NovelToon NovelToon
Demi Apapun Aku Lakukan, Om

Demi Apapun Aku Lakukan, Om

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Duda
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Naim Nurbanah

Kakak dan adik yang sudah yatim piatu, terpaksa harus menjual dirinya demi bertahan hidup di kota besar. Mereka rela menjadi wanita simpanan dari pria kaya demi tuntutan gaya hidup di kota besar. Ikuti cerita lengkapnya dalam novel berjudul

Demi Apapun Aku Lakukan, Om

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naim Nurbanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Tuan Marcos dan Kino akhirnya bertemu dengan Tuan Teddy di tempat yang sudah disepakati. Sementara itu, di ruang tamu rumahnya, Wanda duduk santai sambil menggenggam gelas berisi kopi dingin yang baru saja diantarkan. Matanya berbinar, bibirnya tak lepas dari senyum kecil yang sulit disembunyikan.

“Ini benar-benar perhatian, ya,” gumam Wanda lirih sambil mencicipi bolu yang juga datang bersamaan.

Hatinya hangat, seolah ada aliran lembut yang merayapi setiap sudut jiwanya. Wanda menarik napas dalam, membiarkan kebahagiaan kecil itu mengisi ruang hatinya.

“Mungkin ini yang disebut romantis… tanpa kata-kata manis yang berlebihan, tapi dengan perhatian sederhana yang tulus.”

Pikiran itu membuatnya terdiam sejenak, menyadari betapa seringnya cinta tidak butuh rayuan, cukup dalam kesungguhan tindakan kecil.

Wanda mengangkat cangkir kopi dinginnya perlahan, bibirnya menyentuh permukaan cairan yang menyegarkan itu sambil menggigit lembut potongan bolu yang ada di piringnya. Matanya terpaku sejenak pada sosok Marcos yang duduk di depannya dengan senyum hangat.

"Terima kasih, Tuan Marcos," gumamnya lirih, suara yang penuh kehangatan.

"Anda benar-benar membawa warna baru dalam hidup saya."

Hatinya bergetar tak terduga. Siapa sangka pria yang biasanya terlihat tegas dan dingin itu memiliki sisi penyayang yang jarang terlihat? Menyajikan kopi dingin lengkap dengan cemilan istimewa, seolah dia memikirkan dirinya lebih dari sekadar rekan kerja biasa. Wanda memejamkan mata sebentar, meresapi momen itu.

"Nanti kalau om Marcos pulang, aku harus masak sesuatu yang spesial. Ini cara aku bilang terima kasih," bisiknya dalam hati sambil menatap hangat cup dan paket bolu di depannya. Tak jauh dari sana, Lisa yang tengah melewati ruang itu menoleh, melihat Wanda tersenyum sendiri dengan pandangan penuh arti. Raut penasaran muncul di wajahnya.

 “Ada apa, ya, sampai dia senyum-senyum sendiri seperti itu?” pikir Lisa, menahan langkah sejenak, ingin tahu rahasia kecil di balik senyum Wanda.

Lisa mengernyit, matanya tak lepas mengamati Wanda yang tiba-tiba tampak begitu bahagia. Ada sesuatu yang berbeda dari wanita itu, senyumnya ringan, langkahnya agak loncat, padahal biasanya dia pendiam. Tapi, Lisa menggigit bibirnya, memutuskan untuk tak mengorek lebih dalam.

 "Wanda," panggil Lina dengan nada datar, sambil melirik tajam ke arah meja Wanda. Wanda menatap balik, sedikit menyipit, seakan menolak tunduk pada sikap dingin Lina yang dikenal suka menyimpan rasa iri.

"Ada apa, Kak Lina?" jawab Wanda sopan, meski suaranya bergetar halus. Lina menunjuk ke gelas dan piring kecil di meja Wanda.

"Tolong pesankan kopi dingin sama cemilan yang kamu punya itu, ya." Wajah Lina tak sembunyikan ketidaksenangan saat Wanda terlihat ragu. Wanda mengerutkan alis, jelas bingung di mana harus pesan, apalagi kerjanya belum kelar.

"Tapi, saya belum selesai kerja," ucapnya lembut, mencoba menahan kesal yang mulai menggerayangi. Lina hanya menghela napas panjang, menatap Wanda dengan tatapan yang sulit ditebak.

Lina menatap Wanda dengan mata tajam, bibirnya sedikit mengerucut. “Pokoknya aku nggak mau tahu. Atau... ya sudah, itu jadi punya kamu aja kalau kamu nggak mau pesenin kopi dan roti yang persis sama buat aku,” ucapnya setengah ngotot, suara kecil tapi penuh makna.

Wanda mengernyit, merasa geregetan dengan sikap Lina yang seperti anak kecil ngotot minta mainan. Tangannya sigap mengulurkan. “Ya sudah, mana duitnya?” Lina mengelus-elus dompet di tasnya, lalu mengeluarkan uang dengan ragu.

 “Berapa?”

 “Lima ratus ribu,” jawab Wanda datar, menatap Lina dengan penuh tantangan. Wajah Lina seketika mengerut. “Mahal banget.” Wanda tak mau kalah, menyipitkan mata.

 “Kalau nggak ada duit, nggak usah maksa beli yang kayak gitu. Nggak percaya? Beli sendiri sana!” Lina menarik napas panjang, menekan rasa kesal.

“Berisik banget! Ini uangnya. Cepetan, kalau nggak nanti aku minum kopimu.”

Wanda menggeleng pelan, lalu menyerahkan kopi dan bolunya tanpa sepatah kata lagi. Mata mereka bertemu sebentar, penuh canggung sekaligus kemenangan kecil yang tak terucap.

Wanda menyerahkan kopi dan bolu itu kepada Lina, suaranya pelan,

"Ya sudahlah, ini punyaku untuk kamu. Nanti aku beli lagi setelah pulang kerja."

Matanya mengintip ke arah makanan itu, jelas ada perasaan berat yang tak bisa disembunyikan. Itu hadiah dari Tuan Marcos, bukan sembarang pemberian. Lina menerima dengan senyum penuh kemenangan, matanya berbinar seolah baru saja merebut harta karun. Wanda menggeleng pelan, lalu mengalihkan pandangan ke layar laptop, berusaha fokus kembali.

"Kenapa dia bisa seserakah itu, mengejar sesuatu yang bukan miliknya?" batin Wanda, bibirnya sedikit mengerucut. Namun, sebuah senyum kecil muncul di sudut bibirnya.

 "Ah, tak apa. Setidaknya aku dapat untung dari ini," gumamnya pelan.

"Dari secangkir kopi dan bolu, bisa dapat lima ratus ribu rupiah."

Wanda menghela napas, bayangan harga kopi dan bolu di supermarket terlintas dalam pikiran, jauh lebih murah, mungkin cuma seratus ribu. Perasaan lega dan heran bertempur dalam dirinya, melihat betapa Lina menginginkan apa yang bukan haknya, sementara ia malah mendapat keuntungan dari keanehan itu.

*****

Wanda berdiri di depan pintu kantor, dada terasa sesak dan detak jantungnya seolah berlomba dengan waktu. Sepasang mata Wanda terus melirik jam di tangan, berharap segera bisa pulang. Dalam hati, dia menahan gelombang perasaan campur aduk, senang sekaligus cemas. Sebentar lagi dia akan menjemput Salwa, adik kandung yang selama ini hanya dia temui sesekali di rumah kontrakannya. Wanda membayangkan senyum keceriaannya saat tahu rumah baru yang selama ini dia persiapkan, hasil dari cicilan panjang mereka, akhirnya siap untuk ditinggali.

 "Akhirnya, kita benar-benar bisa mulai hidup baru," gumamku pelan, berharap momen itu segera tiba.

Wanda menatap erat kertas pemberian Tuan Marcos, terasa hangat di dada seperti lentera kecil yang menerangi jalan panjangnya. Tanpa bantuan beliau, mungkin semua ini hanya angan, dan Salwa tak akan pernah punya rumah yang layak seperti sekarang.

 Di perjalanan menuju rumah kontrakan, tangan Wanda sesekali menggenggam setir lebih kuat, pikirannya berlari-lari menimbang harapan dan cemas. Apakah Salwa akan suka rumah baru itu? Maukah dia betah tinggal di sana, berbagi ruang dan waktu dengan Wanda? Hatinya berbisik, berharap segala persiapan yang dia susun rapi tak sia-sia.

“Semuanya harus berjalan lancar,” gumam Wanda dalam hati sambil matanya terus menyapu jalan.

Lampu-lampu kota berganti, tak lama lagi mereka akan meninggalkan tempat lama demi lembaran baru yang lebih hangat. Salwa di kursi sebelah tersenyum cerah, suaranya penuh bahagia,

 “Syukurlah, Kak Wanda bisa dapat kerjaan bagus dan beli rumah baru.” Senyumnya membuat Wanda lega, seperti beban berat perlahan terangkat.

Wanda tersenyum tipis sambil mengangguk, menatap Salwa yang penuh harap.

 "Iya, dik, walau masih harus nyicil tiap bulan potong gaji kakak, aku senang banget akhirnya kita punya rumah sendiri. Gak perlu lagi ngontrak atau pindah-pindah terus."

1
Celin Lin
lanjutkan Thor
Yuyun Yunita
terlalu bnyk kata kiasan... 🤔
Yuyun Yunita
knpby salsa selalu mendorong salwa untuk tidur dikamar ayahnya apakah salsa sengaja untk mengikat salwa dan ayahnya karena salsa tak pernah m3nyukai tunangan ayahnya
Sihna Tur
bagus. lanjutkan Thor
Ika Syarif
Luar biasa
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
Momyyy ..
kau ini punya kekuatan super, yaaakk?!
keren, buku baru teroooss!!🤣💪
Xiao Li: beliau ini punya kuasa lima, sekali seeeetttt... langsung melesat. kagak kek kita yang lelet kek keong🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!