Gea Alexander Crush seorang wanita cantik puteri dari seorang mantan ketua Mafia yang paling disegani pada zamannya. Gea harus menyembunyikan identitasnya dikarenakan banyak orang yang mengincar dirinya dan kedua adik kembarnya.
Keputusan Daddynya dulu untuk pensiun dari dunia hitam memunculkan kebencian dan dendam dikalangan teman-teman Mafianya. Puluhan tahun ke belakang, Daddynya Gea diculik dan menghilang tanpa jejak bahkan Mommynya defresi dan memilih bunuh diri karena terlalu terpukul atas kehilangan suaminya.
Tapi di tengah-tengah penyamarannya, Gea bertemu dengan CEO muda yang sedang mencari seorang Bodyguard untuk memuluskan aksinya yang ternyata sedang melakukan penyamaran juga.
Akankah Gea berhasil melindungi Victor ataukah justru nyawa Gea ikut terancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gea Yang Dingin
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Satu minggu pun berlalu, saat ini Gea sudah sangat sehat dan tubuhnya pun sudah terasa sangat bugar. Saat ini Gea sedang membantu Yanti memasak di dapur.
Tiba-tiba terdengar suara keributan diluar dan itu suara Tatang dengan seseorang.
Bruakkk...
Pintu rumah itu terbuka dengan kerasnya membuat Gea dan Yanti terlonjak kaget.
“Mana istrimu itu!” seru Juragan Darta.
“Lia, kamu diam disini saja jangan kemana-mana ya,” seru Yanti.
“Siapa mereka?” tanya Gea datar.
“Bukan siapa-siapa, sebentar ya Ibu ke depan dulu,” sahut Yanti gugup.
Yanti pun segera menghampiri orang-orang itu.
"Ada apa ini?" tanya Yanti.
"Kalian sudah janji hari ini akan melunasi hutang-hutang kalian, jadi mana uangnya?" seru Juragan Darta dengan mengulurkan tangannya ke arah Yanti.
Yanti dan Tatang meminjam uang kepada Juragan Darta untuk biaya pengobatan Lia waktu itu tapi ternyata Allah berkehendak lain, setelah Yanti dan Tatang menghabiskan uang puluhan juta Lia pun akhirnya meninggal.
"Maafkan kami Juragan, kami belum bisa membayar hutang kami," seru Yanti dengan menundukan kepalanya.
"Apa!"
Bruakk...
Juragan Darta menendang kursi sampai kursi itu terlempar dan hancur membuat Yanti dan Tatang bergetar hebat.
"Kasih pelajaran mereka!" seru Juragan Darta.
Kedua bodyguard yang ikut bersama Juragan Darta pun menghampiri Tatang dan langsung memukuli Tatang. Yanti langsung memeluk suaminya yang sudah babak belur itu.
"Hentikan saya mohon, Juragan saya mohon kasih kami waktu lagi untuk melunasi hutang-hutang kami," rengek Yanti dengan tangisannya.
"Mau sampai kapan saya menunggu? kalian selalu saja membuat janji tapi tidak pernah menepatinya, pokoknya sekarang kalian keluar dari rumah ini!" bentak Juragan Darta.
Yanti langsung memeluk kaki Juragan Darta dengan deraian airmatanya.
"Juragan kami mohon, beri kami waktu lagi kami janji akan melunasinya," seru Yanti.
Juragan Darta menghentakan kakinya sehingga Yanti terjungkal ke belakang, Gea yang dari tadi mengintip dari balik pintu dapur terlihat mengepalkan tangannya.
"Tidak, saya sudah tidak percaya lagi dengan kalian. Jadi sekarang angkat kaki kalian dari rumah ini."
"Juragan kalau kami pergi dari rumah ini, kami akan tinggal dimana? rumah ini satu-satu harta yang kami punya untuk saat ini, mohon belas kasihannya Juragan," seru Tatang.
"Ah, terlalu banyak omong kalian!"
Salah satu bodyguard Juragan Darta mengangkat kursi dan hendak melemparnya ke tubuh Tatang tapi Gea segera berlari dan menendang orang itu sehingga dia terjungkal ke belakang.
"Jangan sakiti mereka," seru Gea dingin.
"Wow, siapa gadis cantik ini? kenapa kalian tidak bilang kalau kalian masih punya anak cantik seperti ini? apa kalian sengaja menyembunyikan dia?" seru Juragan Darta.
Juragan Darta memang tidak pernah melihat anak Tatang dan Yanti karena dulu Lia tidak pernah keuar dari rumah akibat penyakit yang dideritanya.
Juragan Darta hendak melangkahkan kakinya menghampiri Gea tapi Yanti segera menghalanginya.
"Jangan sentuh anakku, dia tidak tahu apa-apa."
"Kalian ingin aku melunaskan hutang-hutang kalian kan? baiklah mulai sekarang hutang kalian lunas, tapi dengan satu syarat anak kalian yang cantik itu harus menikah denganku."
"Tidak, sampai kapan pun aku tidak akan menuruti keinginanmu Juragan," bantah Tatang.
"Kurang ajar, habisi saja laki-laki tua bangka itu!" seru Juragan Darta.
Kedua bodyguard Juragan Darta hendak memukul Tatang tapi dengan cepat Gea menahannya.
"Aku bilang jangan sakiti mereka," seru Gea.
Bugh..bugh..bugh..
Gea menghajar kedua bodyguard Juragan Darta tanpa ampun, bahkan kedua orang yang tinggi besar itu tidak mampu membalas pukulan Gea.
Juragan Darta, Yanti, beserta Tatang sampai tercengang melihat apa yang dilakukan Gea, mereka tidak menyangka kalau Gea jago beladiri.
"Berapa hutang mereka?" tanya Gea.
"Hutang mereka tiga puluh juta."
"Baiklah, beri aku waktu aku janji akan segera melunasi hutang-hutang mereka," seru Gea.
"Kalau kamu tidak bisa melunasinya? apa jaminan yang akan saya dapatkan?" tanya Juragan Darta.
Gea terlihat berpikir, hingga beberapa saat kemudian Gea pun menatap tajam ke arah Juragan Darta.
"Aku akan menikah denganmu," sahut Gea mantap.
"Tidak Nak, kamu jangan melakukan itu biarkan semuanya jadi tanggung jawab kami, kamu tidak usah ikut campur," seru Yanti.
"Oke...deal, satu bulan aku kasih kamu waktu satu bulan untuk melunasi hutang-hutang orangtuamu kalau dalam satu bulan kamu tidak bisa melunasinya, kamu siap-siap harus bersedia menjadi istri saya."
Gea menganggukan kepalanya dengan ragu, sebenarnya Gea juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dalam waktu satu bulan, apa yang harus dia lakukan bahkan dia sama sekali tidak punya pekerjaan.
"Baiklah, saya pergi dulu dan sampai bertemu satu bulan ke depan."
Juragan Darta dan kedua bodyguardnya pun pergi meninggalkan rumah Yanti dan Tatang.
"Nak, kenapa kamu mengorbankan diri kamu sendiri? kamu itu tidak tahu apa-apa, jadi kamu tidak usah menanggungnya biar kami saja yang mencari uang untuk melunasi hutang-hutang kami," seru Yanti.
"Sekarang aku sudah sehat, izinkan aku untuk mencari pekerjaan," seru Gea dingin.
"Kamu mau cari pekerjaan apa Nak? ini desa kecil, disini semua masyarakatnya hanya bekerja sebagai nelayan," sahut Tatang.
"Apa saja, yang penting aku bisa mendapatkan uang."
Gea pun kemudian masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Yanti dan Tatang hanya bisa meratapi nasibnya. Mereka memperhatikan rumahnya yang saat ini sudah sangat berantakan, lalu mereka pun membereskan kembali rumahnya.
"Pak, Lia hebat ya bisa bela diri," seru Yanti disela-sela membereskan rumahnya.
"Bapak yakin kalau dia bukan anak dari kalangan sembarangan, kasihan keluarganya pasti saat ini sedang bingung mencari keberadaan dia," seru Tatang.
Yanti segera menghampiri Tatang dan membekap mulut suaminya itu.
"Jangan keras-keras Pak, nanti Lia dengar," bisik Yanti.
Tatang melepaskan tangan istrinya itu, Tatang menatap tajam ke arah istrinya. Tatang pun memilih pergi meninggalkan Yanti tanpa memperdulikannya.
***
Keesokan harinya...
Gea sudah bangun pagi-pagi sekali, Gea hanya memakai celana jeans dan baju kaos berlengan panjang karena hanya itu baju yang lumayan masih bagus.
"Kamu mau kemana Lia?" tanya Yanti.
"Aku mau cari pekerjaan, Pak aku pinjam sepeda Bapak ya."
Tatang hanya menganggukan kepalanya..
"Tidak, kamu tidak boleh keluar dari rumah ini," seru Yanti.
"Kenapa?" tanya Gea dingin.
Gea menatap tajam ke arah Yanti membuat Yanti merasa ngeri.
"Maksud Ibu, diluar itu sangat bahaya bagaimana kalau ada orang jahat," sahut Yanti gugup.
"Aku tidak pernah takut kepada siapa pun jadi kalian tidak usah khawatir karena aku bisa menjaga diri aku sendiri," seru Gea.
Yanti dan Tatang tidak bisa bicara lagi, entah kenapa mereka merasa sangat takut kepada Gea. Bahkan sudah hampir dua bulan Gea tinggal di rumah mereka, tidak pernah sekali pun mereka melihat Gea tersenyum.
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU