NovelToon NovelToon
SELIR SANG AKTOR

SELIR SANG AKTOR

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:241.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayumi

Scarlet adalah gadis yatim piatu yang kuliah sambil berkerja. Pada suatu hari dia kesandung masalah memecahkan Guci antik dan disuruh mengganti dengan uang seratus juta tunai.

Dalam kebingunannya akhirnya Scarlet ke Club malam dan menjual kegadisannya dengan pemilik Club. Karena merasa terhina Scarlet tidak mau menerima uang dari pemuda itu.

Tapi pemuda yang bernama David itu malah jatuh cinta kepada Scarlet, dan mulai membantu keuangan Scarlet secara diam-diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIPUKUL

SCARLET!!. Nama yang selalu terukir di setiap helaan nafasnya, dia yakin inilah jodohnya, dialah pasangan takdirnya. David lalu naik ke ranjang setelah membersihkan dirinya.

Indra penciumannya mengendus aroma patchouli yang mendebarkan hatinya dan membangkitkan gairahnya.

"David...." desis Scarlet membuka matanya. Dia baru menyadari David sudah datang. Suaranya yang halus menyamai ??semilirnya angin di musim semi, sangat syahdu dan memabukan.

"Sayank...I Love You..." bisik David.

Senyum manis Scarlet menyembang, bagaikan permen kapas yang minta di isap. David lalu mengecupnya sesaat, sangat manis.

"Aku rela menukar apapun yang aku miliki. Bahkan nyawaku, demi bisa terus bersamamu, mendengar napas dan melihat senyummu setiap saat.

Karena Tuhan telah menyatukan kita, dalam sebuah mahligai kehidupan."

"David, kamu kenapa?"

"Kamu adalah belahan jiwaku yang telah aku tunggu setiap waktu. Aku tidak mungkin melepaskanmu lagi."

"David, apakah kamu mabuk? dari tadi bicaramu seperti Sastrawan."

"Aku mabuk cinta. Hari ini adalah puncak kebahagiaanku. aku merasa sangat bahagia, bisa memilikimu lagi." sahut David mendekatkan wajahnya. Dia memandang gadisnya dengan seribu makna. Scarlet tersenyum, dia juga merasa bahagia, saat ini..ya saat ini, ntah sampai kapan.

Pandangan mereka bertemu. Scarlet menahan napas saat wajahnya dan wajah David hanya berjarak beberapa inci. Jika David menunduk sedikit saja, Scarlet yakin, bibir laki-laki itu pasti akan menyentuh bibirnya.

"Jangan mengecewakanku sayank." bisik David mencium lembut bibir Scarlet. David menghirup aroma patchouli dan menikmati sensasi aneh yang menjalar ke seluruh sendi tubuhnya. Gairahnya memuncak dan menghentak jiwanya.

David tidak mau terpukau terlalu lama dan membiarkan waktu berlalu begitu saja. Scarlet memejamkan mata, mencoba menikmati apapun yang dilakukan David. Saat David bergerak menindih tubuhnya, Scarlet pasrah. Malam terasa semakin panjang, David tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Seolah-olah mereka akan berpisah.

David baru berhenti setelah Scarlet mengeluh lelah dan ingin tidur. Entah sudah yang keberapa kali David menyatukan tubuh mereka. David benar-benar tidak bisa berhenti kalau saja tidak melihat wajah lelah Scarlet. Laki-laki itu merasa kasihan dan memeluk gadisnya dibalik selimut, dan akhirnya mereka tidur.

David terbangun karena suara ponsel yang terus-menerus berbunyi. Pria itu mengumpat dalam hati, dia meraih benda pipih yang tergeletak di nakas.

"Sayank pulanglah." suara Lala terdengar lirih sambil menangis.

"Maaf Lala, aku bersama dengan istiku." jawab David lalu mematikan ponselnya, kemudian dia kembali tidur.

****

Scarlet masih sangat mengantuk saat mendengar bel apartemennya berbunyi berkali-kali. Wanita itu tersenyum tipis ketika melihat David masih tertidur. Jauh dilubuk hatinya dia sangat mencintai David.

Tidak mau mengganggu tidur David, Scarlet turun ke lantai satu, bergegas ke pintu utama. Sebelum membuka pintu, gadis itu merapikan sedikit penampilannya.

"Dimana David?"

Begitu pintu terbuka, Scarlet kaget, nyonya Yuli atau mamanya David langsung menanyakan keberadaan anaknya. Wajah Scarlet memucat, dia mundur selangkah. Seharusnya tadi dia membangunkan David agar David tahu bagaimana mamanya akan memperlakukannya.

David tidak akan mendengar suara ribut di bawah, walaupun mereka berteriak di bawah.

Sebelum Scarlet mengatakan sesuatu, wanita itu lalu menerobos masuk diikuti menantu kesayangan yaitu Lala.

"Saya akan bangunin dia Tante." cegah Scarlet.

"Aku bukan Tantemu wanita sialan!!perempuan murahan sepertimu tidak cocok memanggilku Tante, lihat dirimu, tidak ubahnya seperti pelacur." suara nyonya Yuli meninggi.

"Nyonya jangan naik..." cegah Scarlet karena saat ini David masih tidur dengan pakaian minim.

Nyonya Yuli naik darah. Wanita paruh baya itu berbalik dan menampar wajah Scarlet. Scarlet memegang pipinya yang memerah. Lala ikut maju dan menendang Scarlet sampai tersungkur.

"Kau ingin menjerat anakku dengan tubuhmu kan? dasar ******!" wanita itu kembali memukul Scarlet dan meneriakkan kata-kata kasar.

"Seharusnya sejak awal aku sudah antipati, tidak membiarkan kau mendekati putraku. Anak pelacur sepertimu tentu saja akan mengikuti jejak ibunya. Kau tidak pantas dan tidak akan pernah pantas bersanding dengan David."

Scarlet diam membisu menerima perlakuan nyonya Yuli dan Lala, dia menahan air matanya supaya tidak jatuh. Dia pantang menangis di depan orang yang menghinanya. Ini resiko yang harus di tanggung kalau nekad mencintai David.

Ibu mana yang tidak akan marah jika anak semata wayangnya menjalin hubungan dengan seorang gadis Yatim Piatu, yang tidak punya asal usul, ntah Ibunya orang baik-baik atau pelacur.

"Kau tahu, David adalah milikku dan kau adalah sampah." pekik Lala lalu menampar Scatlet.

"Hentikan mimpimu ingin memiliki David, kau cocoknya berada di pinggir jalan sambil menadahkan tangan seperti pengemis."

Gadis itu tidak melawan meski rambutnya sudah semrawut, sudut bibirnya berdarah, dan kakinya ngilu karena berkali-kali di tendang oleh dua orang yang kerasukan setan itu.

Nyonya Yuli menatap tajam ke arah Scarlet dan kembali menjambaknya.

"Kau berani mengambil anakku, aku akan membuatmu mati."

"Maaf nyonya, aku berjanji pada nyonya, ini adalah terakhir kalinya kami bertemu. Tapi, jangan salahkan saya kalau putra nyonya menyandra saya."

"Pergilah dari kota ini sejauh yang kau bisa, dengan begitu aku baru percaya kalau kalian tidak akan bertemu lagi. Jika kau tidak segera mengikuti keinginanku, siap-siap saja hidupmu akan hancur, bahkan aku tidak segan-segan mengambil nyawamu."

"Beri saya waktu nyonya, jika David sudah kerja, saya akan segera pergi."

Nyonya Yuli mendengus, dia tidak percaya kepada Scarlet.

"Kali ini akan aku lihat sampai dimana kesungguhanmu."

"Mama kenapa repot-repot, suruh pengawal menyeret dia keluar." ucap Lala berkacak pinggang.

Lala memerintahkan pengawal untuk menyeret Scarlet ke mobil. Mereka lalu mengikat kaki dan tangan Scarlet serta membiusnya. Mobil melaju dengan kecepatan kencang.

"Nyonya Lala tujuan kita kemana?" tanya pengawalnya memperlambat laju mobil.

"Kita jual dia di Barista." titah Lala geram, dia sengaja memilih tempat itu karena dia tahu disana ada temannya yang bisa menjaga Scarlet supaya tidak bisa kabur.

"Kenapa harus kesana Lala, lebih baik antar dia ke Bandara supaya jauh dari tempat ini."

"Aku punya rencana lain mama. Disana ada temanku yang akan mengurusnya. hahaha...."

"Maksudmu apa, kita ingin supaya si brengsek ini jauh dari David."

"Dia akan menjadi kupu-,kupu malam sampai tua, tanpa pernah bisa keluar dari sarangnya."

"Kamu jenius Lala, dari pertama mama sudah membencinya, David tidak tahu berapa kerugian perusahan, gara-gara harga saham kita anjlok. Mosi tidak percaya dari masyarakat mengembang."

"Aku akan membuat perusahan kembali berjaya." ujar Lala asal bunyi. Dia tidak tahu apa-apa dengan perusahan, karena papanya hanya seorang Manager Divisi di perusahan ritel.

Mobil memasuki halaman gedung klas elite yang khusus di peruntukan bagi tamu-tamu yang ingin melepas kejenuhan bersama istrinya dirumah. Disini ada banyak hiburan, dari bar, karaoke, restoran dan surga dunia.

Lala menelpon temannya, tidak ada lima menit, dua orang yang berwajah sangar, dengan badan kekar sudah datang dan menggendong Scarlet ke dalam gedung.

****

1
like
Kecewa
like
Buruk
Fay
Luar biasa
Fay
Lumayan
delete account
gara-gara kamu jadinya/Grievance/
delete account
daripada senyam-senyum Mulu trs sudah dimasukkan obat ke dalam minuman
delete account
cie tetap di waspadai tapi kira-kira apakah Iwan bisa atasi/Doubt/
delete account
jadi gimana tu apakah ada yang menolong?
delete account
dimasukkan ke dalam obat /Doubt/
delete account
🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
delete account
diancam kepolisian karena sifat buruk
delete account
benar tu pelan-pelan saja tidak perlu buru-buru
delete account
Kok pengen nya cepat banget
delete account
seharusnya lebih hati-hati
delete account
Wahaha kasihan baru dapat kerja sudah dimaki-maki
delete account
hadir
delete account
banyak sekali pesanan buat apa
🎎 Lestari Handayani 🌹
semangat terus. lanjut ceritanya
Arya suryadi🐞
🥰🥰🥰👌👌👌
ayumi: 🍬🍭🍬🍭🍭🍬
total 1 replies
🦋⃟ℛ⭐ʀᴀᴅɪsʏᴀ⭐🦋ᴬ∙ᴴ࿐
TOP LABEL⭐⭐⭐⭐⭐

SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA

GOOD JOB👍👍👍
ayumi: tq kk udh mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!