Juan Dinhara Pratama, putra bungsu dari keluarga Pratama. Juan pria tampan, energik, sang petualang cinta yang di gandrungi banyak wanita.
Tapi petualangan cinta Juan terancam berakhir ketika sang bunda memaksa Juan untuk menjaga seorang gadis cupu yang sama sekali tidak masuk dalam kriteria wanitanya.
Apakah gadis cupu bernama Nikki Hara Syahputra yang merupakan putri dari sahabat Via sang ibunda Juan mampu menaklukkan hati si playboy petualang cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku akan menjaga Hara
Jangan pernah patah semangat, karena pecundang adalah mereka yang berhenti berusaha.
~Ay Alvi~
"Tapi, jika mereka yang mendekatiku tidak masalah bukan? Selama ini juga bukan aku yang mendekati mereka," ucap Juan dengan penuh percaya diri.
"Tetap tidak boleh!" tegas Hara melotot marah ke arah Juan membuat pemuda itu terkekeh karena tingkah gadis itu yang begitu menggemaskan.
"Tentu tidak sayang, mulai saat ini aku milikmu seorang," ucap Juan menarik tubuh Hara ke dalam pelukannya dan mengecup puncak kepala gadis itu dengan lembut membuat jantung gadis itu berdebar lebih cepat bahkan seolah ingin keluar dari tempatnya.
"Istirahat lah!" ucap Juan melepaskan pelukannya pada gadis itu.
"Oh, ya Uncle Donny menelpon. Beliau sangat mengkhawatirkanmu," tutur Juan saat teringat pesan kakaknya Aiden bahwa ayah gadis itu berkali-kali menghubunginya bahkan meminta Jodi untuk mencari tahu keadaan putrinya tersebut.
Hara terkejut mendengar Juan menyebutnya nama ayahnya. Ya, sudah beberapa hari ini memang ia tidak menghubungi dokter yang tengah di tugaskan di Afrika untuk misi kemanusiaan tersebut.
Namun, kini masalahnya ia sedang terluka, gadis itu tidak mau sang ayah khawatir begitu melihat keadaannya. Dan lagi ponselnya, dimana ponselnya?
Sejak ia di culik kemarin, ia tidak lagi menemukan ponsel kesayangannya itu.
Pasti sesornah telah mengambilnya bahkan mengambil kalung peninggalan dari almarhumah ibunya.
"Ini," ucap Juan sembari memberikan ponsel milik gadis itu yang di temukan oleh Marco pada barang-barang yang ada bersama mayat Theo.
"Bagaimana ini ... ?" Hara menerima ponsel miliknya dari tangan Juan sambil bertanya kebingungan.
"Ada di dalam jaket Theo," jawab Juan, pia itu duduk di tepian ranjang sembari memandang wajah gadis yang kini telah resmi menjadi kekasih pura-pura nya.
"Theo?" tanya Hara, dia memang tidak mengenal siapa orang yang namanya baru saja di sebutkan oleh Juan.
"Dia, pria yang menembakmu," jawab Juan dengan tetap memandang gadis itu lekat-lekat membuat wajah Hara merona.
Hara memalingkan wajahnya ke sembarang arah, gadis itu tidak sanggup jika harus terus menatap Juan. Ia harus sadar sepenuhnya bahwa hubungan mereka hanyalah sebatas kekasih pura-pura, jadi jangan pernah menggunakan hati apalagi berharap lebih.
"Apa kau tidak ingin mencoba menghubungi Uncle Donny?" tanya Juan karena pemuda itu tidak ingin jika Jodi menemui Hara demi mendapatkan kabar gadis itu.
Hara pun teringat kembali akan ayahnya, tapi bagaimana menghubungi pria itu jika ia masih menggunakan pakaian rumah sakit karena Donny ayahnya pasti akan meminta sambungan Video pada Hara. Dan jika itu terjadi tentunya sang ayah akan sangat khawatir ketika melihat keadaannya dan Hara tidak menginginkan hal tersebut.
Juan pun membuka jaketnya kemudian memakaikannya pada Hara seolah pemuda itu mengerti apa yang menjadi keragu-raguan gadis itu. Setelahnya Juan duduk di samping Hara dan meminta gadis itu untuk menghubungi ayahnya.
"Hubungi Uncle Donny sekarang!" titah Juan tak lupa ia pun meletakkan lengannya di bahu gadis itu agar mereka terlihat tampak sedang pergi bersama.
Hara kikuk menghadapi sikap Juan yang seperti itu. Pemuda itu membuat debaran jantungnya semakin kencang, rona merah kembali menghiasi wajah gadis manis berusia sembilan belas tahun tersebut.
Tak perlu bagi Hara untuk menghubungi Donny, karena begitu gadis itu mengaktifkan ponselnya panggilan dari sang ayah pun datang menyapa. Benar saja dugaan Hara, pria itu mengaktifkan panggilan video untuk menghubungi putrinya.
"Halo Papi!" sapa Hara mencoba untuk bersikap biasa dan riang agar Donny tak mengetahuinya apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu.
"Halo sayang! Kemana saja kamu? Dari semalam Papi tidak bisa menghubungimu?" serentetan pertanyaan meluncur dari bibir pria paruh baya itu. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Hara karena hanya putrinya lah yang ia miliki untuk saat ini.
Sebenarnya berat bagi Donny untuk hidup berjauhan dengan putrinya seperti saat ini, tetapi sebagai seorang dokter ia juga tidak dapat mengabaikan panggilan kemanusiaan yang membutuhkannya. Maka dari itu dengan tidak rela Donny menitipkan Hara pada Via yang merupakan adik kelasnya semasa SMA dulu.
Selain mengenal Via, pria itu juga cukup akrab dengan Ziga karena pria pengusaha itu merupakan pemilik saham terbesar di rumah sakit yang ia kelola sekarang.
"Halo Uncle!" sapa Juan sebelum Hara menjawab pertanyaan dari sang ayah.
"Oh, kau adalah ... ?" Donny bertanya tentang siapa Juan karena ia memang belum pernah bertemu dengan pemuda itu.
"Perkenalkan saya Juan Uncle, putra bungsu dari Mommy Via," jawab Juan menjelaskan siapa dirinya.
"Wah Juan, ternyata kau sudah dewasa sekarang," takjub Donny, pria itu tidak menyangka bahwa yang kini bicara dengannya adalah Juan putra bungsu Ziga dan Via yang semasa kecil sering merengek minta adik saat Via mulai berkonsultasi pada Donny.
Namun, karena alasan kesehatan Donny tidak menganjurkan Via untuk mengandung lagi. Saat itu Via cukup lemah karena sempat mengalami kecelakaan sehingga Donny melarang wanita itu untuk mengandung.
"Iya Uncle, maaf semalam aku dan Hara ada kegiatan di kampus jadi kami tidak sempat memberitahu Uncle," ucap Juan lancar walau pemuda itu sedang berbohong.
Hara berdecak dalam hatinya, ia tidak menyangka bahwa pemuda itu pandai berbohong bahkan Juan mengatakan hal itu dengan amat fasih sehingga tidak ada seorangpun yang menyangka jika pemuda itu sedang berbohong.
"Oh seperti itu, baiklah Uncle mengerti kesibukan anak kuliahan seperti kalian. Hanya saja lain kali aktifkan nomormu agar Papi tidak khawatir," pesan Donnya kepada putri satu-satunya itu.
"Maaf Papi, semalam batrenya low jadi ponselku tidak aktif," jawab Hara yang ikut berbohong karena gadis itu tidak mungkin menceritakan hal yang sebenarnya terjadi pada Donny sang ayah.
"Iya sayang, Papi hanya terlalu mengkhawatirknmu," ucap Donny menatap Hara dengan penuh kerinduan.
"Uncle tidak perlu khawatir, aku akan menjaga Hara dengan seluruh jiwa ragaku," ucap Juan berkelakar pada Donny.
Pria itu pun tertawa mendengar ucapan pemuda berusia dua puluh tahun tersebut. Dan sepertinya rencana ia dan Via untuk menjodohkan mereka akan berjalan lancar, melihat keduanya tampak akrab dan juga sikap Juan yang perhatian.
Sebelum menitipkan Hara pada Via, mereka memang sempat membicarakan tentang perjodohan kedua anak itu. Tapi karena Donny tidak mau memaksakan kehendaknya pada Hara, maka ia ingin mendekatkan putrinya terlebih dahulu kepada putra bungsu sahabatnya tersebut.
Andai mereka berjodoh tentu Donny akan merasa sangat bahagia, tetapi jika mereka memang tidak di takdirkan untuk bersama tidak akan menjadi perdebatan atau masalah karena Donny maupun Via tidak memaksa mereka.
"Uncle percaya padamu! jaga Hara baik-baik!" pesan Donny yang di sambut dengan anggukan mantap Juan.
Setelah mengucapkan salam perpisahan pada putrinya pria itu pun mengakhiri sambungan video mereka. Donny menatap layar ponselnya dengan perasaan bahagia, senyum terukir di bibir pria paruh baya itu.
****
Terimakasih kasih telah membaca TERJERAT CINTA si CUPU.
Bersamaan dengan ini Ay mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.
Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin.
Ay minta maaf jika selama pembuatan semua karya-karya Ay menyinggung atau menyakiti kalian. Ay minta maaf untuk semua kesalahan baik yang di sengaja atau tidak di sengaja.
Ay harap kebahagiaan meliputi kita semua.
Dan tetap jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya untuk semua karya yang telah Ay tulis.
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘