Karena sebuah kehormatan yang direnggut, Catherine kini direndahkan dan dihina oleh suaminya sendiri. Ia dianggap wanita malam karena hal itu.
Catherine selalu diperlakukan tidak adil bahkan suaminya menikah lagi karena tidak terima Catherine disentuh oleh pria lain sebelumnya.
Catherine pun menerima perlakuan buruk suaminya tersebut, karena ia menyadari kesalahannya yang tidak pernah jujur dari awal. Namun, semakin hari ia semakin menginginkan keromantisan dari sang suami. Akan tetapi, hanya perlakuan kasar yang ia terima hingga Catherine bertemu dengan seorang pria yang bisa memenuhi apa yang ia inginkan, yaitu kasih sayang dan Cinta.
Salahkah Catherine berselingkuh dengan pria itu? Lantas siapakah yang akan Catherine pilih? Suami kejam atau pebinor idaman?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apakah kau membenciku?
Pagi harinya
Catherine terbangun karena silau mentari yang mengganggu tidurnya, Catherine pun duduk dan berdiri hendak melangkah menuju kamar mandi.
Namun, wanita itu melihat sesuatu di atas nakas, ia tersenyum saat menemukan selembar kertas, ia dapat menebak bahwa isi dari kertas itu adalah pesan dari pria yang bisa membuat kesedihannya menghilang hanya dengan melihat senyumannya.
"Devan!" gumam Catherine dengan senyum yang mengembang. Lalu, wanita itu membuka kertas itu, ternyata tebakannya benar bahwa Devan lah yang meletakkan selembar kertas tersebut.
"I love you, My Angel. Aku pulang dulu! Kamu tidak perlu masuk kerja hari ini! Istirahatlah yang cukup, aku sudah mengirim Asisten Rumah Tangga ke rumahmu!" Isi pesan dari pria itu.
"Devan, andai saja kamu suamiku, pasti aku bahagia dan tidak akan menderita seperti ini!" gumam Catherine tersenyum seraya menatap surat dari Devan.
Setelah itu, Catherine beranjak melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri, wanita itu terus mengembangkan senyumnya mengingat perlakuan manis Devan.
Catherine tersenyum karena melihat di depan pintu kamar mandi tersenyum padanya sambil bersedekap dada, lalu merentangkan tangannya dengan senyum yang mengembang. Catherine pun lari untuk menghampiri pria itu.
Namun, saat sampai di depan pintu kamar mandi tersebut, ternyata tidak ada Devan, yang ia lihat hanyalah bayangan pria itu.
Catherine hanya tersenyum, ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, yang ia rasakan hanyalah nyaman, aman dan tenang saat di dekat pria itu.
Catherine membuka pintu kamar mandi dengan senyum yang tak kunjung memudar. Lalu, ia menutupnya kembali dan bersandar di balik pintu kamar mandi tersebut seraya memegang dadanya karena detakan jantungnya yang tidak normal.
"Ada apa denganku, apa ia, aku mulai mencintainya?" tanya Catherine pada dirinya sendiri.
"Tidak mungkin," ucap Catherine seraya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan senyum yang tak kunjung memudar.
Akhirnya, Catherine melanjutkan kegiatannya dan membersihkan diri. Setelah itu, Catherine sudah rapi dengan baju kerjanya. Ia keluar kamar. Namun, ada seseorang yang berdiri di depan pintu kamar wanita itu seraya berdiri dengan membawa nampan.
"Kamu siapa?" tanya Catherine seraya mengerutkan kening.
"Saya ditugaskan untuk menjaga Anda Nyonya. Tuan Devan berpesan pada saya, bahwa Nona harus sarapan pagi ini, jika tidak maka saya akan di pecat!" ucap Pembantu itu seraya menundukkan kepalanya.
Catherine melebarkan mulutnya. "Masak Devan seperti itu, sih?" tanya Catherine menatap sang pembantu penuh tanya.
"Benar Nona, aku ditugaskan untuk melayani kebutuhan Nona atas perintah Tuan Devan," ucap Pembantu itu.
"Baiklah, aku akan sarapan!" ucap Catherine seraya kembali ke kamarnya dan melangkah menuju sofa.
"Lain kali nona tidak perlu membersihkan kamar, karena itu sudah menjadi tugasku," ucap Pembantu itu.
Catherine merebahkan tubuhnya di sofa tanpa menjawab pembantu itu. "Duduklah! Kita makan bersama!" titah Catherine.
"Maaf, nona! Kita tidak sebanding dan tidak pantas untuk makan bersama dengan Anda, Nona!" jawab pembantu itu.
"Kalau begitu, aku langsung berangkat tanpa sarapan!" ucap Catherine seraya beranjak dari tempat duduknya.
"Baiklah, Nona!" ucap Pembantu itu datar.
"Silakan Anda makan terlebih dahulu, saya akan mengambil sarapannya setelah Anda," ucap Pembantu itu.
"Okay," jawab Catherine.
"Nama kamu siapa? Sepertinya kita seumuran?" tanya Catherine seraya mengambil makanan yang di bawa oleh Pembantu itu.
"Nama saya Puspa, Nona!" jawab pembantu itu. Sementara Catherine hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Puspa?"
"Iya Puspa, Nona!" jawabnya.
"Ya sudah, sekarang giliran kamu!" ucap Catherine seraya menyodorkan makanan pada wanita itu.
"Terima kasih, Nona!" ucap Puspa. Lalu ia mengambil makanan secukupnya. Setelah itu mereka makan dalam keheningan.
_
_
_
Di sebuah perusahaan besar, seorang Presdir sedang tidak fokus dalam meeting hingga membuat semua orang yang ada di ruangan itu tercengang karena melihat tingkah aneh bosnya yang biasanya bersikap datar kini menjadi sosok yang berbeda, Devan terus mengembangkan senyumnya tanpa henti.
"Maaf, Tuan!" panggil Roy yang melihat Devan melamun sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Iya?" jawab Devan terkejut karena panggilan Roy di dekat telinganya.
"Fokuslah, Tuan! Jika tidak, maka Anda akan mengalami kerugian yang besar!" ucap Roy mencoba mengingatkan atasannya tersebut.
"Kalau begitu, rapat hari ini saya tutup," ucap Devan seraya beranjak dari tempat duduknya, lalu keluar dari ruangan tersebut.
Semua karyawan yang ada di ruangan tersebut diam, karena mereka tahu betul resiko yang akan mereka alami jika berani membicarakan Presdir Galaxy corp. tersebut.
Setelah itu Roy juga keluar dari ruangan rapat yang diikuti oleh semua karyawan yang juga keluar meninggalkan ruangan tersebut.
_
_
_
"Saya sudah memperingatkan Anda, Tuan! Masih banyak wanita yang lebih cantik dan lebih segalanya dari Nona Catherine. Lebih baik Anda lupakan dia sebelum terlambat!" ucap Roy dengan wajah datar.
"Keluar!" Sentak Devan.
Roy pun keluar tanpa banyak kata. Pria itu pun menutup pintu ruangan atasannya dengan amarah yang membuncah.
Roy mengunci pintu ruangannya, ia langsung mengacak-acak benda-benda yang ada di ruangan tersebut.
"Kenapa aku tidak terima Putri di perlakukan seperti itu, padahal aku tahu bahwa gadis bodoh itu juga tidak mencintai Tuan Devan. Apa benar hatiku sudah menjadi miliknya?" tanya Roy pada dirinya sendiri.
"Akhhhh ... " teriak Roy seraya menabur kertas-kertas yang ada di atas meja kerjanya.
_
_
_
Sementara di ruangan lain, seseorang juga merasa kacau karena ia mengetahui sesuatu yang ia dapatkan dari hasil penyelidikan Roy.
Sekretarisnya tersebut sudah menyelesaikan tugasnya dan meletakkan hasil penyelidikannya di atas meja kerja Devan karena mereka harus meeting terlebih dahulu.
Devan pun memutar berulang-ulang kali Video yang ia dapatkan dari sekretarisnya tersebut.
"Tidak! Ini tidak mungkin! Jadi benar, dia wanita yang ku ambil mahkotanya pada malam itu?" tanya Devan pada dirinya sendiri, seraya memutar Video itu berulang kali.
"Catherine tidak boleh tahu tentang hal ini, aku tidak mau dia tau kalau aku lah yang telah menodainya dan menghancurkan hidupnya," ucap Devan dengan perasaan kacau.
Devan pun segera menutup laptopnya dan beranjak menuju jendela ruangan. Ia menatap arah luar kantor.
"Kenapa harus aku yang menjadi penyebab penderitaannya," ucap Devan sendu.
"Maaf Cath, aku yang menghancurkan hidupmu! Aku pikir kau wanita malam pada waktu itu. Tapi tenyata aku salah!" gumam Devan.
Tring
Suara ponsel Devan berbunyi, ia melihat sebuah pesan dari wanita pujaannya. "Terima kasih!" Isi pesan dari Catherine.
Devan tersenyum. "Apa kamu akan tetap seperti ini, jika kau tau tentang aku?" tanya Devan seraya menatap layar ponselnya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
...TBC ...
Assalamualaikum Readersku, sayang 🥰
Udah puas belum? Othor tambahin lho!
Jangan lupa dukungannya ya, Guys!
Cukup Like dan komen aja 🥰
Aku juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih untuk para Readers yang sudah memberikan Votenya untuk Othor, berkat kalian karya Othor bisa di promoin.
Thank you Muachhh 😘
'
sampai hal paling menjijikan (selingkuh) sekalipun mereka benarkan dan manusia tukang selingkuh berakhir bahagia
jijik lihat novel yang menunjukkan kemunafikan wanita yang dibawa kedalam novel