" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 11
Alea masih mematung di tempat sambil memegangi dadanya ,sedangkan saka seketika mengubah ekspresi terkejutnya menjadi datar.
Sarline dengan cepat menarik tangan alea untuk duduk disampingnya.
"Kenapa seterkejut itu,kayak lihat hantu saja"! Kata sarline lirih sambil menatap ke arah saka dengan senyum kecutnya.
"Ini lebih dari hantu ,line"! Sahut Alea yang sama,tersenyum garing ke arah dua laki laki kutub di hadapanya .
""Apa kamu yakin dia kakak mu"! Bisik Alea masih tidak percaya dengan kenyataan di hadapanya.
"Kau pikir, dia beneran kak saka"! Sahut sarline.
"Lalu sampingnya"! Alea melirik sekilas ke arah laki laki di samping saka.
"Jangan meliriknya itu miliku"!
"Jadi itu asisten beruang kutub ya"! Celetuk alea.membuat saka dan asisten Dika melotot sempurna menatapnya.
"Hehee, ini mah sudah jatuh kecebur kolam pula,akhinya basah kuyup"! Lagi lagi Alea hanya bisa tersenyum getir menatap ke arah saka.
"Cepat kenalan,atau 10 juta melayang".kata sarline dengan nada sedikit penekanan.
"Hai,, aku Alea"! Kata Alea sambil mengulurkan tanganya ke arah saka.
"Saka"!! Sahut laki laki tersebut tanpa membalas uluran tangan yang masih menggantung di udara.
"Anjir,, dinginya sedingin salju"! Umpat Alea ,wajahnya kini sudah sangat memperihatinkan,Demi yang 10 juta bukan jadi harus tahan kesal ,tahan banting, jika perlu tahan malu menghadapai saka.
Melihat kecanggungan diantara keduanya membuat sarline geleng gelang kepala,akhinya sarline pun beranjak dari duduknya lalu menarik tangan asisten Dika begitu saja.
"Aku masih ada perlu dengan asisten Dika, ayo cepat"! Kata sarline sambil berjalan cepat menjauh dari meja tersebut.
"Tapi, nona, nona"! Teriak asisten Dika yang mendadak di tarik tanganya dengan kuat.
"Diam atau ku bungkam mulut anda dengan bibirku"! Mendengar itu asisten Dika pun bungkam seribu bahasa.
"Maksudnya nona sarline akab menciumku', apa beneran berani"! Gumam asisten Dika dalam hati dengan hati yang sudah berdebar debar.
Sarline mengajak asisten dika naik kelantai atas dan memilih duduk disana.
** Dimeja nomor 7 keheningan masih terjadi saka masih menatap datar ke arah Alea yang sejak tadi sudah meremas ujung bajunya.
"Andai bukan karena uang 10 juta ,sudah aku tabok tu muka yang sudah seperti kanebo kering". Gumam Alea yang sudah sedikit bisa dengan kebisuan yang melanda diantara mereka.
"Apa kita akan lomba jadi patung disini"! Tanya Alea akhirnya mencoba mencairkan suasana yang mengangkat.
"Sial, kenapa juga harus suasana yang menegang,kenapa tidak yang lain saja yang menegang "!geruntuh saka dalam hati, suaranya kini seperti tercekat di tenggorokan.
"Berapa nomor rekening mu"! Tanya saka kepada gadis di hadapannya.
"Apa anda mau membayarku di muka".celetuk Alea sambil tersenyum secerah mentari pagi.
"Dasar mata duitan"! Umpat saka lirih.
"CK,, kalau aku tidak mata duitan ,ogah jika jadi pacar seorang beruang kutub berwajah datar seperti"! Sahut Alea lirih dan masih bisa di dengar oleh saka.
"Apa kau bilang"! Pekik saka sorot mata tajamnya kini sudah mengarah pada wajah cantik Alea, seakan ingin memakainya hidup hidup.
"Hehee,"! Alea menggelengkan kepalanya kalau segera memberikan nomor rekening nya.
" Setangah nya Aku akan bayar nanti jika kinerjamu bagus"! Kata saka dengan wajah yang sangat menyebalkan diata Alea.
"Tidak masalah,asal anda tidak ingkar janji dan lari dari tanggung jawab."! Sahut Alea sambil memandangi nominal yang sudah masuk kedalam rekeningnya.
"Kalau begitu apa tugasku saat ini, jadi mulai saat ini kita sepasang kekasih ya"!
"Pura pura"! Sahut saka menegaskan.
"Cih"!! Alea memalingkan muka .
"Ikut aku, kamu mulai pekerjaanmu hari ini"! Kata saka sambil beranjak dari duduknya.
"Eeh, kita mau kemana"! Tanya Alea sambil ikut berdiri dan berjalan mengekor di belakang saka.
----
Di lantai atas sarline dan asisten Dika sedang duduk di sebuah bangku dan masih di caffe yang sama.
"Asisten Dika"! Panggilan itu mampu membuat seorang Andika Pratama terlonjak kaget. Asisten Dika mengangkat kepalanya dan menatap wajah cantik di hadapan nya .
"Ada apa ,nona"! Tanya asisten Dika dengan tatapan datarnya,namun siapa yang tahu jika di dalam hatinya sedang sang berisik saat ini apalagi sekarang hanya dirinya dan sarline duduk berdua saja di meja tersebut.
"Katakan siapa nama pacar anda"!.
Deg"!!
"Pa-pacar"!! Gumam asisten Dika yang mendadak bingung, jangankan pacar teman wanita saja tidak punya apalagi pacar ,ya begitulah mungkin isi pikiran Asisten Dika saat ini. Sarline mengernyitkan keningnya menunggu kata yang akan keluar dari mulut laki laki tampan di hadapanya ini.
"Itu-su,"!!
"Su-su siapa"! Tanya sarline dengan mata yang sudah memicing sempurna.
"Su-sukti, Suzana, atau su siapa". Pertanyaan yang seakan mengintimidasi itu membuat asisten Dika bingung .
"Su,Susi, yaa susu"! Jawab asisten Dika asal.
"Susu'!! Sarline mengulang ucapan asisten Dika.
"Susi nona"! Sergah asisten Dika secepat kilat.
"Apa dia cantik, cantikan mana dengan ku"!
"Ya tuhan pertanyaan macam apa ini"! Gumam asisten Dika yang sudah ingin mengulang dari hadapan nona mudanya.
"Yang satu dinginya tidak ketulungan, yang ini cerewet nya kalah kalah MC saja"! Gumam asisten Dika dengan kepala yang mendadak berdenyut pening.
"Nona ,apa tidak bisa membahas yang lain"! Tanya asisten Dika yang sudah kehabisan akal menghadapai gadis di hadapannya ini.
"Tidak bisa, anda harus memberi penjelasan dan informasi yang valid,baru aku akan mengiklaskan anda"! Jelas sarline dengan tatapan serius.
Asisten Dika menghela nafas berat.
"Sebenarnya apa salah ku hingga di kejar kejar anak majikan ku sendiri sampai segitunya"! Bukanya bahagia tapi asisten Dika takut dengan saka, dirinya pernah di ancam oleh saka untuk tidak memberikan harapan untuk sarline, mengingat saat ini sarline masih sekolah dan baru akan naik kelas 12, membuat asisten Dika yang sebenarnya jga tertarik dengan gadis cantik itu sedikit meringsut dan tidak berani menaruh perasaan lebih dari sekadar boss dan anak buah.
" Pilihkan dia baju yang anggun dan ubah wajahnya sedikit dewasa, kalau perlu itu beri ganjal apa biar kelihatan."! Kata saka kepada salah satu salon ternama di kota tersebut sambil menatap dada Alea yang sedikit rata.
"Baik tuan"! Sahut pegawai salon dan butik tersebut lalu membawa Alea menuju ruang ganti.
"Sialan,apa barusan dia menunjuk dadaku yang tidak montok sama sekali ini"! Geruntuh Alea malu bercampur kesal.ingin meremas wajah saka namun apalah daya dia hanya seorang Alea.
Sebelumnya saka sudah meminta sala satu supir di mansion nya untuk menjemput nya.
45 menit menunggu dengan sedikit bosan akhirnya Alea pun kembali dengan pegawai salon tersebut.
"Permisi tuan, nona Alea sudah selesai"! Mendengar itu saka menatap ke arah sosok gadis bar bar yang kini berubah menjadi begitu mempesona, membuat seorang saka Hilya Aditama tidak mampu berkedip menatapnya.
"Tuan"!!
"Hemmm"!! Sahut saka mencoba menetralkan perasaanya,mata nya dia kedip kan beberapa kali untuk menghilangkan kegugupan pada dirinya.
"Ki-kita mau kemana"! Tanya Alea dengan suara sedikit terbata.
"Ikut saja dan lakukan tugasmu dengan baik"! Sahut saka yang sudah kembali di mode datarnya.
Keduanya pun kembali melangkah keluar dari salon tersebut dan menuju mobil hitam yang sudah sejak tadi menunggunya.
Di dalam mobil Alea hanya bisa terdiam yang pasrah entah akan di bawa kemana dirinya oleh laki laki kutub ini.
30 menit berlalu mobil pun berhenti disebuah restoran mewah tepatnya di ruang VIP, dimana disana telah diadakan Reoni satu kelas saka waktu SMA dulu.
"Lakukan tugasmu dengan baik ,Alea"! Kata Alea memberikan semangat pada dirinya sendiri.
Alea langsung sana mengalungkan tanganya pada lengan saka dengan begitu manja.
Deg"!!
''jantung ku"! Teriak saka dalam hati ketika merasakan serangan jantung secara dadakan apalagi dada yang tidak montok itu sudah menempel sempurna pada lenganya.
"Ayo masuk"!! Kata Alea lembut.
"Apanya yang di masukan"! Sahut saka dengan bibir yang sudah bergetar hebat.
"Haah"!! Seru Alea seketika menatap saka dengan tatapan yang sulit diartikan.