kata kau, sekolah kita pun kena imbasnya.
Kodir (Sapam sekolah)
Kodir (Sapam sekolah)
Yah. . . Baguslah kalau kebenarannya sudah terungkap, pastinya ada kelegaan di hati, terutama yang tertuduh.
Latika
Latika
Em...
Kodir (Sapam sekolah)
Kodir (Sapam sekolah)
Sudahlah... Jangan sedih lagi.
Latika
Latika
Em...
Kodir (Sapam sekolah)
Kodir (Sapam sekolah)
Em... Em... aja.
Kodir (Sapam sekolah)
Kodir (Sapam sekolah)
Sudah - sudah masuk lagi ke kelas sebentar lagi masuk.
Pak Kodir segera mengambil ponselnya.
Latika langsung pergi meninggalkan pak kodir.
Gila... Sesampainya di kelas. Semua penghuni kelas membicarakan video itu bahkan melihatnya pun berkelompok - kelompok.
Hadi (Ketua kelas)
Hadi (Ketua kelas)
Oi... Kau sudah nontonkan video viral tu?.
Latika
Latika
Sudah tadi, numpang sama Pak Kodir.
Hadi (Ketua kelas)
Hadi (Ketua kelas)
Hari ini sibuk tidak?.
Latika
Latika
Kenapa?.
Hadi (Ketua kelas)
Hadi (Ketua kelas)
Tidak tanya aja.
Latika
Latika
Tidak juga sih.
Hadi (Ketua kelas)
Hadi (Ketua kelas)
Oh... Kalau begitu aku ke rumah ya.
Latika
Latika
(Egh... Hadi mau ke rumah, bukannya aku tidak di kosan lagi, kalau Hadi aku bawa ke rumah... Alama... Mati aku, kebongkarlah semuannya).
Latika
Latika
Kau mau apa ke rumahku.
Hadi (Ketua kelas)
Hadi (Ketua kelas)
Kita latihan.
Hadi (Ketua kelas)
Hadi (Ketua kelas)
Sudah lama tidak latihan.
Hadi (Ketua kelas)
Hadi (Ketua kelas)
Nanti aku ajak Sahril.
Latika
Latika
Iya juga ya, tapi kosanku sempit bagaimana kalau di rumah kau saja.
Latika
Latika
(Iyakan saja... Iyakan saja.... Iyakan saja.....).
Hadi (Ketua kelas)
Hadi (Ketua kelas)
Betul juga, nanti bu kost marah.
Hadi (Ketua kelas)
Hadi (Ketua kelas)
Yalah, kita latihan di rumahku.
Latika
Latika
(Alhamdulillah, selamat).
Latika menghela nafas, mengelus dada.
Sedangkan di ruangan majelis guru, lagi heboh - hebohnya membicarakan video itu, bukan disini saja yang heboh, tapi ibu - ibu rumah tangga pun sibuk membicarakan video ini sambil memilih - milih sayur, ya... tukang sayurnya sih bahagia-bahagia saja, asalkan sayurannya laris.
Ibuk Salamah
Ibuk Salamah
Ehhh... Ibu- ibu, pada tahu tidak video yang beberapa waktu lalu yang viral itu, ada lagi.
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Ih... Apanya lagi yang ada?.
Sahut ibu sebelahnya.
Ibuk Salamah
Ibuk Salamah
Ada lagilah bu, bahkan viral lagi.
Tukang sayur keliling
Tukang sayur keliling
Ha... bukannya kemarin itu sudah ada kejelasannya.
Ibuk Salamah
Ibuk Salamah
Aduh... Bukan, kali ini... Kali ini...
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Kali ini apa?.
Tanya ibuk sebelahnya lagi.
Ibuk Salamah
Ibuk Salamah
Aduh... Sudah jelaskannya. Nih, lihat saja sendiri.
Ibu Salamah melihatkan video itu ke ibu-ibu dan tukang sayur.
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Oooohhh... Gila parah betul itu orang memberi kesaksian yang palsu.
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Betul itu.
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Eh... kalian juga jangan percaya betul, jangan - jangan orang ini dibayar untuk membersihkan nama baiknya.
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Iya juga ya...
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Maklumlah orang kaya.
Ibuk Salamah
Ibuk Salamah
Segitu amat ya, kalau bersalah itu bersalah saja jangan mengaku tidak bersalah, sampai segitunya. Eeee... Geregetan dibikinnya.
Geram buk salamah yang mengacak - acak sayuran, tapi sempat di hentikan tukang sayuran.
Tukang sayur keliling
Tukang sayur keliling
Eeeee... Jangan sayuran saya juga diacak-acak buk.
Lama kelamaan gerobak tukang sayur makin banyak dipenuhi ibu-ibu yang ikutan rumpi.
Tukang sayur keliling
Tukang sayur keliling
(Hadehh.... Ramai juga hari ini, Alhamdulillah... laris manis).
5 menit kemudian.
Setelah puas gosip.
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Aduh... Sudah jam segini, belum masak lagi, saya pulang dulu ya bu, soalnya mau masak untuk tengah hari.
Sahut ibu-ibu di sebelah ibu salamah.
Tukang sayur keliling
Tukang sayur keliling
Tidak beli sayurnya buk?.
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Tidak Mang, sayur semalam masih ada.
Sahut siibuk.
Tukang sayur keliling
Tukang sayur keliling
Ooohhh...
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Kumpulan ibu - ibu rumah tangga
Wah... Cucianku belum dijemur, saya pulang dulu ya ibu-ibu.
Bubar satu bubar semua.
Ibu-ibunya malah sama sekali tidak membeli sayur, mulut tukang sayur terbuka lebar melihat ibu-ibu yang bubaran tampa membeli sayurannya.
Tukang sayur keliling
Tukang sayur keliling
Oi... Bu... Sayurannya tidak sekalian dibeli bu.
Ibuk Salamah
Ibuk Salamah
Engak Mang anak saya tidak suka makan sayur.
Ibu salamah cepat menjauh, meninggalkan tukang sayur, seakan akan ia tahu kalau tukang sayur akan marah, soalnya dari tadi hanya gosip saja tampa membeli dagangannya, bahkan dagangannya diacak-acak. dari mukannya dan nada suarannya tukang sayur sudah kelihatan sekali, mukanya yang memerah dan nada suarnnya yang tinggi.
Tukang sayur keliling
Tukang sayur keliling
Halah.... Jadi tadi kumpul di sini ngapain, cuman numpang gosip saja, dagangan abis diacak-acak, uang tidak dapat, waktu terpotong, rugi - rugi.
Teriak kesal tukang sayur, kesal melihat ibu-ibu yang tidak jadi membeli sayurannya.
1
padika varsha (ai agata)
🤩🤩🤩
Jurina Diris
hai
MUHAMMAD SYAIFULLAH
bensin thor,
Bantul Qwerr
cie cie
MUHAMMAD SYAIFULLAH
ngelawak
MUHAMMAD SYAIFULLAH
beasiswa pak bukan biaya siswa
MUHAMMAD SYAIFULLAH
visi misi oii bukan misi visi
Cliks Zuan
Kamarudin Gak Salah Di Bawa Bawa/NosePick/
Sha Yusuf
hai
Syauqi Tajudin
kenapa gak ada ramai yang banyak mesej sih
Sovi Yana
bagus cerita nya ada sedih da bhgia seru
Dewi Susilowati
hay
Lippi Rxi
kerenn aaa
Nurhayati Nurhayati
hello
Tuti Lismawati
novel ini mana ya ko ga da
Sovi Yana
seru lucu ceritanya
😘@fiyah W'B😍
hahaha lucu thor
Arysa
lanjut.....
Putra Minang
ok
Nada
harus nya Astaghfirullah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!