NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Tidak terasa kalau sudah satu minggu Lu Mingyu tinggal di kediaman Jendral Rong, dan selama satu minggu ini Lu Mingyu selalu berfikir kalau Jendral Rong memang tidak mau tidur bersamanya, dan memilih tidur sendiri di kamarnya, tapi tanpa Mingyu ketahui kalau setiap larut malam Jendral Rong masuk ke kamarnya dan tidur di sisinya, dan Jendral Rong akan pergi saat fajar.

Saat awal Lu Mingyu kembali, Jendral Rong memang tidur di kamarnya sendiri, tapi Jendral Rong sama sekali tidak bisa tidur hingga esok hari, dan setelah tahu kalau Mingyu selalu bangun siang, akhirnya setiap larut malam setelah memastikan Mingyu sudah benar benar terlelap, Jendral Rong masuk ke kamar Mingyu dan tidur di sisinya.

Seperti malam ini, Jendral Rong dengan sangat hati hati menutup pintu kamar Mingyu agar tidak menimbulkan suara, karna takut membangunkan wanita yang sudah terlelap di atas ranjangnya.

Setelah memastikan pintu kamar tertutup rapat, Jendral Rong berjalan mengendap ngendap ke arah ranjang, lalu dengan hati hati merangkak naik ke atas ranjang dan berbaring di sisi Mingyu.

Jendral Rong yang semulanya menghadap ke langit langit kamar, dia merubah posisinya menjadi miring dan menghadap ke arah Mingyu yang kebetulan juga tidur dengan posisi Miring, sebuah senyum kecil terukir di sudut bibir Jendral Rong.

''Cantik'' itulah satu kata yang terucap dari bibir Jendral Rong, saat menatap wajah Lu Mingyu yang terlelap dengan tenang.

Setelah puas memandang wajah Lu Mingyu, akhirnya Jendral Rong memutuskan tidur, agar besok bisa bangun saat fajar, tapi sebelum memejamkan kedua matanya, Jendral Rong lebih dulu membenarkan selimut yang di pakai Mingyu, setelah itu tidak perlu lama Jendral Rong masuk ke alam mimpinya.

Begitu juga dengan Jendral Rong, dia tidak tahu kalau tindakannya yang diam diam masuk ke kamar Mingyu saat larut malam selalu di perhatikan oleh dua orang kepercayaannya.

Di balik tiang yang menjulang tinggi, terlihat dua orang sepasang Ayah dan anak tengah memperhatikan kamar Lu Mingyu yang tertutup rapat, hampir setiap larut malam Paman Han dan Han Bing selalù memergoki aksi Jendral Rong yang masuk ke kamar Lu Mingyu dengan diam diam.

''Kenapa juga Pangeran harus mengendap ngendap masuk ke kamar Nona Lu, lagian Nona Lu itu istrinya, jadi wajar wajar saja kalau ingin tidur bersama'' gumam Han Bing yang di angguki oleh Ayahnya.

Beberapa hari telah berlalu, siang ini Su Wan Rou tiba tiba datang dan memberi laporan pada Jendral Rong, kalau ada segerombolan penyusup yang menyerang desa di perbatasan.

''Kalau begitu kita ke sana sekarang''

''Baik Pangeran''

Sebelum pergi Jendral Rong menyempatkan diri untuk menemui Lu Mingyu, yang sedang bersantai di halaman samping bersama pelayannya.

''Mingyu''

Lu Mingyu yang sedang duduk santai di bawah pohon menoleh ''Ada apa Pangeran?''

''Aku akan pergi untuk beberapa hari'' ucap Jendral Rong, bukan memberi tahu, tapi lebih ke berpamitan pada Mingyu.

''Kembali ke kamp militer?'' tebak Mingyu.

''Tidak, aku harus menangkap penyusup di desa perbatasan'' tukas Jendral Rong

Mingyu langsung bangkit dan merapikan baju Jendral Rong yang sebenarnya sudah sangat rapi. ''Pangeran hati hati, Pangeran harus kembali dengan selamat, tanpa luka sedikitpun'' pesannya.

Entah kenapa saat mendengar perkataan Lu Mingyu, Jendral Rong merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Sedangkan Lu Mingyu dia merasa mual sendiri mendengar perkataan yang keluar dari mulutnya.

"Huwekkk,,, menjijikkan sekali, ini seperti bukan diriku saja" batin Mingyu.

"Kamu tenang saja, aku pasti akan kembali dengan selamat" ucap Jendral Rong.

"Iya, saya percaya" sahut Mingyu dengan tersenyum.

''Kalau begitu aku pergi dulu"

Mingyu menganggukkan kepalanya.

Setelah Jendral Rong berlalu pergi, Mingyu kembali duduk di kursinya semula, lalu meneguk segelas air putih yang ada di atas meja samping kursi.

''Nona, saya lihat lihat, hubungan anda dan Jendral Rong semakin harmonis'' cletuk Xiao Fei membuat Mingyu langsung menyemburkan air yang sedang di teguknya.

''Nona, anda kenapa?'' tanya Xiao Fei panik.

''Perkataanmu itu, membuat sekujur tubuhku merinding tahu'' sahut Mingyu.

Xiao Fei menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal karna bingung, memangnya yang dia katakan salah ya pikirnya.

Jendral Rong memacu kudanya dengan kecepatan penuh, dia ingin segera sampai di desa perbatasan dan cepat cepat menyelesaikan masalah di sana.

Jendral Rong, Han Bing dan juga Su Wan Rou tiba di desa perbatasan saat hari sudah menjelang malam, karna memang jaraknya yang sangat jauh, dan lagi mereka harus menyebrangi danau dan beberapa sungai untuk sampai di sana.

Saat memasuki gapura perbatasan, Jendral Rong mendengar suara pedang yang saling bersahutan, sepertinya bawahannya dan para penyusup saling bertarung.

Sebelum Su Wan Rou melapor pada Jendral Rong, beberapa anggota militer yang di tugaskan menjaga perbatasan sudah menangani para penyusup itu, mereka pikir penyusup itu hanya ada beberapa saja, tapi ternyata jumlahnya sangat banyak, sedangkan setiap anggota militer sudah memiliki tugasnya masing masing untuk menjaga di setiap perbatasan negara, sedangkan desa yang kini di serang adalah satu satunya perbatasan yang memiliki penjagaan tidak terlalu ketat, Jendral Rong salah perhitungan, dia pikir para penyusup tidak akan masuk melalui desa itu di karnakan akses jalannya yang sangat sulit, mereka harus melewati lautan dengan ombak yang sangat ganas dan hutan terlarang untuk sampai di desa itu, dan itu juga yang menjadi salah satu alasan Jendral Rong hanya menempatkan beberapa anggota militernya di desa itu, tapi siapa sangka kalau ternyata para penyusup itu berhasil menaklukan lautan dan hutan larangan itu.

Kedatangan Jendral Rong dan kedua orang kepercayaannya, membuat para anggota militer yang sudah kualahan bersorak ria, akhrinya masalah di desa perbatasan akan selesai pikir mereka, dan benar saja Jendral Rong, Han Bing dan Su Wan Rou mereka bertiga melawan para penyusup itu dengan membabi buta.

Akhirnya peperangan itu usai saat fajar, dan di menangkan oleh Jendral Rong serta anggotanya, mereka tidak menyisakan satupun dari para penyusup itu untuk tetap hidup, semuanya mati bergelimpangan dan darah segar berceceran di mana mana.

Keesokan harinya setelah merasa cukup untuk istirahat, para bawahan Jendral Rong mulai bergotong royong untuk membantu para penduduk untuk membangun kembali rumahnya yang sempat di hancurkan oleh para penyusup.

Dan Jendral Rong dia juga masih menetap di desa itu, selain untuk memastikan para penyusup tidak kembali lagi, juga untuk memantau pembangunan rumah penduduk sampai benar benar seratus persen selesai.

Saat ini Jendral Rong di temani Han Bing berjalan kaki mengelilingi desa untuk memantau pembangunan, hampir seluruh para wanita yang menjadi penduduk desa itu terkesima dengan ketampanan Jendral Rong, selama ini mereka hanya mendengar dari mulut ke mulut kalau sosok Jendral Rong sangat tampan, dan kini mereka melihat dengan mata kepalanya sendiri dan itu benar adanya.

Tapi satupun dari mereka tidak ada yang berani terang terangan menyapa Jendral Rong, mereka terlalu takut saat melihat expresi datar yang di tunjukkan oleh Jendral Rong.

1
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor
kaylla salsabella
wah... klu tahu istrinya tersenyum pada pria lain Jendral bisa ngamuk
Marsya
hayo istrinya ditaksir cowok lain😉😉😉
Inez Putri
knpa hari ini gak up thuor..
Kusii Yaati
apa mingyu harus menghilang dulu baru kamu akan merasa kehilangan jendral rong?... makan tuh cinta pertama mu 😤
MataPanda?_
terus semangat kak semakin seru😀
Marsya
cinta tanpa disadari lebih menyakitkn disaat org yg dicinta pergi menjauh/Smug//Smug//Smug/
Ai
jangan jangan nanti jemdral rong jadi streees🤣
kaylla salsabella
sebenarnya jendral udah cinta tapi gak sadar...
Murni Dewita
double up thor
Etty Rohaeti
lanjut
Ai
menyesal itu belakangan jendral
Ai
jendral plin plan
tinie
hemm seolah mingyu hilang dan gu nian datang dgn wajah baru nya
Musdalifa Ifa
rasakan itu jendral rong😏😏😏
Marsya
pada kenyataannya sesuatu baru terasa ktika apa yang kita miliki hilang dari pandangan,dan itu yg disbut Penyesalan wahai pangeran Rong/Smug//Smug//Smug/
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Good, Mingyu, Lnjtkn, tinggalkn aja itu Suami Dulhakim, biar Jenderal tau rasa 🤭👍👌
kaylla salsabella
mingyu.... mau Kekaisaran timur dengan cara jatuh ke tebing
Yunita Widiastuti
mingyuuu....ojo balek dolan sing adohhhh
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!