Bagaimana kisah Cinderella menaklukan Kemal seorang pria yang ternyata adalah pemain wanita. Benarkah, cinta itu buta, tidak memandang rupa dan tak kenal waktu?
Simak ya jangan lupa untuk Like di setiap chapter.
Salam Sayang,
Rehuella.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehuella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Setelah Menikah
Happy reading jangan lupa kasih like dan vote.
Setelah membawa Cinderella ke ranjang, tepat pukul 9 malam Billy datang bersama dokter wanita yang seminggu lalu memeriksa Cinderella. Dokter mengatakan bahwa Cinderella dan bayinya baik-baik saja, tapi dokter menyarankan agar Cinderella dibawa ke rumah sakit, karena ada sesuatu yang janggal dengan kehamilan Cinderella.
Kemal yang mendengar pernyataan dokter Sofi langsung panik dan hendak mengangkat tubuh Cinderella ke rumah sakit.
“Pak lebih baik besok saja! Ini tidak terlalu serius.”
Kemal menatap tajam ke arah Sofi, tadi bilangnya suruh bawa ke rumah sakit untuk usg dan diperiksa sekarang justru dia menahannya. Kemal yang bingung kembali merebahkan tubuh Cinderella di ranjang lalu menutupinya dengan selimut.
“Kalau begitu saya permisi dulu,” pamit dokter sofi pada Cinderella. Billy yang tengah duduk di sofa pun segera beranjak untuk mengantarkan dokter Sofi pulang ke rumahnya.
Setelah kepergian dua manusia itu, Kemal hendak melanjutkan tidurnya di samping Cinderella.
“Kamu kenapa naik ranjang?” ucap Cinderella.
“Mau tidur disini, aku nggak bisa tidur di sofa, di sana terlalu sempit,” jawab Kemal sambil memasangkan selimut menutupi tubuh mereka berdua.
“Kemal! Jangan tidur di sini aku belum siap untuk menjadi istrimu sepenuhnya,” ucap Cinderella yang khawatir.
“Hahaha..., kenapa aku nggak akan menyentuhmu jika kamu memang belum siap, lagian aku juga lelah ingin beristirahat, besok aku sudah harus bekerja,” jelas Kemal.
“Baiklah kamu bisa tidur di sini, aku akan tidur di sofa saja,” ucap Cinderella yang beranjak dari ranjang membawa bantal dan selimutnya.
“Ya sudahlah, jika memang kamu jijik denganku.”
Cinderella yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya. Menoleh ke arah Kemal yang sudah merebahkan tubuhnya sambil menutup tubuhnya dengan selimut.
“Bukan seperti itu Mal, a-aku hanya trauma dengan kejadian dulu. Mengertilah!”
Kemal tidak mau menjawab ucapan Cinderella lagi, karena dia benar-benar sudah tidak tahan untuk membuka mulut dan matanya. Sedangkan Cinderella tidak peduli dengan ucapan Kemal, dia melanjutkan langkahnya untuk tidur di sofa.
***
Pagi harinya Cinderella yang bangun lebih dulu bingung ingin melakukan apa, dia ingin memasak tapi dia tidak bisa memasak, dia dari dulu hanya tau belajar dan belajar tanpa mengerti pekerjaan rumah. Cinderella masih terdiam di atas sofa menanti Kemal agar dia bangun.
5 menit
.
10 menit
.
15 menit.
.
Karena tidak sabar akhirnya dia pergi ke arah dapur untuk membuat sarapan, berharap di sana ada makanan instan, tapi yang ada hanya roti, dia lalu meraih roti itu, menatap roti itu akan dimasak seperti apa.
Makan begini saja mungkin juga sudah enak! Ah..., tapi Kemal mana mau. Batin Cinderella sambil menatap roti bewarna putih.
Dia lalu meraih smartphonenya, mencari resep cara membuat sandwich. Beruntung dia menemukan bahan yang di perlukan, Jadi tidak perlu waktu lama lagi untuk menyiapkannya.
“Lagi ngapain kamu?” tanya Kemal yang baru datang dari arah kamarnya, dia sudah terlihat rapi dengan kemeja dan jas yang sudah tersampir di tangannya.
“Ini aku sedang mencoba membuat sarapan. Maafkan aku karena selama ini aku tidak pernah masuk dapur, mungkin rasanya akan sedikit mengecewakan,” ucap Cinderella sambil membawa sandwich di hadapan Kemal.
Kemal hanya menatap sandwich buatan Cinderella.
“Sepertinya enak,” ucap Kemal sambil melirik ke arah Cinderella.
“Kamu nggak ke kantor?” tanya Kemal yang menatap ke arah Cinderella masih memakai piyamanya.
“Aku masih ambil cuti, sekertaris Revan yang akan mengurusnya,” ucap Cinderella dia berjalan duduk di seberang tempat duduk Kemal.
“Di mana dasimu?” tanya Cinderella yang melihat Kemal belum mengenakan dasi.
“Ini, aku nggak bisa menggunakan dasi, jadi Billy yang akan memakaikannya,” jawab Kemal sambil menunjuk dasi yang ada di atas jasnya.
“Maaf karena aku juga nggak bisa memakaikan dasi untukmu, tapi kamu jangan khawatir aku akan secepatnya belajar mengenakan dasi,” ucap Cinderella tulus. Sedangkan Kemal hanya tersenyum ke arahnya, hatinya bahagia melihat usaha Cinderella.
“O ya Mal, hari ini aku akan ke rumah Mama, aku harap kamu mengizinkanku,” ucap Cinderella sambil menatap ke arah Kemal yang tengah menyantap sandwich buatannya.
“Bersiaplah aku akan mengantarmu! Jangan menolak, aku tidak ingin orangtuamu berpikiran buruk tentangku,” ucap Kemal memperingatkan Cinderella. Mau tidak mau suka tidak suka Cinderella harus mengalah mengingat statusnya kali ini adalah sebagai istri Kemal.
Setelah selesai bersiap Cinderella segera menghampiri Kemal yang sudah rapi dengan dasi yang melingkar di lehernya, dan terlihat Billy sedang menundukan kepala untuk menyapanya.
“Ayo! Aku ada pertemuan dengan klien nanti jam 9, takutnya terjebak macet!” ajak Kemal sambil meraih tangan Cinderella. Cinderella terlihat begitu gelisah saat tangannya diraih Kemal, dia berusaha ingin melepaskannya tapi dia tidak akan bisa mengalahkan tenagan Kemal yang mengeratkan genggamannya itu.
Sampai di rumah Bramana sebagai suami yang baik Kemal membukakan pintu untuk Cinderella.
“Bersikaplah yang baik, seolah kamu memang benar-benar mencintaiku,” bisik Kemal saat melihat kedua mertuanya itu berjalan ke arahnya.
Kemal lalu mencium kening Cinderella dan kedua pipinya, seperti suami yang meminta izin istrinya untuk bekerja.
“Dah sayang..., jangan merepotkan Mama mertua ya,” ucap Kemal sambil melambaikan tangan ke arah Cinderella. Kemudian dia mencuri ciuman di pipi Cinderella membuat Cinderella malu karena ada kedua orangtuanya kini sedang mengawasinya.
“Aku akan menjemputmu nanti.” Cinderella hanya diam sambil bersidakep menatap kepergian Kemal yang perlahan menghilang.
Benarkah dia benar-benar mencintaiku. Batin Cinderella sambil tersenyum ke arah jalan tempat dilewati mobil Kemal
“Ih... Penganten baru pagi-pagi sudah melamun, kurang ya jatanya semalam!” goda Sandra membuat Cinderella sadar dari lamunannya.
“Apaan sih Ma,” ucap Cinderella malu-malu. Dia lalu menarik tangan mamanya membawanya masuk ke dalam rumah.
“Ma ajarin aku jadi istri yang baik.”
Sandra langsung tersenyum ke arah Cinderella, dia tau maksud anaknya itu.
“Kamu terlihat sangat mencintai suamimu.” Cinderella tersenyum manis saat mendengar ucapan mamanya itu.
“Ayo ajarin Cici memakaikan dasi!” Sandra yang melihat itu membalas senyuman ke arah anaknya lalu mengajak anaknya itu untuk masuk ke dalam kamar miliknya. Bramana yang melihat itu hanya menggeleng tidak percaya, sekarang putri kecilnya yang dulu sering di timang-timang sudah bukan miliknya lagi, sekarang sudah menjadi milik Kemal Martin.
Terimakasih sudah membaca kisah Cinderella dan Kemal. Semoga suka!
Ng