NovelToon NovelToon
Fall In Love With You, Mr Tomi.

Fall In Love With You, Mr Tomi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

"Saya mohon menikah lah dengan putri saya! Putri saya sangat mencintai nak Tomi. Waktu saya tidak lama lagi, dan saya akan pergi dengan tenang jika sonia telah menikah." Tangis Sonia semakin pecah mendengar permintaan Daddy-nya sedang kritis di rumah sakit, kepada pria yang sudah setahun terakhir dicintainya secara diam-diam. Ya, diam-diam, sebab Sonia tidak pernah mengutarakan perasaannya terhadap pria itu kepada siapapun, termasuk pada Daddy-nya.

Sonia memang sangat mencintai pria yang merupakan bosnya tersebut, akan tetapi Sonia juga tidak ingin menikah dengan cara seperti itu. Ia ingin berusaha menaklukkan hati Pria bernama Tomi tersebut tanpa permintaan atau paksaan dari pihak manapun. Namun kondisi Daddy-nya yang sedang sekarat membuat Sonia tak tega untuk banyak berkata-kata, apalagi untuk menolak.

Akankah pernikahan Sonia berjalan layaknya pernikahan bahagia pada umumnya, atau justru kandas ditengah jalan, mengingat Tomi tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sonia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24.

"Sebaiknya kita masuk saja mas, lagian tidak ada siapapun di sini. Mungkin suara-suara yang mas dengar tadi hanya suara seekor kucing." Kata Yuli yang ikut bersama sang suami memeriksa apa yang terjadi di bawah jendela kamar Sonia.

Abil mengedarkan pandangan ke sekitar hingga pandangannya menangkap keberadaan pot bunga yang pecah, dan itu seolah mendukung dugaan istrinya.

Tubuh Tomi menegang ketika menyadari Abil melangkah mendekat kearah pot besar, di mana saat ini ia tengah bersembunyi.

"Papah ...." Seruan Zaki ibarat malaikat penyelamat bagi Tomi.

"Iya, sayang." Abil spontan berhenti melangkah dan menoleh pada putra sulungnya itu.

"Apa yang papah lakukan di sana?."

"Bukan apa-apa, sayang." Abil mengurungkan niatnya untuk membereskan pot bunga yang pecah, berbalik badan dan melangkah menghampiri putra sulungnya itu.

"Sebaiknya kita masuk sekarang, sudah larut malam!." Abil mengajak istri dan putranya masuk ke dalam rumah.

Mendengar suara langkah kaki semakin menjauh darinya, Tomi lantas mengelus dadanya yang sempat dag-dig-dug tak karuan.

"Anda baik-baik saja, tuan?." Asisten Azam panik melihat Tomi berjalan pincang ke arahnya.

"Bagaimana menurutmu?."

Asisten Azam menelan ludah mendengarnya. Pria itu gegas membukakan pintu mobil untuk sang tuan, kemudian berlalu mengitari mobil dan duduk di bangku kemudi.

Asisten Azam melirik Tomi dari pantulan kaca didepannya.

"Maafkan saya, tuan. Tadinya saya pikir anda akan keluar lewat pintu dengan bantuan Nyonya Sonia, tapi sepertinya saya salah." Kalau sampai ada yang salah pada bagian tubuh tuannya itu, Asisten Azam pasti akan sangat menyesali keteledorannya.

"Berhubung malam ini suasana hatiku sedang baik, maka aku akan melupakan kesalahanmu kali ini." Sekalipun belum dapat dipastikan seratus persen, tapi kabar tentang kehamilan sang istri begitu membahagiakan bagi Tomi, hingga kakinya yang terkilir sekalipun tak menjadi hal besar bagi suami dari Sonia Margaretha tersebut.

"Rupanya bertemu dengan nyonya sangat berpengaruh besar pada suasana hati tuan." Tebak asisten Azam dalam hati, sebelum menghidupkan mesin mobil dan menginjak pedal gas secara perlahan.

"Apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit dulu, tuan!." Asisten Azam mencemaskan kondisi Tomi. Walaupun kelihatan dari luarnya tidak terjadi hal yang fatal, namun menurut asisten Azam tidak ada salahnya memastikannya di rumah sakit.

"Terserah kau saja!." Jawab Tomi seraya menyandarkan tubuhnya kebelakang.

Asisten Azam lega mendengar Tomi tidak menolak di bawah ke rumah sakit.

*

"Menurut hasil Rontgen tidak ada tulang anda yang mengalami fraktur, tuan. Hanya sedikit terkilir saja. Saya akan meresepkan salep pereda nyeri. Silahkan oleskan pada kaki anda yang terkilir untuk mengurangi resiko bengkak." Terang dokter.

Jujur saja, saat memeriksa Tomi, dokter sedikit bingung dengan ekspresi wajah pria itu. Pasalnya, baru kali ini ada pasien yang mengalami rasa sakit namun raut wajahnya nampak berseri-seri. Namun begitu, dokter hanya diam saja tak berani berkomentar apapun, tetap profesional melakukan tugasnya hingga selesai.

Mengingat tidak ada kondisi yang terlalu serius sehingga mengharuskan pasien dirawat inap, Tomi pun diizinkan pulang oleh dokter.

*

Keesokan paginya, Abil sengaja meluangkan waktu untuk mengantarkan Sonia ke dokter. Seperti saran dari dokter keluarga kemarin, pagi ini Abil ingin memastikan kehamilan Sonia pada dokter spesialis kandungan. Sebenarnya bukan hanya Abil saja yang akan menemani Sonia memeriksakan diri ke dokter kandungan pagi ini, karena Yuli pun akan ikut bersama. Namun, Yuli sudah berangkat lebih dulu sebab Yuli harus melakukan visit pada pasiennya sebelum nantinya menemani Sonia berkonsultasi dengan salah seorang rekan sejawatnya.

Tepat pukul sepuluh pagi, Sonia dan Abil tiba di rumah sakit. Yuli yang sudah sejak beberapa saat lalu menunggu lantas mengajak Sonia langsung ke ruang poli kandungan. Ya, Yuli telah mendaftarkan nama Sonia sebelumnya.

"Selamat atas kehamilan pertama anda Nyonya Sonia Margaretha." Setelah melakukan beberapa test akhirnya dokter menyatakan bahwa Sonia positif hamil.

Abil yang duduk di samping istrinya ikut mengulas senyum bahagia mendengar berita kehamilan saudari sepupunya itu. Bagaimana pun hubungan rumah tangga Sonia dan suaminya, kabar kehamilan Sonia tetaplah kabar yang sangat membahagiakan, tak terkecuali bagi Abil.

"Selamat atas kehamilanmu, adik kecilku." Abil memberikan ucapan selamat pada Sonia. Ia mengusap puncak kepala Sonia dengan sayang. Kini perasaan Abil bercampur aduk, antara bahagia dan juga terharu.

"Terima kasih, mas Abil." Balas Sonia dengan senyum dibibirnya.

Sesi konsultasi bersama dokter terus berlanjut hingga selesai. Setelahnya, Abil mengantarkan Sonia pulang, sedangkan Yuli kembali melanjutkan pekerjaannya, dengan memberikan pelayanan terhadap pasiennya.

"Mas...."

"Hm." Abil tidak mengalihkan pandangannya dari padatnya jalanan ibu kota. Pria itu tetap fokus mengemudi.

"Bolehkah aku menghubungi mas Tomi? Aku ingin menyampaikan tentang kehamilanku padanya." Sonia bertanya dengan hati-hati.

"Apa semalam kamu tidak memberitahukannya?." Balas Abil nyaris tanpa ekspresi.

Deg

Tubuh Sonia langsung membeku mendengar jawaban saudara sepupunya itu.

"Jangan pikir mas tidak tahu tentang kedatangan suami kamu semalam. Dia nekat juga rupanya." Abil menarik sudut bibirnya ke samping hingga tercipta senyuman tipis di sana. Senyuman yang justru sulit diartikan oleh Sonia.

Flashback On.

Semalam ketika hendak masuk ke dalam rumah, Abil menyadari ada yang janggal. Ya, setahu Abil tidak ada satupun tetangga mereka yang memelihara kucing. Kalaupun ada, tidak mungkin membiarkan hewan peliharaan mereka berkeliaran hingga meresahkan para tetangga, mengingat kawasan tersebut merupakan kawasan elit. Kini Abil jadi ragu jika tragedi pecahnya pot merupakan perbuatan seekor kucing. Untuk memastikan, Abil berlalu menuju ruang kerjanya hendak memeriksa rekaman cctv di rumah.

Betapa terkejutnya Abil saat melihat keberadaan dua orang pria berpakaian serba hitam tengah berusaha memanjat pagar rumahnya. Abil terus menyaksikan rekaman cctv hingga terlihat salah seorang diantaranya berusaha naik ke lantai dua dengan menggunakan tangga. Menyadari pria itu hendak berusaha memasuki kamar Sonia, Abil mulai menaruh curiga pada Tomi. Di saat lanjut memeriksa rekaman cctv di kamar Sonia, akhirnya kecurigaan Abil pun terbukti. Pria itu tak lain adalah sahabatnya, Tomi. Dalam diam, Abil melengkungkan bibirnya ketika menyaksikan rekaman cctv tersebut.

"Lalu, mengapa mas masih bersikeras memisahkan Sonia dan mas Tomi, jika mas sudah melihat bagaimana usaha mas Tomi agar bisa bertemu dengan Sonia?." Tanya Yuli saat Abil menceritakan apa yang baru saja disaksikannya melalui rekaman cctv.

"Mas hanya ingin melihat sejauh mana usaha Tomi untuk mendapatkan istrinya kembali, Dan sejauh mana Tomi pantas menerima ketulusan cinta Sonia." Jawaban sang suami akhirnya menyadarkan Yuli bahwa suaminya itu tidak berniat memisahkan Tomi dan Sonia, tetapi Abil hanya ingin memastikan kesungguhan hati Tomi.

Flashback Off.

"Ternyata mas Abil mengetahui kedatangan mas Tomi semalam." Batin Sonia. Wanita itu tak berani lagi berkata-kata sampai dengan mobil yang dikemudikan oleh Abil tiba di rumah.

1
Uba Muhammad Al-varo
Tanggerang hadir kakak Author 🙏🙏💪💪💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
cilli....... bukan nya sadar malah tambah gila karena obsesi dan keegoisanmu dan karena perbuatan ini juga kamu akan berakhir menderita dan menyesal, nggak mau menurut sih apa yang dikatakan oleh Linda 👿👿
sutiasih kasih
cili cari hidup susah...
Ami LeoGirl
Lajutkn up semangt
Lentera Aksara
kota udang hadir Thor 😁
Nurminah
jangan sampe kejebak ama obat perangsang ya Thor jujur muak liatnya
secret
akhirnya perjuanganmu membuahkan hasil tom, hrs hati2 karena si cabe blom kapok
secret
Palembang thorr, salam kenal dari wong kito galo😁
Lusi Hariyani
hati2 tomi jaga sonia bahaya mengancam
Syifa
kaka yg banyak donk aplopnya
Ayila Ella
waduh gawat si ular mau bikin olah
Syarifah
Penajam Paser Utara Kaltim Thor 🙏
Lia siti marlia
iya tom kamu harus hati hati sama c cili jaga sonia dengan baik kalau sampai terjadi lagi bisa bisa kamu gak ketemu sama sonia untuk waktu yang tidak bisa di tentukan ....halo kak aku dari garut jabar 🥰
Dwi ratna
Cilapop kak alias Cilacap, tau gk daerah itu? hehehe 🫣🫣🫣
Delvyana Mirza
Iya Tom,si ulat bulu,da punya rencana yang menjijikkan,yang membuat kesal,
Uba Muhammad Al-varo
begitu cintanya Tomi ke Sonia, membuat dia melakukan segala supaya Abil mau beri ijin Tomi membawa Sonia pulang ke rumahnya 💪💪💪
Lentera Aksara
lucu ih Tomi demi istri apapun dilakukan🤣🤣🤣
Lia siti marlia
hahaha semangat terus tom demi luluhin hati abil dan merjuangin istri dan calon anak mu
Lusi Hariyani
wuih g main2 efort y tomi buat jemput sonia...ksh pelajaran dl si tomi abil biar g ulangi lg
secret
lihatlah abil perjuangan kawanmu itu, jgn smpe dia stress beneran karena terus dihalangi ketemu istrinyaaa🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!