NovelToon NovelToon
Diceraikan Suami Dinikahi Ceo Milyader

Diceraikan Suami Dinikahi Ceo Milyader

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Aisya harus menelan pil pahit, dua tahun pernikahan, ia belum dikaruniai keturunan. Hal ini membuat mertuanya murka dan memaksa suaminya menjatuhkan talak.

Dianggap mandul dan tak berguna, Aisya dicampakkan tanpa belas kasihan, meninggalkan luka yang menganga di hatinya.

Saat sedang mencoba menyembuhkan diri dari pengkhianatan, Aisya dipertemukan dengan Kaisar.

Penampilan Kaisar jauh dari kata rapi, rambut gondrong, jaket kulit lusuh, dan tatapan liar. Mirip preman jalanan yang tampak awur-awuran.

Sejak pandangan pertama, Kaisar jatuh cinta pada Aisya. Ia terpesona dan bertekad ingin menjadikan Aisya miliknya, memberikan semua yang gagal diberikan mantan suaminya.

Tapi, mampukah Kaisar meluluhkan hati Aisya yang sudah terlanjur hancur dan tertutup rapat? Atau apakah status dan cintanya yang tulus akan ditolak mentah-mentah oleh trauma masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Marni berdiri menghadang pintu depan, kedua tangannya direntangkan lebar-lebar untuk menghalangi jalan Hendra yang sudah memegang beberapa kantong plastik besar berisi barang pemberian Rima.

"Langkahi dulu mayat Ibu kalau kamu berani mengembalikan barang-barang ini, Hendra!" teriak Marni dengan mata melotot, wajahnya memerah menahan amarah yang meledak-ledak.

Hendra menghela napas panjang, wajahnya menunjukkan kelelahan yang luar biasa setelah malam yang panjang dan penuh tekanan. Pikirannya kacau, apalagi setelah kejadian di hotel dan bayangan wajah Aisya yang pucat.

"Bu, tolong mengerti. Barang-barang ini tidak benar. Rima punya niat lain, dia mau merusak rumah tangga kami. Aku tidak mau berutang budi pada wanita seperti dia. Ibu seharusnya malu dong, sama saja Rima merendahkan harga diriku sebagai seorang anak!"

"Niat lain apa?! Niatnya baik, ingin menyenangkan hati orang tua!" Marni berkacak pinggang dengan napas memburu, ia tak peduli dengan harga diri anaknya, yang ia pedulikan hanyalah kilau kemewahan di tangannya. "Kalau kamu kembalikan ini, Ibu bersumpah tidak akan menyentuh makanan satu suap pun! Biar saja Ibu mati kelaparan di rumah ini! Biar kamu puas melihat Ibu menderita karena membela istri mandul mu itu!"

Aisya yang baru saja selesai mencuci piring di dapur, berdiri terpaku di balik pintu. Ia meremas ujung daster lusuhnya, tubuhnya bergetar mendengar kata "mandul" kembali terlontar dengan begitu kejam dari mulut mertuanya. Setiap kata yang diucapkan Marni seperti sembilu yang menyayat jantungnya.

Mendengar ancaman mogok makan dari ibu mertuanya membuat jantung Aisya berdenyut nyeri. Ia merasa seperti duri di tengah kehidupan mereka, sebuah penghalang bagi kebahagiaan yang diinginkan mertuanya.

"Ibu jangan bicara begitu..." sahut Aisya memberanikan diri mendekat, suaranya parau menahan tangis.

"Diam kamu!" bentak Marni. "Ini semua gara-gara kamu! Kamu kan yang menghasut Hendra semalam? Kamu iri karena tidak sanggup membelikan ibu tas bagus, lalu kamu meracuni pikiran anakku supaya mengembalikan pemberian orang lain? Dasar licik!"

"Bukan begitu, Bu. Aku tidak pernah—"

"Sudah, Aisya. Jangan dijawab," potong Hendra, terdengar sangat putus asa. Hendra menatap ibunya dengan tatapan mengalah. Ia tahu jika ibunya sudah mulai membawa-bawa nyawa dan mogok makan, ia tidak akan pernah menang.

Dengan berat hati, Hendra meletakkan kembali tas-tas mewah itu di atas sofa. Suara benturan tas itu ke sofa terasa seperti hantaman di kepala Aisya.

"Baiklah kalau ini mau Ibu. Aku tidak akan mengembalikannya sekarang. Tapi tolong, jangan libatkan Rima lagi dalam urusan keluarga kita," ucap Hendra seraya berbalik, menatap Aisya yang tertunduk lesu dengan bahu yang bergetar.

Lalu ia mendekat dan mengusap bahu istrinya. Hendra ingin memeluk, tapi ia merasa terlalu kotor setelah apa yang terjadi semalam. "Mas berangkat dulu, ya. Jaga diri baik-baik di rumah."

"Iya, Mas. Hati-hati." Aisya mengangguk lemah, tanpa berani menatap mata suaminya.

Begitu pintu depan tertutup dan suara motor Hendra menjauh, suasana di dalam rumah berubah menjadi neraka bagi Aisya. Marni tidak lagi terlihat seperti orang yang ingin mogok makan; ia justru tampak penuh energi untuk melampiaskan sisa amarahnya pada menantu yang dianggapnya tidak berguna itu.

"Puas kamu sekarang?!" Marni mendekati Aisya. Kini wajahnya hanya berjarak beberapa senti, matanya berkilat penuh kebencian. "Lihat Hendra, dia pergi dengan wajah kusut begitu karena ulahmu! Kamu itu cuma beban bagi dia, Aisya!"

Aisya mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh, meski dadanya terasa sangat sesak. "Aku minta maaf kalau selama ini menjadi beban untuk kalian, Bu. Tapi sungguh, aku sayang sama Mas Hendra."

"Sayang katamu?! Sayang tidak bisa dimakan! Cinta tidak bisa membelikan aku sepatu bermerek!" seru Marni tertawa sinis, suaranya memenuhi ruang tamu yang sempit itu.

"Seharusnya kamu itu sadar diri. Berkaca sana! Kamu itu menantu yang tidak ada harganya. Masak tidak bisa yang enak, rumah berantakan, dan yang paling parah rahimmu itu mati! Kamu sudah menutup jalan Hendra untuk punya keturunan!"

Aisya terisak pelan, bahunya terguncang hebat. "Ini ujian dari Allah, Bu..."

"Halah! Jangan bawa-bawa Tuhan untuk menutupi kekuranganmu!" Marni menjentikkan jarinya ke dahi Aisya dengan kasar. "Dengar ya, Rima itu jauh lebih segalanya dari kamu. Dia cantik, kaya, dan yang pasti dia bisa memberikan cucu yang hebat buat Ibu. Kalau kamu memang sayang sama Hendra, seharusnya kamu pergi! Lepaskan dia supaya dia bisa hidup layak dengan wanita yang sederajat dengan dia!"

Aisya merosot ke lantai, ia tidak kuat lagi menopang berat tubuhnya. Di tengah tumpukan barang mewah milik Rima yang bergelimpangan di sofa, Aisya merasa dirinya hanyalah debu yang tidak berharga, sampah yang sewaktu-waktu bisa dibuang.

"Ibu benar-benar mau aku pergi?" tanya Aisya di sela isaknya, suaranya begitu kecil dan penuh luka.

"Sangat mau! Tapi kamu kan tidak tahu malu, tetap saja bertahan di sini dan numpang hidup!" Marni mendengus jijik, lalu ia mengambil salah satu tas barunya dengan bangga dan berjalan masuk ke kamar, meninggalkan Aisya yang bersimpuh di lantai ruang tamu yang dingin.

Aisya menatap lantai yang baru saja dipel nya tadi pagi. Air matanya jatuh menetes ke ubin. Ia teringat janji Hendra semalam untuk mencari kontrakan, tetapi melihat kenyataan pagi ini, ia ragu suaminya itu akan mampu melawan Marni. Hendra selalu kalah jika dihadapkan pada ancaman ibunya.

Rasa bersalah menghujam hatinya. Ia merasa telah menghambat kesuksesan Hendra, menghalangi kebahagiaan mertuanya, dan menjadi sumber keributan setiap harinya. Ia merasa seperti pecundang yang hanya bisa menangis.

"Ya Allah... apakah aku memang harus menyerah?" bisik Aisya lirih, suaranya tenggelam dalam kesunyian rumah yang mencekam.

Dunia seolah tertutup bagi Aisya. Di rumah ini, suaranya tidak pernah didengar, dan keberadaannya hanya dianggap sebagai luka yang menganga. Namun, di tengah keputusasaannya, terbit sebuah keinginan kecil yang mulai menguat.

"Sepertinya aku harus mulai bekerja seperti dulu, supaya Ibu tidak menganggap ku tak berguna lagi. Aku harus punya harga diri, aku tidak boleh hanya diam diinjak-injak."

Aisya mengusap air matanya dengan kasar. Ia tidak tahu bahwa di luar sana, Kaisar sedang merencanakan sesuatu yang akan mengubah hidupnya selamanya.

1
sunshine wings
kalo udah jodoh.. takdir akan mempertemukan dimana saja.. di kutub utara mas Kaisar akan sampai.. ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Wulan Sari: betul say setuju banget semoga bisa bersama ya 🤲
total 1 replies
sunshine wings
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️
Leny Wijaya
Yes akhirnya nanti aisya brtemu kaisar lagi yg dulu menolongnya😃dah gk sabar nunggu bab lanjutan👍
Ila Lee
semoga kiasar cepat ketemu Aisya ya 😍😍😍😍
Ila Lee
pergi Aisya maruahmu telah diinjak 2 oleh suami yg kamu hormati hanya kerana wanita lain 😭😭😭😭😭
Ila Lee
pergi lh dari rumah yg seperti neraka yg penting bercerai dulu dari Hendra jantan pengecut dayus tidak kuat imannya digoda sikit terpedaya 😡😡😡😡😡😡
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Opi Sofiyanti
y iyalah msh rata.. orng yg mandul kan ank kamu.... 😁😁😁
Opi Sofiyanti
lah udh nikah wae ajaaaa.... 😜😜😜
Opi Sofiyanti
lah 3 bln apa 3 hr??? 😂😂😂
Senjakala: Aku percepat jd 3bulan kak
total 1 replies
Leny Wijaya
Semoga ja bener aisya ganti nama jadi sarah, dan kaisar pasti membawanya pulang dan menikahinya👍👍semngat kaisar
lanjut thor 💪💪bnykin bab nya🤣🤣
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Lilik24
lanjut thor😍😍😍
Yuyun Yunita
bukanny si gundik sdh di pecat🤔
itu si kaisar tau gak y bapaknya gundik bawahannya jg... 🤔
Hendra jg dipecat biarin dia melihat aisyah bahagia...
jadikan aisyah sekertaris mu biar Hendra dilema
pas sdh tau kebenarannya tth aisyah mau balik jg gk bs karena karir taruhannya sebab aisyah sdh dijaga oleh big boss nya🤣🤣🤣
Yuyun Yunita
mengucap kan talak tanpa mandi junub🤣sungguh biadab kau Hendra.....
kau tau bulan aisyah yh seperti sampah tapi kau seperti binatang jd bersyukurlah kau aisyah lepas sr binatang karena hanya binatang lah yg bersenggama tampa menikah dan tanpa mandi junub mengucapkan talak🤣
bersyukur lah kepada Allah krn mata mu dibuka selebarnya dan Allah sayang padamu bahwa kamu tidak di biarkan tidur dengan binatang yg berupa manusia🤣🤣
Yuyun Yunita
sudah aisyah... setan kl sdh kemasukkan jin mau kamu sumpah 'Demi Allah' gk akan didenger🤭
lebih baik buat Hendra seyakin yakinnya untuk menceraikan mu... percaya aja sma Allah kebenaran itu pasti ada jalannya untuk membuka siapa yg jahat
Opi Sofiyanti
finally..... alhamdulillah... lsng talak 3.....syokoorr...g akn bs balikkan lg tuuhh.... 😂😂😂😂
partini
Bang Kai sabar dong 🤭
partini
tau aja author nya kalau yg lelet kena somasi pembacahhhhh 🤭
Leny Wijaya
lanjut kak💪💪💪gk sabar nunggu kaisar ketemu aisya dan dijadikn istri konglomerat🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!