Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.
Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Rasa Penasaran Yang Membuncah
Memejamkan mata seraya merasakan sakit yang menjalar di punggung. Tapi, lebih sakit lagi ketika pagi tadi melihat wajah Nika yang penuh dengan kecemasan. Apalagi pelukan erat seorang Nayanika malah tak dibalas. Ezra harus sadar diri bahwasanya Nika hanya sebatas gadis yang dia jaga.
Suara pintu terbuka tanpa ketukan membuat lelaki yang tengah bersandar di kursi kebesaran membuang napas kasar. Matanya mulai dibuka dan sosok yang tak diduga sudah ada di depannya. Sebuah kartu hitam diletakkan di atas meja.
"Cek kondisi punggung lu."
Ezra tersenyum kecil. Mulai menegakkan tubuh dan menggeser kembali kartu yang diberi.
"Bang Res enggak akan mukul ke area yang berbahaya."
Walaupun sudah dicambuk dengan bengis, seorang Ezra Naradipta tak memandang Restu Ranendra sebagai orang jahat. Dia masih berkata baik tentang pamannya Nika.
"Udah lu periksa?"
Anggukan penuh keyakinan memuat pria seusia Restu Ranendra membuang napas penuh kelegaan. Digesernya kursi yang ada di seberang Ezra untuk diduduki.
"Kayaknya lu begitu paham akan sikap si Restu." Axel mulai membuka obrolan santai.
"Bang Res itu panutan aku, Kak. Dinginnya, kejamnya hanya untuk orang-orang luar. Aslinya sosok Bang Res itu baik banget. Jika, dunia ini enggak kejam Bang Res enggak akan mau pura-pura menjadi sosok jahat."
Axel tersenyum bangga mendengar penilaian Ezra tentang Restu Ranendra. Adik sepupunya itu lebih tahu tentang si singa jantan dibandingkan dengan dirinya.
"Apa lu tahu alasan Restu murka?" Lagi, Ezra mengangguk.
"Pemikiran aku memang dangkal, Kak. Aku hanya memikirkan tentang malam itu. Tidak untuk ke depannya. Padahal, itu sangat berbahaya untuk keselamatan Nika."
Restu marah bukan karena Ezra dekat dengan Nika. Melainkan tentang keselamatan keponakannya. Ezra banyak disukai oleh para kolega dan bahkan banyak dari mereka yang terang-terangan menginginkan sosok itu menjadi menantu. Ketika Nika datang bersama Ezra ke suatu acara sudah pasti banyak yang ingin tahu tentang gadis cantik itu. Dan ditakutkan akan banyak hal yang tak terduga nantinya. Apalagi di negara ini pernikahan bisnis masih dijunjung tinggi demi untuk mempertahankan dan menambah kekayaan.
"Mulai sekarang, jaga Nika dengan baik. Kabar ini enggak akan sampai ke telinga Rio karena anak buah Rio dikendalikan oleh Restu." Ezra mengangguk paham.
.
Di lain tempat, tiga gadis cantik sudah masuk ke sebuah restoran yang sedikit jauh dari kampus. Langkah Nika terhenti ketika melihat seorang lelaki yang pernah dia temui sebelumnya.
"Paman mana?" Lelaki itupun terlihat sangat terkejut melihat Nika.
"Paman?" ulang Chandra karena tak mengerti maksud dari ucapan gadis itu.
"Maksudnya ... Ezra Gege."
Gege?
Chandra tersenyum nakal mendengar panggilan Nika kepada Ezra. Begitu akrab dan tanpa jarak. Kecurigaannya semakin menjadi. Namun, jika dilihat-lihat Nika masih seperti gadis belia.
"Tuan!"
Chandra pun tersadar dan mulai menjawab pertanyaan Nika. Jika, tak ada meeting di luar Ezra tidak akan pernah makan siang di luar. Lebih suka memesan makanan atau menyuruh Chandra membelikannya. Nika pun mengerti.
Gadis cantik itu mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam tas. Diberikan kepada Chandra dengan tersenyum sangat manis.
"Dark chocolate." Nika pun mengangguk dengan bibir yang sedikit terangkat.
"Tolong kasih ke Ezra Gege, ya. Cokelatnya enggak terlalu manis dan kayaknya Ezra Gege akan suka deh."
"Baiklah."
"Makasih." Nika membungkukkan tubuhnya sebelum meninggalkan Chandra.
Chandra terpana pada sosok Nika yang begitu sopan. Pantas saja bosnya mau dekat dengan perempuan itu. Ternyata berbeda dengan perempuan pada umumnya.
"Beli makan siangnya di Pluto?"
Baru saja masuk ke dalam ruangan sudah disemprot oleh sang atasan. Untung saja dia sudah kebal. Makan siang sudah diletakkan di atas meja. Baru saja hendak membuka bungkusan yang dia pesan, Chandra memberikan sesuatu kepadanya.
"Dari gadis yang semalam Pak Bos ajak ke acara."
Kedua alis Ezra beradu. Lelaki itu menatap Chandra dengan cukup tajam. Jika, sudah begitu sang bos meminta penjelasan.
"Enggak sengaja ketemu di restoran ini." Chandra mengangkat plastik yang bertuliskan nama restoran tersebut.
"Sendiri?"
"Sama temen ceweknya dua."
Ezra tak bertanya lagi. Dan getaran ponsel membuat atensinya beralih.
"Jangan lupa dessert-nya dimakan ya."
Chandra tak berkedip ketika melihat bibir sang atasan terangkat walaupun hanya sedikit. Sungguh kejadian luar biasa.
Ezra menatap cokelat yang diberi oleh Nika. Cokelat yang memang didatangkan langsung dari Swiss. Dan sepertinya cokelat ini baru datang. Tak seperti cokelat yang biasa Nika makan. Disimpannya cokelat tersebut di dalam laci. Kembali memfokuskan pikirannya pada pekerjaan.
Baru saja hendak beranjak dari tempat duduk, ponselnya bergetar. Dan nama Nika yang tertera di sana.
"Hm."
"Paman, hari ini enggak usah jemput, ya."
"Kenapa?"
Tubuh Ezra menegang ketika mendengar suara lelaki yang memanggil nama Nika. Keningnya pun mulai berkerut dengan rasa penasaran yang membuncah. Terlebih terdengar sebuah kalimat yang membuat mimik wajah Ezra berubah.
"Miss you."
"Miss you too."
Nika membalas kalimat rindu itu tanpa ragu. Tanpa Ezra sadari tangannya sudah mengepal dengan keras. Suara lelaki yang dia dengar begitu asing dan membuatnya semakin penasaran. Wajah Ezra semakin memerah ketika panggilan itu diakhiri oleh Nika tanpa aba.
Kunci mobil segera diraih. Melangkah keluar menuju mobil yang sudah terparkir di depan. Sungguh hatinya tak karuhan. Apalagi laporan dari anak buahnya sangat tak memuaskan.
"CEPAT CARI TAHU SIAPA YANG MENJEMPUT NIKA!! ATAU AKAN SAYA HABISI KALIAN!!"
...**** BERSAMBUNG ****...
Yuk atuh dikomen ..
wes angel klo udh dalam pengawasan elang kaga bakal bisa nemuin dah ntar si paman🤭
dan .... kira-kira Nika pergi ke mana ya .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍