NovelToon NovelToon
Bukan Salah Orang Ketiga

Bukan Salah Orang Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Model / Berbaikan
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Bukan salah Mika hadir dalam rumah tangga Naya sebagai orang ketiga. Karena hadirnya juga atas permintaan Naya yang tidak ingin punya anak gara-gara obsesinya sebagai model. Mika melawan hati dengan rela menerima tawaran Naya juga punya alasan. Sang mama yang sedang sakit keras menghrauskan dirinya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sedangkan Naya sendiri, karena rasa bersalah pada suaminya, dia rela mencarikan istri untuk si suami.

Bukan salah orang ketiga. Ini murni kisah untuk Mika, Naya, dan Paris. Tidak sedikitpun aku terlintas di hati untuk membela orang ketiga. Harap memakluminya. Ini hanya karya, aku hanya berusaha menciptakan sebuah karya dengan judul yang berbeda untuk kalian nikmati. Mohon pengertiannya. Selamat membaca. Temukan suasana yang berbeda di sini. Dan, ambil pelajarannya dari kisah mereka. Bisakah cinta segitiga berjalan dengan bahagia? Atau malah sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*9

Namun, bukan itu yang membuat Naya benar-benar terpukul. Kabar buruk yang sesungguhnya datang saat dokter mengajak Naya bicara.

Mata Naya membulat sempurna. "Apa, Dok? Saya ... tidak lagi bisa hamil, selamanya?"

Anggukan pelan si dokter perlihatkan. "Benar. Dengan berat hati, saya menyampaikan hal ini, nyonya. Karena sebelumnya, anda sudah melakukan ab* orsi. Jadi, rahim anda tidak akan pernah bisa membuahkan lagi. Dengan istilah lain, anda kini dinyatakan, man*dul."

(Harap dimaklumi jika ada penyampaian yang salah.)

Bagai petir di siang bolong, jantung Naya berdetak dua kali lebih cepat. Sungguh, ucapan dokter barusan membuatnya sangat terpukul. Bagaimana tidak? Dia baru saja berencana untuk memperbaiki hubungannya yang renggang bersama sang suami.

Dia berniat merencanakan kehamilan kedua sebagai penebusan atas dosa yang telah ia lakukan sebelumnya. Meski ia yakin, rencana yang akan dia jalankan tidaklah mudah. Tapi Naya yakin, Paris akan bahagia jika ia berhasil hamil untuk yang ke dua kalinya.

Tapi kenyataan memaksa harapan Naya hancur. Memukul batin Naya dengan sangat keras. Naya menangis tersedu-sedu. "Tuhan, apakah ini hukuman? Apakah ini karma yang Kau berikan padaku atas kesalahan yang telah aku perbuat? Aku-- hiks. Aku sangat tersiksa sekarang."

Kesempatan kedua itu sangat sulit. Kesalahan yang telah dilakukan, tidak mudah untuk diperbaiki. Bak kata pepatah, nasi yang telah menjadi bubur, tidak akan pernah bisa diubah menjadi nasi lagi. Begitu pula dengan kesalahan. Hal yang telah terjadi, tidak akan pernah bisa di tarik lagi.

"Tuhan .... " Naya terus menangis.

Sinta yang melihat hal tersebut langsung memberikan pelukan. "Mbak."

"Sinta. Rumah tanggaku sudah hancur sekarang."

"Jangan bicara begitu, Mbak. Pak Paris pasti tidak akan meninggalkan mbak Naya sendirian. Percaya sama saya, mbak. Semua akan baik-baik saja."

"Tidak, Sinta. Aku sudah melakukan kesalahan. Sekarang, kesalahan itu tidak akan pernah bisa aku perbaiki. Aku sudah sangat mengecewakan hati Paris, Sin. Aku-- " Naya kembali menangis sekuat-kuatnya.

"Mbak." Sinta tetap berusaha menenangkan Naya.

Di sisi lain, Mika kini bertemu dengan dokter yang merawat sang mama. Dokter itu tiba-tiba saja memperkenalkan dokter baru pada Mika. Dokter muda yang sangat menjanjikan. Bukan hanya dari penampilan, dari pekerjaan dan juga latar belakang sungguh memuaskan.

"Mika. Dia Nathan. Keponakan saya. Mulai dari sekarang, dia yang akan merawat mama kamu."

Mika melirik si dokter muda yang tampan. Lirikan Mika langsung di sambut dengan uluran tangan oleh si dokter muda.

"Hai, Mika." Nada bicara si pria sangat lemah lembut. Senyum tipisnya juga sangat manis.

Mika ragu-ragu menerima uluran tangan Natha. "Hai, dokter Nathan."

"Nah, Mika. Mulai sekarang, semua urusan tentang pengobatan mama kamu, dokter Nathan yang tangani ya."

"Iya, Dok. Terima kasih banyak atas semuanya."

Setelah berbasa-basi sejenak, Mika pun pamit meninggalkan kedua dokter yang sedang ia temui. Setelah kepergian Mika, Nathan masih saja menatap pintu yang sudah tertutup rapat.

"Nathan."

"Iy-- iya, Om."

"Kenapa? Apa yang sedang kamu pikirkan?"

"Ti-- tidak ada, Om."

Si dokter menatap lekat keponakannya. Bibir si pria bilang tidak ada apa-apa. Tapi gelagatnya berbeda. Matanya juga terlihat sedang menyembunyikan sesuatu. Seperti, sebuah rasa ketertarikan.

Mika memang cantik. Siapa yang tidak tertarik dengan si gadis? Tidak, bukan hanya kecantikan yang membuat mata tertuju padanya. Melainkan, aura dirinya yang sangat bersinar. Yang bisa menarik perasaan kaum adam hanya dengan satu pandangan pertama.

Bukankah sesuatu yang ada di bumi ini diciptakan dengan berlawanan? Jika ada lebihnya, pasti ada kurangnya. Begitu juga Mika. Walau dia ditakdirkan hidup susah dengan segala masalah hidup yang menyertai. Dia berikan kelebihan untuk disukai oleh orang lain. Sungguh, itu adalah hal yang setimpal untuk Mika dapatkan.

....

Beberapa hari kemudian, Naya sudah kembali ke tanah air. Kepulangannya kali ini tidak di sambut oleh orang yang dia cintai. Tidak seperti biasanya, Paris akan datang dengan buket bunga di tangan ketika tahu Naya akan kembali. Pria itu akan mengorbankan segala kesibukannya hanya untuk menyambut kepulangan Naya di bandara.

"Mbak." Sinta terpaksa memanggil Naya di saat wanita itu terdiam membatu dengan tatapan kosong melihat ke arah kursi tunggu di bandara tersebut.

"Apakah semuanya baik-baik saja, mbak?" Sinta bertanya lagi.

"Iya. Semuanya, baik-baik saja." Setelah berucap kata-kata itu, Naya langsung melangkahkan kaki untuk meninggalkan bandara.

Sinta hanya bisa melepas napas berat. Tidak tahu sepenuhnya apa masalah yang telah terjadi dengan bosnya itu. Tapi dia tahu, ada masalah yang sangat besar yang sedang Naya hadapi saat ini.

*

Setelah melewati perjalanan panjang yang melelahkan, Naya akhirnya tiba di rumah. Sayangnya, saat dia kembali, apa yang dia harapkan tidak juga dia dapatkan.

Di rumah mewah miliknya, wajah sang suami juga tidak terlihat. Jangankan kejutan dengan buket bunga atau sambutan meriah. Muncul wajah sang suami saja tidak.

"Non Naya."

Yang menyambut kepulangan Naya hanyalah si bibi. Art yang selama ini bekerja di rumah mereka.

"Non sudah pulang?"

"Iya, Bi."

1
Ani Basiati
aku pernah baca deh thor alur cerita sama nm2 nya jg sama tp sdh lm.
Rani: iya kah? Di karya kakak kah kamu bacanya?
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: Asyiap👍👍👍👍
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Dew666
💎💎💎💎
Rani: makasih banyak yuhu.... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: Siap di laksanakan. yuhu....
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rani: makasih banyak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu .... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: oke2👍🫰
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: syiap👍🫰😍
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎💎
Rani: 🫰🫰🫰😍😍😍😍
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Rani: A syiap👍🤭
total 1 replies
Soraya
vote untuk mu thor
Rani: terimakasih banyak. 🫰🫰🫰 yuhu ....
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: siap👍☺️🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: siap👍 dilaksanakan 🫰🤭
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Rani: yuhu ... moga betah yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!