NovelToon NovelToon
You Are Mine

You Are Mine

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Sci-Fi / Mafia / Reinkarnasi / CEO / Time Travel / Tamat
Popularitas:760k
Nilai: 4.9
Nama Author: Biru Samudera

Disarankan untuk membaca "Pengantin Pengganti untuk Tuan Muda" dan "Remember Me, Baby" lebih dulu agar bisa memahami alur ceritanya. Terima kasih.


Raymond Dawson: "Jangan menangis lagi ... aku yang salah ... tolong maafkan aku. Kali ini, izinkan aku untuk mencintai dan menjagamu dengan benar."


Lorie: "Aku hanya ingin kehidupan yang biasa saja. Ingin mencintai pria yang sederhana, yang bisa membantuku mencuci piring dan mengurus anak."

Setelah melewati masalah yang rumit, akhirnya Raymond dan Lorie berkencan. Akankah hubungan itu mulus hingga ke jenjang pernikahan?

Lalu, bagaimana dengan Daniel Hill yang menginginkan cinta Dokter Ana? Apakah dia akan berhasil mematahkan teori cinta wanita itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru Samudera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

Bagi Lorie yang ingin menghindari Tuan dan Nyonya Dawson, satu bulan itu datang dengan cepat, membuatnya tiba-tiba berharap memiliki kekuatan untuk memanipulasi waktu. Seandainya saja ia bisa mengatur agar detik jam terus berulang pada hari yang sama. Sayangnya, ia sama sekali tidak memiliki kemampuan itu.

Sementara bagi Raymond, waktu 30 hari itu terasa sangat lambat. Rasanya seperti sedang berjalan di tempat, membuatnya sangat ingin mengatur detak jam agar semuanya bisa berjalan lebih cepat. Sialnya, ia tidak bisa melakukan apa pun untuk mempercepat hari.

Dan untuk masalah ini, jelas bukan hanya Lorie dan Raymond yang kehilangan kesabaran. Dokter Ana bahkan sudah hampir kehilangan kewarasannya. Entah sudah berapa kali ia ingin mengundurkan diri dari proyek kerja sama dengan EON’s Company. Akan tetapi, mengingat kontrak yang sudah ditandatangi dan seluruh persyaratannya yang sudah disetujui oleh Daniel, ia tidak memiliki alasan apa pun lagi untuk menolak atau melarikan diri.

Satu bulan datang dengan cepat dan acara amal yang dinantikan—juga tidak dinantikan—itu akhirnya dimulai sesuai rencana semula. Lorie tidak setuju ketika Raymond mengajaknya untuk pergi bersama karena Ana sudah memohon agar ia menemaninya. Lebih tepatnya, sahabatnya itu memohon disertai ancaman agar Lorie menemaninya, jika tidak ... dia tidak akan melanjutkan proyek itu lagi. Selain itu, Lorie tidak ingin terlihat muncul secara bersamaan dengan Raymond di sebuah acara yang akan dihadiri pula oleh kedua orang tua kekasihnya itu karena hanya akan membuatnya semakin gugup.

“Apa aku tampak berlebihan?” tanya Lorie seraya memperhatikan riasan wajahnya di depan cermin. “Aku rasa lipstiknya terlalu terang, bagaimana menurutmu?”

Dokter Ana yang sudah muak karena mendengar pertanyaan yang sama selama satu jam terakhir akhirnya tidak tahan lagi. Ia mendengkus keras dan bangun dari sofa di sisi kanan meja rias milik Lorie.

“Aku pergi sendiri saja,” gerutunya seraya meraih tas tangan di atas meja dan berbalik menuju pintu.

Kalau tahu akan seperti ini, sudah jelas ia memilih untuk pergi sendiri dan menghadapi si brengsek Daniel itu apa pun risikonya. Dibandingkan harus menghadapi Lorie yang menyiksanya dengan seribu pertanyaan yang tak ada habisnya. Kesabaran bukanlah salah satu karakternya yang dominan. Ia mungkin bahkan tidak memiliki stok kesabaran seujung kuku pun.

“Ana! Tunggu sebentar! Katakan, apakah gaun ini terlalu seksi? Apa aku terlihat seperti wanita murahan?” teriak Lorie dari belakang Ana. Ia benar-benar cemas dan gugup. Rasanya tidak ada yang tepat untuk ia kenakan.

“Arrrgh!” Dokter Ana yang sudah mencapai ruang tamu memutar tubuhnya dan membuat Lorie hampir menabraknya.

“Lorie! Kamu akan membuatku gila!” serunya seraya menuding wajah Lorie. Sahabatnya itu belum pernah kehilangan akal seperti ini.

“Selain itu, kamu akan membuat kita berdua terlambat tiba di acara amal yang akan segera mulai dalam ....” Ana melirik jam di pergelangan tangannya dan melanjutkan, “... dua puluh menit lagi.”

“Apa?! Tidak ... tidak ... kita tidak boleh terlambat!”

Lorie tersaruk-saruk menuju lemari sepatu dan memilih flat shoes yang tidak akan membuatnya tergelincir atau tersandung sesuatu saat sedang berjalan. Itu akan sangat memalukan kalau sampai terjadi.

Ana memutar bola matanya dan berjalan mengikuti Lorie menuju lift. Saat melihat wajah Lorie yang memucat dan jemarinya yang gemetar saat menekan tombol lift, Ana akhirnya merasa kasihan kepada sahabatnya itu.

“Tenanglah, kamu sangat cantik. Riasanmu sempurna dan gaunmu sangat indah, tidak terlihat murahan sama sekali ... um, setidaknya kamu tidak terlihat seperti sengaja ingin menggoda putra mereka dengan tubuh atau kecantikanmu,” ucap wanita itu seraya memindai penampilan sahabatnya dengan tatapan menilai.

“Ana!” Lorie menggeram kesal. “Itu tidak membantu sama sekali!”

Ana terkekeh pelan dan menepuk pundak Lorie.

“Tenanglah, aku hanya bercanda ... tapi, kamu memang sangat cantik, aku yakin mereka akan menyukaimu. Ayo, cepatlah kalau tidak ingin terlambat.”

Lorie hanya bisa mendesah dan mengangguk pasrah. Untunglah hanya ada mereka berdua di dalam lift itu sehingga ia tidak perlu khawatir akan ditertawakan oleh orang lain.

Kedua wanita itu keluar ketika lift berhenti di lantai dasar. Mereka langsung berjalan menuju lobi utama dan masuk ke dalam sebuah limousin yang sudah disiapkan oleh Alex Smith untuk mereka berdua. Pria itu juga mengirim satu dua orang pasukan bayangan untuk mengawal mereka hingga acara amal selesai.

Harus diakui, sebagai seorang atasan, Alex sangat royal. Pria itu tidak pernah setengah-setengah dalam mengerjakan sesuatu.

Lorie dan Ana terdiam dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing di sepanjang perjalanan menuju The Royal Garden, tempat acara amal akan dilakukan.

***

1
Khendiz
kak...ini udah 2025
ayolaaaaah..akhiri ini semua😭😭😭
Khendiz
aku balik lagi
Renesme
Bagus dan seru, tapi mesti baca 2 novel pendahulunya 👍👍
Renesme
Laa kok ngga jadi berlanjut...ditunggu penutup ceritanya yang indah, bia pembaca gagal move on 😀
Renesme
Oo makanya mesti baca cerita Andrew Keiko dulu, korelasinya disini ternyata
Marhaban ya Nur17
waduh jd manusia cacing dong wkwkkw kian santang
Marhaban ya Nur17
keiko ama Andrew judul nya apa y ???
Namika: remember me, baby
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
gw klo pelajaran kimia dulu suka ngantuk di kelas wkwkw
Marhaban ya Nur17
satu lagi temene Justin siapa tuh ???
Marhaban ya Nur17
sabar dokter
Marhaban ya Nur17
😁🤭😁🤭
Marhaban ya Nur17
coba emaknya g di bikin metong thor wwkw
Marhaban ya Nur17
y ampuunnn thor ngapa visual nya pasukan subasa wkkwkw
Marhaban ya Nur17
wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
cerita Daniel ama dokter ana di lapak baru apa thor ???
Rose Angle
Di tunggu lanjutannya kak Biru
Happy 3
aku ikut nangis baca part pertemuan
dengan Keiko. ingat cerita tentang Kinara Lee
Happy 3
yang baca saja tegang Thour...
Happy 3
novel yg penuh tantangan...
dari judul cerita yg sebelum-sebelumnya sama ...sangat menarik.
Happy 3
baru tahu author kembali hati ini..
dah berapa tahun yaa...? aku cari di sebelah gak ada. sampai akhirnya kangen kembali ke sini langsung cari lagi judul ini. eh..ketemu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!