Penyakit kanker yang diderita, membuat Kiara memaksa suaminya, Tama, untuk berpoligami. Dia rela melakukan itu agar suaminya bisa memiliki keturunan.
"Aku menikah denganmu tidak semata karena aku ingin memiliki keturunan. Aku menikahimu karena aku mencintaimu. Jadi, jangan paksa aku untuk menikah lagi!" tukas Tama saat Kiara memintanya untuk berpoligami.
"Jangan membuatku merasa bersalah dengan kekurangan yang aku miliki! Jika kamu mencintaiku, maka menikahlah!" ~ Kiara.
Bagaimana nasib rumah tangga Tama dan Kiara selanjutnya? Yuk, ikuti kisah mereka dalam ISTRI UNTUK SUAMIKU.
Jangan lupa, rate bintang 5, like, komen dab votenya ya. Salam sayang dari otor ter KETCE.
Follow akun author ya🤗
Ig: Samudra_Lee_19
fb: Samudra Lee
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#IUS 34
Tama kembali menemui Wina yang masih berada di ruang makan.
"Apa kamu yang mengambil surat kontrak itu?!" tanya Tama. Matanya menyala, wajahnya memerah, dia juga mngeratkan gigi-giginya menahan segala emosi di dalam dada. Kalau saja orang yang berada dihadapannya kini bukan seorang perempuan, mungkin Tama sudah memberikan bogem mentah ke wajah liciknya.
"Benar. Aku sudah membakar surat-surar itu," jawab Wina yang bersikap sok santai. Wanita itu malah menikmati semua makanan yang berada di depannya dengan nikmat.
"Kamu kira aku tidak akan bisa membuktikan pada Kiara kalau anak yang kamu kandung bukan anakku? Kamu salah besar. Aku bisa melakukan tes DNA kepada bayi yang masih berada di dalam perutmu itu."
"Aku tahu kamu bisa melakukan itu. Tapi, asal kumu juga tahu. Aku bisa melakukan apa pun untuk bisa menutupi kebohonganku. Bahkan jika aku harus membiarkan anak dalam kandunganku ini mati. Dan saat anak ini mati, maka orang yang akan disalahkan adalah dirimu, Kiara pasti akan berpikir kalau kamu penyebab dari kematian anakku. Dan jika itu terjadi, maka istrimu itu juga tidak akan memaafkanmu," ancam Wina.
"Wanita tidak waras! Apa kamu sengaja melakukan ini untuk menguasai hartaku? Hah?!"
"Terserah jika kamu menganggapku begitu, aku tidak membutuhkan hartamu, aku hanya butuh ayah untuk anakku. Kemarin kau menyuruhku untuk menjadi istri bohonganmu, jadi apa salahnya jika kali kau membantuku untuk menjadi ayah bagi anakku," kali ini Wina mengatakan itu dengan nada yang sedikit memelas. "Setelah anak ini lahir, aku dan anakku akan pergi dari hidup kalian," lanjutnya.
Tama menggeleng, dia benar-benar tidak percaya kalau dirinya terjebak dalam sandiwaranya sendiri.
Sementara itu di dalam kamar, Kiara masih terisak di sana. Dia tidak percaya kalau suaminya akan setega itu terhadapnya. Selama ini Kiara sudah menyuruhnya untuk berpoligami, bukan hanya sekali, tetapi sudah sering dia menyuruh suaminya untuk melakukan itu. Namun, selama ini Tama selalu menolaknya. Dan sekarang kenyataannya suaminya sudah mengkhianatinya. Harusnya Tama tidak melakukan itu, harusnya suaminya itu jujur saja kalau dia ingin menikahi Wina. Kiara merasa menjadi orang bodoh karena tidak mengetahui kebenaran itu sejak awal. Pantas saja tiba-tiba suaminya membawa Wina pulang dan bilang kalau mereka sudah menikah, jadi karena ini alasannya?
Sayup-sayup Kiara masih mendengar suaminya itu memanggil namanya dari balik pintu. Namun, Kiara tidak memperdulikannya. Dia butuh waktu untuk sendiri dan memikirkan langkah yang akan diambilnya setelah ini.
Tama masih berada di depan kamar Kiara, dia enggan beranjak dari sana karena takut kalau diam-diam Kiara akan pergi meninggalkannya. Tama segera berdiri ketika mendengar pintu dibuka. Dan benar, istrinya keluar dengan membawa koper di tangannya.
"Kia, kamu mau ke mana? Aku mohon Kia jangan tinggalkan aku!" pinta Tama. Dia langsung menghampiri istrinya yang beridiri di bibir pintu. "Kia, aku tidak pernah mengkhianatimu, anak itu .... "
"Aku tidak mau mendengar apa pun lagi tentang anak itu," sela Kiara. "Aku tahu, mungkin ini jawaban karena aku selalu menyuruhmu untuk menikah lagi. Aku akan menerima anak kalian sama seperti aku menerima Wina menjadi maduku. Tapi, untuk sementara waktu aku tidak mau sekamar denganmu. Tidurlah dengan istri keduamu itu sampai anak kalian lahir!"
"Kia .... "
"Ini bajumu." Setelah memberikan koper di tangannya kepada Tama, Kiara kembali masuk ke kamar dan menguncinya dari dalam.
tapi karena sudah berbau poligami, yang baca jadinya sedikit deh..
btw, tetap semangat ya kakak.. 💪🏻
walaupun harus sad ending dan aku tidak suka itu, tapi aku tetap menghargai semua jerih payahmu untuk menghasilkan karya ini kak..
semoga sehat selalu ya kak.. 😘🥰
ooo ternyata Roni dijebak dan berakhir di hotel PK polisi....
jadi gregetan pengen tonjok wajahnya
bukannya terima kasihh, malah mau nikung.
begitupun Tama