NovelToon NovelToon
Cinta Mas Sepupu

Cinta Mas Sepupu

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Nikah Kontrak / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:97k
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

Saat Larisa ketahuan hamil, pihak keluarga syok dan juga tak menyangka.

Larisa dituntut untuk jujur siapa pria yang sudah menghamilinya sampai mencuat satu nama pria yang tak lain saudara sepupunya sendiri.

Setelah menikah hubungan Bassta dan Larisa semakin ricuh, jauh dari rukun dan tenteram. Bassta juga sudah memilih perempuan lain yang jauh di atas Larisa yakni Jema, tetapi Jema belum tahu bahwa pria yang dia cintai sudah beristri.

Dalam niat yang begitu besar, Larisa ingin mengubah rumah tangga hambarnya menjadi rumah tangga yang harmonis. Sementara Bassta sudah mengatur dan meniatkan perpisahan setelah bayi yang dikandung Larisa lahir.

Terombang-ambing dalam rasa kecewa dan juga bimbang atas perasaannya, Larisa dihadapkan pada sosok pria yang berusaha dia lupakan tetapi malah mendadak muncul dan mengaku ingin bertanggung jawab.

Lantas, apakah Larisa akan kembali ke pelukan pria berinisial J atau bertahan dengan Bassta yang mulai menyadari ketulusannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jema Ibra

***

Karena Bassta dan Larisa hanya diam saja. Arif kembali mengemukakan keluhan. “Kamu sama Larisa akan menjadi orang tua. Apa bisa kamu sebagai pemimpin rumah tangga bersikap dewasa?”

Bassta menarik napas panjang, kenapa dia yang kena?

“Memangnya Papa pikir aku ngapain?” balas Bassta merasa tersinggung.

“Kamu bener-bener pikun, Bass,” ucap Larisa dalam hati. “Nggak sadar diri kamu itu selalu kasar sama aku.”

Larisa hanya bisa bergumam tak terima.

“Papa itu ngelihat kamu nggak ada berubahnya walaupun sudah menikah,” kata Arif mengeluh.

“Lebih Papa khawatirkan keadaan Larisa sama bayinya kalau kamu begini terus. Semua wanita hamil itu sama, perlu dijaga dengan ekstra!” Arif melanjutkan dengan penuh penekanan.

Mulut Bassta sudah terus terbuka, ingin menimpali tetapi Arif terus menuding dan memintanya lebih bertanggungjawab.

Larisa diam dengan wajah ditekuk, karenanya Bassta tersalahkan. Larisa sempat ingin berbicara untuk membela tetapi di bawah meja mendadak Bassta meraih tangannya, sebuah kode permintaan agar dia diam saja. Membiarkan Arif berbicara sesukanya.

Setelah Arif tampak tenang, barulah Bassta bersiap untuk mengatakan sesuatu.

“Iya aku salah, Pa. Aku belum bisa menjadi suami yang baik. Aduan Vivian kemarin bener, kok!” ujar Bassta dan Larisa menatap dengan mata berair, apa Bassta akan mengungkapkan kejujuran sekarang? Larisa merasa deg-degan tak karuan.

Arif menyimpul senyum mendengar anaknya mau terus terang padahal Bassta sudah memikirkan sebuah kebohongan sejak tadi ayahnya mengoceh.

“Aku sama Larisa lagi berantem waktu itu.” Bassta menoleh dan menatap Larisa di sebelahnya. “Kami ribut dan kedatangan mbak Fiona sama Vivian begitu mendadak.”

Larisa termangu memandangi lekukan elok wajah sang suami yang dilengkapi dengan tatapan teduh.

“Kami pisah kamar setelah ribut besar. Apa pun masalah itu, aku sama Larisa sepakat buat menjaga itu tetap ada di antara kami berdua saja, nggak perlu sampe bawa-bawa orang tua masing-masing.”

Bassta tersenyum kecil dan Larisa menoleh kepada Arif sekilas. Pria paruh baya itu tampak takjub mendengar kebohongan yang dilontarkan anaknya.

“Tapi sekarang kami sudah baikkan.” Bassta menggenggam tangan Larisa, dia menariknya dari bawah meja ke atas meja supaya Arif melihat itu. “Kami udah tidur sekamar lagi. Tanya aja sama mama kalau Papa nggak percaya.” Ia menyambung halus dan alisnya berkedut tatkala merasakan dingin serta licin tangan Larisa karena berkeringat.

“Benar itu, Ris?” Arif memastikan.

Larisa menoleh dan mengangguk kuat-kuat.

“Maaf karena udah bikin Papa repot dengan turun tangan mengatasi masalah kami berdua,” tutur Larisa sopan.

Arif tersenyum lebar.

“Orang tua memang tugasnya sebagai penengah. Syukurlah kalau kalian udah baikkan, cek-cok dikit-dikit mah wajar. Seperti masakan tak akan enak tanpa bumbu, rumah tangga juga begitu, asal bumbunya jangan kebanyakan aja.”

Ketiganya tertawa terbahak bersama. Kemudian Bassta melepas genggaman tangannya. Karena sudah cukup lama mereka menghabiskan waktu, Arif pamit karena ada janji untuk mengunjungi temannya sementara Bassta juga ada janji untuk bertemu dengan Jema.

Sementara Larisa? Entahlah.....

***

“Sekarang kita mau ke mana, Bu?” tanya Ibra yang sedang menyetir.

Jema dari belakang menatap belakang kepala pria itu sinis.

“Ke Mal. Saya ada janji, dan berhenti manggil saya dengan sebutan ibu-ibu! Kamu kira saya setua itu?” sentak Jema dan dibalas dengan anggukan kecil oleh Ibra.

“Maaf, Bu, eh....iya kita ke Mal sekarang.” Ibra gugup.

Jema mendengus sebal.

“Panggil saya Jema aja.”

Ibra mengangguk patuh kemudian menyempatkan diri melirik wanita di belakangnya itu dari kaca spion.

Cantik, menawan, begitulah Ibra memuji-muji Jema sebatas hatinya karena untuk diutarakan langsung, dia bisa saja digantung. Ayahnya sudah terus-menerus mengingatkan, tetapi yang namanya perasaan kenapa begitu sulit dikendalikan.

Bagai pungguk yang menginginkan rembulan. Ibra menerawang ia dan Jema tidak jauh dari itu. Sulit untuk digapai apalagi memaksakan diri ingin memiliki.

Paras yang pas-pasan, isi dompet yang kadang ada dan lebih sering kosongnya. Rasanya mustahil bagi Ibra untuk sedikit saja memberanikan diri mengungkapkan rasa sukanya kepada wanita spesial di hatinya itu. Berangan-angan, itulah yang terus Ibra lakukan.

Angan-angan yang memabukkan, lambat laut memenjarakan pada kesengsaraan.

Jema senyam-senyum sekarang, merapikan rambut juga memeriksa riasan wajahnya. Ia akan bertemu dengan Bassta sekaligus shopping. Jema dan Bassta janji bertemu satu jam lagi tetapi sekarang dia sudah meluncur karena ingin mengunjungi temannya dahulu di sebuah toko perhiasan yang sekarang Sally sudah ada di sana menunggunya.

Jema tak tahu, bahwa pria yang selalu dia rindukan pun sekarang sedang berada di tempat yang sama.

Jema keluar setelah Ibra membukakan pintu mobil. Jema melangkah dengan berlenggak lenggok dan Ibra di belakang mengawalnya. Monica mewanti-wanti agar Ibra menjaga anak perempuannya yang selalu berulah itu. Monica merasa percaya karena Ibra adalah anak dari sopir yang sudah mengabdi pada keluarganya bertahun-tahun.

“Jangan terlalu dekat sama saya. Saya nggak mau ada pihak yang mengabadikan momen ini lalu menjadikannya bahan gosip!” tegur Jema keras dan Ibra langsung memundurkan diri agar tak sejajar dengannya.

“Males amat kalau digosipin aneh-aneh sama sopir,” gumam Jema tetapi gumamannya masih bisa tertangkap oleh Indra pendengarannya Ibra.

Hatinya terasa diremas, Ibra langsung murung mendengar celotehan Jema yang tanpa beban itu.

Setelah bekerja menjadi sopir di keluarga wanita idamannya. Ibra yang semula mengira bahwa Jema memiliki sikap elok sama seperti keelokan wajah yang dimilikinya. Akan tetapi ia ternyata salah menduga, penilaian karakter seseorang tak bisa dinilai dari rautnya.

Keduanya kini menginjakkan kaki pada tangga eskalator. Jema menengadahkan kepalanya, menatapi sekitar dari balik kacamata hitamnya. Bibirnya langsung menukik, alisnya langsung mengerut ketika sekilas dia melihat kekasihnya.

“Bassta? Dia datang sekarang?” kata Jema dalam hati.

Kakinya kini berjinjit, berusaha untuk melihat pria yang memakai pakaian serba hitam dengan kemeja putih. Memang hanya sekelebatan dia melihatnya, tetapi Jema tahu betul gestur tubuh kekasihnya sampai ke dalam-dalamnya.

Namun, yang membuatnya gelisah dan bingung adalah sosok perempuan yang tampak berjalan di sebelah Bassta. Tampak dekat dan siapa itu? Kenapa dan untuk apa mereka berjalan bersama?

Perasaan tak enak muncul merajai isi pikirannya. Tuding tudingan satu dan yang lainnya saling menindih menyiksa kepalanya. Apa benar yang barusan dia lihat itu Bassta?

1
Oee Hafiza
mbak kok gak lanjut???
Alyazia Yazuy: apa udah end tah kk author crita nya aq penggemar karya" mu dr novel crita nya asma
total 1 replies
Roudhotul Jannah
bagus... rekomendasi
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
masih ditunggu lohh, Thor..
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ : entah kemana nih othornya? pdhl gi seru. klo pindah knp gk kasih tau? kn kita jd kehilangan jejak 😢
total 2 replies
Instagram: Melaheyko
assalamu'alaikum semuanya, cerita ini belum tamat ya tapi ada kendala jadi aku gak bisa update dulu. untuk sementara, aku publish cerita yang lain sambil nunggu naskah cerita ini selesai. Cek profil buat baca cerita baruku yaitu Syahdunya Cinta Pertama. semoga suka
Pipit Bawon
lhooo kok uda di lebel "end" ya ? pindah tempat ta kak mela karya nya ?
Pipit Bawon: Terimakasih uda di jawab mbk mela...sekarang uda sembuh mbk mel ? semoga selalu di beri kesehatan buat mbk mela n kluarga...Aamiin,,,semangat trs utk berkarya mbk...
total 2 replies
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
othor pa kbr?
semoga sehat2 ya
masih setia menunggu kabarmu
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
mas sepupu blum nungul 🤔🤔🤔
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
sookoorlah budu amat nasib Jema kan semua tercipta dari ulah Jema sendiri yang sok dan semena-mena sama orang lain.. Rasain akibatnya
SUMI 🐊🐊
Innalillahi HP nya
SUMI 🐊🐊
maklum negara berbunga y 😂
SUMI 🐊🐊
nah loh bapak² nya Jema kebawa²🤭
SUMI 🐊🐊
utg cuma ngomong dlm hati y Bass🤣🤣
SUMI 🐊🐊
uyel Nay uyel 😂😂
@Hαиıтα 🍀⃝⃟💙
dih sultan mulut nya melebihin ketikan netizen
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
rasain kmu, Jema. salah sendiri dulu lebih milih karir & populeritas. tau sendiri kekasihnya itu laki2 yg nyaris sempurna. udah ganteng, tajir pula. nyesel kn sekarang kmu dicuekin Bassta... makanya jgn kelewat pede jd perempuan. kmu emang cantik paripurna, tapi sayangnya Bassta keburu married duluan 🏃🏃🏃💨💨💨
⸙ᵍᵏoᷡuͦbᷡliͣer༄༅⃟𝐐
biarkan si jema terpuruk biar keluar lagi emosional nya
G°°Rumai§ha°°🌵
Good looking kalo kelakuan minus ya buat apa 😅
G°°Rumai§ha°°🌵
Oohh senangnya dalam hati, liat si Jemma gilaa 🤣🤣🤣
G°°Rumai§ha°°🌵
Semoga aja Nurani sama ibu nya nginep sirumah Bassta atau paling gak pulangnya malem lah biar makin kelabakan itu si Jemma, trus ntar makin ribut deh sama Bassta 🤣🤣🤣
Ratu Tety Haryati
Artis yang suka buat masalah tapi tak kuat menghadapi hujatan netijen akibat ulahnya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!