Mahawira adalah penjelmaan dari pecahan jiwa penguasa semesta, kelahirannya bertujuan untuk menegakan keadilan dan kebenaran menolong yang tertindas dan membantu yang lemah.
Dengan sifatnya yang santun dan rendah hati, penampilan yang tampan, tubuhnya yang tinggi serta aroma wangi tubuhnya. Wira selalu menjadi incaran para gadis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deharung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 35. Menuju Benteng Utara
Sudah lebih dari tiga bulan Wira berada di Dunia Dimensi Jiwa, dia harus ke rumah lelang istana salju untuk mengambil barang pesanannya.
"Istriku... , Aku akan keluar untuk mengambil pesananku, dan ada sedikit urusan yang harus aku kerjakan, rajinlah latihan jaga Naga Kecil agar tidak merusak tanaman buah kita, nafsu makannya sangat besar jika dibiarkan dia bisa menghabiskan semua buah yang ada disini," Kata Wira pada istrinya.
"Baik Kanda"
"Iya Kak" jawab Nilotama
"Kanda memberi nama Naga Kecil untuk naga yang baru menetas itu ?" tanya Putri.
Wira mengangguk membenarkan,
"Eh kemana Naga Kecil ?", Wira melihat sekelilingnya.
Kiaaaak... , kiaaaak... .
Naga Kecil muncul dari Danau Emas, terus terbang mendekati Wira,
Kiaaaak... kiaaaak... .
Naga kecil menjilati wajah Wira,
"Sudah... , sudah... , geli... ."
Wira memegang leher Naga Kecil, sepuluh kepala Naga Kecil masih menjulurkan lidahnya.
"Kamu jaga kebun ini baik-baik jangan sampai rusak," kata Wira pada Naga Kecil.
"Kiaaaak... , kiaaaak" Naga Kecil menyahut seolah menjawab ucapan Wira.
Kemudian Wira memeluk kedua istrinya dan mencium keningnya lantas keluar dari Dunia Dimensi Jiwanya.
Di penginapan, hari masih gelap menjelang pagi, Wira membersihkan diri dan mengganti pakaian dia ingin ke Rumah Pelelangan Istana Salju, rumah pelelangan terbesar di kota kerajaan.
"Salam Tuan" sapa seorang pelayan ketika melihat pria tua memasuki gerbang.
Pria Tua mengangguk sambil tersenyum ramah,
"Apakah pesananku sudah ada ?" tanya Pria Tua pada pelayan.
"Maaf Tuan, Kepala rumah pelelangan yang menyiapkan, mari saya antar," jawab pelayan sopan.
Mereka berdua masuk menuju ruang Kepala rumah pelelangan.
"Salam Tuan," Kepala rumah pelelangan menyapa pria tua begitu tiba di ruangannya,
"Salam Tuan Kepala," jawab Pria Tua menimpali
"Apa barang yang saya pesan sudah ada ?" Pria Tua melanjutkan omongannya.
"Oh sudah Tuan, mari saya antar ke gudang penyimpanan,"
Mereka berjalan menuju gudang penyimpanan yang terletak dilantai bawah.
Kepala Rumah pelelangan membuka gudang penyimpanan, dengan kunci khusus yang hanya dimiliki olehnya.
"Ini semua yang bisa kami kumpulkan dari berbagai daerah mohon menunggu jika masih kurang Tuan,"
"Ini sudah cukup Tuan kepala," Pria Tua terkejut melihat ribuan peti ukuran besar yang merupakan pesanannya.
"Berapa harga semua ini," tanya Pria Tua
Kepala rumah pelelangan memberikan selembar kertas yang berisi rincian harga yang menjadi pesanan pria tua.
Pria Tua membaca kertas yang ada ditangannya.
Batu Meteorit 2.500 ton, harga 500 koin emas/kg. Total 250.000.000 koin emas.
Serat Cacing merah Lembah Neraka 50 ton
Harga 100 koin emas/kg. Total 5.000.000 koin emas.
Rumput Emas gurun Kasapa 500.000 batang.
Harga per batang 1.000 koin emas.
Total harga 500.000.000 koin emas.
Berlian Hijau 50 ton, harga 10.000 koin emas/kg
Total harga 500.000.000 koin emas.
Giok Es 150 ton, harga 30.000 koin emas/kg
Total harga 4.500.000.000
Jumlah keseluruhan 5,8 miliar koin emas.
"Mmm......., begini Tuan Kepala, saat ini saya tidak membawa koin emas yang cukup, bagaimana jika..."
"Tuan boleh membayar dengan Pil Sambung Raga, saya kasi harga per butirnya seratus lima puluh juta koin emas, bagaimana ?" Kepala rumah pelelangan memanfaatkan situasi.
"Di pelelangan yang lalu saya mendapatkan dua miliar tiga ratus lima puluh juta koin emas dari sepuluh pil, bagaimana jika dua ratus juta koin emas perbutir ?, Tuan Kepala sudah memiliki keuntungan lumayan." Pria Tua memberi penawaran.
"Maaf Tuan... , kondisi pasar tidak bisa diduga, belum tentu kami bisa melelang seperti harga yang lalu..., bagaimana kalau seratus delapan puluh juta perbutir ?" ucap Kepala rumah pelelangan... , merasa yakin bisa melelang dengan harga minimal dua ratus juta koin emas perbutir di lelang berikutnya.
"Aku tidak punya cukup waktu untuk menunggu lelang berikutnya, sebaiknya setujui saja toh masih banyak persediaan pil sejenis itu didalam cincin dimensiku," pikir Pria Tua
"Baiklah kita sepakat," ucap Pria Tua sambil memberikan tiga puluh butir Pil Sambung Raga.
"Total harga lima miliar empat ratus juta koin emas, masih kurang empat ratus juta koin emas," ucap Kepala rumah pelelangan memberi perhitungan.
Pria Tua mengeluarkan sebutir Pil Raga Abadi dan memperlihatkan.
"Berapa Tuan Kepala memberi harga untuk pil ini ?" Pria Tua bertanya.
Kepala rumah pelelangan terkejut sampai lupa bernapas melihat Pil Raga Abadi didepannya,
"Paling murah pil ini laku delapan ratus juta koin emas dijual langsung tanpa lelang," batinnya
"Empat ratus juta koin emas"
"Delapan ratus juta koin emas," ucap Pria Tua,
"Enam ratus juta koin emas, ini penawaran terbaik yang bisa kami berikan"
"Tujuh ratus juta koin emas, jika tidak, saya bayar dengan koin emas saja kekurangan pembayaran tadi," Pria Tua memberi penawaran terakhir.
Kepala Rumah Pelelangan terlihat berpikir keras.
"Baiklah demi kerjasama kita agar tetap terjaga kami sepakat dengan harga tujuh ratus juta koin emas," ucap Kepala rumah pelelangan tersenyum gembira.
Kepala rumah pelelangan mengeluarkan dua belas peti besi ukuran besar.
"Masing-masing peti berisi dua puluh lima juta koin emas,"
Pria Tua memasukkan dua belas peti itu kedalam cincin dimensinya.
"Senang berbisnis dengan anda Tuan, jika Tuan membutuhkan sesuatu datanglah kemari kami berusaha membantu sebisanya"
"Terimakasih Tuan Kepala, kalau begitu sediakan lagi sejumlah yang sama dengan yang tadi, tapi tanpa Giok Es," jawab Pria Tua.
"Baiklah Tuan, tapi waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan sebanyak itu mungkin lebih lama lagi"
"Tidak masalah," jawab Pria Tua sambil mohon diri.
Tak berapa lama kemudian...
Di dekat hutan di luar pintu gerbang kerajaan Malawa Dewa.
Wira mengeluarkan Singa Emas dari Dunia Dimensi Jiwanya kemudian terbang menuju Benteng Utara.
Benteng Utara merupakan benteng terkuat yang dijaga oleh dua ratus ribu prajurit, dipimpin oleh seorang Jenderal Utama yang bernama Jenderal Tumbak Bayuh, dia merupakan Jenderal Utama yang paling kuat, dan terkenal pandai dengan ilmu strategi perang.
Dibawah kepemimpinannya ada tiga Jenderal Muda dan ratusan komandan prajurit yang cakap dalam pertempuran.
Jenderal Tumbak Bayuh sangat disegani oleh bawahannya karna sikapnya yang tegas dan disiplin, dia tidak segan-segan menghukum bawahan yang salah atau melanggar disiplin yang diterapkan, tidak perduli apapun pangkatnya.
Karna itu Jendral Tumbak Bayuh di tempatkan untuk menjaga Benteng Utara yang berbatasan dengan Kerajaan Indra Pura, Raja Indra Pura memiliki hubungan baik dengan Raja Wreksasena penguasa Malawa Dewa terdahulu.
Mengingat potensi perang diantara dua kerajaan sangat besar maka Durgati sebagai Raja Samantha Pancaka, menyuruh adiknya Pangeran Gantar untuk menaruh pasukan terbaik dan Jenderalnya yang paling kuat untuk menjaga wilayah perbatasan itu.
Mengetahui Pangeran Gantar memperkuat Benteng Utara dengan Menaruh Jenderal Tumbak Bayuh dan menambah prajurit hampir dua kali lipat, maka Bismanta sebagai Raja Indra Pura, menempatkan kekuatan yang lebih banyak untuk mengimbangi kekuatan lawan.
aku mampir nih.
mampir juga di karyaku ya😊😊
aku kirim mawar yahhh
padahal kesemsem tuh pemimpinnya..
ternyata oh ternyata 😂