tidak ada seorang pun yang mau lahir dikeluarga berantakan begitu juga dengan Nisa.Tuhan masih berpihak pada nya,dia dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang solid dan memahami satu sama lain.
tapi semua itu langsung berubah saat sosok laki-laki datang,mengaku sebagai orang yang di jodohkan dengan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bidadari Ayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertengkaran pertama
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“aku memang sampah!aku hidup di lingkungan brandalan tapi mereka tidak mengajar kan ku menjadi pengecut.”lanjut Nisa dengan nafas sesak.
“nur apa benar itu?.”tanya ustad Arkan sinis.
“ustad itu tidak....”
belum selesai mengatakan ucapan nya,nur tertegun melihat Nisa mengambil kitab suci Alquran dari tangan ustad Rizwan.
“sejak awal kau sudah berdusta.”sela Nisa cepat.
Nisa mengambil Al-Qur'an,meletakan tepat di atas kepala nya.membuat semua orang auto panik.
“Aku bersumpah!kalau nur memang sengaja memancing emosi ku sedari awal.aku tidak marah atau punuj memukul nya saat dia membanding-banding kan ku dan mengatai ku menggunakan pelet.aku marah karena dia sudah memaki mama dan papa ku yang tidak ada hubungan nya.aku berkata jujur,dengan Allah yang menjadi saksi.kalau aku memang tidak berkata jujur aku siap menerima semua konsekuensi yang ada.”
sumpah Nisa.
“khumaira!!!kau gila?apa yang kau lakukan hah?.berani sekali kau berbohong menggunakan Al Qur'an?.”
pekik Gus risam murka,ia segera mengambil alih Al-Qur'an di tangan Nisa dan mengembalikan nya pada ustadz Rizwan yang masih shock di tempat nya sekarang.
“aku tidak berbohong Gus abrisam Abdullah Aabid.aku tidak senekat itu sampai-sampai harus berbohong membawa nama Allah!.dan nur,apa kau berani melakukan nya?.”
Nisa menoleh aura tajam menguar begitu saja.tatapan nya sinis,dia seperti queen mafia sekarang.
“a-aku.....”
“kau tidak berani kan?karena kau sudah jelas-jelas berbohong pada semua orang!.kau memfitnah ku!.”bentak Nisa menggelegar.
lupakan tentang gelar Ning yang sedang di sandang dengan penuh kebanggaan oleh nya.sekarang Nisa benar-benar kembali seperti dulu, barbar dan sangat sulit untuk di atur.
“ning saya....”
“tutup mulut mu!kau selalu berbohong.dan kalian hanya bertanya tentang apa kau benar-benar melakukan nya Ning?.kalian tidak tau kalian juga tidak mau tau apa yang dia kata kan sampai memancing ku memukul mu.gus....”
Nisa mengalihkan pandangan nya pada Gus risam.
“aku tidak akan bertindak nekat di rumah mertua ku,senakal-nakal nya aku.aku tetap tidak mau mencoreng nama keluarga suami ku sama sekali!.kenapa kau tidak mempercayai ku gus?.”tanya Nisa sakit hati.
aku tidak peduli seluruh orang di dunia ini memarahi ku,menuduh ku bahkan menganggap ku sampah.asal jangan kau Gus,kau yang sudah menganggap ku sebagai manusia.
Nisa memejamkan mata nya dengan air mata yang mulai mengalir kencang.
“saya saksi nya Abah yai!.”
Vano?.
Nisa tertegun menatap siapa yang sedang berjalan masuk dengan umi yai.
“saya saksi!karena saya dan umi yai tadi sedang ada di taman untuk memetik rambutan.nur yang memulai semua nya,di saat Ning Nisa sedang belajar,nur dan teman nya datang.mereka mulai membanding-bandingkan Ning Nisa dengan Ning Aisya,Ning Nisa tidak marah.tapi nur mulai kelewat batas dengan memaki mama Nisa sebagai perempuan murahan dan memaki papa Nisa.”ujar Vano panjang lebar kali tinggi,membela sosok perempuan yang pernah hampir dia lenyap kan di bumi ini.
“iya mas,umi lihat sendiri.umi ingin datang sedari tadi,tapi ada tetangga yang meninggal.mas bagaimana perasaan mas,kalau ada yang menghina Abi mu dan juga umi mu sebagai perempuan murahan?.”tanya umi yai.