NovelToon NovelToon
KERIKIL BERDURI - Sucinya Hati Dan Berdarahnya Janji

KERIKIL BERDURI - Sucinya Hati Dan Berdarahnya Janji

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Barat / Persaingan Mafia
Popularitas:200
Nilai: 5
Nama Author: Ardin Ardianto

rapuhnya sebuah jalan bersih yang dipilih, membawanya ke arah yang berlawanan. Setiap langkahnya seperti berjalan di atas kerikil yang berduri tajam—menyakitkan berbahaya, dan tak mudah untuk kembali pada jalan yang bersih, Di tengah kekacauan, hanya satu yang tetap suci: hati dan janji. Namun janji yang dipilih untuk di ucapkan kini tersayat oleh darah dan pengkhianatan karna arus sebuah jalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ardin Ardianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siang yang Berbeda

Siang di Tanjung Priok menyengat seperti neraka kecil. Matahari tepat di atas kepala, membakar aspal hingga berasap tipis. Angin laut cuma bawa garam dan bau oli—tak cukup dinginkan keringat yang menetes dari pelipis Shadiq.

Farhank telepon jam sepuluh pagi.

“Jam sebelas di kontainer biru. Jangan telat.”

Tak ada penjelasan. Tak biasa.

Shadiq tiba jam 10:47. Motor bututnya diparkir sembarangan di antara tumpukan karung. Baron—buruh baru, badan gede, bekas preman pelabuhan—sudah menunggu, rokok kretek di bibir.

“Kayaknya angkut barang lagi,” kata Baron, suara serak. “Tapi kali ini... beda.”

Shadiq cuma mengangguk. Uang satu juta dua ratus ribu kemarin masih di saku dalam, dilipat rapi dalam dompet kulit lusuh. Cukup buat pulsa listrik, belanja mingguan, dan mungkin—kalau rezeki ini lanjut—bayar kontrakan dua bulan.

Kontainer biru “Bandung” sudah terbuka setengah. Peti kayu panjang, dibungkus plastik hitam tebal, lakban silver. Lebih berat dari kardus kemarin. Shadiq angkat satu—tiga puluh kilo, bunyi logam bergesek di dalam.

*Ini bukan galon. Ini bukan perabot.*

Ia angkat satu per satu ke bak truk box hitam. Baron bantu, tapi matanya gelisah. Sopir—pria kurus, jaket hitam, tak pernah bicara—duduk di kabin, main HP.

Shadiq naik bak, duduk di pinggir, pegang besi berkarat. Truk mulai jalan. Gerbang pelabuhan menjauh. Jalanan kota ramai: motor nyelonong, pedagang kaki lima, klakson membabi buta.

Matanya menyipit.

Tiga mobil hitam—BMW i8, kaca gelap, plat nomor rahasia—mengikuti. Dua di belakang, satu pindah-pindah samping. Shadiq tahu ini bukan kawalan resmi. Tak ada yang bilang. Tak ada sirene. Tak ada seragam.

Ia lirik kabin lewat kaca belakang. Sopir fokus. Baron di sampingnya, tangan gemetar pegang rokok.

Truk masuk gerbang raksasa pinggiran utara. Kiri hutan kelapa sawit, kanan lereng curam dengan sungai hitam di bawah. Jalan tanah merah, berdebu, hanya satu jalur.

Shadiq lirik belakang. Tinggal satu i8.

“Kemana yang lain?” gumamnya. “Firasatku buruk...”

**BOB!**

Truk rem mendadak. Kepala Shadiq terdorong, hampir bentur dinding bak. Peti kayu bergeser, satu lakbannya sobek.

Dua i8 lain **potong dari pertigaan kanan-kiri**, blokir jalan seperti capit besi.

Shadiq teriak ke kabin, “ADA APA INI?!”

Sopir tak jawab.

**DOR!**

Peluru pertama hantam ban depan. Truk miring.

**DOR! DOR!**

Kaca samping pecah. Serpihan beterbangan.

Shadiq lompat dari bak, gulung ke semak. **WHIZZT!** Peluru lewat telinga, panas seperti sengatan lebah. Bau mesiu menusuk hidung.

Truk maju, tabrak satu i8. Bodi sedan penyok. i8 belakang halangi belokan kiri.

Shadiq sembunyi balik pohon kelapa. Jantungnya berdegup kencang. *Ini bukan perampokan. Ini eksekusi.*

Pintu kabin terbuka. Baron keluar, pegang **pistol emas gradasi silver**—sama persis seperti di pelabuhan.

**DOR! DOR!**

Ia tembak ban i8. Karet meledak. Mobil miring.

Shadiq mata menyipit.

*Baron... bukan orang bertopeng kemarin. Tapi pistolnya sama. Amatir mewah. Ini jaringan.*

Tabrakan berlanjut. Satu i8 terdorong ke lereng, tersangkut pohon kelapa. Pintunya terbuka. Dua pria keluar, jaket hitam, topeng ski.

Shadiq lihat peti kayu di bak truk—satu sobek total. Isinya: **senjata otomatis, laras pendek, emas gradasi silver**. Lusinan.

*Ini bukan galon. Ini senjata perang.*

Pria-pria dari i8 turun, coba naik truk. Satu dekati semak Shadiq, pistol hitam teracung.

“Kau yang lari! Keluar atau mati!”

Shadiq menunduk. Napas tertahan. *Dulu di penjara, gerakan ini selamatkan nyawa. Sekarang...*

Pria maju tepat samping.

**Hook kanan** dari semak bawah hantam dagu—**KRAK!**

Shadiq pivot di batang pohon, **roundhouse kick sempurna** ke tengkuk—**BUGH!**

Pria nyungsep. Shadiq tambah **tendangan bebas ke kepala**, lalu **pukulan mentah ke perut**. Pria pingsan. Shadiq rebut pistolnya—berat, dingin, bau minyak senjata.

Ia lari ke truk. Tendang pintu i8 terbuka—**BOOMB!**

Pria di dalam terkejut. Shadiq pukul wajah dari jendela, lalu pinggang. Darah menetes di jok kulit.

Dari belakang, **cekikan kuat** tarik leher. Pria di mobil bangkit, acung pistol.

Shadiq angkat pistol rebutan.

*Arva... Irva... maaf.*

**DOR!**

Tembak tepat kepala. Darah muncrat ke kaca. Pria ambruk.

Shadiq melotot. Napas tersengal.

*Aku bunuh lagi. Aku bukan manusia.*

Cekikan masih kuat. Shadiq tunduk, kaki kanan depan, kiri dorong—**suplex sempurna**. Pria belakang terbanting keras ke tanah merah. **BRAK!**

Pria coba bangkit.

**DOR!**

Peluru Baron lewat tepi telinga, jatuhkan dia. Darah mengalir dari pelipis.

Baron teriak, “MASUK TRUK! CEPAT!”

Shadiq lari, lompat kabin penumpang. Sempit—empat orang: sopir, Baron, satu lagi pria tak dikenal, dan Shadiq. Bau darah, mesiu, keringat.

Truk gaspol. i8 ditinggal. Pria-pria tergeletak di jalan berdebu. Satu masih bergerak, merangkak, tapi tak lama.

Shadiq pandang tangan gemetar. Darah di kaus. Pistol masih di genggaman.

“Aku hilangkan nyawa lagi,” gumamnya. “Di jalanan. Bukan di arena gulat.”

Baron lirik dia, mata penuh pertanyaan.

“Lo... dulu preman?”

Shadiq tak jawab. Ia buka jendela, buang pistol ke sungai.

*Tapi satu peluru ia simpan di saku.*

Truk melaju. Di kepala, kelinci perak masih berkilat.

Dan kini, nyawa di tangannya—dan bukti di bak truk.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!