NovelToon NovelToon
ANASTASIA

ANASTASIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Penyelamat / Kelahiran kembali menjadi kuat / Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Balas Dendam
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: frj_nyt

Ongoing

Lady Anastasia Zylph, seorang gadis muda yang dulu polos dan mudah dipercaya, bangkit kembali dari kematian yang direncanakan oleh saudaranya sendiri. Dengan kekuatan magis kehidupan yang baru muncul, Anastasia memutuskan untuk meninggalkan keluarganya yang jahat dan memulai hidup sederhana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frj_nyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#31

Malam di Utara tidak pernah benar-benar gelap—ia hanya membiru, membeku, lalu berderak pelan seolah langit sendiri menahan napas. Di balkon tertinggi Benteng Silas, Anastasia berdiri memandangi hamparan putih yang tampak seperti dunia mati. Angin menggulung rambut peraknya, dingin menampar pipinya, namun tubuhnya tetap hangat… seperti biasa. Seperti kutukan. Atau mungkin anugerah.

Suara langkah berat menghentikan lamunannya.

Aloric.

Pria itu jarang sekali datang tanpa suara. Ia selalu berjalan seolah tanah menyingkir hormat di bawah kakinya. Tapi malam ini… langkahnya pelan. Hati-hati.

“Kau kedinginan,” suaranya rendah, dalam, seperti retakan es di tengah malam.

“Aku tidak bisa kedinginan,” Anastasia menjawab, menoleh. “Kau lupa?”

Tatapan hitam itu mengeras, tapi bukan marah. Lebih seperti… gelisah yang disembunyikan.

“Tidak bisa kedinginan bukan berarti kau harus berada di luar saat angin utara sedang ganas,” katanya.

“Kau khawatir?”

“…Aku bertanggung jawab atas keselamatanmu.”

Seperti biasa. Kalimat itu menusuk—bukan karena dingin, tetapi karena betapa benar dan tidak benarnya pada saat bersamaan.

Namun sebelum Anastasia dapat membalas, langkah-langkah tergesa terdengar. Knight bernama Rowan—loyal tapi terlalu jujur—membungkuk dalam-dalam.

“Your Grace. Ada sesuatu yang harus Anda lihat. Segera.”

Aloric dan Anastasia saling menatap. Dan tanpa perlu kata, mereka mengikuti Rowan.

 

●●●

Di ruang interogasi bawah tanah, suhu lebih dingin daripada di luar. Api obor bergetar seperti ketakutan sendiri. Dua knight menjaga pintu, wajah mereka tegang.

Di tengah ruangan, seorang pria kurus diseret, tubuh penuh luka, bibir pecah, mata merah dan gelap.

Bukan orang Utara.

“Siapa dia?” Anastasia bertanya lirih.

“Mata-mata dari Ibukota, Milady,” jawab Rowan. “Kami menangkapnya di hutan barat. Ia mencoba mengamati rute patroli.”

Aloric melangkah ke depan. Setiap injakan kakinya membuat udara menegang.

“Mengapa kau mengintai perbatasanku?”

Mata pria itu bergerak liar sebelum akhirnya berhenti pada Anastasia.

“Dia…” pria itu berbisik serak, “…dia hidup. Princess Theodora bilang Lady Anastasia sudah mati. Semua orang percaya itu. Tapi aku melihatmu. Kau… kau adalah—”

Anastasia menegang.

Aloric memotong cepat. “Tidak ada yang bertanya pendapatmu.”

Ia meraih kerah pria itu dan mengangkatnya seolah ia hanya karung bulu.

“Jawab pertanyaanku.”

Pria itu gemetar. Nafasnya memburu. “Perintah Pangeran Mahkota… kami ditugaskan memastikan rumor Duke Utara menyembunyikan seorang wanita asing.”

Keheningan merayap seperti bayangan.

Anastasia merasa jantungnya menghantam dada.

“Pangeran Mahkota mengawasimu?” ia berbisik.

Aloric tidak menjawab. Tatapannya gelap. Bukan marah… tapi sesuatu yang lebih kelam.

Pria itu melanjutkan, suara pecah, “Pangeran ingin… menguasai sihir kehidupan. Ia tahu ada rumor seorang wanita dengan kekuatan itu mengembalikan seseorang dari kematian.”

Anastasia memucat.

Aloric membeku.

Tidak ada yang pernah tahu.

Tidak ada.

Kecuali…

Theodora.

Anastasia merasakan ledakan dingin di dadanya. Kakaknya menghancurkannya sekali. Membunuhnya sekali. Menyudutkannya sekali. Dan kini… mengincarnya lagi?

“Itu cukup,” suara Aloric memotong seperti pedang.

Rowan mengangguk, menarik si mata-mata keluar. Pintu besi tertutup, mengirim gema berat ke seluruh ruangan.

 

●●●

Hanya mereka berdua kini.

Anastasia memeluk kedua lengannya. “Jadi… aku ancaman?”

Aloric menatapnya lama. Tatapannya bukan tatapan Duke ke bawahannya. Bukan ketakutan. Bukan kehati-hatian seorang pemimpin.

Tatapannya… seperti seseorang yang baru menyadari bahwa dunia sedang bersiap mengambil satu-satunya hal yang tidak boleh disentuh.

“Kau bukan ancaman.”

Suaranya rendah. Lembut. Berbahaya.

“Kau… sasaran.”

Mata Anastasia melebar.

“Kalau begitu aku harus pergi. Aku tidak ingin membahayakanmu atau wilayahmu. Ini salahku.”

Aloric langsung maju satu langkah—gerakannya cepat, hampir seperti naluri.

“Tidak.”

“Aloric—”

“Aku bilang tidak.”

Ia meraih bahunya, kuat tapi tidak menyakitkan.

“Jika Pangeran Mahkota benar-benar mengincarmu, maka istana adalah tempat terakhir yang boleh kau dekati,” katanya. “Utara mungkin satu-satunya tempat yang tidak bisa ia sentuh.”

“Tapi—”

“Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu. Termasuk dia.”

Anastasia menatapnya. Nafasnya memanas meski ruangan membeku.

“Kenapa?” suaranya keluar seperti bisikan retak.

Aloric terdiam.

Untuk pertama kalinya sejak ia mengenal pria itu… Aloric Silas terlihat bimbang, seolah melawan sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak ingin akui.

Akhirnya ia berkata pelan,

“Karena kau di sini. Di Utara. Di tempatku. Itu sudah cukup.”

Jantung Anastasia berdebar terlalu keras.

Namun sebelum ia sempat mengartikan ucapan itu, Rowan kembali berlari masuk—wajahnya pucat.

“Your Grace! Ada masalah besar!”

Aloric memutar badan, aura gelapnya langsung kembali seperti tembok besi.

“Apa yang terjadi?”

Rowan menelan ludah. “Kami menemukan… simbol sihir terlarang. Di luar benteng. Seseorang menandai Utara.”

Anastasia merasakan bulu kuduknya berdiri.

Simbol sihir terlarang…

Di Utara…

Ditandai…

“Ini peringatan, Your Grace,” Rowan mendesah. “Pangeran Mahkota mengumumkan perang. Bukan pada kerajaan. Tapi pada Anda.”

Aloric tersenyum tipis.

Senyum yang tidak pernah membawa ketenangan.

“Kalau begitu,” katanya pelan, “biarkan dia datang.”

Lalu ia menatap Anastasia.

Tatapan itu mengikat, berat, dan gelap.

“Apa pun yang terjadi setelah ini… kau tidak akan pergi dari sisiku.”

Anastasia merasakan dunia bergetar.

Bukan karena takut.

Tetapi karena… untuk pertama kalinya… Aloric Silas sedang mengguncang takdirnya sendiri.

1
Wahyuningsih
q mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!