Squel (Stuck With Hot Brother)
Karena sebuah tragedi penggrebekan, mereka terpaksa menikah dan menjalani rumah tangga tanpa cinta. Apalagi status sebagai guru dan murid, membuat mereka menyembunyikan ikatan suci itu di depan orang lain.
Lantas bagaimana bahtera rumah tangga mereka akan berjalan? Sementara sang pemegang kendali hanyalah seorang pemuda SMA yang dikenal brutal dan nakal.
Ikuti kisahnya hanya di sini🤗
Ig @nitamelia05
Salam anu 👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Obat
Malam itu Athar benar-benar pergi dari rumah. Namun, sebelumnya dia telah meminta bertemu dengan Amora. Gadis cantik yang tak lain dan tak bukan adalah keponakan dari musuhnya.
Amora keluar begitu mendapat pesan dari Athar. Gadis itu terus celingukan, karena takut kedua orang tuanya tahu.
"Kamu mau apa sih minta ketemu malem-malem begini?" tanya Amora dengan nada ketus. Bukan apa, dia berpacaran dengan Athar pun karena terpaksa. Semua itu demi melindungi Zio, agar tidak diserang seperti Tomy dan Mike.
Athar membuka helm full face-nya, memperlihatkan wajahnya yang dipenuhi oleh luka. Melihat itu, Amora pun langsung terperangah. Dia yakin Athar habis berkelahi, tetapi dengan siapa?
"Muka kamu kenapa?" tanya Amora sambil meringis, karena ia yakin luka itu masih basah, dan rasanya pasti sangat sakit.
Namun, semua itu tak bisa mengalahkan apa rasa sakit di hati Athar. Pemuda itu menatap Amora dengan sendu, dia tahu, di mata Amora dia tidak ada apa-apanya. Namun, entah kenapa dengan melihat gadis ini. Athar merasa cukup bahagia.
"Om kamu. Om kamu yang mukulin aku," jawab Athar apa adanya.
"Hah? Kamu bilang kamu nggak bakal berantem sama dia!" ketus Amora dengan picingan mata. Sementara Athar hanya menarik sudut bibirnya, Zio benar-benar beruntung, karena ada banyak sekali orang yang menyayanginya.
"Asal kamu tahu, dia yang nyerang aku."
"Terus gimana kondisi dia sekarang?"
"Yang pacar kamu itu aku, Mo. Kenapa malah nanyain Zio!"
"Kamu inget? Aku jadi pacar kamu juga terpaksa. Lagi pula Zio itu keluarga aku. Kalo ada apa-apa sama dia. Aku nggak bakal maafin kamu!"
Athar menelan ludahnya getir. Karena memang itulah kenyataannya. Dia tidak bisa mengelak, sepertinya dunia memang tidak pernah berpihak padanya.
"Tapi kamu juga harus inget. Aku bisa lakuin apapun ke dia. Kalo kamu melanggar kesepakatan kita," ucap Athar akhirnya. Dia terpaksa berkata seperti itu, karena dia tidak ingin melepaskan Amora. Tak peduli jika Zio menentang hubungan mereka.
Amora mengepalkan tangannya. Semula ia kasihan pada Athar, tetapi mendengar ucapan pemuda itu suasana hatinya berubah menjadi geram.
"Good night, Mo, jangan lupa mimpiin aku," sambung Athar setelah kembali memasang helm. Terlihat bahwa pemuda itu tersenyum tipis sambil mengedipkan sebelah matanya, kemudian pergi meninggalkan kediaman El Barrack.
***
"Ra, motor aku bocor, bisa nebeng aja nggak?" tanya Zio saat mereka hendak pergi ke sekolah.
"Bocor? Emang semalem nggak diperiksa?"
Zio menggelengkan kepala. Namun, bukannya memberikan tumpangan Aura justru berkata. "Kamu naik ojek aja."
"Kan mobil kamu kosong, Ra, tujuan kita juga sama, kenapa malah suruh aku naik ojek? Nambah-nambahin biaya aja," cetus Zio, tetapi Aura yang selalu waspada terhadap apapun. Tak mau mengambil resiko jika nanti ada yang melihat kedekatan mereka berdua.
"Biar aku yang bayar!"
"Nggak! Kita berangkat bareng," pungkas Zio, seraya mengambil alih kunci yang ada di tangan Aura.
Saat itu Aura hanya bisa berdecak keras. Mau tak mau dia pun akhirnya masuk ke dalam mobil, dan membiarkan Zio mengemudikan kendaraan roda empat miliknya.
Selama berada di perjalanan, beberapa kali Zio menatap ke arah Aura. Namun, wanita itu hanya diam saja.
"Santai aja, Ra. Aku turun jauh dari sekolah kok," kata Zio untuk menenangkan Aura yang tampak sangat gelisah.
"Aku nggak lagi mikirin itu," balas Aura, akhirnya buka suara.
"Lah terus mikirin apa? Wah jangan-jangan mikirin kejadian kemarin," ledek Zio, mengingat wajah Aura yang berhasrat padanya benar-benar terasa lucu.
Aura langsung mendelikkan matanya dan menabok lengan Zio dengan keras.
Plak!
"Jangan ngaco!"
Zio hampir saja oleng karena serangan dadakan Aura. Namun, dia cukup pandai mengendalikan mobil yang sedang dikemudikannya.
"Huh, kira-kira dong, Ra, kalo kita kecelakaan di jalan gimana? Mana belum kawin lagi," gerutu Zio yang semakin membuat Aura merasa geram.
"Itu gara-gara kamu juga. Makanya jangan bahas yang aneh-aneh!" balas Aura dengan ketus.
"Yeh, orang ngomong begitu doang. Lagian aslinya sama-sama mau 'kan?"
Aura mendengus kasar, dia hendak membalas ucapan Zio. Akan tetapi pemuda itu lebih dulu menghentikan mobilnya dan meraup bibir Aura dengan cepat.
Mata Aura terbelalak lebar, sementara Zio menahan tengkuknya dengan begitu kuat.
CUP!
"Obat, biar kamu nggak marah-marah," ucap Zio sambil membuka pintu mobil, dia segera kabur sebelum Aura mengamuk padanya.
"ZIO!!!" teriak Aura.